"Kenapa hidupku harus semenyedihkan ini? Aku bukan hanya kehilangan suamiku, tapi aku juga harus memupus harapanku untuk menjadi seorang ibu karena aku mandul. Apa aku tidak pantas bahagia?"
Maharani adalah seorang wanita yang menjadi istri dari seorang pria yang bernama Rendy Wijaya. Awal pernikahan mereka terjalin dengan begitu bahagia dan penuh keromantisan. Namun, setelah 5 tahun menikah dan selama itu juga mereka masih belum juga dikaruniai seorang pun anak, perlahan sikap Rendy mulai berangsur berubah hingga akhirnya ia menghadirkan Celine dalam pernikahan mereka dan mengakibat pernikahannya harus berujung dengan perceraian.
Bagaimana kisah Maharani dalam menjalani kehidupan keduanya dan menyembuhkan luka di hatinya atas pengkhianatan yang dilakukan oleh suaminya? Apakah Maharani akan memperoleh kebahagiaan yang begitu diimpikan? Lantas bagaimana dengan kemandulannya, akankah ada mukjizat yang Tuhan akan berikan untuknya atau selamanya harapan untuk dapat menggend
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Pradita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melepas Kerinduan
Like setiap episodenya ya sahabat semua. Boom update nih 🤗😊☺️
Selamat membaca!
Sesampainya di kamar hotel, Rendy yang hanya ingin fokus kepada Maharani langsung mematikan benda pipih miliknya, walau ia tahu ada beberapa pesan yang telah terkirim untuknya. Saat ini pikiran Rendy hanya satu, yaitu menghabiskan waktunya bersama sang istri. Waktu yang akhir-akhir ini memang jarang sekali dilewatinya berdua, terlebih sejak kehadiran Celine dalam kehidupannya. Namun, apa yang dilakukan Rendy mendapatkan sorotan dari Maharani yang melihatnya sedang mematikan ponsel miliknya.
"Mas, kamu yakin mau matiin handphone kamu? Kalau ada hal yang penting mau menghubungimu tapi nomormu tidak aktif, gimana coba?" tanya Maharani mencoba meyakinkan suaminya, setelah ia duduk di tepi ranjang dan memposisikan tubuhnya dengan nyaman.
Rendy segera duduk di sebelah Maharani dan merengkuh tubuh istrinya. "Sayang, jangan pikirkan hal itu ya, karena bagiku saat ini tidak ada yang lebih penting daripada kamu." Dalam sekali gerakan pria itu berhasil melabuhkan tubuh Maharani dalam pelukannya.
"Baiklah kalau begitu, Mas." Maharani pun menurut saja dan menjawabnya dengan tersenyum.
Namun, tiba-tiba saja tanpa sebuah aba-aba, Rendy langsung mencium bibir merah Maharani. Ciuman yang terlihat rakus dari pria itu benar-benar sebagai pemanasan sebelum keduanya mulai memadu kasih untuk melepas segala kerinduan yang sama-sama tertahan akibat kesibukkan dan segala perubahan Rendy.
"Aku merindukanmu, Mas." Maharani tak segan-segan membalas pagutan suaminya yang terus ******* bibir merahnya.
Keduanya pun terlihat saling melucuti pakaian masing-masing, hingga membuat tubuh polos mereka saling bersentuhan dengan keringat yang mulai timbul membasahi sekujur tubuh mereka.
Adegan ranjang itu berlangsung selama satu jam lamanya yang diiringi dengan suara desahan dari Maharani yang terus memenuhi seisi ruangan. Sampai akhirnya, desahan itu tak lagi terdengar setelah penyatuan keduanya mulai terlepas.
"Mas, terima kasih ya. Sudah mengajak aku berlibur," ucap Maharani sambil membenamkan wajahnya dalam dekapan Rendy yang masih tampak berkeringat.
Kini keduanya terlihat saling berpelukan dengan napas yang terdengar masih terengah-engah.
"Iya sayang, aku juga terima kasih ya karena kamu sudah menjadi istri yang baik," jawab Rendy sambil memberikan sebuah kecupan pada kening sang istri.
Momen yang begitu dirindukan oleh Maharani, akhirnya dapat kembali dirasakannya saat ini. Sebuah momen yang sungguh melelahkan, hingga keduanya pun mulai memejamkan mata untuk sejenak terlelap dalam posisi yang masih saling berpelukan.
"Ya Tuhan, aku jadi merasa bersalah karena telah mengkhianati Rani, tapi aku tidak punya pilihan karena orang tuanya begitu mendesak agar aku segera memiliki seorang keturunan dan Celine ternyata dapat mewujudkan harapan itu," gumam Rendy yang dipenuhi rasa penyesalan yang sesaat timbul di dalam hatinya.
Di sisi lain, Maharani yang tengah merasa nyaman dipelukan suaminya, kini semakin mengeratkan dekapan tangannya.
"Ya Allah, aku mohon jagalah rumah tanggaku ini, sampai kami bisa memiliki anak dan cucu. Aku ingin hidup dan menua bersama suamiku, aku ingin pernikahanku ini menjadi pernikahan yang pertama dan terakhir kalinya," batin Maharani dengan penuh harap.
...🌺🌺🌺...
Bersambung✍️
Berikan komentar positif kalian ya.
Terima kasih banyak sudah mau membaca judul novelku ini. Semoga suka dengan ceritanya dan bisa terus mengikuti novelnya hingga tamat.
Follow Instagram Author juga ya : ekapradita_87
makasih ya Thor ceritanya bagus 👍