NovelToon NovelToon
Younger, Yet More Mature

Younger, Yet More Mature

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

dr. Nayla Azzura percaya satu hal bahwa cinta tidak pernah benar-benar tinggal.

Menjadi salah satu saksi pernikahan orangtuanya yang hancur sejak usianya masih kecil, membuat Nayla tumbuh menjadi perempuan yang dingin, mandiri, dan sulit mempercayai siapapun. Baginya, memiliki pasangan hanya pandai memberi harapan sebelum akhirnya meninggalkan.

Sampai akhirnya sebuah tragedi kecelakaan kerja mempertemukan Nayla dengan Arsen Mahardika, pengusaha muda yang keras kepala, hangat dan yang paling mengganggu adalah usianya tiga tahun lebih muda dari Nayla.

Awalnya Nayla mengganggap semua hanya lelucon biasa, tapi bagaimana mungkin jika lelaki yang usianya lebih muda tapi pandai bicara tentang sebuah keseriusan?.

Namun Arsen berbeda, iya tidak datang membawa janji besar justru ia datang dengan sejuta kesabaran. Saat Nayla menjauh, menunggu saat Nayla merasa takut, dan membuktikan bahwa tidak semua rumah berakhir hancur.

Karena terkadang... Lelaki yang lebih muda justru lebih tahu cara men

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 - Lelaki Yang Mulai Membiasakan Diri

Pukul 06.00 pagi Rumah Sakit Bintang Medika sudah mulai ramai dengan segala aktifitas, langkah kaki para tenaga medis mulai terdengar saling bersahutan dilorong. Aroma kopi hitam bercampur dengan antiseptik kini memenuhi udara, beberapa perawat tampak sibuk serah terima laporan untuk pergantian shift jaga.

Ruang praktik salah satu dokter dirumah sakit kini tengah duduk dr. Nayla Azzura yang sedang memijit pelipisnya pelan, semalam ia tidur terlalu larut dan entah apa penyebabnya mungkin jika diceritakam akan sedikit menurunkan harga diri sang dokter yang terlihat menggelikan.

Chat dengan pasien aahh sepertinya bukan chat yapo lebih tepatnya pasien yang terlalu cerewet, dan dirinya terlalu bodoh karena masih mau meladeni. Ponselnya berbunyi lagi dan kembali nama itu muncul Arsen Mahardika, entah sejak kapan nomor itu tidak jadi di blokir 😀.

" Selamat Pagi, dokter galak 😁. Hari ini jangan lupa sarapan ya..."

Nayla yang baru saja membaca pesan masuk langsung menghembuskan nafasnya dalam dan cukup panjang, lalu entah mengapa jarinya seolah sudah hafal dan sangat lincah untuk segera membalas.

" Jangan chat saat jam kerja"

Balasan itu terkirim dengan begitu cepat, membuat Arsen seperti sedang mendapatkan sebuah door prize. Tidak lupa Arsen yang memang menunggu balasan langsung membalas dengan cepat.

" Baik, dok... Tapi kalau kangen gimana? 😉"

Nayla langsung berhenti mengetik, rahangnya mengeras dengan pipi yang terasa sedikit hangat.

" Kurang kerjaan."

Monolog Nayla tanpa membalas pesan Arsen, kini ia langsung meletakkan ponselnya diatas meja tapi entah mengapa sudut bibirnya nyaris terangkat.

Sementara itu digedung tinggi Mahardika Group, Arsen duduk santai dirumah kerjanya, namun sejak tadi senyumnya tidak hilang sama sekali.

" Pak..." Bima sang sekretaris mulai curiga.

" Hhmmm..." balas singkat Arsen.

" Bapak sedang jatuh cinta, ya?" seolah itu adalah asumsi yang harus dibuktikan.

" Mungkin..." Arsen tertawa kecil.

" Mungkin?... Serius Pak?" Bima memastikan.

" Iya... Tapi dia galak, dingin, sulit didekati tapi... Itu yang membuatnya semakin menarik, Bim" Arsen mengangguk pelan dengan bibir yang sedang menjelaskan tapi tangannya masih sibuk memainkan ponselnya.

" Waduhhhh..." Bima kaget.

" Kenapa sih, Bim?" Arsen sedikit kaget.

" Biasanya kalau perempuan udah bikin bapak sampe segitunya, berarti bahaya" ucap Bima.

Arsen bukannya tersinggung justru tersenyum semakin lebar, bahaya? Mungkin tapi untuk pertama kalinya ia bisa menikmati rasa penasaran ini.

Siang hari Nayla selesai menangani pasien terkahir ketika pintu ruangannya diketuk.

" Masuk..."

Dan lagi-lagi kini Nayla harus menghela nafasnya panjang.

" Kenapa Anda lagi?" tanya Nayla dengan nada pasrah.

Arsen kini berdiri didepan pintu dengan tampilan yang rapi bahkan terlalu rapih untuk ukuran pasien kontrol, kemeja biru muda, jam tangan mahal, dan senyum santai yang mulai terasa mengganggu.

" Saya mau kontrol, dok" jawab Arsen.

" Hah.. Kontrol setiap hari?".

" Rajin bukan? Dan itu bagus, dok" jawab Arsen santai.

" Silahkan duduk" Nayla kini memijat kembali pelipisnya pelan.

Arsen menurut untuk mengambil posisi duduk yang nyaman, dan untuk beberapa menit ruangan terasa jauh lebih tenang.

" Masih sakit?" Nayla memeriksa tangan Arsen.

" Kalau disentuh dokter enggak" jawab Arsen.

Nayla berhenti dengan tatapannya yang kini naik keatas, tatapan yang dingin dan tajam membuat Arsen salah tingkah.

" Oke... Oke sakit sedikit" Arsen langsung batuk kecil.

Nayla menghela nafas pelan, harusnya ia merasa kesal tapi anehnya kehadiran laki-laki ini justru membuat ruangan praktik yang biasanya terlalu sepi kini terasa lebih hidup.

" Lukanya sudah membaik" ujar Nayla.

" Berarti saya tidak perlu kontrol lagi, dok?" ada nada kecewa kecil disana.

" Harusnya enggak" Nayla sedikit mengernyitkan keningnya.

" Harusnya?"

" Iya, kalau tidak ada keluhan"

" kalau saya sengaja mencari alasan buat ketemu dokter gimana?" Arsen menatap Nayla dengan luruh dan dalam.

Hening ruangan terasa terlalu hening membuat Nayla langsung berdiri dan menutup map pasien.

" Pemeriksaan selesai" nadanya dindin, terlalu cepatz terlalu defensif.

Anehnya kini dada Nayla terasa berdetak sedikit lebih cepat membuat ada perasaan tidak nyaman, Arsen ikut berdiri dan melangkahkan kakinya untuk berhenti dihadapan meja.

" dok, saya boleh jujur?"

" Cepat"

" Saya suka lihat dokter senyum" Arsen tersenyum kecil.

" Saya tidak senyum" Nayla langsung mengernyitkan keningnya.

" Tadi pagi di chat kayaknya senyum deh" Arsen menggoda.

" Jika sudah tidak ada kepentingan silahkan keluar, pintu ada disebelah sana" ucap Nayla.

Mendapatkan pengusiran halus membuat Arsen justru tertawa kecil, dan untuk pertama kalinya Nayla sadar jika suara tawa laki-laki itu mulai terasa familiar. Berbahaya bahkan sangat berbahaya.

Malam hari rumah Nayla kembali sunyi, namun kali ini terasa berbeda karena tanpa sadar jarinya mambuka room chat seseorang yang tidak ada pesan baru disana.

"Aneh... Kenapa jadi terasa sepi?"

Nayla langsung menghela nafas frustasi, baru juga beberapa hari kenal tapi perasaannya mulai goyah. belum sempat pikirannya tenang kini ponselnya kembali berbunyi.

" dokter sudah makan malam?"

Hening... Satu detik, tiga detik, lima detik belum sempat dibalas kini pesan baru masuk lagi.

" Kalau belum, saya khawatir"

Entah kenapa kalimat sederhana itu terasa terlalu hangat, terlalu tulus dan itu justru membuat Nayla merasa takut. Karena perhatian kecil sering kali jadi awak kehilangan besar, namun malam itu untuk pertama kalinya Nayla tidak langsung menjaga jarak.

" Sudah makan"

Kini jarinya yang bergerak lebih dulu untuk membalas pesan.

" Syukurlah 😉.. Oh iya, besok saya ke rumah sakit lagi, Ya?"

" Untuk apa?"

" Kangen dokter 😍"

Nayla langsung melempar ponselnya ke kasur.

" Ya Tuhan..."

Tapi sialnya wajah Nayla kini memerah sedikit dan itu sangat menggangu benteng pertahanannya.

1
partini
Thor kehidupan Nayla mirip Vania novel berjudul jodoh pilihan mama ibu nya kaya iblis tapi di sayang bngttttttttttttttttt sama mertuanya
Almeera: Oh ya kak? nanti aku coba mampir yaa 😍😍


Hihihi tapi Nayla ini murni karangan aku aja kak 🙏🙏🥲
total 1 replies
SANG
Lanjut dek💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
partini
suami nya kelihatan kecintaan Banggt kayanya ga mungkin deh slingkuh terus ningalin
partini: iya itu,,karma ga berlaku buat dia
total 2 replies
partini
udah hempas ke laut masa lalu yg menyakitkan,move on be happy kalian berdua seorang anak perempuan butuh ayah nya untuk jadi wali nikah kan
Almeera: Setujuu kak, hidup harus terus berjalan... kalau dia aja bisa santai kita bisa lebih cerah 😍😍
total 1 replies
partini
pastinya apa karam selalu ada berbuat baik di balas baik berbuat jahat di balas jahat juga,,kau memilih yg katanya hak is ok nikmati saja sekarang,kau meninggalkan suami dan anakmu nanti nya kamu dan anakmu di tinggal suami mu selingkuh
Almeera: Kakakkk setuju setiap perbuatan akan ada balasan dari semesta 🙏🙏

Terimakasih banyak sudah mampir dan meninggalkan jejak afirmasi positifnya dikarya sederhana ini 😍😍🙏
total 1 replies
SANG
Mantap banget dek💪👍
SANG: Masama dek
total 2 replies
SANG
Keren habis deh💪👍
SANG: Iya dek Kembali kasih
total 2 replies
SANG
Sembilan belas bunga untukmu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG: Oke dek. 👍💪
total 2 replies
SANG
Aku fokus ya dek😄
SANG
Like iklan plus komen💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
SANG
Iya, seperti itu lah
SANG
Iya ada apa
SANG
Akhirnya
SANG
Nah bingung kan
partini
ibunya kaya ga bersalah,,dasar ibu lacknat semoga kena penyakit
Almeera: Hehehe 😁😁
total 1 replies
SANG
Baya bunga se kebon untuk adek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Almeera: thankyou kak🙏
total 1 replies
SANG
Kok bingung dek
SANG
Hadir dek👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!