NovelToon NovelToon
Aksara Cinta Sang Penulis

Aksara Cinta Sang Penulis

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Tryas menganggap Jati tak lebih dari "barang antik" yang membosankan, hingga ia melemparkan perjodohan itu kepada sahabatnya, Gayuh. Namun, di balik sikap kuno itu, Jati adalah seorang CEO dengan kasih sayang yang tak terbatas. Saat Jati mulai "meratukan" Gayuh dalam sandiwara yang ia susun sendiri, Tryas tersadar telah membuang permata. Kini, sang sahabat dituduh pengkhianat. Akankah Jati melepaskan wanita yang tulus mencintainya demi tuntutan perjodohan awal, atau justru membawa sang "pemeran pengganti" ke pelaminan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Sesampainya di rumah kontrakan yang sederhana, Gayuh menghela napas panjang.

Ia perlahan melepaskan gaun pink yang menjadi saksi bisu penyamarannya malam ini.

Dengan hati-hati, ia meletakkan pot bunga anggrek bulan pemberian Jati di atas meja tulisnya, tepat di samping laptop yang biasa ia gunakan untuk merangkai cerita.

Baru saja ia hendak merebahkan diri, ponselnya bergetar hebat. Nama Tryas muncul di layar.

"Bagaimana? Lancar semuanya?" suara Tryas terdengar melengking di sela-sela dentuman musik klub yang masih samar-samar terdengar.

"Pasti lelaki kuno itu sangat bau dan menjijikkan, kan? Kamu pasti menderita duduk di atas motor bututnya."

Gayuh menatap bunga anggrek di depannya, lalu menjawab dengan nada tenang namun tegas.

"Kamu salah besar, Tryas. Jati itu lelaki yang sangat baik. Dia sopan, rendah hati, dan punya selera humor yang bagus."

Terdengar suara tawa mengejek dari seberang telepon.

"Aduh, Gayuh! Kamu memang terlalu polos. Lelaki 'baik' tidak akan memberimu masa depan kalau kerjanya cuma ojol. Kamu ambil saja dia kalau mau, aku benar-benar tidak tertarik dengan lelaki seperti itu. Dia itu sampah buat standar hidupku!"

Gayuh hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar kesombongan sahabatnya.

"Terserah kamu, Tryas."

Setelah menutup telepon, sebuah notifikasi lain muncul. Jantung Gayuh berdegup kencang saat melihat panggilan Video Call dari Jati.

Ia segera merapikan rambutnya dan memakai kardigan untuk menutupi bahunya sebelum mengangkat panggilan itu.

"Sudah sampai rumah?" tanya Jati di layar ponsel.

Gayuh mengangguk kecil dengan senyum malu-malu.

"Sudah, Jat. Baru saja sampai. Kamu sendiri di mana?"

Layar ponsel Jati menunjukkan latar belakang sebuah ruangan yang penuh dengan kardus-kardus bekas dan tumpukan barang lama yang berdebu.

Jati tampak mengenakan kaos oblong yang sedikit kotor, seolah-olah ia sedang sibuk membersihkan gudang milik seseorang.

"Aku sedang di gudang ini, bantu-bantu bereskan barang," ucap Jati sambil menyeka keringat di dahinya dengan lengan baju.

"Tanggung kalau ditinggal, kasihan yang punya kalau tidak selesai malam ini."

Gayuh merasa hatinya mencelos. Ia merasa iba melihat Jati yang harus bekerja keras hingga selarut ini setelah seharian menarik ojek, sementara Tryas di sana sedang menghamburkan uang di klub malam.

"Jangan terlalu lelah, Jat. Kamu juga butuh istirahat," ucap Gayuh lembut.

Jati tersenyum sangat tulus, tatapannya melalui kamera ponsel terasa begitu dalam.

"Melihat wajahmu saja rasa capekku sudah hilang, Tryas."

Gayuh tertunduk, wajahnya memanas. Ia merasa berdosa karena Jati memberikan ketulusan sedalam itu untuk nama yang bukan miliknya.

Di sisi lain, Jati yang sebenarnya berada di salah satu ruang penyimpanan di apartemen mewahnya, tersenyum kecil.

Ia sengaja mencari sudut yang berantakan agar sandiwaranya sebagai pria kelas bawah tetap terjaga, namun hatinya tak bisa berbohong bahwa ia benar-benar terpesona pada kesederhanaan wanita di layar ponselnya itu.

Malam terus merangkak pagi, namun Jati seolah enggan mengakhiri panggilan video itu.

Ia terus mengajak Gayuh mengobrol, menceritakan hal-hal lucu tentang penumpangnya hari ini atau masa-masa sekolahnya yang sederhana.

Sesekali, pandangan Jati teralih pada sebuah bingkai foto yang diletakkan di sudut ruangan apartemennya—foto keluarga Adiguna yang pernah dikirimkan asistennya.

Jati menatap wajah Papa Yudha di foto itu, lalu beralih menatap wajah Gayuh di layar ponselnya.

"Kenapa wajah Tryas ini sangat berbeda dengan Paman Yudha? Bahkan garis wajahnya sama sekali tidak mirip dengan istri Paman Yudha.

Siapa gadis ini sebenarnya?" batin Jati bertanya-tanya.

Namun, Jati memilih untuk menyimpan kecurigaan itu di dalam hati.

Ia tidak ingin merusak suasana hangat yang sedang tercipta.

Ia kembali melontarkan cerita-cerita jenaka yang membuat Gayuh tertawa terbahak-bahak di seberang sana.

Tawa Gayuh yang lepas dan tulus tanpa beban membuat Jati semakin yakin bahwa ada sesuatu yang istimewa dari gadis ini.

Hingga perlahan, tawa itu mereda. Suara Gayuh mulai mengecil, dan kelopak matanya tampak semakin berat.

Tak lama kemudian, kepala Gayuh terkulai ke samping, bersandar pada bantal.

Napasnya mulai teratur, ia jatuh tertidur dalam keadaan panggilan video masih menyala.

"Tryas? Apakah kamu mendengarku?" panggil Jati dengan suara yang sangat lembut, hampir berbisik.

Tidak ada jawaban. Hanya terdengar deru napas halus dari balik layar.

Jati menatap wajah cantik itu dengan tatapan yang sangat dalam.

Wajah yang terlihat begitu damai tanpa riasan tebal, sangat jauh dari kesan model sosialita yang angkuh.

"Siapa kamu sebenarnya?" gumam Jati pelan.

Jarinya bergerak menyentuh layar ponsel, seolah sedang mengelus pipi lembut Gayuh dengan penuh kasih sayang.

Ada perasaan hangat namun juga penuh tanda tanya yang memenuhi dadanya.

Jati tahu, ada sebuah rahasia besar yang sedang disembunyikan, namun untuk saat ini, ia hanya ingin menikmati momen melihat "permata" yang baru saja ia temukan itu beristirahat dengan tenang.

Setelah menutup panggilan video dengan sangat perlahan agar tidak mengejutkan gadis yang sudah terlelap itu, raut wajah Jati yang semula lembut berubah menjadi serius dan tajam.

Ia bangkit, melangkah keluar dari gudang buatan yang ia gunakan sebagai latar belakang sandiwaranya, lalu menaiki tangga menuju kamar utamanya yang sangat mewah.

Jati merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur king size yang empuk, namun matanya tetap menatap langit-langit kamar yang tinggi. Pikirannya dipenuhi oleh wajah gadis tadi.

Ia segera meraih ponsel pribadinya yang lain dan menghubungi nomor Pak Gunawan.

"Pak Gun," suara Jati terdengar dingin dan berwibawa, sangat berbeda dengan suaranya saat berbicara dengan Gayuh tadi.

"Iya, Tuan Jati. Ada yang bisa saya bantu?"

"Cari tahu semua informasi tentang Tryas Adiguna. Semuanya. Mulai dari riwayat sekolah, teman-teman terdekat, hingga aktivitasnya satu tahun terakhir. Dan satu lagi..." Jati menjeda kalimatnya, matanya menyipit.

"Cari tahu siapa wanita yang bersama saya malam ini. Saya yakin, dia bukan Tryas yang asli."

Di seberang telepon, Pak Gunawan sempat terdiam karena terkejut.

"Maksud Tuan, ada yang memalsukan identitas di depan Tuan?"

"Cari tahu saja, Pak Gun. Jangan sampai ada yang terlewat. Saya ingin laporannya ada di meja saya besok pagi."

"Baik, Tuan. Segera saya laksanakan."

Jati mematikan sambungan telepon. Ia kembali menatap foto hasil tangkapan layar saat Gayuh tertawa tadi.

Ada keraguan yang menyiksa hatinya. Jika benar wanita itu bukan Tryas, berarti wanita itu telah membohonginya. Namun, jika benar dia adalah seorang penipu, mengapa hatinya justru merasa jauh lebih nyaman bersama "penipu" ini daripada dengan bayangan Tryas yang asli?

"Jika kamu bukan Tryas Adiguna, lalu siapa namamu yang sebenarnya, Gadis Sederhana?" gumam Jati lirih.

Malam itu, Jati tidur dengan perasaan yang berkecamuk.

Ia berada di ambang antara rasa penasaran yang besar dan rasa cinta yang mulai tumbuh, sementara di tempat lain, Gayuh tidur dengan memeluk pot bunga anggrek, tak menyadari bahwa identitasnya sedang berada di ujung tanduk.

1
Dew666
😍😍😍😍
Rahmawati
wow maharnya fantastis bgt👏👏👏
Rahmawati
hahaha, pagi pagi udah nongol aja si jati
Rahmawati
tryas km akan nyesel nanti😂
Rahmawati
lah kok malah jadi nyaman😂
Rahmawati
baru mulai baca
my name is pho: terima kasih kak🥰
total 1 replies
Vie
aaaa..... ini disini juga aku mau jati... ini udah mangap dari tadi loh... 🤭🤭🤭
my name is pho: 🤭🤭 hehehe
total 1 replies
Vie
nah itu kau tahu sendiri kan.... makanya selamat tersiksa ya tryas.... 🤪🤪🤪🤪
Vie
lanjut kak.... 👍👍👍👍👍👍
Vie
iiihhhh jadi baper deh.... 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Vie
kamu dasar cucu durhakim.... bilang neneknya sakit.... eh ternyata lagi santai di ln..... dasar cucu durhakim... 🤭🤭🤭🤭
Vie
demi bos jadi ikutan nyamar.... 🤣🤣🤣🤣 demi apa coba hal itu dilakukan.... demi cinta... 🤭🤭🤭🤭
my name is pho: 🤭🤭 hehehe
total 1 replies
Vie
lanjut kak..... 👍👍👍👍 seru banget..
Vie: makasih kak.... aku selalu stay walau jarang komen, tapi tetap lanjut baca... lanjut sampai ceritanya tamat ya kak.. 👍👍👍👍😊😊😊
total 2 replies
Dew666
🍎🍎🍎🍎
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!