Yuri, gadis polos yang menjadi korban kedengkian sepupunya, harus kehilangan kekasih bahkan pergi meninggalkan keluarga dalam keadaan hamil. Lima tahun kemudia, Yuri kembali bersama anak laki-lakinya yang cerdas. Yuri kini telah berubah, dia kembali untuk menemukan ayah dari anaknya serta mengambil apa yang seharusnya menjadi milik Yuri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Liontin dan Nama Kei
Malam semakin larut. Akan tetapi, Lucas sulit memejamkan mata. Anak kecil itu kembali teringat akan ayah kandungnya. Dia pun mulai gelisah. Merasa tidak nyaman dalam hati dan pikiran. Hingga dia membolak-balikkan badannya, mencari posisi tidur yang nyaman. Sayangnya itu tak kunjung dia temukan.
Lucas melihat langit-langit kamarnya. Ada bayangan Satomi yang mengolok-olok mamanya waktu bertemu di toko kue. Wajah Lucas seketika murung.
Seandainya ada ayah, mama tidak akan tertindas. Hati Lucas mulai bermonolog.
Di waktu yang sama, Yuri masuk ke kamar Lucas. Dia bermaksud melihat sang putra dan memastikan buah hatinya telah terlelap. Namun, kenyataannya Yuri menemukan Lucas masih terjaga.
"Kau belum tidur?" tanya Yuri. Ibu muda itu mendekati putranya dan mengusap kepalanya dengan lembut.
Lucas memandang mamanya dalam. Jelas tergambar dalam benak anak itu sebuah tanda tanya.
Yuri naik ke tempat tidur Lucas dan berbaring di samping anaknya. "Apa yang kau pikirkan? Segeralah tidur, besok kau harus sekolah, bukan?"
"Mama, apa benar Mama tidak tahu siapa ayah?" Lucas bertanya dengan ragu sembari memeluk Yuri.
Hati Yuri bergetar mendengar pertanyaan dari sang anak. Diciumnya kening Lucas dalam sambil memeluk anak itu erat-erat. Tanpa teras, ada butir air mata yang meleleh di sudut mata Yuri.
"Apa kau merindukannya?" Yuri mencoba menyelami hati Lucas.
"Entahlah ... aku hanya ingin bertemu dengan Ayah. Jika ada ayah, Mama tidak akan tertindas oleh siapa pun," tanggapan Lucas yang polos tapi jujur dari hatinya.
Yuri kembali terdiam. Ada kebingungan yang menyelimuti hatinya. Bagaimana dia tahu tentang laki-laki yang bersamanya malam itu jika Satomi saja tidak mau mengatakan.
"Apa Mama tidak ingin tahu siapa dia?" pancing Lucas. Anak itu sangat cerdik meski sering terlihat pendiam dan penyendiri.
Sekali lagi Yuri mencium Lucas dengan lembut. Tangannya memegangi liontin yang dia kenakan. Perlahan Yuri bangkit dari rebahannya lalu duduk bersandar.
"Kau sungguh-sungguh ingin tahu?" Yuri memastikan.
Lucas langsung bersemangat mendengar pertanyaan sang mama. Mata anak itu berbinar. Ada harapan besar yang menggantung di sepasang bola mata jernih itu.
Yuri memahami keinginan sang anak yang begitu besar. Wanita itu lalu melepas kalungnya dan menunjukkan kepada Lucas.
"Hanya ini yang kutahu," kata Yuri sambil memberikan kalung itu kepada Lucas.
Lucas menerima kalung itu dengan semangat. Rasa kantuknya semakin menjauh dari pelupuk mata. Diamatinya benda yang diberikan sang ibu dengan teliti.
"Kei," eja Lucas saat mendapati ada sebuah nama yang terukir di balik liontin berbentuk jangkar yang ada di tangannya.
"Apa ini nama ayah?" tanya Lucas penasaran.
"Mama tidak tahu, sayang. Tapi aku rasa begitu," sahut Yuri.
"Aku akan mencari tahu tentang ini," kata Lucas berapi-api. Anak itu menunjukkan rasa keingintahuan yang meluap-luap.
"Hmmm ... ini sudah larut, Sayang. Anak Mama waktunya tidur. Kau bisa mencaritahu tentang itu besok." Yuri mengusap rambut Lucas penuh kasih sayang. "Tidurlah ... malam ini Mama akan tidur di sini menemanimu," imbuh Yuri.
Lucas ingin menentang, tetapi sang mama telah memberi isyarat bahwa dia harus segera tidur. Yuri juga memakaikan kalung itu pada Lucas. Membuat Lucas terlihat menurut dan bersikap manis.
"Ayah akan menemanimu mulai malam ini, jadi tidurlah dengan nyenyak," perintah Yuri lagi.
Lucas menurut. Anak itu kembali merebahkan badannya. Lalu berusaha memejamkan mata. Yuri juga mematikan lampu kamar. Lalu bersiap tidur di samping Lucas.
Lucas tetaplah Lucas yang penuh rasa ingin tahu. Dia tidak akan membiarkan dirinya larut dalam rasa penasaran untuk waktu yang lama. Anak itu menunggu beberapa saat hingga yakin bahwa mamanya telah tertidur.
Setelah memastikan Yuri tidur dengan lelap, Lucas bangun dan mengendap-endap ke luar kamar. Anak itu beralih ke ruang keluarga sambil membawa laptop. Dengan cekatan, anak itu pun beraksi. Berselancar ke dunia maya, menjelajah dengan lihai mencari orang-orang dengan nama Kei.
Setelah sekian lama mencari, akhirnya Lucas menemukan beberapa orang dengan nama Kei yang dia curigai sebagai ayahnya. Di antara semua nama itu, satu nama begitu menarik perhatian Lucas. Nama itu adalah Kei Yamamoto. Lucas sangat tertarik melihat profil lelaki tersebut. Tanpa sadar, dalam hati Lucas berharap bahwa itu adalah ayah kandungnya.
"Sepertinya akan menyenangkan jika kau adalah ayahku," gumam Lucas. Anak itu tersenyum manis lalu mematikan laptopnya dan bergegas kembali ke kamar. Dia langsung menuju pelukan sang mama dan tertidur lelap.
ceritanya bagus, tidak bertele-tele...dan seru...👏👏👏
keren bet Thor 👏🙏👏🙏👏