NovelToon NovelToon
The Journey Of Adam

The Journey Of Adam

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / System / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:167.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aro McCoy

Dunia berubah dalam sekejap, seolah-olah diambil langsung dari film-film horor dan fiksi ilmiah. Mayat hidup zombie mulai bermunculan di setiap sudut kota. Hewan-hewan bermutasi menjadi makhluk buas, dan entitas aneh yang belum pernah tercatat dalam sains mulai menjelajahi dunia yang kacau.

Di tengah kekacauan itu, seorang pria bernama Adam Javier secara misterius menemukan sebuah smartphone asing bukan miliknya, dan bukan pula model yang pernah diluncurkan manusia. Perangkat itu muncul begitu saja di tangannya, hanya beberapa detik sebelum dunia benar-benar runtuh.

Dengan segala keanehan yang ditawarkan oleh smartphone itu fitur yang tak masuk akal, notifikasi dari entitas tak dikenal, dan kekuatan yang melampaui logika mampukah Adam bertahan hidup di dunia yang telah berubah menjadi mimpi buruk?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aro McCoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Bertemu Ratih

"Woar." "Buk." "Buk." Zombie memukul pintu. "Fiuh, hampir saja." Adam menghela nafas dan melihat Ratih perempuan berkulit kuning dengan rambut panjang, bersama tiga perempuan. "Ratih siapa dia." Seorang wanita berusia 20 tahunan, berambut pendek memakai seragam coklat bertanya kepada Ratih. "Dia Adam, tetanggaku bu." Ratih tersenyum mengenalkan Adam.

"Halo nama saya Adam tetangga sekaligus teman Ratih." Adam tersenyum dan mengulurkan tangan. "Saya Jessica guru Ratih." Jessica menjabat tangan Adam. "Ratih tolong kenalkan aku kepada dua temanmu yang cantik ini." Adam melihat kedua gadis seumuran Ratih.

"Mereka Katrine dan Silvi teman sekelasku." Balas Ratih. "Halo, namaku Adam." Adam tersenyum. "Katrine." "Silvi." Adam dan kedua teman Ratih berkenalan. "Adam dimana kakakku." Tanya Ratih. "Aku berpisah dengannya. Padahal aku sudah memancing perhatian para zombie." Adam tersenyum kecut.

Ekspresi Ratih memburuk mendengar jawaban Adam. "Tenanglah, Doni pasti baik-baik saja. Saat aku menarik perhatian para zombie dilapangan. Aku lihat Doni masih bersembunyi di gerbang." Adam menepuk bahu Ratih. "Dia tetap pengecut dari dulu." Ratih menghela nafas.

"Benar, apa disini ada toilet. Aku ingin buang air kecil." Adam menyentuh hidungnya. Mendengar kata Adam keempat wajah perempuan memerah. "Toilet ada dibelakang." Balas Ratih. "Baiklah, jangan buka pintunya selagi aku pergi ke toilet." Balas Adam. "Kita bodoh jika membuka pintu." Ratih mengejek Adam. Adam tertawa lalu berjalan ke belakang, menuju toilet.

Setelah sampai di toilet Adam melihat smartphone specialnya. Adam melihat dirinya memiliki banyak pesan. "Kill zombie exp +2, coin +20." "Kill zombie exp +1, coin +10." "Tidak buruk aku mendapatkan 30 exp dan 300 coin. Dengan begini aku pasti level up." Adam tersenyum lalu membuka aplikasi status.

Nama : Adam Javier

Usia : 23 tahun

Level : 3 next level (10/30) exp

Kekuatan : 5

Agility : 5

Vitalitas : 4

Stamina : 3/5

Reflek : 5

Poin : 4

Melihat statusnya Adam berkata. "Aku akan menambahkan 1 poin di kekuatan, 1 poin di agility, 1 poin di vitalitas dan 1 poin di stamina." "Ahh." Adam menjerit merasakan smartphonenya mengeluarkan listrik, setelah dirinya selesai menambahkan poin.

"Adam kenapa kamu berteriak." Ratih yang mendengar suara Adam berteriak terkejut. "Tidak apa-apa, aku lupa tidak membawa smartphoneku." Balas Adam berbohong. "Ku kira ada apa, kamu membuat kami takut Adam." Ratih menghela nafas.

"Apa aku harus tersengat listrik setiap kali menambahkan poin." Adam melihat smartphone dan menghela nafas. "Tapi setelah menambahkan poin dan tersengat listrik, aku merasa lebih kuat dan lebih cepat." Adam tersenyum merasakan perubahan di tubuhnya. 

"Sekarang aku harus membeli senjata." Adam berkata dengan ekspresi serius, kemudian melihat aplikasi shop. Adam melihat berbagai senjata api dan bergumam. "Percuma aku membeli senjata api, aku tidak bisa menembak." Adam menggeleng dan melihat barang lain. Adam melihat sebuah katana seharga 10 coin dan melihat infonya.

"Katana sebuah pedang satu mata dari jepang yang mempunyai ketajaman 100%. Dapat memotong kayu dan bambu semudah mengiris kain. Harga 10 coin Buy/tidak." Adam melihat info katana dan bergumam. "Aku memiliki 395 coin, menghabiskan 10 coin bukan masalah. Terlebih lagi aku bisa menggunakan pedang." Adam kemudian menekan Buy.

Smartphone mengeluarkan cahaya putih, kemudian sebuah pedang yang terbungkus sarung muncul di depan Adam. Adam menghunus katana lalu tersenyum. "Saatnya membunuh zombie, karena semakin banyak aku membunuh zombie. Aku lebih cepat naik level. Tapi aku akan lari jika menghadapi lebih dari tiga zombie" Adam tertawa.

Adam menyarungkan katananya lalu berjalan keluar dari toilet. Ratih dan ketiga perempuan terkejut melihat Adam keluar dengan membawa sebuah pedang. "Dari mana kamu mendapatkan pedang." Tanya Ratih heran. "Oh, tadi aku menyembunyikan pedang di bajuku." Adam berbohong. Ratih dan ketiga perempuan tidak percaya dengan kata Adam.

Adam mengintip dari sela-sela jendela dan melihat 5 zombie sedang berdiri di depan pintu. "Mereka tidak mau menyingkir." Adam tersenyum kecut. "Apa kita harus bersembunyi disini, sampai menerima bantuan dari tentara dan polisi." Kata seorang gadis yang bernama Katrine.

Adam melihat seorang gadis berkulit putih dengan rambut berkuncir kuda dan bergumam pelan. "Dia cantik, jika nilai 1 sampai 10. Dia mendapatkan nilai 7" Adam melihat Ratih dan ketiga perempuan lalu berkata. "Kalian mundurlah, aku akan mengurus zombie." Adam menghirup napas kemudian membuka pintu. "Adam jangan buka pintu." Ratih berteriak. Namun sudah terlambat Adam membuka pintu.

"Woar." Kelima zombie melihat pintu terbuka dan berlari menuju Adam di depan pintu. "Zombie terima ini." Adam dengan badan gemetar menebas salah satu kepala zombie. "Crash." Kepala zombie terjatuh. "Satu mati." Adam tidak berhenti dan terus menebas zombie yang mendekat ke arahnya. "Crash." Dua mati Adam sekali lagi memenggal kepala zombie.

"Jangan mendekat." Teriak Adam menusuk dua kepala zombie sekaligus dengan katana. "Woar." Adam melihat zombie yang tersisa melompat ke arahnya. "Oh tidak." Adam secara reflek menghindar kesamping. Adam mencabut katana yang menancap di dua kepala zombie kemudian menghunus katana ke arah kepala zombie. "Crash." Kepala zombie terpotong.

Adam melihat mayat zombie kemudian tiba-tiba muntah. "Uueek." "Uueek." Aku masih tidak terbiasa melihat mayat zombie." Adam mengambil katana dan masuk ke dalam ruang uks. Adam melihat Ratih dan ketiga perempuan ketakutan melihat dirinya.

"Adam apa kamu membunuh kelima zombie." Tanya Ratih. "Benar." Adam mengangguk lalu secara tidak sadar menepuk sesuatu di sampingnya. "Plak." Adam melihat dirinya membunuh sesuatu dan tangannya berdarah. "Bahkan nyamuk sebesar jempol pria dewasa." Adam tersenyum kecut melihat nyamuk yang sudah mati ditangannya.

"Jika nyamuk sebesar itu, dan menghisap kita. Kita pasti cepat kehilangan darah." Jessica merinding melihat nyamuk yang sudah mati di tangan Adam. "Kita masih beruntung jika kehilangan darah, dari pada terkena demam berdarah." Adam cemberut.

1
Luken
hiatus
Reza Aditiya
bodoh knpa malah balik ke markas,MC punya kelebihan knpa ga di gunain buat farming heran gw
Reza Aditiya
di shop banyak senjata api yg mempan terhadap hewan mutasi udah di permuda malah ga beli atau seenggaknya belajar menembak gitu hadeh sia sia punya smartphone canggih
Reza Aditiya
kocak MC knpa ga beli senjata padahal punya coin
uwa_botak
Luar biasa
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
Renji? kan aku memang sepertinya pernah membaca cerita ini tp buka Adam namanya
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
wkwkwk🤣🤣 insting monyet tertarik pada pisang 😁
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
kecepatan Ratih
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
iri dia 😅😅😅
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
sepertinya kamu benar Adam🤭
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
asli aku pernah baca yg mirip banget dengan ini..
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
oke.. next
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
oke.. meskipun sepertinya aku pernah membaca yang semacam ini tp aku suka genre ini.. next
❥␠⃝ ͭ🍁Mahes💋🇲🇨
kaya gak asing cerita nya... aku pernah baca cerita mirip ini
Crow.
copas ya?
Crow.
bjirr malah jual acc
Vincent Da Vinci
harga daging hanya 1coin sahaja, kenapa sibuk nak cari makanan lagi dengan coin ada 1k lebih. jln cerita bagus, tp gaya penulisan buruk.
Vincent Da Vinci
banyak kelemahan, coin x tunjuk, lepas tu poin x pernah bertambah walau membunuh banyak zombie, Dari awal mula hanya 4 poin sahaja 🤮🤮🤮
Darken Knight
Renji siapa?
ɪᴛs ᴍᴇ, 𝕱𝖎𝖎
Bersyukurlah karna bisa menjadi salah satu manusia dalam hitungan jari tersebut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!