Alvero Reynaldi Pewaris Kerajaan bisnis sang daddy sekaligus mewarisi kepemimpinan mafia Black Wolf
Nadila Nurtan Zillia di jual oleh paman nya untuk menanam modal untuk perusahaan Nurtan Group
bagaimana jika mereka tidak sengaja menghabiskan malam bersama yang menumbuhkan benih di rahim nadila
dan bagaimana kisah mereka setelah malam itu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arn20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AGSM 5
tanpa terasa sudah 1 bulan dila bekerja sebagai pelayan cafe
pagi ini dila terlihat sangat pucat tapi dia tetap memaksakan bekerja
"dil lebih baik kamu ijin saja!" seru alea
"tidak lea aku masih kuat bekerja ko", terang dila tak lama dila mulai lemas dan terjatuh pingsan
alea yang kaget seketika berteriak
"dila" teriak lea yang membuat semua pegawai cafe menghampiri nya
"ada apa dengan dila lea?", tanya teman pegawai cafe
"aku tidak tau, tadi pagi dia terlihat pucat tapi memaksa tetap bekerja", terang alea
"sudah sudah, lea lebih baik kamu bawa dila ke rumah sakit", ujar bisma
"baik bos", jawab lea dan teman teman yang lain pun membantu lea membawa dila ke rumah sakit
di rumah sakit dila sedang di periksa oleh dokter
"bagaimana keadaan teman saya dok?", tanya lea
"teman mu hanya kelelahan akibat kehamilan yang masih muda", terang dokter
"apa dok? teman saya hamil?", tanya lea terkaget
"iya teman mu sedang mengandung dengan kehamilan yang masih muda", jawab dokter
"untuk selanjutnya bawa teman mu ke bagian dokter kandungan", ucap dokter
"baik dokter terima kasih", ucap lea dan sang dokter pun pergi
tak berselang lama dila terbangun dari pingsan nya
"aku dimana?", ucap dila sebari merasakan pusing di kepala nya
"kamu di rumah sakit dil, tadi kamu pingsan", terang lea
"lalu bagaimana dengan pekerjaan?", tanya dila
"tadi aku sudah minta ijin pada bos", jawab lea
"lalu apa kata dokter?", tanya dila
"kamu kelelahan lea hanya saja..." lea tidak melanjutkan perkataan nya
"hanya saja apa lea?", tanya dila penasaran
"kamu saat ini sedang mengandung dan usia kandungan mu masih sangat muda", terang lea yang membuat dila membeku seketika
dila tercengang mendengar penjelasan lea, dila mengingat malam dimana dia tidur bersama seorang pria tampan yang sudah menyelamatkan nya dari kejahatan sang paman
dila menyentuh perut datar nya, ternyata malam itu menumbuhkan sesuatu di rahim nya
"lea apa yang aku lakukan?", tanya dila dengan mata berkaca kaca
"tentu saja kamu harus merawat dan melahirkan nya!", terang alea
"tapi belum siap menjadi ibu dan aku juga tidak tau siapa ayah nya", jelas dila
"jangan berfikir kamu akan mengugurkan nya dila, bayi itu tidak bersalah! di saat orang lain sangat ingin memiliki keturunan kamu ingin mengugurkan nya? dimana hati nurani mu dila?", sentak alea
"meski bayi itu hadir dari kesalahan yang tidak sengaja saat kau di jebak oleh paman mu tapi bayi itu tidak berdosa" terang alea
sentakan dan penjelasan alea membuat dila tersadar bahwa dia kini tengah mengandung darah daging nya
"maafkan ibu yah karena sudah punya niat ingin mengugurkan mu", ucap dila sebari menangis dan memegang perut datarnya
"sudah jangan menangis, tidak baik bagi ibu hamil bersedih", ucap alea
"lebih baik kita temui dokter kandungan! kita lihat perkembangan kandungan mu", ajak alea pada dila yang di angguki hanya oleh dila
sedangkan di negara A di kantor perusahaan Arr Corp vero tengah mengalami muntah muntah hebat, sudah sejak kemarin vero mengalami muntah muntah dan hari ini yang paling parah sedari pagi vero tidak bisa memakan satu pun makanan
"tuan muda apa kita pergi ke rumah sakit saja?", tanya cio yang prihatin melihat vero dengan wajah yang sangat pucat
"percuma saja, penjelasan dokter kemarin bahwa aku baik baik saja!", jawab vero di sela sela mual nya
"tapi anda sudah lemas tuan muda dan sangat pucat", ucap cio
dan tak lama pintu ruangan vero di ketuk dari luar lalu masuklah sang mommy bersama livia
mommy aurora dan livia kaget melihat vero yang sudah sangat pucat dan tidak bertenaga.