Zuy adalah gadis cantik Yang sederhana, dia pernah jadi pengasuh Seorang anak laki-laki yg bernama Rayyan. mereka terpisah karena Rayyan harus pindah ke Amerika.
Beberapa tahun kemudian..
Zuy bekerja menjadi OB di sebuah Perusahaan CV, suatu ketika di Perusahaan di mana tempat ia bekerja mengumumkan bahwa Pak Willy Ceo dari Perusahaan CV mengundurkan diri, dan di gantikan oleh keponakannya yang bernama Rayyan G Michael. Dari situlah mereka di pertemukan kembali.
Rayyan G Michael, sosok Pria tampan blasteran, berkharisma, dan sosok pemimpin yang bertanggung jawab, akan tetapi sifatnya sangat dingin dan emosional, terutama terhadap Wanita. Namun sifatnya tersebut tidak berlaku untuk Pengasuhnya yaitu Zuy.
Setelah pertemuannya dengan Zuy, perasaan Rayyan terhadap Zuy semakin besar, perasaan Cinta yang tumbuh di hati Ray sejak lama, bahkan saat ia berpisah dari Zuy dan tinggal di Amerika.
Lalu apakah kisah Cinta Tuan Muda akan terbalaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ananda andin angraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Untuk Bertemu
<<<<
***
"Kak Zuy, aku pasti akan menemukanmu," gumam pria misterius itu, ternyata Rayyan G Michael yang sudah kembali.
Lalu ia pun masuk ke mobil dan pergi dari tempat itu.
••••••••••
*Bioskop
Setelah sampai di tempat, Zuy langsung mencari Airin seraya melihat ke sekeliling, lalu...
"Zuy di sini!" seru Airin sambil melambai tangan.
Zuy menoleh lalu menghampiri Airin.
"Lama nunggu ya Rin?!" tanya Zuy.
"Udah setengah jam aku nungguin kamu." jawab Airin.
"Maaf, maaf ya Rin! tadi Macet di jalan, hehehe...." jelas Zuy sembari terkekeh.
"Hmmm, yaudah ayo kita masuk! Filmnya bentar lagi mulai, aku udah pesen tiketnya tinggal kamu yang beli minum sama popcorn ya!"
"Oke siap," balas Zuy.
Setelah memesan popcorn dan minuman, lalu mereka pun masuk....
Beberapa lama kemudian, mereka akhirnya keluar dari dalam gedung teater.
"Haaa.... Filmnya bikin aku terharu ternyata si cowo cintanya hanya sama si cewe itu, bikin baper deh..." lontar Airin dengan nada kencang, membuat orang pada memperhatikannya.
Dengan cepat Zuy menutup mulut Airin.
"Ssstttt.. jangan kenceng-kenceng! Banyak yang ngantri tuh buat nonton film itu," kata Zuy. "Tuh kita di liatin mereka kan, makanya kamu jangan spoiler Rin!"
"Uupz, maaf Zuy! Kita pergi makan dulu yuk, aku lapar nih!" ajak Airin.
"Yaudah ayo kita makan! Lagian juga bosen di rumah terus, hari ini Resto tutup jadi aku gak bisa bantu-bantu deh," ujar Zuy.
"Kamu memang gila kerja ya Zuy." celetuk Airin
"Ngeledek ya!" Zuy menoel pipi Airin.
"Nggak kok, memang faktanya."
"Dasar, ayo kita makan! keburu cacing di perutmu protes terus demo lagi minta makan." gurau Zuy.
"Ada-ada aja kamu, Zuy."
Lalu mereka pun pergi ke tempat makan.
••••••••••
Tempat Makan
Sesampainya di tempat makan, mereka berdua memesan makanan yang mereka inginkan, setelah selesai pesan keduanya pun langsung ke tempat duduk.
Lalu....
"Oh iya Zuy, kamu udah denger berita belum ?!" tanya Airin
Zuy mengernyit. "Euuum, belum tau Rin. Emang berita apaan?"
"Hadeuh, kamu mah selalu saja ketinggalan berita, padahal ini udah tersebar satu kantor lho." cicit Airin.
"Ya beneran nggak tau Rin, emangnya ada berita apa?"
"Denger-denger ya Zuy, pak Willy bakalan mundur dari jabatannya dan akan di ganti sama keponakannya. Katanya sih masih muda tapi dia pandai memimpin dan mengalahkan perusahaan lainnya Zuy," jelas Airin.
"Hah! kamu tau dari mana Rin?" tanya Zuy sedikit terkejut.
"Aku denger dari Bu Friska, waktu Bu Friska ngobrol sama Bu Rere" jawab Airin.
"Hmmmm, tapi siapa ya penggantinya ya?! aku sedikit penasaran." lirih Zuy. "Ah, mending kita lanjut makan lagi aja, daripada mikirin Ceo yang baru." sambungnya.
Kemudian ia melanjutkan makannya dan ketika mereka sedang asik makan, tiba-tiba ada yang menghampiri mereka.
"Lho, kamu Zuy kan?! Apa kabar?!!" tanya seseorang.
Zuy menatap seseorang di depannya itu.
"Hmmmm, kamu kalau gak salah Deva ya?! Kabarku baik Dev," balas Zuy
"Siapa Zuy?!!" tanya Airin
"Dia teman sekolahku dulu Rin," jelas Zuy.
Deva tersenyum dan berkata. "Ternyata kamu gak berubah sama sekali masih seperti dulu ya Zuy, masih cantik.."
"Makasih Dev, oh iya kamu kesini sama siapa?!!" tanya Zuy.
"Aah, itu aku kesini sama ...," balas Deva mengedarkan pandangannya.
Lalu seorang wanita menghampiri Deva,
"Sayang, Kamu sedang apa disini? Ayo kita pergi!!" ajaknya ke Deva.
"Sebentar! Oh iya, kenalin ini Zuy temen sekolahku, nah Zuy ini Zetta istriku," Deva memperkenalkan istrinya.
"Hai saya Zuy temanya Deva, selamat ya dan maaf aku nggak bisa datang ke pernikahan kalian," ucap Zuy sambil mengulurkan tangan ke Zetta.
"Iya, aku Zetta. Terimakasih ucapannya, iya nggak apa-apa kok, hehehe. Kalau gitu kita pergi dulu ya, soalnya anak kita lagi di rumah," kata Zetta menjabat tangan Zuy.
Zuy mengangguk pelan.
"Yaudah Zuy aku pergi ya, Bye..." pamit Deva.
"Iya, kalian hati-hati ya!" ucap Zuy,
Lalu Deva dan Zetta pun pergi....
"Zuy, kamu liat Istrinya, sepertinya tipe orang cemburuan." celetuk Airin.
"Sssst.. jangan begitu Rin!" tutur Zuy.
"Dia mah memang gitu Zuy," kata Brian (teman kerja Zuy) yang tiba2 muncul
Seketika Airin tersedak gara-gara Brian.
"Uhuk, uhuk.. Ya ampun, Brian jelek ngagetin deh," gerutu Airin.
Bletaaaak..
Brian menyentil jidat Airin. "Maaf kalau aku mengagetkanmu, hehehe.."
"Ah, dasar Brian jeleeek, sakit tau," rintih Airin memegang jidatnya.
Brian lalu menutup mulut Airin, "Ssst, jangan berisik!"
"Hmmmphh.."
"Hai Brian, kok bisa ada di sini?!!" tanya Zuy.
"Bwaah.. pasti ngikutin kita tuh," gerutu Airin melepaskan tangan Brian
"Siapa yang ngikutin kalian, aku juga dari tadi disini, sebelum kalian datang. Tapi pas mau nyamper keburu ada orang jadi aku diem aja dulu," ujar Brian.
"Bohong! Bilang aja kita di ikutin," celetuk Airin.
Brian lalu mencubit pipi Airin, "Anak ini, ampun banget deh.."
"Aduh, aduh! Pipiku jadi kendor nih, dasar Brian jeleeek, Brian jelek!" Airin memukul pundak Brian.
Zuy terkekeh. "Hahaha, kalian benar-benar cocok ya!"
"Mana ada!!" kata Airin dan Brian barengan
"Tuh kan cocok! buktinya barengan gitu, hahaha.." Zuy menggoda mereka berdua.
"Aduh Zuy, mana ada kami cocok, jangankan aku nyamuk aja juga malas sama si jelek Brian ini," cetus Airin.
"Aiish, lalat juga malas tuh nempel sama cewe cerewet.." celetuk Brian
"Sudah-sudah, aku kaya Guru yang sedang melerai, ayo kita jalan!!" ajak Zuy, " Bri kita duluan ya.."
"Iya ayo, bye-bye Brian jelek, bleeeh.." Airin menjulurkan lidahnya ke Brian
"Awas ya kau Rin, Iya hati-hati...! " ucap Brian
Lalu Airin dan Zuy pergi...
••••••••••••
*Beberapa jam sebelumnya di Rumah Pak Willy
Setelah sampai di rumah Pak Willy, Ray langsung turun dari mobil, ia pun di sambut hangat oleh para pelayan Pak Willy.
"Tuan Muda selamat datang! Pak Willy sudah menunggu anda dari tadi," sambut pelayan.
"Silahkan Tuan!"
"Terimakasih.." ucap Ray
Lalu Ray masuk ke dalam rumah untuk menemui Pak Willy.
"Lama tidak berjumpa Rayyan" sambut Pak Willy, "gimana kabarmu Rayyan?!!"
"Kabarku baik Om Willy.." jawab Ray menjabat tangan Pak Willy
"Oh Syukurlah, kamu sudah besar ya Ray, nggak nyangka kamu bisa setampan ini," ucap pak Willy memuji Ray
" Terimakasih Om, ada perlu apa sampai Om dan Daddy menyuruh Ray datang kesini?!!" tanya Ray
Lalu Pak Willy menjelaskan, "Begini Rayyan, Om dan Michael Daddy mu sudah diskusikan ini dari jauh hari, sebenarnya Om ingin kamu pimpin Perusahaan CV, sebenarnya ini milik Candika, sebagian besar saham perusahaan ini milik Candika, jadi Om ingin menyerahkannya padamu."
"Daddy nggak pernah cerita soal ini ke Ray," papar Ray.
"Ya mungkin Michael ingin kasih kejutan untukmu," ujar Pak Willy
"Tapi alasan Om menyuruh Ray menggantikan Om itu apa, selain sebagian besar dari perusahaan ini milik Mom Candika?" tanya Ray dengan rasa penasaran
"Ya karena Om ingin istirahat Ray, lagi pula di usiamu yang muda, kamu berhasil membantu Michael, kesuksesanmu dalam bidang usaha ini yang membuat om ingin kamu menggantikan Om, terus Candika itu juga adik sepupuh Om, Rayyan.." jelas pak Willy
"Iya om, Ray juga baru tau pas Om datang ke acara pemakaman Mom, nggak di sangka ternyata Mom punya saudara di sini, padahal dulu kita juga tinggal di kota ini, cuma ada di sebelah butuh waktu lima belas menit.." ujat Ray.
"Tapi om beneran nggak nyangka kalau Candika bisa pergi secepat itu, padahal dia nggak pernah mengeluh sakit apapun." lontar Pak Willy.
"Ya namanya juga takdir, Om."
"Lalu bagaimana kamu dengan Mommy kamu yang baru? Apakah dia memperlakukanmu dengan baik?!!" tanya pak willy
"Iya dia sangat baik bahkan untuk Lesya, dia sangat sayang pada Lesya. Ya meskipun bagiku tidak sebaik Mom Candika, tapi aku tetap menghormatinya," jelas Ray.
"Iya om paham, ketika Candika meninggal, adikmu baru berusia 2 bulan dan masih membutuhkan kasih sayang ibu, tidak salah juga kalau Michael dengan cepat cari pengganti Candika, supaya Lesya tetap mendapatkan kasih sayang seorang ibu." kata Pak Willy.
Ray mengangguk.
"Iya Om, makanya Ray bersyukur Mommy Liora sangat Baik dan mau jadi Ibu sambung buat Lesya, akan tetapi ada satu yang tidak Ray suka darinya."
"Hmmm, iya wajar aja kalau ada sesuatu yang tidak kamu suka. Yaudah kamu istirahat dulu, nanti kalau ada apa-apa tinggal panggil para pelayan, tidak perlu sungkan!" titah Pak Willy
"Iya Om, terimakasih.." ucap Ray
Lalu Pak Willy pergi, Ray bergegas masuk ke kamarnya, setelah di kamar ia lalu mengeluarkan kalung yang di berikan oleh Zuy dan memandangi kalung tersebut.
"Akhirnya aku kembali, setelah beberapa tahun pergi. Aku berjanji akan segera menemukan seseorang yang selama ini aku rindukan, Kak Zuy." batin Ray.
••••••••••
Kosan Airin
Sore itu setelah dari tempat makan, ternyata Zuy nggak pulang melainkan berkunjung ke kosannya Airin, ia pun terus mengobrol sampai larut.
Lalu tiba-tiba jantung Zuy berdetak kencang sehingga ia terdiam.
"Zuy, Zuy..." Airin menepuk pundak Zuy.
Seketika Zuy langsung tersadar. "Eh iya Rin?"
"Kamu dari tadi ngelamun terus, apa kamu sakit atau sedang memikirkan sesuatu?!!" tanya Airin.
Zuy mengibas tangannya. "Tidak, aku baik-baik aja, hanya saja tiba-tiba aku teringat pada seseorang." jawabnya
"Aaaiiih.... Siapa itu, apa jangan-jangan kekasihmu ya Zuy?" Airin menggoda Zuy
"Apa sih, bukan kekasih kok tapi bisa di bilang seseorang yang dulu dekat denganku, sayangnya aku sedikit lupa," ujar Zuy. "Oh iya aku pulang ya udah malam.." sambungnya.
"Ya, aku pikir kamu bakal nginep di sini Zuy." gumam Airin sedikit kecewa.
"Kan besok kerja, kapan-kapan aja ya! Yaudah ya aku pulang dulu Rin bye.." kata Zuy
"Iya hati-hati! Sampai bertemu besok, bye Zuy!" balas Airin
Zuy pun pergi dari kosan Airin.
Tak beberapa lama kemudian, Zuy berhenti di suatu tempat, ternyata itu rumah lama Ray yang telah lama di tinggal. Zuy lalu turun dari motor dan menuju pagar Rumah Ray, ia pun melihat ke arah rumah Ray.
"Sudah lama ya Tuan Muda, nggak tau kenapa aku kepikiran Tuan muda lagi, kapan Tuan muda datang lagi? Aku benar-benar lupa dengan wajah Tuan, aku merindukan Tuan, karena Tuan sudah Zuy anggap sebagai adik sendiri sama seperti Nara yang sifatnya persis sekali kaya Tuan, suka nggak mau jauh dari Zuy. Ya semoga takdir mempertemukan kita lagi Tuan Muda," kata Zuy.
Lalu Zuy pergi dan belum semenit Zuy pergi, tiba-tiba ada mobil datang dan berhenti di Rumah lama Ray, dan ternyata itu Ray. Ray pun langsung turun dari mobil dan langsung bergegas menuju ke rumahnya.
"Sudah lama ya aku meninggalkan rumah ini, banyak kenangan yang indah di Rumah ini, Kak kamu sekarang dimana, Aku sangat ingin bertemu, Ray sudah kembali kesini untuk bertemu kamu Zuy," kata Ray
Lalu Ray membuka pagar dan masuk ke Rumah itu...
***Bersambung....
Kisah Zuy & Ray benar2 luar biasa, selalu bikin meleleh.. 🥰
Konfliknya bikin greget, tapi endingnya benar2 memuaskan & membahagiakan 🤍
Semangat terus Kakak Author.. 😘
Ending yang sangat memuaskan, semua kisah tokoh2nya berakhir bahagia 🥰
Selain Ray & Zuy, Davin & Airin juga yang lain bahagia sama pasangannya masing2, aku juga seneng Maria & Kimberly berubah jd baik.. Akhirnya Zuy bisa ngerasain kasih sayang Ibu kandungnya..
Semoga selalu bahagia, sampai menua bersama & sampai maut memisahkan 🤍
Ray & Zuy juga Davin & Airin, bahagia terus ya, sampai maut memisahkan 🤍
Semoga semua baik2 aja ya..