Mutia Syakila
Seorang gadis desa yang berparas cantik dan di juluki kembang desa, ia berumur 20 tahun, mempunyai adik perempuan satu , namun orang tuanya bercerai saat ia masih SMA. sesuatu yang sangat mengharuskan jika anak perempuan pertama pasti menjadi tulang punggung keluarga, apalagi ayahnya memiliki sakit jantung.
Ia bekerja siang malam untuk menhidupi keluarga dan pengobatan ayahnya. Dan cobaannya tidak sampai disitu, karena ia bertemu dengan sorang lelaki Yaitu Rangga aditiya yang membawa cinta sekaligus luka bagi mutia
Bagaimanakah kelanjutannya, ???
#Tinggalkan jejak setelah membaca yaa para readers tercintah🤗❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak sebaik yang di kira
Operasi pun berjalan dengan lancer, dan pada hari ini ayah mutia sudah di perbolehkan untuk pulang. Setelah melakukan operasi ia tidak lagi bertemu dengan rangga, ia pun mencari-cari rangga untuk mengucapkan terimaksih karena semua biaya operasi telah dianggap lunas.
“sus boleh saya bertanya?” ucap mutia pada salah satu suster yang membereskan alat medis yang telah di pakai oleh ayahnya.
“iya boleh mba silahkan”
“mmm… beberapa hari ini saya tidak melihat doketr rangga, kemana ya?”
“Ooh.. katanya dokter rangga ke amerika, tempat dulu ia kuliah, mungkin ada urusan disana”
“Oooh seperti itu..makasih yah sus”
“iya mba sama-sama’
1 minggu kemudian….
Pagi hari, mutia sudah sampai di restoran tempat ia bekerja, ia langsung beres-beres menyiapkan meja untuk pengunjung, seketika rani datang. Rani adalah teman kerja mutia sekaligus sahabat satu-satunya.
“Mutttt… mutiaa??” sambil berlari dari luar
“ada apa sih.. pagi-pagi teriak-teriak mulu.”
“Mutt… mutt ada opa-opa korea.” Ucap rani dengan mata yang berbinar
“mana ada sih opa korea pagi-pagi gini ih ada-ada aja”
“Serius mutt.. itu di luar.. tadi dia baru parkirr.. aduh wajah gantengnya terngiang-ngiang.. hahhaa”
“ishhh dasar.. keganjenan.”
“eh-ehh mut dia kesini” tangan mutia langsung di seret sama rani ke arah pintu masuk.
“itu kan si manusia es”
“kamu kenal dia mut,”
“eh iya,, itu dia dokter yang operasi ayah aku “
“wahhhh keren banget.. udah ganteng.. seorang dokter lagii.. emmm gemess” ucap rani dengan ala-ala kecentilannya
Ranggapun terus berjalan masuk dan duduk di salah satu meja, dan memanggil pelayan untuk memesan kopi.
“eh mut-mut.. biar gue aja yang samperin , hah mayan pagi-pagi cuci mata hhee”
“selamat pagii mass.. silahkan mau pesan apa” ucap rani dengan centilnya, ranggapun agak ilfil melihatnya
“coffe cappuccino 1” ucap rangga tanpa melihat ke arah rani
“ah baik mas.. apa ada lagi yang mau di pesan”
“sudah”
“silahkan tunggu mas’
“cihhhh cuek banget sih” gumam rani sambil berlalu.
Brakkk .. rani agak sedikit menggebrak meja, sambil memberikan pesanan rangga
“ada apa lagi sih, tadi pegi dengan semangatnya sekarang pulang dengan muka lusuhnya” ucap mutia sambil terkekeh. Karena ia sudah tau pasti rangga yang membuat rani cemberut seperti itu.
“ganteng sih ganteng, tapi cuek banget dih.. dah lah kamu aja tuh yang nganterin pesanan dia” Ucap rani dengan nada ketus dan agak sedikit memelas
Mutia langsung membuatkan pesanaan dan mengantarkannya.
“Ini pesananya pak.. silahkan di minum” ucap mutia.
Rangga yang tadi focus ke ponselnya mendongak karena ia mendengar suara yang tak asing baginya. Dan benar sja itu adalah mutia.
“kamu.. kamu kerja disini juga?” tanya rangga dengan terkejut.
“iyah.. aku kerja disini juga”
“Ooh… “ rangga hanya ber oh ria.. karena ia tidak tau harus berkata apalagi, padahal waktu di amerika ia ingin cepat-cepat kembali karena merindukan mutia.
“Oh iya.. ada yang mau aku mongin sedikit.. boleh gak aku duduk disini?” ucap mutia meminta ijin untuk duduk di depan rangga,
“Boleh”
“Aku mau ngucapin maksih sama kamu.. karena udah lunasin biaya operasi ayah aku, makasih ya.. aku gak nyangka ternyata kamu orang yang sangat baik”
Rangga tersenyum licik,
“Kamu kira itu gratis” ucap rangga dengan nada dinginnya
“maksud kamu? Tanya mutia dengan muka yang penasaran.
“Heyy gadis bodoh. . di dunia ini gak ada yang gratis, kamu harus bayar 2 kali lipat dari biaya awal”
Mutia membulatkan matanya ketika mendengar ucapan rangga, mukanya memanas dan tangannya terkepal.
“maksud kamu apa hah? Aku kira kamu orang yang baik, tapi ternyata sama saja penipu.”
Brakkkk
rangga menggebrak meja, hingga kopi itu tumpah.
“Jaga bicaramu gadis bodoh..aku tidak mau tau kamu harus bayar secepatnya atauu….” Rangga tidak melanjutkan perkataannya.
“Atau apa hah” tanya mugtia dengan mata yang memerah,
“Atau kamu harus menjadi pelayanku” rangga berbisik di telingga mutia, sampai mutia bergidik ngeri mendengarnya.
“AAAPAAAA…Maksudmuuu pelayan” ucap mutia kaget dan tidak melanjutkan perkatannya.
“pelayan…pelayann.. maksud pelayan apa, apa aku harus seperti kupu-kupu malam yang melayani nafsu birahi manusia es ini” gumam mutia dalam hati
Takkkkk
“awwww sakitt” keluh mutia sambil mengelus dahinya yang di sentil oleh rangga
“buang jauh-jauh fikiran mesumu itu… maksud pelayan adalah kamu harus membersihkan apertemenku dan memasak untuk ku”
“Oohhh .. abis kamu ngomong gak jelas.” Ucap mutia sambil cemberut
“ bukan gue yang gak jelas.. tapi fikiran lo yang mesum”
Lalu rangga menelepon seseorang.
“halo ben.. bawa berkas saya ke dalam sekarang, saya dimeja no 5”
Rangga menelepon asistennya sekaligus supirnya untuk menemani rangga kemanapun