NovelToon NovelToon
DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas / Tamat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

"Tenang saja sayang, dia akan buta selama-lamanya..." Arga membiarkan kekasihnya bermain main di pangkuannya. Dalam nafsu yang terbakar suara erangan terdengar.

Kiara yang sudah bisa melihat. Ia mendengar segalanya, meraba bagian bawah matanya sendiri. Wanita yang tidak dapat melihat karena ulah suaminya.

Air matanya mengalir, pria manipulatif yang ingin menguasai hartanya.

Tapi tidak, dalam tangisannya dirinya berucap pelan.

"Aku dapat membuatmu bergelimang harta, maka aku juga dapat menyeretmu ke neraka..."

Sebuah pembalasan dendam dimulai. Semua bagaikan papan catur yang dimainkan oleh sang wanita yang dibuat buta untuk membalas suaminya.

"Satu persatu hutangmu akan aku tagih..." Senyuman menyeringai mengerikan. Perlahan tertawa dibalik tangisannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB — 05

Gppp!

Arga menaruh kedua tangannya di pundak istrinya yang terus memanggil namanya berulang kali dengan suara cemas dan ketakutan. Suaranya pelan namun terdengar tenang, muncul dari arah belakang tubuh Kirana yang sedang panik.

"Sayang ... Sedang apa kamu di sini?"

Kirana segera berbalik dan bersandar lemas ke arah sumber suara suaminya, tangannya meraba hingga menyentuh lengan suaminya. "Sayang ... Hiks ... Hiks ..." isaknya tertahan.

"Apa yang kau lakukan di sini sendirian? Bagaimana jika kau jatuh?" suara Arga terdengar sangat khawatiran dengan nada yang dibuat-buat. Lalu Ia mengusap lengan istrinya dengan lembut. "Aku takut kamu terluka lagi, Kirana ... istriku sayang."

Tepat di depan mereka, Rena menahan napas sekuat tenaga. Ia melepas sepatu hak tingginya, lalu berjalan berjinjit perlahan menjauh, berusaha tidak menimbulkan suara sedikit pun yang menarik perhatian.

Hampir saja aku ketahuan ... Kenapa Pak Arga tidak langsung menghampiri istrinya itu? Hampir saja aku ketahuan ... batin Rena menghela napas lega setelah sampai di ambang pintu.

*

Arga menuntun istrinya menuju kamar. Wajah Kirana masih pucat pasi, tubuhnya masih gemetar karena suaminya tidak menyahut panggilannya selama berkali-kali.

"Sayang," Arga menatap wajah istrinya yang basah oleh air mata, "Kamu kenapa? Wajahmu begitu pucat! Apa kamu sakit?" suaranya lembut seolah-olah ia sangat perduli dengan istrinya.

"Aku takut, sayang! Aku sangat takut!" Kirana memeluk erat pinggang suaminya. "Aku takut kamu pergi meninggalkanku ... Hanya kamu yang aku punya sekarang ini. Aku benar-benar takut ... Hiks ... Hiks ... Hiks ..."

"Sayang, jangan takut. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu sendiri, kamu istri tercintaku, sampai kapan pun," tutur Arga sambil mengelus rambut panjang Kirana. "Aku akan selalu ada di sisimu."

Ia menyeka air mata yang mengalir di pipi istrinya dengan lembut. "Dengar, aku tidak akan pernah meninggalkanmu sampai kapanpun."

'Setelah aku mendapatkan semuanya, barulah aku akan menghabisi mu istriku ... batinnya tersenyum miring.

*

Besoknya.

Pagi harinya, Rena datang ke rumah itu. dengan alasan yang ia ingin menjenguk Kirana, padahal ia datang untuk menyelesaikan langkah terakhir rencana mereka.

"Selamat pagi, Bu Kirana! Maaf saya baru bisa datang lagi. Bagaimana kondisi Ibu? Apakah sudah membaik?" tanyanya dengan nada sopan dan tenang.

"Rena.Terima kasih sudah repot-repot datang ke sini hanya untuk menjengukku. Aku senang sekali kamu datang, meski keadaanku masih begini," jawab Kirana dengan nada sedih namun tetap berusaha tegar.

"Bu Kirana jangan berkecil hati, Ibu pasti bisa melihat lagi," ujar Rena menyemangati sambil menatap wanita itu dengan tatapan licik yang tak terlihat.

Kirana meraih dan menggenggam tangan Rena. "Rena ... Terima kasih sudah menyemangati ku. Semoga saja begitu."

"Bu Kirana jangan khawatir, bukannya dokter bilang Ibu masih punya harapan untuk bisa melihat lagi."

Seketika genggaman tangan Kirana mengendur dan terlepas. Ia menundukkan kepala dengan perasaan sedih. Kamu salah. Sepertinya aku tidak akan pernah bisa melihat lagi.

"Bu Kirana! Bu? Kenapa Bu Kirana tiba-tiba diam?"

"Tidak apa-apa! Tadi kamu bilang apa?" tanya Kirana pelan.

"Tidak ada kok, Bu! Saya tidak bilang apa-apa," jawab Rena cepat.

Di sudut ruangan, Arga berdiri sambil menatap mereka. Ia memegang sebatang rokok dan segelas anggur, memberikan isyarat mata tajam kepada Rena. Tidak lama ponselnya bergetar: Segera buat dia menandatangani berkas itu.

Rena membaca pesan itu lalu membalas: Tunggu sebentar, aku akan lakukan sekarang. Jangan sampai istri buta mu ini curiga.

Rena kembali menatap Kirana dengan senyum palsu.

"Oh iya Bu! Ada berkas penting yang harus Ibu tanda tangani," ucapnya sambil mengeluarkan map dari dalam tas.

"Berkas apa? Lebih baik kamu minta suamiku, jika ada keperluan, bilang saja sama suamiku dia yang menggantikan ku untuk sementara ini."

"Maaf Bu! Tapi dokumen ini harus ditandatangani Ibu sendiri," Rena berbicara seolah hal itu sangat mendesak. "Pak Arga juga sudah melihatnya. Ini harus Bu Kirana sendiri yang menandatangani."

"Memang apa isinya?" tanya Kirana ragu, belum berkenan mengambilnya.

"Isinya—"

"Itu urusan proyek pembangunan mall. Bukannya waktu itu aku sudah bilang sama kamu, sayang." Arga tiba-tiba menyela sambil berjalan mendekat.

"Sayang. Kamu sudah turun?"

"Sudah. Oh iya, kamu tandatangan saja. Aku sudah memeriksanya semuanya."

"Baiklah jika kamu sudah melihatnya. Bu Rena, di mana saya harus menandatangani?" pinta Kirana sambil meraba-raba mencari pulpen dan kertas.

Rena tersenyum puas, ia membimbing tangan Kirana menuju kolom tanda tangan. Dengan polos dan tanpa curiga sedikit pun, Kirana menorehkan namanya di atas kertas yang mengubah hak kepemilikan saham di perusahaan.

"Sudah aku tandatangani."

"Terima kasih Bu Kirana. Kalau begitu saya harus segera ke kantor," ujar Rena dengan wajah ceria.

Akhirnya aku bisa menguasai semuanya. Istriku! Kamu tenang saja, aku tidak akan langsung membunuhmu. Aku akan menunggu sampai semuanya sempurna. batin Arga tertawa puas.

"Bu Rena tunggu sebentar," panggil Kirana, lalu menoleh ke arah Arga. "Sayang ..."

"Ada apa, sayang?"

"Bukannya hari ini kau mau ke kantor. Sekalian, Bu Rena kekantor barang sama suamiku saja."

"T-tidak usah Bu! Saya bisa pergi sendiri," Rena menolak dengan gelisah.

"Kenapa?"

"Sebenarnya ada yang harus saya urus dulu di jalan. Saya permisi Bu Kirana, Pak Arga." Rena segera bergegas meninggalkan rumah itu.

Arga duduk di samping istrinya, menggenggam kedua tangan Kirana lembut dengan senyum licik yang tersembunyi.

"Sayang. Terima kasih kau sudah menjadi bagian dari hidupku. Aku berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk mengobati matamu."

Mata Kirana berkaca-kaca ia begitu terharu sekaligus merasa sangat beruntung memiliki suami yang begitu perhatian.

"Sayang ... Seharusnya aku yang berterima kasih sama kamu mu. Karena kamu telah menjadi suamiku."

Kirana memeluk erat suaminya dengan penuh kehangatan dan kepercayaan. Di balik punggung istrinya, senyum jahat baru saja merekah di bibir Arga. Perlahan tangannya meraih pisau buah yang tajam yang tergeletak di meja samping belakang istrinya.

"Tidak ... Aku yang seharusnya bersyukur telah menjadi suami dari wanita yang begitu mencintaiku," bisiknya lembut tepat di telinga Kirana.

Sekarang aku sudah tidak membutuhkanmu lagi, istri buta ku ...

Tangannya menggenggam gagang pisau itu erat-erat hingga buku jarinya memutih. Bilah besi itu berkilau tajam di udara. Sementara Kirana sama sekali tidak menyadari bahaya yang mengancam nyawanya, ia masih memeluk suaminya dengan tulus dan hangat.

"Sayang ... Terima kasih untuk semuanya ..." bisik Arga pelan sebelum mengangkat pisau itu tinggi ke udara.

Arga mengangkat pisau itu tinggi ke udara, bayangan tajamnya seolah-olah ingin menikam tubuh Kirana.

Arga tersenyum jahat ... Tangannya semakin naik keatas ... menggenggam pisau sekuat tenaga bersiap untuk menikam istrinya.

Lalu ...

1
Muft Smoker
sesama pengkhianat saling membuka aib dan saling membunuh😏😏
Ma Em
Masa orang banyak kalah hanya dgn Arga seorang seberapa pintarnya Arga masa tdk ada yg bisa melawan Arga .
Muft Smoker
skraaang si agar2 yg ketakutan sendriii
Muft Smoker
awas nnti malah jd km yg gilaaa arga
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
wah ternyata rencana kirana ,,
Muft Smoker
ayoo kirana gerak cepat sebelum semua aset mu berpindah tangan,, ni gx da bantuan buat kirana apa kak???
Muft Smoker
aaaaa deg2an ,, semoga bukan arga
Muft Smoker
aduuuh kirana jgn ceroboh doonk ,,
Ma Em
Kirana terlalu ceroboh hrs nya pelan2 saja jgn sampai menimbulkan kecurigaan Arga kalau Kirana sdh bisa melihat , semoga tdk terjadi hal yg tdk di inginkan pada Kirana .
Muft Smoker
aduuuuh semoga kirana gx knp2 ,,
Ma Em
Kirana kamu jgn ceroboh si Arga ini licik ada perubahan sedikit saja dari Kirana Arga langsung curiga , makanya jgn melakukan yg akan membahayakan , Kirana .
Muft Smoker
akhirny kirana pura2 pingsan ,,
🤭🤭
Ma Em
Kirana hati hati jgn ceroboh dan hrs pintar berpura pura msh buta jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat , Kirana hrs cari akal agar bisa bebas dari Arga mokondo .
Muft Smoker
duuh jgn sampai deeh si arga tau kalo kirana udh bisa lihat ,,
Muft Smoker
duuuh aq yg deg2an iikh ,,
udh kirana tuk sekarang km mending pura2 buta aj ,,
sambil mencari bukti kejahatan si agar2 ,,
Ma Em
Kirana hrs hati2 jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat lagi , jgn gegabah dlm bertindak Kirana hrs cerdik balas semua perbuatan Arga dan gundiknya .
Muft Smoker
perlahan ,, perlahan ,, akhirny penglihatan kirana kembali ,,
Sishrye
astaga nggragas🤣
한스 |HANSEN| Is Back: 😭🔥wwk
total 1 replies
Ma Em
Si Arga karena ambisi ingin menguasai harta orang cara apapun akan harga lakukan , semoga ada keajaiban untuk Kirana secepat nya bisa melihat lagi .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!