NovelToon NovelToon
Pertemuan Diatas Luka

Pertemuan Diatas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ersy 07

Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Tepat pukul 9 malam, Alisha dan Vania baru sampai rumah. Namun saat masuk kedalam rumah Vania dibuat kaget saat melihat kedua orang tuanya duduk di ruang tamu sedang ngobrol bareng dengan kedua orang tua Alisha.

"Mama papa.." gumam Vania saat melihat tatapan tajam papanya tiba tiba jantungnya berdegup kencang. "Ya ampun punya papa kok serem amat ya" gumam Vania pelan.

Sedangkan Alisha yang awalnya terkejut namun hanya sesaat setelah itu Alisha menyapa Om dan tantenya dengan tersenyum ramah. "Om, tante bagaimana kabarnya?" sapa Alisha seraya tersenyum manis sehingga lesung pipi sebelah kanannya nampak jelas. Roni dan Laras mendengar suara lembut keponakannya ikut tersenyum lembut. "Kabar kami baik sayang" sahut Laras lembut sedangkan Roni hanya tersenyum kecil menatap lembut wajah cantik Alisha " Seandainya Vania seperti Alisha pasti aku senang memiliki putri seperti Alisha" batin Roni dalam hati penuh harap.

Sedangkan Vania yang sejak tadi menatap interaksi kedua orang tuanya dengan Alisha hatinya terasa diremas remas. "Tatapan mata itu yang membuat hatiku semakin terluka, papa apakah kehadiranku tidak ada artinya didunia ini" batin Vania dengan mata berkaca-kaca namun segera ia hapus air matanya sebelum mereka menyadari itu.

Alena tersenyum lembut melihat keponakannya yang sejak tadi berdiri didekat pintu "Vania sini nak, kenapa kamu berdiri terus sejak tadi, sini" panggil Alena lembut. Vania langsung mengubah expresi wajahnya menjadi tersenyum lalu mengangguk singkat. Ia langsung duduk disamping tantenya.

"Kalian sudah pada makan apa belum?" tanya Alena kepada mereka berdua. Alisha tersenyum lalu menjawab "Sudah kok ma, tadi sebelum pulang kami makan dulu" jawab Alisha.

"Mbak, aku sama mas Roni sekalian pamit soalnya besok ada undangan makan malam dari rekan kerja mas Roni. Jadi kami mau jemput Vania sekalian" ucap Laras kepada kakaknya.

"Loh kok buru buru dek, kalian enggak menginap..? Ini sudah malam loh, kalian pasti capek dari perjalanan jauh. Mending pulang besok pagi saja ya, mbak kawatir sama kalian kalau dijalan takut terjadi sesuatu. Apalagi perjalanan kalian cukup jauh" ujar Alena kepada adiknya.

Laras tidak langsung menjawab ia melirik kearah suaminya meminta persetujuan dari sang suami. Namun seperti biasa Roni memasang wajah datar tanpa senyum. Begitupun dengan Mohan hanya diam saja tidak ikut nimbrung obrolan istrinya beserta adik iparnya.

"Kami langsung pulang saja mbak" lalu Laras menatap Vania putrinya" Sayang ayo pulang, kamu segera bersiap ya nak" ucap Laras kepada putrinya. Sedangkan Vania tidak langsung mengiyakan ajakan mamanya. Vania menunduk sebentar sebelum menjawab ajakan mamanya "Ma, Vania ingin tinggal disini dulu untuk sementara waktu. Vania masih ingin disini untuk beberapa hari ma" jawab Vania menundukkan kepalanya takut kedua orang tuanya tidak mengizinkan. Dan benar saja Roni langsung menggebrak meja cuma keras.

Brak..

"Pulang sekarang..!! bentak Roni dengan nada tinggi. Setelah itu Roni langsung keluar rumah tanpa berpamitan sama pemilik rumah. Mohan mendengus kesal melihat sikap adik iparnya tersebut. Sedangkan Laras merasa kesal melihat sikap arogan suaminya apalagi didepan keluarga kakaknya.

"Maafkan suamiku ya mbak, mas mungkin dia lagi ada masalah ditempat kerjanya karena beberapa hari ini dia sibuk dengan pekerjaannya" ucap Laras pelan tersenyum canggung.

"Bukannya sikap suamimu memang seperti itu sejak dulu" sahut Mohan ketus lalu pergi meninggalkan ruang tamu. Sedangkan Laras semakin menunduk merasa enggak enak hati. Setelah itu Laras berjalan mendekati putrinya lalu berkata lembut "Sayang tolong jangan keras kepala, mama mohon nak. Kamu ikut pulang ya sayang, kamu sayang sama mama kan?" bujuk Laras dengan sorot mata sendu. Vania yang tidak tega melihat mamanya sedih akhirnya mengangguk pelan. "Baiklah ma, Vania ikut kalian pulang" jawab Vania langsung meninggalkan ruang tamu memasuki kamar yang ia tempati untuk mengambil barang-barangnya.

Alena menatap adiknya dengan tatapan iba " Kamu yang sabar ya dek, mbak minta kamu jangan terlalu sibuk bekerja putrimu juga membutuhkan perhatian kalian berdua. Dia merasa kesepian karena kalian berdua sibuk bekerja sampai lupa jika putri kalian butuh perhatian kedua orang tuanya" nasehat Alena lembut mengelus pundak adiknya. Laras hanya mengangguk sebagai jawaban. Tak lama Vania sudah keluar dari dalam kamar sambil membawa barang bawaannya. Vania dan Laras segera berpamitan kepada Alena dan Alisha. "Tante hati hati dijalan ya" ucap Alisha lembut setelah mencium punggung tangan tantenya.

Ibu dan anak tersebut mengantarkan mereka sampai depan rumah. Sedangkan Roni sudah menunggu didalam mobil tanpa menatap mereka. Alena hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap angkuh adik iparnya.

"Mbak kami pamit ya, assalamualaikum.." pamit Laras setelah masuk kedalam mobil.

"Wa'alaikum salam..iya dek kalian hati hati dijalan" sahut Alena sebelum mobil meninggalkan halaman rumahnya.

Setelah itu Alisha dan mamanya kembali masuk kedalam rumah karena waktu sudah mulai larut malam. "Sayang kamu langsung istirahat ya nak, jangan begadang terus" ucap Alena mengingatkan putrinya. Alena tau putrinya sering begadang hanya gara gara suka nonton Drakor kesukaannya.

"Hehehe iya mamaku sayang, lagi pula Alisha sudah capek karena seharian jalan jalan" jawab Alisha tersenyum manis. "Yaudah sayang sana masuk kamar, cup" Alena mencium kening putrinya "Selamat malam sayang" ucap Alena tersenyum lembut menatap wajah cantik putrinya. "Selamat malam juga mamaku tercinta, muach.." sahut Alisha mencium pipi mamanya sebelum menaiki tangga menuju kamarnya. Setelah memastikan putrinya masuk kedalam kamar, barulah Alena masuk kedalam kamarnya setelah mengunci pintu rumah.

\>\>\>\>\>\>\>

Sedangkan disebuah mobil yang dikendarai Roni hanya ada keheningan tanpa adanya obrolan apapun. Roni mengemudi sedangkan disampingnya ada istrinya Laras dan Vania duduk di kursi belakang dengan perasaan tak menentu. Vania tau papanya sedangkan menahan amarah yang siap meledak kapanpun, terlihat jelas wajahnya merah padam dan sorot mata tajam. Vania sudah pasrah jika nanti sampai rumah akan menerima kemarahan papanya. Meskipun sudah sering melihat papanya marah marah sejujurnya ada perasaan takut jika papanya amarahnya meledak ledak.

\>\>\>\>\>\>\>

Disebuah club malam lampu gemerlap dan terdengar dentuman musik menggema hingga memekan gendang telinga banyak anak manusia sedang menikmati keindahan dunia malam. Banyaknya pasangan muda mudi berjoget berlenggak lenggok dibawah lampu gemerlap menikmati musik yang dibawakan seorang DJ profesional.

Disisi pojok ada seorang pria tampan sedang duduk dan menikmati minuman beralkohol ditemani 2 wanita disisi kanan dan kirinya. Wanita wanita tersebut dengan setia menemani pria tersebut. Sesekali tangan nakalnya mengelus tubuh kekar pria tersebut dan pria tersebut begitu menikmati sentuhan lembut para wanita penghibur tersebut.

"Sayang malam ini aku kosong, aku bisa memberikan kepuasan untukmu tanpa ada yang ganggu. Karena malam ini aku ingin kamu menjadi tamu spesialku, merasakan kepuasan yang luar biasa" bisiknya dengan suara sensual tidak lupa tangannya yang sejak tadi bergerilya membangkitkan hasrat pria tersebut. Sedangkan wanita satunya juga tidak mau ketinggalan bahkan dia bersikap begitu agresif langsung duduk dipangkuan pria tersebut. "Bagitu pun aku sayang, aku siap memanjakan tubuhmu sepuasnya".

"Hahaha dasar wanita jalang, kalian selalu bisa membuatku melayang. Baiklah malam ini aku ingin bermain dengan kalian berdua sekaligus bagaimana, apa kalian sanggup?" tantang pria tersebut yang tak lain dia adalah Fandi Erlangga kekasih Alisha. Pria yang terlihat baik dan santun namun ia memiliki sisi lain yang tidak diketahui kekasihnya. Fandi pria hyper yang setiap saat haus akan belaian seorang wanita, namun dia hanya melakukan dengan wanita wanita penghibur jika bersama Alisha dia akan menjadi sesosok pria idaman. Meskipun Fandi pria brengsek tapi dia tidak ingin merusak wanita yang ia cintai yaitu Alisha Azura Bastara. Fandi ingin Alisha menjadi istrinya dimasa depan, wanita cantik baik hati yang berhasil membuat Fandi begitu mencintainya. Namun Fandi tidak bisa meninggalkan dunia malamnya, baginya selama ia belum menikah ia ingin hidup bebas tanpa ada yang mengekang kebebasannya.

\>\>\>\>\>\>\>\>

Sedangkan disebuah apartemen mewah seorang gadis sedang berbicara dengan seseorang melalui sambungan teleponnya. "Ayo lah kak, apa lo enggak rindu dengan adikmu yang mengemaskan ini" ucap gadis tersebut dengan nada tengil.

Sedangkan seseorang yang diajak berbicara menjawab " Santa berbicaralah yang sopan, saya ini kakakmu bukan temanmu, paham!"

"Ya ampun kak, kamu saja ngomong sama adik sendiri kayak ngomong sama bawahan. Udahlah enggak usah banyak alasan pokoknya gue pingin kakak datang kesini, kalau tidak yaudah anggap saja adikmu ini sudah mati!" ketus Santa benar benar kesal dengan kakaknya yang kaku kayak kanebo kering.

"Santa !! Jangan berbicara yang aneh aneh kamu, kakak enggak suka itu"

"Gue enggak peduli, terserah kakak mau ngomong apa, urus aja kerjaan kakak yang enggak ada habisnya, enggak usah pedulikan Santa lagi, Santa benci sama kakak !!" Santa langsung mengakhiri panggilan secara sepihak. Nafasnya memburu karena ia sedang kesal dan marah sama kakaknya. Santa langsung membanting ponselnya ke lantai hingga hancur berkeping-keping. Setelah itu Santa langsung mengambil minuman bersoda dari dalam kulkasnya dan duduk menikmati minumannya sambil memejamkan kedua matanya. Tiba-tiba bayangan kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan sejak saat itu kakaknya mulai berubah. Kakaknya yang memiliki kepribadian hangat dan lembut berubah dingin dan sejak saat itu Santa merasa kehilangan sesosok kakaknya. Kakaknya berubah gila kerja sampai sampai melupakan bahwa ada seorang adik yang masih butuh perhatiannya.

Tiba-tiba buliran air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jebol juga, Santa menangis terisak sampai bahunya terguncang hebat. "Ya Tuhan minta satu hal padamu, tolong kembalikan kakakku. Setel ulang syaraf kakakku, agar kembali seperti dulu lagi" ucap Santa disela sela tangisnya. Setelah tangisnya mulai reda Santa ketiduran diatas sofa hingga pagi hari tanpa ia tau ada 2 orang yang sedang kebingungan karena nomor telepon Santa tidak aktif diluar jangkauan.

1
Erny Ersy07
alamat palsu 😄
Ahmad Muzayyin
duuuh alamat ini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!