NovelToon NovelToon
Sofía dan CEO Mafianya

Sofía dan CEO Mafianya

Status: tamat
Genre:Mafia / Selingkuh / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: lopez ibarra

Sofía hanyalah gadis yatim piatu yang berjuang hidup di New York—kuliah sambil bekerja sebagai resepsionis, tanpa keluarga, tanpa sandaran. Sampai satu malam di sebuah pesta mewah, ia berpapasan dengan Alejandro: CEO miliarder yang tampan, dingin, dan menyimpan satu rahasia mematikan—ia pemimpin mafia Rusia yang ditakuti seluruh dunia hitam.

Pria yang tak percaya cinta itu tiba-tiba menginginkan Sofía menjadi miliknya seorang. Namun di balik gairah dan kemewahan yang memabukkan, tersembunyi pengkhianatan, kecemburuan, dan sebuah tragedi yang akan menghancurkan segalanya.

Ketika takdir melemparkannya jatuh, Sofía menemukan kebenaran yang mengguncang: ia bukan sekadar gadis miskin, melainkan putri yang hilang dari sebuah dinasti mafia berkuasa. Dan di sanalah ia bertemu Fernando Valentini—sang "Bestia", raja dunia hitam yang kejam sekaligus pemilik imperium bisnis yang tak tersentuh. Seorang pria yang bersumpah takkan pernah lagi mencintai... sampai ia bertemu perempuan yang mampu meruntuhkan setiap tembok di hatinya.

Di antara dua raja dunia hitam yang sama-sama berbahaya, di antara cinta, dendam, dan darah, Sofía harus memilih. Tapi dalam dunia tempat kekuasaan adalah segalanya dan nyawa bisa lenyap dalam sekejap, apakah cinta sejati sanggup bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lopez ibarra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Kami berada di tepi kolam renang ketika seorang wanita masuk. Dia sangat cantik, tapi sangat sombong, dan menempel pada setiap pria yang lewat di depannya. Namun aku tak menganggapnya penting.

Hari mulai gelap dan Carol menghilang bersama seorang pria, meninggalkanku sendirian.

"Halo, kenapa sendirian saja?" tanya seorang pria sambil duduk di sampingku.

"Mm, aku cuma menunggu temanku," jawabku.

"Temanmu yang memakai bikini putih itu, kan?" tanya pria itu.

"Ya," jawabku.

"Dia pergi bersama temanku, jalan-jalan ke pantai."

"Oh, begitu," kataku.

"Kalau kamu mau, kita bi—" Pria itu tak sempat menyelesaikan kalimatnya karena sebuah suara seksi memotongnya. Ternyata wanita sombong dan menyebalkan yang tadi kulihat.

"Sedang apa kamu di sini, Julián? Ayo ke kamarku, kita bersenang-senang sebentar," katanya sambil menatapku dengan tatapan jijik.

"Ya sudah, ayo," kata Julián.

Mereka pun pergi bersama.

Aku tetap duduk santai. Semua orang sudah pergi ke kasino di dalam klub ini, dan aku tidak ikut karena sejujurnya aku tak tahu apa-apa soal itu.

* * *

POV Alejandro

Hari sudah malam dan aku menuju klub. Aku masuk, menyapa Bruno, dan dia memberiku kunci sebuah kamar. Aneh rasanya, karena aku belum memilih kamar mana pun, tapi aku tak sempat menanyakannya karena dia sedang menuju kasino ditemani seorang wanita.

Aku naik ke kamar. Saat hendak membuka pintu, aku mendengar suara desahan. Aku ragu untuk masuk, tapi kemudian aku mendengar sebuah nama yang tak asing, dan aku pun masuk. Betapa terkejutnya aku, Morgan sedang menunggangi seorang pria. Aku terpaku, bukan karena aku terlalu peduli, melainkan karena dia selama ini terus mengaku begitu mencintaiku. Dia menoleh ke arahku dan hampir terkena serangan jantung. Aku keluar sambil berpikir bahwa akhirnya aku punya alasan untuk mengakhiri hubungan dengannya.

Dia keluar dari kamar dengan pakaian sudah lengkap, diikuti pria itu yang langsung lari begitu melihatku. Aku bersyukur, tapi aku tidak tertawa. Aku hanya diam serius, menunggu apa yang hendak dikatakan Morgan.

"Alejandro, maafkan aku…" Aku tak membiarkannya menyelesaikan kalimat.

"Kita putus. Aku mau kamu enyah dari klub ini dan jangan pernah mencariku lagi, atau kamu tahu sendiri apa yang sanggup kulakukan," kataku.

"Aku tidak takut. Kumohon, biarkan aku menjelaskan," pinta Morgan.

"Kalau kamu terus, akan kubuat kamu dan seluruh keluargamu jadi gelandangan. Jadi berhenti dan enyahlah, atau kupanggil pengawal, dan aku tak peduli seberapa besar keributan yang kamu buat," ancamku.

Morgan tahu betul apa yang sanggup dilakukan Alejandro, dan bahwa dia takkan segan-segan membuatnya jatuh miskin. Dia mengambil barang-barangnya lalu pergi. Alejandro memanggil Bruno dan meminta kamar lain, karena dia tak mau berada di kamar itu. Dia pergi ke kamarnya, berganti pakaian, lalu turun ke kolam renang. Dia merasa lega, karena beban besar baru saja terangkat dari pundaknya.

Dia duduk di tepi kolam. Saat menoleh ke ujung yang lain, dia melihat sesosok wanita berbikini yang sedang berbaring. Wanita itu cantik, dengan tubuh yang luar biasa. Dia memutuskan untuk mendekat.

"Halo, boleh aku menemanimu?" tanya Alejandro.

* * *

POV Sofía

Seorang pria yang sangat tampan datang menghampiri, berotot dan dengan tatapan yang menembus. Aku merinding saat dia bertanya apakah dia boleh menemaniku. Aku butuh waktu sejenak untuk menjawabnya.

"Ya, tentu," jawabku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!