NovelToon NovelToon
Eternal Promise

Eternal Promise

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:422.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: MuhaNnas IQbal

Asmira Lestari menjalani kehidupan baru dengan dikaruniai seorang putra. Marcell Darwin Antonio sang suami telah mencoba menjadi suami yang setia untuk anak dan istri dengan berbagai usaha. Sehingga cobaan pun datang ketika dendam masa lalu terbalaskan.

Novel ini merupakan kelanjutan cerita dari novel PERJANJIAN, ikuti setiap episodenya. Dan jadilah saksi kehidupan bahtera rumah tangga Asmira yang penuh lika-liku.

Thank you ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MuhaNnas IQbal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Jam 10:00 pagi.

Setelah siap beres-beres, Asmira merebahkan tubuhnya sebentar di ruang televisi. Ia pejamkan matanya. Rasanya, tubuhnya sangat letih, entah kenapa akhir-akhir ini, ia mudah lelah.

“Pinggang aku sakit banget.”

Asmira lepaskan sanggul rambutnya ia biarkan tergerai. Ia rebahkan kepalanya di sandaran sofa. Tidak lama kemudian ia terlelap karena terlalu lemah dan lelah.

Baru 15 menit Asmira tertidur, suara ponselnya berdering membuat Asmira terbangun dari tidurnya. Sekilas ia lirik layarnya sebelum ia angkat.

“Siapa ya, nomor tidak di kenal.”

Setelah berdering 2 kali akhirnya Asmira menjawab panggilan tersebut.

“Halo, selamat pagi,” sapa Asmira.

“Halo, dengan Nyonya Asmira Lestari?”

“Ya, dengan saya sendiri.”

“Mohon maaf mengganggu waktu Anda. Kami ingin kabarkan Evano berantem dengan teman sekelasnya. Bisa Anda segera kemari?”

Asmira syok mendengarnya. “Ada yang terluka Bu? Saya segera ke sana.”

“Tidak ada Bu, kami tunggu segera.”

Setelah menutup panggilan, Asmira segera ganti baju dan bergegas berangkat ke sekolah Evano. Dalam perjalanan Asmira mencoba menghubungi Darwin tapi tidak tersambung.

Asmira meninggalkan satu pesan suara, barang kali Darwin sedang meeting dengan kliennya.

“Mas, aku lagi menuju sekolah Vano. Dia berantem dengan teman sekelasnya.”

Tidak lama kemudian, Asmira tiba disekolah Evano. Asmira langsung menuju ruang kepala sekolah.

Tiba di sana, Evano dengan santai ia duduk di pojok ruangan dengan menyilang kedua tangan di dadanya.

“Permisi,” sapa Asmira.

“Silakan masuk,” pinta kepala sekolah.

Asmira menatap tajam pada Evano, namun Vano membuang pandangannya ke atas.

Asmira bersalaman dengan orang tua murid yang berantem dengan Evano. Wajah ibu tersebut tampak sinis terhadap Asmira, namun Asmira mengacuhkannya.

“Proses sekarang, Pak. Saya minta ganti rugi, saya enggak terima anak saya di giniin,” ujar ibu tersebut memandang Asmira sekilas.

“Baik, Bu. Sabar dulu ya, kita tanyakan kronologisnya dulu seperti apa.” Kepala sekolah memanggil guru yang mengajar waktu kejadian tadi.

“Baik Bu Nina, tolong cerita apa yang menyebabkan keduanya berantem,” pinta kepala sekolah.

Bu Nina menjelaskan bahwa saat ia sedang melangsungkan proses belajar mengajarnya tadi Evano duduk di deretan depan, sementara murid yang satunya lagi di belakangnya.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba Egi menangis sangat kencang.” Bu Nina tersenyum ramah pada Asmira selesai ia bercerita.

“Bohong. Enggak mungkin Cuma begitu ceritanya anak saya sampai nangis-nangis begini.”

“Maaf, Pak. Cuma begitu adanya yang saya ceritakan.”

Kepala sekolah mengangguk mendengar pembelaan dari Bu Nina. Ia bangun dari duduknya kemudian ia menghampiri Evano yang masih terdiam di pojok ruangan.

“Hai anak muda,” sapa kepala sekolah, ia usap lembut kepala Evano.

“Anak muda harus berani bertanggungjawab, setiap melakukan kesalahan harus berani meminta maaf dan saling berbaikan.” Kepala sekolah tahu cara memancing ucapan Evano.

“Aku enggak salah, aku enggak mau minta maaf.” Evano kembali memonyongkan bibirnya.

“Vano ...” Asmira mengatupkan kedua bibirnya.

Kepala sekolah mengisyaratkan diam pada Asmira. Ia menunggu Vano melanjutkan kembali kata-katanya.

“Dia mulai dulu, dia coret-coret bajuku. Saat aku bangun, aku ingin mengatakan agar jangan mencoret bajuku. Tiba-tiba dia menangis karena ketakutan,” ujar Evano. Ia memperlihatkan bajunya yang dicoret oleh Egi teman sekelasnya.

Mendengar cerita Evano, Egi kembali menangis, ia bersembunyi dibalik ibunya yang wajahnya sangat menakutkan itu.

Kepala sekolah mengusap pelan kepala Evano. “Baiklah Bu, saya rasa permasalahan sepele ini kita selesaikan saja. Namanya juga anak-anak, tidak ada yang terluka juga, baik secara fisik maupun mental, kan?”

Dengan merasa kesal, ibu Egi menggendong Egi lalu segera keluar dari ruangan itu.

Kepala sekolah meminta maaf pada Asmira karena telah merepotkannya dengan masalah kecil itu.

“Enggak apa-apa, Pak. Saya justru senang bisa mengetahui bagaimana perkembangan Evano di sekolah. Kalau begitu saya permisi.”

Asmira mengajak Evano pulang, tanpa banyak bicara Asmira melangkah keluar di ikuti Evano di belakangnya.

Tiba di depan gerbang, mobil Darwin berhenti tepat di depan Vano dan Asmira. Ia segera turun menemui mereka berdua. Darwin tersenyum melihat ibu dan anak saling diam-diaman.

“Maaf sayang, tadi aku lagi meeting,” ujar Darwin pada Asmira.

Namun tanpa menggubris perkataan Darwin, Asmira segera masuk mobil.

“Apa yang sebenarnya terjadi, sayang?” tanya Darwin pada Vano.

Sebelum cerita, Evano sekilas melirik Asmira.

“Teman aku dia coret-coret bajuku Pi, aku kan kesal. Nanti Mami capek cucinya. Apalagi sekarang Mami sering sakit-sakitan.” Perlahan air mata jatuh di pipinya.

Asmira terenyuh mendengar ucapan yang keluar dari mulut anaknya itu. Asmira menyesal karena ia marah-marah sebelum mendengar omongan Evano.

Darwin mengacak-acak rambut Vano. Asmira langsung memeluk anak semata wayangnya itu.

“Maaf in Mami,” ucap Asmira.

jangan lupa like ya ...

favorit dan komentar juga..

1
Siska_emon
yuhuyy
asrarul huda(أيديل مداسير)
makasih kak udah baca karya aku..🙏🙏 karena kakak udah dukung karya aku, sekarang aku baca juga karya kk
😍eRh😍
isssss dasar asmira abal2
trus emang knp kalau darwin dikasi obat perangsang, thor dari awal dia mau aja ngikutin kemauan si yunita. bayangin aja laki2 dan perempuan yg sdh punya pasangan masing2 pergi liburan bersama beberapa hari, dan vsbg istrinya dirmh tetap berpikir positif tdk terjd apa2 dgn mereka, hmmmm nonsen..
aku gak terima asmira balik suami yg pernah selingkuh apalg smp hamil pula selingkuhannya bisa dibenarkan segala keslhannya hanya krn obat perangsang. maaf ya thor aku berhenti disini nacanya🙏
natal Natal
Halah bulshit pil perangsang..wong disekolahan mereka ciuman kan🤬🤬cihh...walau tanpa obat perangsang tp klo sdh peluk cium nafsu tetap aja gk bisa dihindari..org Darwin sendiri koq yg mau berlibur ckckckxkck
natal Natal
Thor jgn buat Yun jelek ya biarkan dia sama asmira...pokoknya tdk ada kata maaf bagi pengkhianat
natal Natal
Thor q gk rela klo Darwin sama asmira baikan..cerai aja masak setelah asyik celup" SM cwek lain minta balikan sama istrinya? waras Darwin??🤬
natal Natal
percuma Darwin wong kamu sdh celup celup sama Yunita cih....
istriHanbinPacarKyungSoo
mending gak milih dua-duanya jdi single parents aje
Putri Wulan Tika Sitorus
mampossss lho jalanggggh pelakorrrr
Putri Wulan Tika Sitorus
bangsatttt kau Darwin...anjirrr
Friska
smgt thor lanjut lagi
Mila Ameliaa
lanjut dongg thor
Siti Aisyah
beri karma buat si darwin thor ma si lampir yunita .
Siti Aisyah
si darwin bodoh udah bener hidup damai sama keluarga eh malah pergi ngejemput petaka .
Suismiyatun Ismy
season 2 nya mana Thor lanjut dong. masak hapyynya cuman dikit.
Suismiyatun Ismy
ada sisi baiknya ya si Yunita tuh.
Suismiyatun Ismy
rasain Darwin.
Suismiyatun Ismy
bentar aja Thor sedih2 nya nyesek bacanya.
Suismiyatun Ismy
sampai nyesek bacanya Thor.
Suismiyatun Ismy
jangan ada pelakor dong Thor. tumpas aja Thor, aku tuk nek banget.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!