NovelToon NovelToon
Karena Kamu Jodohku

Karena Kamu Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Ketos
Popularitas:887
Nilai: 5
Nama Author: Witan Alfariski

bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Dan dibalas anggukan oleh kedua orang tua lisa.

"Assalamualaikum, maaf saya telat," ucap seseorang yang baru datang, yang tak lain adalah Roy.

Lisa yang menunduk sedari tadi, hanya membalas salam orang tersebut tanpa berniat untuk mengangkat kepalanya.

Fikirannya sedang kalut sekarang, dia sedang membayangkan sosok bapak-bapak yang akan dijodohkan dengan dirinya persis serperti dinovel yang biasa dia baca. Karena terlalu fokus dengan fikirannya, sehingga dia tidak sadar dengan suara yang jelas masih terdengar muda dari seseorang yang mengucap salam barusan.

Wah anak kamu tampan sekali, mirip dengan mu,maja," Puji Wijaya setengah melihat Roy dari dekat.

"Oh jelas, siapa dulu dong Ayahnya," jawab atmaja yang dibalas gelak tawa dari yang lain.

Lisa masih menunduk sembari fokus memainkan phonselnya, tiba-tiba dia melihat isi pesan yang kirim digrup chat khusus dirinya, Sinta dan Wanda.

Seketika matanya melotot melihat foto yang dikirim Sinta yaitu sang kekasih tengah bersama seorang gadis dibioskop.

"Sialan," umpat lisa dalam hati.

Ya, lisa memang sudah memiliki seorang kekasih yang juga cukup tampan dan populer, yang merupakan pemain basket dari sekolah lain.

Fikiran lisa tambah kalut sekarang, dimana Arjuna menghianatinya ditambah dengan perjodohan ini, lisa terus berdo'a dalam hati, semoga pria yang dijodohkan dengannya belum terlalu tua atau sebanding dengan dirinya dan yang lebih bagus apabila good looking.

Ahhh,agar lisa dapat membalas perbuatan si Arjuna sialan itu. Namun tak menutup kemungkinan rasa takut lisa tentang bapak-bapak yang terus terngiang-ngiang dibenaknya saat ini, ditambah perasaannya sekarang mulai tidak nyaman, seperti akan terjadi sesuatu yang buruk sebentar lagi.

"Ehem, Kalau gitu langsung mulai saja ya, niat baik kita ini," kata atmaja memecah suasana.

"Begini, sebelumnya kan kita sudah membicarakan hal ini, jadi sekarang kita tinggal tanyakan saja kepada anak-anak kita tentang perjodohan ini," ucap atmaja lagi.

"Kalau kami sih sebagai orang tua sangat setuju, iyakan,bun?" Jawab Wijaya yang dibalas anggukan oleh istrinya.

"Ya,sudah kalau gitu sekarang kita tanya anak-anak kita saja ya, kalau kamu gimana nak apa kamu bersedia ayah jodohkan dengan putri teman ayah?" tanya atmaja kepada putranya Roy.

"Aku mengikut ayah sama bunda saja, pilihan kalian pasti yang terbaik untukku," jawab Roy terlihat sangat bijak, dan dibalas senyum lega dari kedua keluarga tersebut.

Ya,emang Roy tidak kaget pasalnya sebelum berangkat, ayahnya sudah memberitahukan tentang hal ini sepulangnya dari kantor tadi sore.

"Lalu gimana dengan putri mu,?" tanya atmaja kepada Wijaya.

"Kamu tenang saja maja, putriku sudah setuju jauh sebelum kita berangkat kesini," jelas Wijaya mengambil keputusan sendiri,tanpa meminta persetujuan dari lisa.

"Alhamdulillah," terdengar suara lega dari semua orang.

"Kalau gitu mari kita makan, Roy ,lisa ayo nak," panggil Mia kepada kedua orang remaja di dekatnya.

Lisa sejenak berfikir, Roy??? seperti tidak asing nama itu, lisa teringat seseorang sekarang, tapi tidak mungkin, bisa saja orang lain yang namanya sama fikir lisa.

Setelah lisa mendongkak, mengangkat kepalanya, jatungnya terasa berhenti berdegup, seketika matanya melotot sempurna saat seketika matanya menangkap sosok pria yang tengah duduk didepannya sekarang.

Sang ketos yang paling dia benci disekolahnya, perasaan lisa kembali kecewa semua tidak seperti yang dia harapkan, tapi tak apa dari pada bapak-bapak ubanan yang selalu terbayang-bayang difikirannya itu.

Malam ini Roy terlihat sangat tampan dan dewasa, memakai kemeja biru dongker yang menyatu dengan dengan kulit putih bersihnya, dan rambut hitam yang tertata rapi.

Akan tetapi karena rasa tidak suka lisa terhadap Roy, membuatnya tidak dapat melihat kelebihan yang terdapat pada diri seorang roy yang menjadi bahan rebutan gadis-gadis diluaran sana.

Lisa berpikiran bahwa dunia ini sangat sempit, sungguh sangat sempit, saking sempitnya sampai-sampai harus Roy, pria yang akan dijodohkan dengan dirinya itu, terlebih karena Roy yang selama ini suka memberinya hukuman berlebihan disekolah, membuatnya sangat tidak suka.

"Loe Roy,kakak gelas gue kan,?" tanya lisa yang masih belum percaya, sambil menatap dan menunjuk wajah Roy saat itu.

Kedua orang tua Roy ataupun lisa hanya menggelengkan kepalanya melihat reaksi wajah lisa yang terkejut itu.

"Lisa turunkan tanganmu, kamu kenapa menatap Roy seperti itu nak, tidak sopan sayang," tegur Rina, mengingatkan putrinya, sedangkan yang lain hanya tersenyum menanggapi sikap lisa yang menurut mereka lucu.

Hanya Roy yang sedari tadi terus diam dengan wajah dinginnya, bukan hanya lisa yang kaget mengetahui kenyataannya. Tetapi juga Roy yang tak menyangka jika gadis yang akan menjadi istrinya adalah seorang gadis pembuat onar disekolahnya yang hampir setiap hari membuat kesabarannya di uji.

Roy sama halnya dengan lisa,yang tidak menyadari gadis yang duduk dihadapannya sedari awal dia datang, karena dia juga hanya fokus pada phonsel ditangannya sedari tadi.

Kini otak Roy berputar memikirkan persoalan tanggung jawab, pasalnya tanggung jawab Roy setelah menikah akan lebih berat, selain menjabat ketua OSIS yang priodenya masih lumayan panjang.

Roy juga mempunyai tanggung jawab yang diberikan ayahnya kepadanya menyangkut perusahaan nantinya.

"Ya, kami sudah tau dari sebulan yang lalu kalau kalian satu sekolah, makanya kami sepakat menjodohkan kalian, apa lagi kami memang sudah merencanakan perjodohan ini sejak kalian masih kecil dulu. Lagi pula Roy juga dapat menjaga kamu lisa, saat ayah dan bunda nanti pergi keluar negeri, berhubung kami pergi lumayan memakan waktu yang cukup lama," Wijaya panjang lebar.

Lisa tercekat, lagi-lagi demi bisnis pikirnya.

"Tapi lisa eng.." ucapan lisa di potong oleh Rina.

"Percayalah nak, ini yang terbaik buat kamu. Bunda dan ayah melakukan ini karena kami sayang sama kamu, Roy anak yang baik dan dia juga bertanggung jawab," Rina mencoba meyakinkan lisa.

Lisa melirik kearah Roy, diwajah Roy jelas terdapat kekecewaan, sama seperti dengan dirinya saat ini, Bedanya Roy lebih tenang dan berkesan santai dibanding dirinya, yang cukup menampilkan kekecewaan diwajah dan juga tingkah lakunya.

******

Sudah pukul 1 dini hari, namun lisa belum juga bisa memejamkan matanya, dia menatap cincin yang melekat di jari manisnya. Pasalnya setelah perjodohan tadi ternyata berlanjut langsung dengan acara lamaran, tak pernah terpikirkan olehnya sebelumnya, tanpa diduga kini sekarang lisa telah resmi menjadi tunangan dari Roy,seorang pria yang sangat dia benci disekolahnya.

"Huh," Lisa menarik nafas dalam, lalu mencoba memejamkan matanya sambil berfikir.

Entah bagaimana lagi cara lisa untuk bersikap besok dihadapan Roy yang sekarang telah bersetatus menjadi tunangannya itu, Lelah, bergulat dengan fikirannya sendiri akhirnya lisa tertidur.

*****

Sama halnya dengan Roy yang juga belum terlelap malam itu, laki laki itu tengah berbaring diatas tempat tidur dengan pandangan menatap langit-langit kamar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!