NovelToon NovelToon
I Love You Kakak

I Love You Kakak

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:5M
Nilai: 4.6
Nama Author: Rani

Lanjutan dari karya Perjodohan membawa bahagia. Disarankan mampir ke karya sebelumnya agar tidak menimbulkan kebingungan.

Karena sebuah wasiat dari orang tua kandung kakak angkatnya, ia dan sang kakak angkat dinikahkan. Pernikahan karena perjodohan itu menimbulkan banyak masalah, terutama masalah hati. Karena sesungguhnya, sang kakak angkat sudah memiliki wanita lain yang ia cintai dengan sepenuh hati dan hanya menganggap dia sebagai adik.

"Aku mencintai kamu sebagai kekasih, kakak." Yolanda Aditama.

"Maaf Yolan. Aku tidak bisa menerima cinta itu. Karena selamanya, kamu akan tetap berada dalam hatiku sebagai adik. Aku tidak bisa menggubah perasaan itu." Dewa Sujianda.

Akankah perasaan Dewa bisa berubah? Atau bahkan, akan tetap selamanya bertahan seperti itu? Mungkinkah pernikahan mereka akan bertahan? Atau bahkan, akan hancur karena orang ketiga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Episode 6

Akhirnya, pernikahan itupun terjadi. Tepat di hari ulang tahun Dewa yang ke dua puluh lima tahun. Satu hari setelah ke datangan Yola ke tanah air.

Pernikahan sederhana di barengi dengan pesta ulang tahun Dewa. Tidak banyak yang tahu kalau Dewa menikah hari itu, karena pesta pernikahan itu di atas namakan dengan pesta ulang tahun buat Dewa. Sedangkan ijab khobul mereka, hanya di hadiri oleh orang-orang penting saja.

Yola yang begitu bahagia, tak henti-hentinya memperlihatkan senyum pada setiap orang. Sementara Dewa, ia terlihat murung dan tak bersemangat sama sekali.

Setelah melewati serangkaian acara ulang tahun, layaknya pesta ulang tahun pada umumnya, Dewa langsung meninggalkan keramaian pesta. Yola yang melihat kepergian Dewa, segera menyusul.

Dewa berjalan menuju taman samping vila. Tempat terindah dan ternyaman yang selalu menjadi tempat pelepas segala beban buat Dewa dan semua penghuni vila Camar dari generasi ke generasi.

"Kak Dewa kok di sini?" tanya Yola ketika sudah berada di samping Dewa.

"Kamu, kenapa ikut ke sini?"

"Aku lihat kak Dewa pergi meninggalkan keramaian. Aku langsung berinisiatif untuk mengikuti kak Dewa pergi."

"Kenapa kak Dewa kelihatan murung dan tidak bersemangat? Ada apa, kak?"

"Tidak ada apa-apa. Hanya sedang tidak enak badan saja."

"Masa sih? Coba aku periksa," kata Yola sambil menempelkan tangannya ke dahi Dewa.

"Gak panas kok kak. Tuh, gak panas lho ha." Yola berucap sambil terus membulak-balikkan tangannya.

"Apakah harus panas dulu baru bisa merasa tidak enak badan, Yolan?" tanya Dewa sambil berusaha menghentikan apa yang Yola lakukan.

"Tidak juga sih, Kak. Tapi ... aku merasa seperti ada yang mengganjal sekarang. Sejak aku kembali dari luar negeri kemarin, kak Dewa sepertinya sangat dingin padaku. Dan, kelihatannya sedang menghindar dari aku. Atau .... "

"Yolan, itu cuma perasaan kamu saja. Kita sudah tidak bertemu selama sepuluh tahun. Jadi wajar kalau kamu merasa ada yang mengganjal saat kita bertemu lagi."

"Benarkah begitu?" tanya Yola sambil menundukkan kepalanya. Ia seperti sedang berusaha menemukan kebenaran dari setiap kata yang Dewa ucapkan barusan.

Lalu, beberapa saat kemudian, Yola mengangkat kepalanya kembali. Ia melirik wajah Dewa yang berada di sampingnya. Wajah laki-laki yang selama ini ia rindukan.

"Kak Dewa, aku ingin tanya satu hal sama kakak. Bolehkah?"

"Tanya saja apa yang ingin kamu tanyakan. Jika memang aku punya jawabannya, maka aku akan menjawab," ucap Dewa tanpa menoleh.

"Apa .... "

"Dewa. Yola. Kalian kok di sini?" Kania memotong perkataan Yola.

"Mama. Kok ke sini juga?" tanya Yola melupakan apa yang ingin dia tanyakan.

"Mama nyariin kalian, makanya ke sini. Terutama kamu, Dewa. Kamu yang punya acara, kok menghilang gitu aja. Banyak teman-teman kamu tuh yang nyariin."

"Maaf, Ma. Dewa bikin repot mama. Ya udah kalo gitu, Dewa ke sana sekarang."

Dewa beranjak dari tempatnya. Berjalan cepat meninggalkan Yolanda yang masih terdiam di tempat di mana ia berdiri sejak tadi.

"Sayang, kamu gak ikutan sekalian masuk?" tanya Kania pada anaknya.

"Aku ingin di sini sebentar, Ma. Di dalam terlalu membosankan buat aku."

"Sayang, ada apa? Tumben kamu ngomong kalau pesta itu membosankan buat kamu. Biasanya, pesta itu kesukaan kamu, kan?"

"Aku sedang berada di suasana yang tidak nyaman, Mah. Hati ini terasa tidak enak. Seperti ada yang mengganjal."

"Apa sih yang kamu katakan? Coba ngomong sama mama, apa yang bikin hati putri kesayangan mama tidak enak, hmm?"

"Sikap dingin kak Dewa, Mah. Aku merasa ... kak Dewa sepertinya sangat tertekan sekarang. Apa jangan-jangan, pernikahan ini yang membuat dia jadi tertekan?"

"Yola. Semuanya butuh proses, sayang. Wajar jika Dewa merasa tidak nyaman atau tertekan saat ini. Karena yang ia nikahi itu kamu, perempuan yang ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri."

"Apakah kak Dewa menikah karena paksaan dari mama dan papa?"

"Sayang, apa yang kamu katakan. Mama dan papa tidak memaksa Dewa untuk menerima pernikahan ini. Dewa menerima pernikahan ini karena tanggung jawab atas wasiat dari orang tuanya yang sudah meninggal, Yola. Jadi, tidak ada unsur paksaan dari mama dan papa."

"Sudah, jangan banyak berpikiran yang tidak-tidak. Nanti kecantikan anak mama bisa menghilang jika terlalu banyak berpikir yang macam-macam. Ayo kembali ke pesta! Gak enak kalau meninggalkan para tamu terlalu lama."

"Apa salahnya, Ma. Pesta ini bukan pesta aku. Jadi, tidak ada salahnya jika aku tidak ada."

"Yolanda." Kania berucap dengan lembut. Itu menandakan kalau dia tidak setuju dengan apa yang Yola katakan.

______

Pesta berakhir saat jam menunjukkan pukul sebelas lewat tiga puluh menit. Saat pesta berakhir, keduanya dihadapkan dengan suasana yang sangat tidak menyenangkan. Apalagi kalau bukan, satu kamar pengantin yang telah kedua orang tua mereka siapkan.

"Dewa, Yola, karena kalian sudah sah menjadi suami istri, maka kalian harus tinggal dalam satu kamar yang sama."

"Apa! Satu kamar?" Dewa terlihat kaget bukan kepalang.

"Iya," ucap Kania sambil menganggukkan kepalanya.

"Ma, maaf. Aku tidak bisa. Tolong berikan aku waktu untuk menerima semua kenyataan ini terlebih dahulu."

Kania dan Brian saling tatap. Ia memahami apa yang Dewa rasakan. Untuk itu, mereka tidak ingin memaksa. Mereka memutuskan untuk mengikuti apa yang Dewa inginkan.

"Yola, apa kamu keberatan jika Dewa tinggal di kamar yang berbeda, Nak?" tanya Kania dengan lembut.

"Aku tidak keberatan, Ma. Seperti yang kak Dewa katakan, semua ini butuh waktu. Jadi, biarkan kami sama-sama membiasakan diri terlebih dahulu."

"Baiklah. Kalian berdua adalah anak mama. Mama hanya bisa mengikuti apa yang menjadi keputusan kalian, karena mama tidak ingin kalian berpikir, kalau mama ini pilih kasih nantinya."

"Terima kasih banyak, Ma. Mama telah mengerti apa yang aku rasakan. Permisi." Setelah berucap seperti itu, Dewa beranjak masuk ke dalam kamarnya.Meninggalkan semua keluarga di ruang keluarga dengan pikiran mereka masing-masing.

"Sayang .... " Brian memanggil Yola dengan lembut.

"Iya, Pa." Yola berucap dengan semangat yang berusaha ia perlihatkan. Padahal sebenarnya, dalam hati Yola saat ini, ia sedang sedih.

Sedih memikirkan Dewa yang terlihat dengan sangat jelas tidak menginginkan pernikahan ini terjadi.

"Kamu ... kamu gak ikut istirahat, Nak? Ini udah malam lho, sayang."

"Iya, Pa. Sepertinya, aku juga mau ke kamar sekarang."

"Ya sudah kalo gitu, selamat malam sayang. Selamat istirahat, mimpi yang indah, ya."

"Iya, Papa. Mama. Da .... "

1
M Bibin
🥰🥰
💟노르 아스마💟
Luar biasa
sakura
....
Shifa Burhan
kau thor apa yang jadi masalah dalam novel mu adalah sikap tidak adil mu dalam memperlakukan emeran utama wanita (istri) dan pemeran utama pria (suami)

*saat novel mu yang konfliknya suami melakukan kesalahan pasti kau buat istri tidak mudah memaafkan, pasti kau buat suami dapat balasan, mengemis maaf dan berjuang keras, dan pasti kau hadirkan lelaki lain yang membuat istri membalas perlakuan suami

banding dengan novel yang konfliknya istri melakukan kesalahan semudah itu dimaafkan, karakter suami kau buat bodoh dan semudah itu memaafkan malah balik minta maaf kayak pengemis, dan kalian tidak berani hadirkan wanita lain (kayak kalian hadirkan lelaki lain)

karena ini lah pola pikir egois wanita ketika suaminya salah tidak semudah itu dimaafkan tapi ketika dia salah mau dimaafkan begitu saja dan sikap egois ini mereka bawa kedalam novel

adalah lagi pola pikir egois yang terkesan munafik wanita dalam berkarya yaitu mereka melaknat pelakor tapi memuja pebinor

miris
Atik Bunga
apa ini kakah burhan
Atik Bunga
jangan ladang bunga yg dimaksud saka itu kebun bunga punya mamahnya yola
Atik Bunga
jangan2 dokter leo suka sama yola
Atik Bunga
kasihan hanas anak yg tdk diharapkan oleh johan malah tersakiti
sharvik
sulis it siapa y dewa ya . . d eps sblm y mngatakan yola adalah orang yg sngat dewa syang stelah sulis. .
watini fitrah
knpa rata rata CEO bodoh klu udh di depan pelakor
Rani: nah, ceo kek gini cuma ada di dalam karya aja yah. keknya, di dunia nyata ngga akan nemu🤣
total 1 replies
Rika Fitria
zaka kayaknya anak Zara
Rika Fitria
Luar biasa
Mas Sigit
itu kakekmu yolan
Mas Sigit
bagus yolan kmu hrs tegas biar dewa sadar bagaimana jahatnya si hanas
Mas Sigit
dadaku sdh mulai sesak bayangin jd yolanda
Mas Sigit
pasti Hanas ga bakalan tinggal diam mlihat dewa sm yolan mrnikah
Al Fatih
iya,, kadang sbg perempuan,, merasa miris,, sdh d hina,, d tolak,, masih ngemis2 juga,, jujur lebih suka karakter perempuan kuat,, ga mudah d tindas....,,
Al Fatih
lengkap sdh semuanya,, wlwpun itu wasiat,, harusx Brian dan Kania pastikan dulu dewa ad pacar ga,, wlwpun Yola cinta dewa,, tapi dewa kan ga,, beresiko Yola akan d tersakiti,, dewa juga plin plan,, Johan juga gitu,, anaknya Johan juga gt...😅
ShaHana Rania Norali
menarik.. dan tak sabar baca sampai episode akhir. 🥰
alnino
drma bnget bnyak omong wkwk si yola keburu nyampk rumh mreka ado argumen.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!