Sebagai Putri Changle, seharusnya ia menikmati kemewahan dan cinta. Namun, gadis modern ini justru terperangkap dalam tubuh seorang putri kuno dengan masa lalu yang mengerikan: dikhianati oleh kekasihnya sendiri, disiksa tanpa ampun, dan meregang nyawa dalam kesengsaraan. Takdir memberinya kesempatan kedua. Dengan Sistem Poin dan Ruang Ajaib sebagai senjatanya, Putri Changle bangkit dari kematian untuk menuntut balas.
Setiap poin yang dikumpulkan adalah langkah menuju pembalasan. Setiap level yang diraih adalah tameng untuk melindungi diri dari musuh-musuh yang mengintai. Namun, semakin dekat ia dengan tujuannya, semakin dalam ia terjerat dalam labirin rahasia kelam yang mengubur masa lalunya dan asal-usul Sistem itu sendiri.
Mampukah Putri Changle mewujudkan dendamnya, ataukah ia hanya pion dalam permainan yang jauh lebih besar dan berbahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itsme AnH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenapa Akhirnya Tidak Berubah?
“Tuan Muda Xie, putriku adalah Putri Chang Le yang secara pribadi dianugerahkan oleh Kaisar. Dia adalah wanita terhormat dengan latar belakang keluarga yang jelas. Bagaimana mungkin ada perjodohan pribadi denganmu?” Suara Nyonya Qin menggema seperti petir yang membelah langit terang, suaranya sarat dengan nada merendahkan.
Ia ingin menghina Xie Zhan dan menunjukkan kepadanya bahwa pria itu tidak pantas untuk putrinya.
Suasana hening di halaman mendadak dipenuhi ketegangan, Xie Zhan merasa terjebak di antara dua lautan emosi—cinta dan kewajiban. Ia merasa bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Dia berdiri di sana, menghadapi kata-kata Nyonya Qin yang seperti duri tajam.
Namun, jiwanya mencari harapan ke arah Song Zhiwan yang hanya berdiri dengan tatapan dingin, seolah dunia di sekelilingnya tiada berpengaruh. Ia berharap Song Zhiwan akan membelanya dan mengatakan bahwa ia masih mencintainya.
Di dalam hatinya, Song Zhiwan berjuang melawan rasa sakit yang menggerogoti. Ia merasa kasihan pada Xie Zhan, tetapi ia juga merasa marah karena pria itu telah mengkhianatinya.
“Jika kamu mencemarkan nama baik putriku lagi, aku tidak akan mengampunimu!” seru Nyonya Qin dengan nada mengancam, yang membuat Xie Zhan mundur selangkah dan jantungnya berdebar kencang. Ia tahu bahwa ia telah melewati batas, dan ia takut akan konsekuensinya.
Xie Zhan terdiam. Di satu sisi, dia ingin melindungi Guan Shiqing secara terbuka. Tapi di sisi lain, dia harus mempertahankan hubungannya dengan Song Zhiwan demi mendapatkan masa depan yang cerah. Ia merasa terjebak dalam situasi yang sulit, dan ia tidak tahu bagaimana cara keluar darinya.
Guan Shiqing yang masih berlutut merasakan beratnya situasi yang mengikat mereka semua, dia membuka mulut demi menyadarkan Song Zhiwan. "Putri, bukankah Anda sering mengatakan pada pelayan ini bahwa Anda sudah lama mencintai Tuan muda Xie dan tidak akan menikahi orang lain selain dia? Kenapa tiba-tiba berubah pikiran hari ini?"
Akan tetapi, perkataannya hanya membawa kemarahan.
"Lancang!" seru Nyonya Qin, suaranya bergema di halaman dipenuhi ketegangan. "Para majikan sedang bicara di sini, apa hakmu sebagai pelayan untuk menyela?"
Guan Shiqing segera menunduk, perasaan takut menghimpit hatinya. Ia tahu bahwa ia telah melakukan kesalahan besar, dan ia takut akan konsekuensinya.
"Seret dia keluar dan hukum dengan 40 pukulan!" seru Nyonya Qin lagi, tanpa ampun dan tidak berbelas kasih. Ia ingin memberikan pelajaran yang setimpal kepada Guan Shiqing karena telah berani mencampuri urusannya.
"Ampun, Wangfei! Saya tidak akan berani lagi, Wangfei," ujar Guan Shiqing, nadanya penuh penyesalan. Ia memohon ampunan kepada Nyonya Qin, berharap wanita itu akan mengasihani dirinya.
Harapan masih menyala di dalam dirinya, Guan Shiqing berpaling kepada Song Zhiwan dengan tatapan cemas, berharap ada belas kasih di mata putri yang dia layani sejak kecil. "Putri, ampuni saya. Saya tidak akan berani lagi. Putri ...."
Xie Zhan menyaksikan semua yang terjadi dengan perasaan hancur, hatinya bergetar menyaksikan Guan Shiqing harus menerima siksa yang begitu menyakitkan. Ia merasa tidak berdaya karena tidak bisa melakukan apa pun untuk membantunya.
Dia merasa terjebak di antara keinginan untuk membantu dan ketakutan akan konsekuensi dari tindakannya. Ia tahu bahwa jika membela Guan Shiqing, ia akan kehilangan segalanya.
Song Zhiwan menahan senyum puas saat suara Momo terus bergema di telinganya, bersaing dengan teriakan putus asa Guan Shiqing. Ia merasa senang karena telah berhasil menghukum Guan Shiqing, dan ia bertekad untuk terus melakukan hal itu sampai wanita itu menderita.
"Arghh... Wangfei, ampuni saya!" Guan Shiqing berteriak, air mata menetes di pipinya. Ia merasa sakit dan terhina karena harus menerima siksaan itu di depan umum.
Di benak Song Zhiwan, suara Momo menggema penuh kemenangan. "Selamat, Host ... poinmu bertambah 50."
Guan Shiqing kembali meraung kesakitan dan memohon, "Putri, tolong pelayan ini ...."
Namun, setiap teriakannya seolah menjadi musik kemenangan bagi Song Zhiwan, disambut suara ceria Momo yang bergemuruh di dalam kepala. "Selamat, Host ... poinmu bertambah 50."
Dengan setiap pukulan yang mendarat di tubuh Guan Shiqing, suara Momo yang penuh keceriaan ikut berdendang di benak Song Zhiwan, seolah merayakan penderitaan sang pelayan malang. Ia merasa puas karena telah berhasil membalas dendam kepada Guan Shiqing.
Dua suara yang bertolak belakang—rintihan Guan Shiqing dan sorakan Momo—menjadi simfoni aneh yang membuat Song Zhiwan hanyut dalam kenikmatan sendiri. Ia merasa seperti dewi yang berkuasa atas hidup dan mati orang lain.
"Zhiwan, kamu terkejut hari ini. Masuk dan beristirahatlah, Ibu akan mengirimkan tabib Kekaisaran untuk memeriksamu." Suara lembut Nyonya Qin menyadarkan Song Zhiwan. Ia merasa khawatir tentang kondisi putrinya, dan ia ingin memastikan bahwa ia baik-baik saja.
Song Zhiwan mengangguk pelan, matanya sekilas menyapu Xie Zhan dengan dingin, lalu menatap pria yang baru saja menyelamatkannya. "Tuan, terima kasih," ucapnya singkat sebelum melangkah pergi. Ia merasa tidak nyaman karena telah berutang budi kepada pria itu, dan ia ingin segera menjauh darinya.
Nyonya Qin sempat mengikuti, tetapi sebuah pikiran menghentikannya. Dengan nada tajam, dia memerintahkan, "Penjaga, kembalikan semua hadiah pertunangan ini ke kediaman Xie!" Ia ingin menghina Xie Zhan dan menunjukkan kepadanya bahwa ia tidak pantas untuk putrinya.
**
Setibanya di dalam kamar, Song Zhiwan langsung memanggil Momo, sebelum akhirnya sebuah layar hologram muncul di hadapannya, berkilauan dengan warna-warna cerah.
Song Zhiwan menatap layar dengan mata berbinar-binar, ekspektasi dan harapan memenuhi setiap sudut pikirannya. Dia benar-benar ingin tahu seberapa jauh jerih payahnya membuahkan hasil.
“Momo, sudah berapa banyak poin yang aku kumpulkan?” tanyanya dengan suara pelan, tetapi di dalamnya ada gumpalan semangat yang tak bisa dipendam.
Momo menjawab dengan nada ramah, "Host, setelah menyelesaikan misi tadi, kamu berhasil mengumpulkan 2020 poin. Ditambah poin awal sebesar 500, totalnya jadi 2520 poin."
"Wow!" seru Song Zhiwan, senyumnya merekah. 2520 poin. Angka itu seperti kunci yang bisa membuka pintu menuju kehidupan baru. Ia tak sabar naik level dan menjajal ruang ajaib.
“Dengan poin sebanyak itu, aku bisa tukar apa saja?” tanya Song Zhiwan, antusiasme tak bisa disembunyikan dari suaranya.
Layar hologram beralih cepat, menampilkan daftar fitur yang bisa ditukarkan dengan poin. Rahangnya menjuntai mendapati beragam pilihan yang menarik hatinya.
- Seribu poin untuk naik level dan membuka ruang ajaib dengan fungsi penyimpanan terbatas.
- Lima ratus poin untuk membuka fitur melihat masa depan.
- Dua ratus poin bisa meningkatkan pesona.
- Seratus poin untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Mata Song Zhiwan langsung memancarkan kilau semangat ketika membaca pilihan yang ada. Pikiran kreatifnya berputar cepat.
Menaikkan level? Melihat masa depan? Atau ... meningkatkan pesona? Sebagai wanita yang terjebak dalam tubuh orang lain, pesona adalah aset berharga.
"Aku bisa meningkatkan pesona?" bisiknya pada diri sendiri.
"Ya, Host, mau beli fitur ini?" tanya Momo dengan suara lembut, tetapi lugas.
Song Zhiwan mengangguk pelan, bibirnya tersungging sedikit senyum. "Hmmm, tingkatkan pesonaku ... aku ingin semakin cantik."
Panel hologramnya berdenyut sebentar, dan suara Momo kembali terdengar. "Poin dikurangkan 200, pesonamu sudah ditingkatkan!"
Song Zhiwan merasakan perubahan halus dalam dirinya. Berjalan ke cermin, ia terpana. Pantulan dirinya tampak lebih bersinar, lebih ... memikat. "Luar biasa!" bisiknya, merasa ini adalah langkah awal yang menjanjikan.
Senyum kecil muncul di sudut bibirnya, perasaan tak sabar mulai merayapi dada. Dengan jari gemetar penuh harap, dia mengklik tombol 'toko' di layar.
Seketika, dunia seakan berubah. Dia kini berada di dalam supermarket yang luas dan megah. Aroma makanan dan parfum bercampur menjadi satu, menggelitik indra penciumannya. Barisan makanan berwarna-warni, perlengkapan mandi, produk kecantikan, bahkan alat elektronik semuanya tersusun rapi, seolah memanggilnya untuk berpetualang.
Tangannya sigap mengambil beberapa makanan favoritnya: biskuit keripik, beberapa cokelat batangan, dan minuman ringan yang selalu bisa menghiburnya saat stres.
Setelah itu, dia beralih ke perlengkapan mandi dan produk kecantikan yang biasa digunakan di dunia modern, mulai dari sabun aromaterapi hingga serum wajah yang membuat kulitnya bersinar.
Tiba-tiba suara merdu Momo muncul, ramah dan jelas. "Selamat, Host ... semua barang yang kamu beli sudah disimpan ke ruang ajaib. Kalau kamu mau masuk, cukup panggil 'Mofa', nanti kamu akan dibawa ke ruang ajaib."
Song Zhiwan mengangguk pelan, mendengarkan lanjutan penjelasan Momo tentang keterbatasan ruang dan cara memperluasnya. Saat dia memanggil 'Mofa' dalam hati, tiba-tiba saja kesadarannya tertarik ke dalam sebuah ruang yang luas dan kosong. Di sekelilingnya, hanya ada rak-rak kosong yang siap diisi dengan barang-barang. Udara di sana terasa segar dan menenangkan, membuatnya merasa nyaman dan aman.
Terdengar jujur dan profesional, tetapi di dalam hatinya, ada suatu dorongan yang menggelitik. Keinginan untuk mengeksplorasi dan menguasai ruang ajaib itu semakin kuat, seolah-olah ada dunia lain yang menantinya di sana.
Namun, itu bukan masalah penting untuk saat ini. Dia kembali ke fokus utama dan bergumam pada dirinya sendiri. "Aku sudah membatalkan pertunangan dengan Xie Zhan, apakah akan ada perubahan pada nasib akhir seluruh kediaman Pangeran Qin?"
"Momo, aku ingin membuka fitur melihat masa depan," kata Song Zhiwan dengan sedikit ketegangan menggelayut di hatinya.
Layar hologram kembali muncul, dan ruangan di sekitarnya berubah menjadi panggung tragedi. Adegan demi adegan mengerikan terputar di depan matanya: Pangeran Qin tergeletak bersimbah darah setelah ditikam Xie Zhan. Nyonya Qin terkapar tak berdaya. Para pelayan berlarian dalam kepanikan, namun tak seorang pun selamat. Dirinya sendiri ... ia melihat dirinya disiksa oleh Guan Shiqing dan Xie Zhan, diseret dan diperlakukan dengan keji.
Napas Song Zhiwan tercekat.
"Kenapa ... kenapa tidak ada yang berubah?" tanya Song Zhiwan, alisnya berkerut saat menyaksikan tragedi yang tak terhindarkan itu. Muka cantiknya dipenuhi rasa tidak senang dan kecewa, seolah-olah beban takdir menimpanya. Pikirannya melayang, mencari cara untuk mengubah jalannya peristiwa.
"Jika ingin mengubah takdir." Suara Momo terdengar dingin dan penuh dendam, "kita harus menginjak-injak Xie Zhan dan Guan Shiqing sampai mati. Pastikan mereka tidak bisa bangkit lagi!"
Kata-kata itu menghantam Song Zhiwan, menambah kegelisahan yang sudah ada.
Thor aku stop baca critanya ya..
diawal crita seru, sekarang SDH seperti crita Indosiar yg terus bersambung..
udah bosan dgn drama guan shiqing..
kok ceritanya ne guan shiqing yg jadi pemeran utama...?
kmana nih momo....... gunakan sistem dong.....
sistem apa? greget bgt.. masalah nya cuma berputar2 di sini aja ga selesai- selesai. trs kelebihan putri cangle apa? masa lemah bgt. mudah di tindas, mau di skip tp penasaran. wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
bagusan pemeran perempuan pas novel perempuan beracun kesayangan pangeran lebih cerdas & keren😄
semangat nulisnya😍😍😍