NovelToon NovelToon
Indi Go!

Indi Go!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Supernatural / Indigo / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:79.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Adrian Christianto Katili

[Fantasi - Indigo]
.
.
📍slow update - sesuai mood

Peperangan antar darah ungu akan terjadi, dan seorang gadis akan menjadi penentu kemenangan. Namun hati yang beku, akan menjadi tembok penghalang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrian Christianto Katili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2: Episode 5

  CHAPTER 2

                Umentia Circum Indicum

Indi berada di perpustakaan, ia melihat orang-orang yang ada disitu. Ia juga melihat dirinya yang tengah membaca buku Kelainan Psikologi.

Kemudian ia melihat dirinya menutup mata, seolah sedang berkonsentrasi. Beberapa detik kemudian orang-orang yang ada di perpustakaan mulai berjatuhan.

Tiba-tiba Indi berada di jalan raya, di depannya ia melihat dirinya sendiri yang tengah berlari menuju truk yang sedang melaju. Tepat sebelum truk itu menabraknya, seseorang menarik tangannya yang membuatnya terjatuh.

Seberkas cahaya jatuh tepat di wajah Indi. Mimpi yang aneh, batinnya. Ia merasakan sakit di kepalanya. Matanya mengerjap mencoba mencari tahu dimana ia sekarang. Ia mencoba untuk duduk.

Ia sedang berbaring di kasur serba putih, di ruangan besar yang dipenuhi tempat tidur dengan model yang sama. Di dinding granit tepat di depannya, terdapat tulisan yang terpatri di sebuah bingkai kayu, tertulis “Medicorum”.

Ada sekitar dua belas tempat tidur, di ruangan itu. Di langit-langit dua belas lampu gantung berwarna cerah dihiasi dengan lukisan konstelasi bintang-bintang.

Ia merogok kantung celananya, mencoba mencari gawainya. Baru ia sadari bahwa ia mengenakan pakaian tidur berbentuk dress berwarna merah muda, lengkap dengan renda-rendanya.

“Kau sudah sadar nona?” ucap sebuah suara dari atas kepala Indi.

Tidak mungkin. Tepat dibelakang tempat tidurnya adalah dinding. Hanya ada sebuah bingkai, berukuran 20 R dengan foto seorang gadis bule berwarna hitam putih.

“Aku disini karena diminta Maddam Noella untuk memeriksa keadaanmu,” ucap suara itu.

Suara seorang anak perempuan, yang ditebak Indi berumur 8 atau 9 tahun.

Indi masih terdiam, mencoba merumuskan apa yang sebenarnya terjadi. Ia dapat mendengar suara seorang anak perempuan yang tidak berwujud.

Indi memang sering mengalami kesurupan, tapi ia tidak pernah mendengar ataupun melihat langsung apa yang merasukinya. Sepertinya yang ia dengar hanyalah suara-suara lain di kepalanya. Tidak Indi pasti sedang bermimpi, sama seperti biasanya.

“Kau bisa menunggu disini, aku akan memanggil Catherine, ia pasti sangat senang melihatmu sudah sadar,” kata suara itu, lalu ruangan itu menjadi hening.

Indi mencoba mengingat mengapa ia bisa berada di ruangan ini, tapi tak bisa. Setiap kali ia mencoba untuk mengingat kepalanya akan semakin sakit. Pintu ruangan itu lalu terbuka. Seorang gadis manis berambut coklat masuk ke ruangan itu. Salah satu tangannya seperti sedang menggandeng seseorang. Ia lalu tersenyum pada Indi.

“Hai Indi, aku sangat senang kau sudah bangun,” sapanya lalu duduk di kasur Indi.

“Aku Catherine, Jeannet langsung memanggilku saat melihatmu bangun. Ia tampak senang dengan adanya kau di ruangan ini,” jelas Catherine.

Indi memerhatikan wanita itu. Ia mengenakan kemeja putih dengan lengan tiga per empat, diikuti oleh rok pastel dengan motif kotak-kotak. Rambutnya dikepang satu dan di biarkannya jatuh menyentuh bahu.

Hal yang membuatnya terlihat manis adalah senyumannya yang dihiasi lesung pipi. Kulitnya yang berwarna coklat juga membuatnya memiliki daya tarik sendiri.

“Aku dimana? Kenapa aku bisa disini?” tanya Indi.

“Kami menyelamatkanmu dari The –“

“Jeannet apa yang kuajarkan padamu tentang etika pasien?” Catherine memotong ucapan gadis kecil yang tak tampak itu.

“Rico membawamu kesini dalam keadaan tidak sadar. Kau mengalami kecelakaan, dan kepalamu terbentur. Kau mungkin tak dapat mengingat beberapa hal selama masa pemulihanmu,” jelas gadis manis itu.

“Oh iya, saat ini kau berada di Umentia Circum Indicum,” sambung gadis itu.

                              **

1
Derza
kayak Harry Potter lah...
Adrian Katili: hehehe terinspirasi
total 1 replies
Putry Agatha Diandra
heran deh KO CI indi bodonya kelwat btas. ktnya pling OK.
Adrian Katili: indi Mah sukak gitu :v
total 1 replies
💠𝐅𝐚𝐭𝐦𝐚(HIAT)⁴⁰⁴🥑⃟❤ᵈʳʰ🐬
udh aku like semua kak...aku tunggu hadiahnya wkwk
Adrian Katili: sippp makasih ya
total 1 replies
Rhicie
keliatan nya cerita nya serem deh
Adrian Katili: nggak kok, coba dibaca terus aja
total 1 replies
Efendi Dalundas
lisa again?
Efendi Dalundas
pengen terbang juga naik Vega wkwkwk
Tidak ada Nama
what? ngapain Lisa disitu?
Tidak ada Nama
naik naga udah kek Indosiar
Tidak ada Nama
ngakak. si Jeannet kocak beudd
Tidak ada Nama
gemes banget sama Jeannet
Tidak ada Nama
aku jadi duta peri lain? wkwkwk
Tidak ada Nama
Avatar indigo wkwkwk
Tidak ada Nama
Indi Miss non drama wkwkwk
Tidak ada Nama
bau bau masalah baru
Tidak ada Nama
souvenir langka hmmmm
Tidak ada Nama
cambuk api donk wkwkwk
Tidak ada Nama
kereennn
Efendi Dalundas
what de? ngapain si Lisa?
Efendi Dalundas
polisinya dihipnotis?
Efendi Dalundas
semangat terus thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!