NovelToon NovelToon
Istriku Mantan Pembunuh Bayaran

Istriku Mantan Pembunuh Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:24.4k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Update santai sesuai mood Othor 😋

Di rumah dia hanyalah ibu rumah tangga biasa, wanita lembut yang sayang anak dan cekatan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Namun, bagaimana bila ternyata dia menyimpan rahasia yang tak biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#32

#32

Setelah memastikan Mobil mereka lewat, Zion kembali menyalakan mesin mobilnya. “Kalian bersiaplah, aku akan membuka atap.” 

“Baik.” Mereka sudah memakai pengaman, dan lagi keadaan saat ini sedang menguntungkan posisi mereka. 

Telinga Lizie menangkap suara tangan-tangan cekatan kedua anak buah Zion yang sedang mempersiapkan senjata mereka, Lizie tak berani menoleh ke belakang, karena Zion melarangnya

“Sekarang!” 

Anak buah Zion segera berdiri, sementara Zion memeluk Lizie, dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya fokus menguasai kemudi. 

Zion memacu mobilnya hingga berada di jarak yang cukup dekat dengan dua mobil musuh yang ada di depannya. 

Dor! 

Dor! 

Dor! 

Suara rentetan senjata dilepaskan, Lizie menutup telinganya, kedua tangannya memeluk pinggang sang suami dengan erat, ikut merasakan situasi yang sangat menegangkan ini. Kedua matanya terpejam, mulutnya berdoa agar mereka diberi keselamatan dan terhindar dari mara bahaya. 

Semua kejadian tersebut luput dari pengamatan Lizie, hingga ia merasakan mobil Tiba-tiba berhenti mendadak, lalu— 

Dhuar! 

Dhuar! 

Dua ledakan saling susul menyusul, entah apa yang ditembakkan oleh kedua anak buah Zion, yang jelas ia ikut merasa lega sebab mobil yang semula mengancam mereka telah meledak. 

Tak perlu menunggu, apalagi berdiam di tempat kejadian. Zion segera memutar kemudi, menjalankan mobil ke arah berlawanan untuk menghilang seolah tidak terjadi apa-apa. 

“Sudah aman, kamu boleh membuka mata,” kata Zion, pria itu melepaskan pelukannya perlahan, namun, tetap mengemudi dengan tenang, dengan kecepatan tinggi. 

Lizie menoleh ke belakang, kepulan asap hitam mengepul di udara, “Apa yang terjadi? Kenapa mobil mereka tiba-tiba meledak?” tanya Lizie. 

Zion tersenyum santai, menatap wajah istrinya yang masih bingung. “Tidak apa-apa, Sayang. Terkadang kita perlu berbuat licik dan jahat pada orang-orang jahat. Tak usah khawatir, kita kembali ke hotel sekarang agar kamu bisa beristirahat.” 

•••

“Kalian sudah mendapat kabar dari yang lain?” tanya Zion saat mengecek pasukannya, adakah yang berkurang, atau masih utuh. 

“Sudah, Komandan, mereka berhasil selamat juga.” 

“Syukurlah, sekarang kalian boleh istirahat. Dan juga pastikan semua aman sampai kita kembali ke Indonesia.” 

“Siap, Komandan.” 

Anak buah Zion segera pergi meninggalkan suite room yang ditempati Zion, karena mereka tak mungkin bertahan di sana menjadi pengganggu sang komandan dan istrinya. 

Zion kembali ke kamar, namun, ia dibuat kaget saat melihat istrinya kesulitan memakai piyamanya. “Eeehh, apa yang kamu lakukan?!” 

“Ganti pakaian, tapi ternyata punggungku masih terasa sakit, saat aku memaksakan lenganku bergerak ke atas,” jawab Lizie, acuh saja meski Zion menatap tubuh bagian atasnya yang polos tanpa bra. Apa masalahnya, toh mereka suami istri. 

Zion sempat menelan ludah sebab hasratnya mulai bergejolak, namun, ia tak boleh egois, dengan memikirkan keinginannya saja. Karena istrinya baru saja sembuh dari sakitnya. jadi tak mungkin bila mereka bermesraan, apalagi dengan gaya ekstrim sebagaimana biasanya yang mereka lakukan di kamar. 

Akhirnya dengan susah payah, Zion berhasil melakukannya, dengan lembut ia membantu istrinya memakai piyama, meski ia juga harus mati-matian menahan keinginannya. “Sudah minum obatmu?” 

“Belum,” jawab Lizie. 

“Naiklah ke pembaringan, aku akan siapkan obatmu,” kata Zion tak ingin dibantah. 

Pria itu kembali dengan kotak obat dan sebotol air mineral, setelah itu ia duduk di tepi pembaringan. Membuka satu persatu kemasan obat yang harus diminum istrinya supaya lekas sembuh. 

“Sudah, terima kasih,” ucap Lizie setelah menelan butiran obat terakhirnya. Zion meletakkan botol air mineral di atas nakas, lalu mengembalikan obat ke tempatnya semula. Tak lupa mematikan lampu utama dan menyisakan remang-remang lampu tidur. 

Lizie sudah merebahkan tubuhnya, namun, ia belum memejamkan mata menanti sang suami bergabung bersamanya. Kedua matanya tak bisa lepas dari daksa suaminya yang terus mondar-mandir memeriksa dan memastikan keamanan mereka sebelum benar-benar tidur lelap. 

Setelah semuanya aman, Zion pun bergabung dengan sang istri yang telah menantinya. Lizie langsung merapat ke pelukan hangat suaminya, tak ada yang mereka bicarakan selain saling menyatakan perasaan cinta. Keduanya pun terlelap, karena lelah teramat sangat, serta ketegangan yang belum sepenuhnya musnah sejak berada di negara asing ini. 

•••

Di tempat lain, tempat pemulihan Adam Romanov pasca koma. 

Pria itu hanya bisa duduk separuh berbaring, karena tubuhnya tak bisa pulih kembali seperti sedia kala, sebab luka yang dideritanya terlampau parah. 

Niat hati ingin membalas dendam dengan sisa pasukan serta kekuatan yang dimilikinya. Ia memerintahkan anak buahnya melakukan serangan untuk membalas perbuatan Lynk terhadapnya di masa lalu. Namun, kini dirinya hanya bisa meradang marah, sebab serangannya untuk melenyapkan Lynk telah gagal total. 

Kini, ia tak berdaya, tak ada istri apalagi anak. Satu-satunya penerus yang ia harapkan hanyalah Alan sang adik, namun, pria itu pun pergi mendahuluinya. 

Kini ia hanya bisa menderita seorang diri, bahkan tak bisa melakukan banyak hal, karena semasa sehat dahulu ia telah menjalani hidup sebagai orang yang zalim. Maka kini setelah ditinggalkan uang dan kekuasaan, sesungguhnya seorang Adam Romanov yang kejam bukanlah apa-apa, selain hanya butiran debu di hamparan padang pasir nan luas. 

•••

Beberapa hari kemudian, kondisi Lizie sudah lebih fit, dokter pun sudah mengizinkannya untuk melakukan perjalanan jauh. Maka tak perlu menunda lebih lama lagi, Zion segera memesan tiket untuk penerbangan kembali ke Jakarta. 

Kali ini untuk selamanya, “Apapun yang kekal akan terjadi, berjanjilah kau tak akan kembali ke negara ini,” kata Zion mewanti-wanti sang istri. 

Lizie manyun, ia suka traveling, tapi larangan Zion terdengar seperti sebuah kerangkeng baginya, “Kalau ke negara lain?” 

“Boleh, dengan catatan harus bersamaku!” ujar Zion tetap mengutamakan keselamatan Lizie. 

Lizie tertawa renyah, genggaman tangan mereka semakin erat saat berjalan menyusuri gerban garbarata untuk masuk ke dalam kabin pesawat. Lagi-lagi mereka tak sendiri, karena para agent AG dan pasukan Zion juga terbang di pesawat yang sama. 

Sengaja Zion memesan business class, agar Lizie bisa istirahat dengan nyaman sepanjang penerbangan mereka. Ini akan jadi kejutan untuk putri mereka karena Zion sengaja tak mengirim kabar kapan ia akan kembali. 

Lizie menatap hamparan pemandangan awan berarak di sepanjang perjalanan, meski Zion memintanya untuk tidur, namun, wanita itu tak bisa memejamkan matanya karena sudah terlalu tak sabar untuk bertemu dengan putrinya, Zea, serta orang-orang yang menyayanginya. 

•••

Di lain tempat, seorang wanita berparas cantik, sedang melangkah masuk ke sebuah ruangan. Ini adalah tempat yang ia pilih untuk mengabdikan ilmu dan hidupnya. Sebuah profesi yang tak biasa, terutama karena dia adalah seorang wanita. 

Tapi karena ia menyukainya, jadi hari ini adalah hari yang paling membahagiakan baginya. 

“Ini ruanganmu, seragammu juga sudah di sana.” 

Wanita itu memberi hormat pada komandannya, yang juga seorang wanita. Namun, dilihat dari usianya, wanita itu sudah sangat senior di bidang ini. 

Mereka adalah rescue team 919.

“Terima kasih, Komandan.” 

Sang komandan wanita itu mengangguk, “Oh, iya, disini kita juga bekerja sama dengan anggota cepat tanggap kepolisian. Nantinya kita akan bekerja sama dengan mereka bila ada kejadian kriminal menyertai kasus yang sedang kita tangani. 

“Welcome to the hell, Girl,” sapa salah seorang anggota tim yang berprofesi sebagai pemadam kebakaran. 

“Hais! Anggota baru bukannya diberi semangat, malah ditakut-takuti,” tegur Komandan Gina 

Kanagara menyeringai, “Baiklah, baiklah, selamat datang di tim kami, Nazira Octavia.” 

Nazira tersenyum, menyambut uluran tangan Kanagara. “Thanks, Gara.” 

“Gara, mana laporan yang kuminta semalam?” 

Seorang pria tiba-tiba masuk ke ruangan tersebut, sepertinya ia sudah terbiasa melakukan hal ini. “Oh, iya, sebentar, tinggal di print.” 

“Ah, kebetulan kamu datang, Zain. Kenalkan ini anggota baru kami.” 

“Tak usah repot-repot memperkenalkan kami, Bu. Karena kami sudah saling kenal,” celetuk Kanagara. 

“Ah, begitu, syukurlah.” Setelah itu Bu Gina pun pergi. 

“Kamu? Ngapain disini?” sapa Zain datar. 

“Kerja.” 

“Tak ada tempat lain?” 

“Banyak, tapi takdir membawaku kemari.” 

Kanagara kembali dengan selembar print out laporan kecelakaan yang terjadi dua hari lalu. “Oh, iya, berita baiknya, kamar kita nanti di lantai yang sama. Kapan-kapan bila senggang kita barbeque an, gimana?” 

Zain dan Zira sama-sama mengangguk. “Oke, thanks.” Zain pergi tanpa perlu berbasa-basi lagi. 

“Apakah dia selalu sedatar itu?” tanya Zira ketika Zain sudah tak terlihat oleh merek. 

“Begitulah. Tapi aku sudah terbiasa.” 

Tapi tidak untuk Nazira, tujuannya kemari sangat jelas, selain karena ia suka dengan pekerjaan yang menantang, ia juga ingin— 

•• hayooo ingin apa? 😜😋

1
Shee_👚
wah kayanya zea bakalan punya adik inu
Shee_👚
ini kalau udah gese persis mayra kayanya, atau lebih2 dari mayra
Shee_👚
kayanya ada dendam tersembunyi zea sama Romeo🤣
Shee_👚
ampun bu gulu sampai hapal😂
Dozky 2 Crazy
😁😁😁 jgn cpt gede y Zea gemesss deh
Dozky 2 Crazy
😁😁😁 gemess deh
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sepertinya kalian berdua hamil 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mantap nih 🤤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
wah 🤣🤣🤣
vania larasati
lanjut
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
tertarik*
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
akhirnya nambah up jg🤭
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸: SEMANGAT KAK OTHOR 💪💪💪
total 4 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
semangat up othor
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Habisin dulu baksonya,ga enak kl dingin 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul banget🤭🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🤣🤣🤣
🌷Vnyjkb🌷
wowwwwww🙏🙏🙏🙏🙏💪💪💪💪💪❤️❤️❤️❤️❤️
🌷Vnyjkb🌷
👍👍🙏🙏❤️❤️❤️❤️❤️
Shee_👚
siap
Shee_👚
zain itu baksonya boleh buat aku gak🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!