Xiao Lin seorang pemuda murid pelayan di sebuah sekte di bagian timur kekaisaran Angin Surgawi. terkenal sebagai sampah dan selalu di bully oleh murid lain.
Hingga suatu hari saat ia melihat teman nya hampir terbunuh. tiba tiba ia kalap mata dan membunuh murid luar tersebut. namun ia tak menyadari hal apa yang sudah terjadi.
nasib apakah yang di tanggung Xiao Lin di sekte setelah pembunuhan terjadi? mampu kah ia keluar dari masalah itu?
saksikan perjalan hidup Xiao Lin untuk menjadi kuat. membantai setiap musuh yang menghalangi jalan kultivasi nya. hanya di sini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5: Peluang Emas
Dua hari telah berlalu sejak insiden mengerikan di lapangan sektor pelayan. Berkat ramuan obat liar yang dicari Ah Gou dan ketahanan tubuh Xiao Lin yang luar biasa—yang entah bagaimana terasa pulih jauh lebih cepat dari manusia biasa—luka-luka memar di tubuhnya mulai membaik. Punggungnya tidak lagi terlalu perih saat digerakkan untuk bekerja.
Misteri tentang apa yang terjadi pada hari itu terkubur rapat di antara mereka berdua. Ah Gou benar-benar menutup mulutnya, sementara Xiao Lin, dengan kepribadiannya yang polos, memilih untuk memercayai bahwa ada kekuatan misterius yang melindunginya demi keselamatan mereka.
Pagi itu, suasana di barak pelayan tidak seperti biasanya. Alih-alih langsung pergi ke tempat kerja masing-masing, ratusan murid pelayan berkumpul di depan papan pengumuman besar di tengah sektor barat. Pekikan heboh dan bisik-bisik penuh antusiasme terdengar bersahut-sahutan.
"Ada apa, Ah Gou? Kenapa semua orang berkumpul di sana?" tanya Xiao Lin sambil membawa sapu bambunya, menatap kerumunan dari kejauhan.
Ah Gou, yang baru saja kembali dari arah kerumunan dengan wajah memerah karena terlalu bersemangat, langsung mencengkeram lengan Xiao Lin.
"Xiao Lin! Ini keajaiban!"
"Ini kesempatan kita!"
"Kesempatan apa?" Xiao Lin mengerlipkan matanya polos.
"Sekte baru saja mengeluarkan maklumat resmi!" Ah Gou menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan suaranya yang gemetar.
"Dalam waktu dua minggu dari sekarang, Sekte Pedang Benua akan mengadakan Seleksi Besar Murid Dalam!"
Xiao Lin tertegun sejenak, lalu tersenyum kecut.
"Ah Gou, seleksi murid dalam itu bukankah hanya untuk para genius dari murid luar? Ranah mereka setidaknya harus sudah mencapai Qi Gathering tingkat 3 atau 4. Apa hubungannya dengan kita yang hanya pelayan?"
Menjadi murid dalam adalah impian setiap orang. Di Sekte Pedang Benua, murid dalam mendapatkan jatah batu Qi bulanan, akses ke perpustakaan teknik pedang tingkat tinggi, dan pil obat peringkat 2 secara cuma-cuma. Status mereka pun melonjak drastis; bahkan klan-klan besar di kota lokal harus membungkuk hormat pada seorang murid dalam.
"Itu dia masalahnya, Xiao Lin! Maklumat kali ini berbeda!" Ah Gou mengguncang-guncang bahu Xiao Lin dengan mata berbinar.
"Tetua Agung Sekte mengeluarkan dekret baru. Untuk meningkatkan kompetisi dan mencari bakat tersembunyi, seleksi kali ini dibuka untuk seluruh murid luar DAN seluruh murid pelayan tanpa terkecuali! Siapa pun yang bisa bertahan hingga babak akhir akan langsung diangkat menjadi murid dalam!"
DEG.
Jantung Xiao Lin berdegup kencang. Sapu bambu di tangannya hampir saja terlepas.
Seluruh murid pelayan boleh ikut serta? Ini adalah sesuatu yang belum pernah terjadi dalam sejarah Sekte Pedang Benua selama ratusan tahun berdiri. Biasanya, murid pelayan selamanya akan menjadi pelayan hingga usia mereka tua dan diusir dari sekte, kecuali mereka secara ajaib menembus ranah Qi Gathering sendirian di sela-sela waktu kerja mereka yang padat.
"Dua minggu..." gumam Xiao Lin pelan.
Matanya yang jernih perlahan memancarkan kilatan tekad yang belum pernah terlihat sebelumnya. Sifat pekerja keras dan keinginannya yang kuat untuk menjadi pelindung bagi dirinya dan Ah Gou seolah membakar semangat di dalam dadanya.
"Benar! Dua minggu!" Ah Gou mengepalkan tangannya. "
"Aku tahu ini sulit untuk kita. Murid luar pasti akan memanfaatkan kesempatan ini untuk membantai kita di panggung arena agar mereka terlihat hebat."
"Tapi Xiao Lin... kau punya bakat tersembunyi! Aku melihatnya sendiri hari itu saat... maksudku, saat kau mencoba melawan binatang buas itu! Kau punya kekuatan fisik yang kuat!"
Ah Gou hampir saja kelepasan bicara tentang kepribadian kejam Xiao Lin, namun dia segera mengoreksi kalimatnya dengan cepat.
Xiao Lin tidak menyadari kepanikan kecil Ah Gou. Dia menunduk menatap telapak tangannya yang penuh kapalan. Di dalam tubuhnya, ada sesuatu yang terasa berbeda sejak dua hari lalu. Setiap kali dia menarik napas dalam-dalam menggunakan teknik pernapasan usang miliknya, dia bisa merasakan aliran hangat yang sangat tipis—seperti seutas benang sutra—mulai mengalir di sekitar pembuluh darahnya.
Apakah itu Qi alam? Apakah tulang spiritualnya yang keruh mulai terbuka?
Xiao Lin tidak tahu bahwa retaknya segel kuno di dalam jiwanya tempo hari telah secara paksa membersihkan sebagian kecil dari kotoran di dalam tubuh fananya, membuka jalan bagi Qi alam untuk masuk secara perlahan.
"Aku akan ikut, Ah Gou," kata Xiao Lin tiba-tiba, suaranya terdengar mantap dan penuh keyakinan polosnya.
"Meskipun aku kalah di babak pertama, setidaknya aku sudah mencoba. Aku tidak ingin seumur hidupku hanya memotong kayu dan melihat orang-orang yang kusayangi diinjak-injak."
Ah Gou tersenyum lebar dan menepuk dada Xiao Lin.
"Bagus! Itu baru sahabatku! Mulai malam ini, aku akan membantumu berjaga agar Pengawas Liu tidak mengganggumu saat berlatih. Kita harus memanfaatkan dua minggu ini seolah-olah ini adalah akhir dari dunia!"
Sementara kedua pemuda itu dipenuhi dengan harapan baru, di bagian lain dari Gunung Pedang Surgawi, sebuah rencana busuk sedang digodok.
Di dalam salah satu kamar mewah di area murid luar, Wang Hu terbaring di atas ranjang dengan seluruh tangan kanan dan kaki kanannya dibalut kain perban obat yang tebal. Wajahnya pucat pasi, dan matanya dipenuhi dengan kebencian yang mendalam. Dokter sekte mengatakan bahwa meskipun tangannya bisa disembuhkan dengan pil obat peringkat 2, kaki kanannya akan sedikit pincang selamanya. Kultivasinya telah hancur setengahnya.
Di samping ranjangnya, berdiri seorang pemuda lain dengan jubah putih yang lebih mewah, memegang sebuah pedang panjang dengan gagang berukir naga. Dia adalah Wang Chen, kakak sepupu Wang Hu, seorang murid luar peringkat atas yang telah mencapai Qi Gathering tingkat 4 puncak.
"Kalian bertiga dikalahkan oleh seekor Macan Tutul Bayangan di sektor pelayan? Sungguh memalukan nama keluarga Wang kita," ucap Wang Chen dengan nada dingin dan penuh penghinaan.
"K-Kakak sepupu... ini bukan karena binatang buas itu..." bisik Wang Hu dengan suara parau dan gemetar.
Matanya memancarkan ketakutan saat mengingat kembali sepasang mata hitam pekat tanpa emosi yang menghancurkan tubuhnya.
"Itu si sampah Xiao Lin... pelayan fana itu... dia kerasukan setan! Dia yang melakukannya!"
Wang Chen menyipitkan matanya, lalu mendengus meremehkan.
"Kau sudah gila karena ketakutan, Wang Hu. Seorang pelayan tanpa Qi menghancurkan lututmu? Laporan Penatua Penegak Disiplin sudah jelas, itu ulah Mystic Beast. Berhentilah membuat alasan bodoh."
"Tapi Kakak sepupu—"
"CUKUP!!!"
Wang Chen mengangkat tangannya, memotong ucapan sepupunya dengan tidak sabar.
"Kebetulan sekali, sekte baru saja mengumumkan seleksi murid dalam dalam dua minggu. Semua pelayan rendahan diizinkan ikut."
Sebuah senyum kejam terukir di wajah Wang Chen saat dia menatap pedangnya.
"Di dalam arena seleksi, kematian dan cacat adalah hal yang wajar terjadi akibat salah paham dalam bertarung. Aku akan memastikan si sampah Xiao Lin itu mendaftar. Dan di atas panggung nanti... aku sendiri yang akan memotong-motong tubuhnya untuk membalaskan rasa malumu, sekaligus membersihkan hama pelayan yang berani bermimpi terlalu tinggi."
Waktu dua minggu yang sangat singkat telah ditetapkan. Di satu sisi, Xiao Lin akan memulai latihan kerasnya dengan benang Qi pertama yang baru tumbuh di tubuhnya. Di sisi lain, bahaya besar dari Wang Chen telah menantinya di atas panggung arena.
bossss
🐉🐉🐉🐉💪💪💪💪
wuss
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
👻👻👻👻👻👻
jedug
🐉🐉🐉🐉🐉
🐉🐉🐉🐉🐉
fgjkitrcv
🐉
🐉🐉
🐉🐉🐉
uh
kejam
kejam
7
🐉🐉🐉
pitu
bantai
🐉🐉🐉🐉
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
wolu
🐉👻🐉👻🐉
10
🐉
11
hukum Konoha
👻👻🐉🐉
9
🐉👻
8
🐉
12
🐉