Codename: Claw, adalah seorang Agent Assassin wanita muda yang berasal dari Asia Tenggara. kemampuan dan kekuatannya jauh diatas rata-rata Agent Assassin lain. walaupun ia bekerja sebagai Assassin, bukan berarti dia adalah seseorang yang jahat. ia bergabung kesebuah Organisasi Rahasia berskala dunia bernama "Balance Keeper", sebuah organisasi yang mementingkan dan menjaga keseimbangan dunia. namun itulah yang menjadi masalah, karena organisasi mereka ada sebuah Organisasi Rahasia lainnya yang ingin menghancurkan Balance Keeper. Mereka meneror anggota Balance Keeper lain dan terus-menerus merusak keseimbangan dunia. dan Claw sebagai Agent Assassin dari Balance Keeper, ingin mengungkap dan menghancurkan mereka. karena salah satu tujuan Claw, adalah membalaskan dendam Ayahnya yang telah dibunuh oleh mereka
ini adalah sebuah Light Novel atau Novel Ringan, yang semuanya spontan dari kepala saya. jadi mohon bantuannya ya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiYA1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 4: The Agreement Has Been Violated Part 2
hari telah berganti, waktu telah menunjukkan tengah hari namun cuaca sedang berawan. Dan disebuah bangunan tak terpakai, terdapat beberapa orang sedang duduk diatas kotak kayu dan terlihat menunggu sesuatu dengan merokok dan juga bermain kartu
Salah satu orang-orang tersebut, sedang menggunakan sebuah Laptop dan melihat-lihat sesuatu. Dan salah satunya lagi sedang memeriksa sebuah Combat Knife ditangannya
mereka adalah anggota dari Iskra. Iskra adalah sebuah organisasi PMC (Private Military Company) yang didirikan oleh seorang pengusaha kaya raya dari Rusia. mereka melakukan bisnis seperti ikut andil dalam perang saudara atau pun dinegara lain, dan bisnis mereka paling besar adalah perdagangan senjata. nama mereka naik didunia bawah karena perdagangan senjata mereka disana
"3 dari 8 anggota menjadi korban hanya untuk merebut sebuah umpan" ucap orang yang memegang Combat Knife dengan nada agak marah
"tenang lah Kапита́н/Kapten, paling tidak kita sudah mengetahui jika barang itu ada negara ini" ucap orang disampingnya
Orang disebut Kapten tersebut mempunyai fisik biasa tetapi mempunyai otot seperti tentara pada umumnya. Rambutnya agak panjang dan diikat kebelakang. Dan 4 orang lainnya mempunyai fisik yang sama tetapi rambut mereka pendek
"Kapten! aku menemukannya!" teriak orang yang berada didepan laptop
setelah mendengar itu, sang kapten langsung berjalan kebelakang orang yang menggunakan laptop dan melihat layar laptop tersebut
layar laptop tersebut menampilkan beberapa kamera CCTV disekitar kota. dan disalah satu CCTV tersebut menampilkan seorang perempuan dengan pakaian Sekolah sedang berjalan sendirian di trotoar. dan perempuan tersebut terlihat memakai kalung yang dicari oleh orang-orang ini
"ketemu..." ucap si Kapten dengan pelan
"siapkan senjata kalian dan juga mobil! Bagi menjadi 2 tim! Watcher tetap disini untuk mengawasi dan bersiaplah untuk kembali ke markas jika misi gagal!" teriak si Kapten
"Yes, Sir!!" jawab keempat bawahannya dengan lantang
dengan begitu 3 orang menyiapkan senjata mereka dan juga 2 mobil untuk mereka pakai. setelah semuanya siap, masing-masing mobil ditumpangi 2 orang. Dan orang yang disebut Watcher tetap tinggal dibangunan tersebut untuk mengintai
30 menit telah berlalu. mobil yang ditumpangi si Kapten kini berhenti dipinggir jalan setelah ia melihat posisi perempuan tersebut. si Kapten melihat sejenak kearah langit yang semakin gelap yang menandakan akan hujan
"kita tunggu saat hujan turun, kemungkinan besar ini adalah sebuah jebakan. jadi bersiaplah apapun yang terjadi" ucap si Kapten dengan menggunakan alat komunikasi di tangannya
"Roger, that" jawab ketiganya
raut wajah gadis yang memakai seragam sekolah tersebut terlihat agak sedih. setelah ia mencium aroma manisan ditoko didekatnya, ia langsung masuk kedalamnya. setelah 5 menit berlalu, ia keluar dari toko tersebut dengan memakan sebuah manisan ditangannya
"Watcher, bagaimana situasi?" tanya si kapten menggunakan alat komunikasi
"tidak ada yang aneh, Kapten. tidak ada yang mengawasinya" jawab si Watcher
si kapten mencoba berfikir untuk skenario apa yang akan terjadi kepada mereka
"sudah pasti ini sebuah jebakan" gumam si kapten
setelah itu gadis tersebut berjalan kembali sebari memakan manisannya. wajahnya terlihat lebih tenang setelah memakan manisan di tangannya
mobil yang dikendarai si kapten, mengikuti gadis tersebut dari sebrang jalan dengan perlahan-lahan agak tidak dicurigai
"ayolah hujan... turunlah sekarang" gumam si kapten
tidak lama kemudian hujan deras turun tanpa disangka. orang-orang di trotoar berlarian untuk mencari tempat untuk berteduh. gadis tadi yang selesai memakan manisannya, langsung berlari juga untuk mencari tempat berteduh
"tetap ikuti gadis itu" ucap si kapten menggunakan alat komunikasi
mobil yang dikendarai si kapten berjalan pelan untuk mengikuti gadis tersebut agar tidak kehilangan jejaknya
tidak lama setelah itu, gadis tersebut berlari masuk ke kawasan kontruksi untuk berteduh. gadis itu berjalan kedalam bangunan bertingkat yang belum selesai dibangun
"semuanya keluar dari mobil dan sergap gadis itu" ucap si kapten menggunakan alat komunikasi
dengan begitu si kapten dengan 1 bawahannya langsung keluar dari mobil dan berlari masuk kearah konstruksi. disusul dengan 2 bawahannya dari mobil lain. keempat orang itu mengeluarkan pistol mereka yang telah dilengkapi dengan sebuah peredam suara/Suppressor di Laras pistol mereka
saat keempat orang tersebut memasuki bangunan yang belum selesai dibangun, si kapten berada didepan menodongkan pistolnya. sedangkan ketiga bawahannya melindungi si Kapten dari titik buta nya
"kemana gadis itu?" gumam salah satu dari ketiga bawahnya
si kapten membuat sebuah isyarat menggunakan tangannya untuk naik kelantai 2. ketiga bawahan yang melihatnya langsung menganggukkan kepala mereka
dengan begitu mereka berempat dengan hati-hati naik kelantai 2 menggunakan lantai tangga. dan saat tiba di lantai 2, tidak ada tanda-tanda keberadaan gadis yang mereka ikuti tadi. melainkan, mereka malah melihat seseorang yang memakai Jaket Trench Coat panjang berwarna putih sedang berdiri diujung lantai bangunan dengan kedua tangan didalam saku
keempat orang tersebut langsung menodongkan pistol mereka kearah orang tersebut. karena rambutnya yang panjang, keempat nya mengambil kesimpulan kalau orang didepannya adalah seorang perempuan
"sudah kuduga kalau ini adalah jebakan" ucap si kapten
sesaat setelah itu, perempuan itu memutar badannya dan menghadap kearah 4 orang tersebut dengan rokok di mulutnya. perempuan itu ada Claw, ia telah menunggu di bangunan tersebut dan menggunakan Chae-rin untuk menjadi umpan
"sudah lama aku tidak melihatmu, Змеиная голова/Snake Head" ucap Claw dengan senyum tipis di mulutnya
"aku tidak ingat pernah melihatmu, tapi aku mengganti namaku menjadi Гадюка/Viper" ucap Snake Head/Viper
Claw memegang rokoknya dengan jarinya dan mengeluarkan asap dari mulutnya
"ayolah, jika keluarga The Serpent mendengar nya kau akan dibunuh oleh mereka. hanya keluarga The Serpent saja yang boleh menggunakan nama itu" ucap Claw sambil tertawa kecil
"tapi ya... kalian juga tidak akan keluar dari sini hidup-hidup" ucap Claw lagi sebari membuang rokoknya
setelah mendengar itu keempat orang tersebut bersiap menembak Claw saat ia melakukan gerakan mencurigakan
"kalau kau bilang begitu, itu berarti kau tahu dimana barang itu" ucap Viper
"ohh.. maksudmu ini?" tanya Claw
Claw mengeluarkan sebuah kalung dari saku jaketnya. dan itu adalah kalung yang mereka cari
"lebih baik kau serahkan saja kalung itu secara damai, atau kami akan akan membunuhmu juga seperti wanita itu" ucap Viper
mendengar itu, Claw menghela nafas dan mengambil topeng masker besi miliknya dari Jaket lalu memakainya
"kalaupun kalian berhasil merebut kalung ini. kalian tidak punya tempat untuk pulang" ucap Claw
"apa maksudmu? dan topeng itu... sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat?" tanya Viper
sesaat setelah itu alat komunikasi milik Viper berbunyi
"angkat saja, mungkin itu darurat" ucap Claw
setelah itu Viper mengambil alat komunikasi tersebut dengan agak ragu
"bicaralah" ucap Viper
"Viper! markas telah diserang!! aku tidak tau siapa mereka, tapi kemampuan mereka tidak seperti manu-" orang yang berbicara langsung terpotong begitu saja seperti ia terkena sesuatu
"hei!! hei!! apa yang terjadi!!" teriak Viper ke alat komunikasi
sesaat setelah itu suara orang lain muncul dari alat komunikasi
"halo... Claw apa kau disana? kau berhutang makan malam denganku" ucap seorang laki-laki dari alat komunikasi milik Viper
"tentu! akan ku kabari nanti!" ucap Claw dengan agak keras agar laki-laki itu mendengarnya dari alat komunikasi
setelah itu komunikasinya terputus, dan Viper terlihat marah. lalu ia menghubungi seseorang menggunakan alat komunikasinya
"Watcher!! keluarlah dari negara ini dan bantu markas sebisa mungkin!" teriak Viper
namun tidak ada balasan sama sekali dari Watcher
"Watcher!? Watcher!?" teriak Viper
setelah itu bukannya Watcher yang menjawab, namun itu suara seorang perempuan
"maaf, sepertinya teman mu tidak bisa menjawab. jadi aku yang mengangkatnya" ucap perempuan tersebut
suara perempuan tersebut adalah suara milik Arin, anak didik dari Yeonwha The Needle. ia telah berada di bangunan tempat Watcher bersembunyi. dan Watcher kini telah mati dengan kepalanya yang telah dipenggal oleh Arin menggunakan pedang pendek miliknya
"brengsek!" ucap Viper dengan marah dan melempar alat komunikasinya
dengan begitu, kini posisi Viper telah terpojok. markasnya telah diserang, Watcher telah terbunuh. sekarang hanya tinggal mereka berempat menghadapi Claw yang seorang diri. keringat dingin keluar dari tubuhnya, pikirannya campur aduk, dan ia merasa tidak akan menang melawan Claw. entah apa yang bisa ia lakukan di posisi sekarang