NovelToon NovelToon
KING D

KING D

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Duniamasadepan / Kiamat / Epik Petualangan / Mengubah sejarah / Dunia Masa Depan / Evolusi dan Mutasi / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:803.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lelevil Lelesan

Dia lahir dalam kegelapan meski cinta kasih dari orang-orang yang melindunginya mengiringi perjalanan hidup sebagai warga sipil. Namun, hal itu tak membuatnya lupa akan siapa jati dirinya.

Dunia yang mendadak kacau karena wabah Monster menyeruak akibat pihak-pihak menginginkan kekuasaan dengan mengubah dunia, membuat para cendekiawan mafia mengamankan aset-aset berharga mereka berupa manusia yang mampu berevolusi.

King D bangkit saat dunia terpuruk. King D yang pernah merasakan duka, dendam dan cinta, membuat dirinya sempurna saat kembali hidup di dunia yang terasa bagaikan kiamat.

Mampukah King D dan jajarannya mengembalikan dunia seperti yang ia ingat sebelum petaka terjadi?

Siapakah dalang yang membuat Bumi kacau dan populasi manusia hampir musnah?

Dan siapakah orang yang membuat mereka memiliki kemampuan tak lazim layaknya manusia normal?

Simak kisahnya dari karya ke-9 by Lelevil Lelesan 💋
#fantasiurban

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lelevil Lelesan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Para Penyerang*

Praktis, Obama Otong pucat seketika. Kini, 10 pasang mata menatapnya tajam.

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.

"Aku cukup yakin dengan yang kudengar, Obama. Maksudmu ... kami dicuci otak, begitu?" tanya Polo menatap Otong tajam hingga pria itu malah bergidik ngeri karena mata biru Polo menyala terang.

"Kau yang bilang sendiri pada kami untuk jujur tentang semuanya, dan sudah kami katakan yang sebenarnya. Sekarang, giliran kami menagih kejujuran darimu," tegas Hugo ikut menatap Otong tajam hingga pria botak itu menelan ludah.

"Oke, oke. Calm, sabar ... jangan esmosi. Sini, sini, kita lesehan dulu. Otong akan kasih dongeng sebelum perang. Duduk sini, Nak. Ayo, ayo," ajaknya kikuk karena takut dikeroyok atau bahkan dipukuli.

Marco dan kawan-kawannya menuruti perintah lelaki asal Jawa itu. Dan akhirnya, Obama Otong menceritakan kisah yang sudah berpuluh-puluh tahun lamanya tersimpan rapat.

"What?! Jadi sebenarnya ... kami berdua selama ini sudah terlibat dalam kehidupan mafia? Tapi ... karena permintaan Vesper di akhir hidupnya untuk mengamankan masa depan kami, para mafia senior menghapus ingatan kami? Begitu?!" pekik Marco sampai matanya melotot.

"Nah, pinter," jawab Obama dengan dua jempol dan senyum merekah.

"Lalu ... karena King D menguping saat itu, jadi hanya kau dan dia yang tak terkena dampak dari gas halusinasi untuk mencuci otak? Wow!" sahut Polo sampai sulit untuk menjabarkan isi pikiran dalam ucapan.

"Ya, begitulah. Kita kan anak-anak jenius, jadi ya ... gak gampang dibodohi. Namun, ada gunanya 'kan Otong dan King D gak kena dampak. Toh, kalian jadi tahu kisah sebenarnya," ucap Otong terlihat bangga, tapi bagi Marco dan Polo mereka seperti dipermainkan.

"Jadi ... kami berdua sebenarnya memiliki banyak teman?" tanya Polo, dan Otong mengangguk mantap dengan dua tangan melipat di depan dada. "Biar kutebak, mereka masih tertidur?" Otong kembali mengangguk. "Jadi ... kapan mereka bangun? Jujur, aku merasa senang karena ternyata dulu aku memiliki kehidupan yang tak pernah kuduga sebelumnya," sambung Polo dengan senyum terkembang.

"Soal itu, Otong gak yakin. Harus liat penunjuk waktu pada tabung buat tahu kapan mereka bangkit," sahutnya malah melihat atap ruangan.

"Wait, wait. Kau malah senang karena dulunya memiliki pengalaman hidup menyeramkan di kalangan mafia?" tanya Robin heran menatap kawannya lekat.

"Bukan begitu. Seperti yang kubilang sebelumnya. Aku merasa, ada gejolak lain dalam diriku. Maksudnya, bukan sekedar sebagai warga sipil. Aku dan Marco seperti terbiasa hidup dalam kondisi mencekam. Hanya saja, saat itu kupikir jika hal tersebut efek dari terlalu banyak menonton film action," jawab Polo santai, tapi Marco dan Otong malah terkekeh.

"Hem, tapi kurasa ada benarnya juga. Saat mereka hidup dengan banyak monster, Marco dan Polo tampak biasa saja. Sedang kita, ketakutan setengah mati," sahut Chen pucat seketika.

"Baiklah! Aku jadi bersemangat! Itu karena masih banyak orang yang hidup meski dalam tabung. Jadi, ayo bangunkan mereka dan ajak untuk membantu membasmi para monster!" seru Marco semangat dan disoraki oleh semua orang yang sependapat dengannya.

"Maaf jika mengecewakan. Namun, aku dan Irina sudah sepakat jika hanya para senior yang akan dibangunkan, tidak dengan para generasi muda. Jadi, bersabarlah. Kita tetap akan membangunkan orang-orang itu saat dunia kembali stabil," sahut King D yang berjalan dengan gagah bersama Irina di sampingnya.

"Wow! Kalian tampak keren. Dapat dari mana seragam itu?" tanya Ritz menunjuk.

"Oh, ini pakaian tempur kami buatan Vesper Industries. Hanya orang-orang khusus yang memiliki set perlengkapan ini. Tak usah iri. Jika nanti kita berhasil tiba di tempat penyimpanan, kalian akan kuberikan seragam yang hampir serupa. Seragam para tentara Black Armys," jawab King D santai seraya menggandeng tangan Irina.

"Aku tak nyaman melihat kalian menggunakan pakaian militer," ucap Irina yang mengejutkan tim Marco-Polo.

"Maaf, hanya saja, pakaian ini membuat kami merasa aman," sahut Lucas dan diangguki kawan-kawannya yang mengenakan pakaian tentara hasil temuan mereka saat berpetualang.

"Biasakanlah, Sayang. Tujuan mereka bukan untuk memenjarakan mereka. Ingat, mereka satu tim dengan kita," ucap King D memberikan pengertian, tapi Irina terlihat masih tak sepemahaman.

Para lelaki itu hanya bisa memaklumi hal tersebut mengingat kawan baru mereka dari kelompok mafia.

"Okeh! Kita pergi dari sini! Semuanya, bersiap!" seru Otong mengomandoi seolah dia pemimpinnya.

Orang-orang segera berdiri. Otong bersama King D dan Irina, mengendarai helikopter khusus yang menurut informasi dari pria gundul itu, kendaraan tersebut diciptakan oleh salah satu anak Vesper, Jonathan Benedict bersama timnya.

"Kapasitas helikopter kalian sangat besar! Bahkan kuyakin bisa mengangkut kami semua. Kenapa harus dua kendaraan?" tanya Edward heran dan kagum saat semua peti-peti itu bisa masuk ke dalam kendaraan besi tersebut.

"Kamu itu amnesia, atau pura-pura bego ya? Gak denger kata bos D? Kita mau bangunin para senior, woi! Butuh tempat buat mereka duduk. Masa mereka kita gantungin di luar helikopter kaya jemuran?" sahut Otong kesal bertolak pinggang.

"Ah, aku lupa," ucap Edward yang merasa jika pria bernama Otong ini sangat sulit ditentang tiap penjelasannya.

Akhirnya, dua helikopter berhasil lepas landas dengan sempurna meninggalkan markas di Rusia.

Tentu saja, suara gemuruh baling-baling tersebut membuat para monster yang masih berada di sekitar markas langsung terfokus pada pergerakan besar tersebut.

"Hag, hag!" erang salah satu monster saat melihat benda terbang itu meninggalkan wilayah.

Namun, para monster malah berlari mengejar. Irina melihat dari balik jendela helikopter di mana ia dan King D bisa duduk di depan dengan Otong sebagai pilotnya.

"Mereka merasakan keberadaanku, King D. Bagaimana jika mereka mengikuti kita sampai ke tujuan? Itu akan sangat berbahaya. Mungkin aku akan selamat, tapi kalian?" tanya Irina cemas.

King D tersenyum tipis seraya menggenggam tangan kiri kekasihnya lembut. "Otong, percepat. Anggap saja kita terburu-buru," pinta King D santai.

"Bisa aja sih, Bos, tapi ... kalau timnya Marco-Polo ketinggalan gimana?" tanya Otong ragu untuk menjalankan perintah bosnya.

King D menghela napas pelan. "Percepat sedikit saja. Setidaknya, agar para monster itu tak menemukan jejak kita," tegasnya.

"Wokeh!" jawab Otong semangat.

Di helikopter tim Marco-Polo.

"Wow! Kenapa mereka tiba-tiba saja menjadi kencang? Mereka tak bermaksud meninggalkan kita 'kan?" tanya Ritz yang menjadi pilot helikopter.

"Dasar para mafia tukang pamer! Cepat kejar mereka! Jangan sampai kehilangan jejak!" titah Marco kesal.

Ritz dan Edward terlihat serius mengunci pergerakan helikopter yang ditumpangi oleh King D, Irina dan Obama Otong.

Mata King D, Irina dan Otong melebar saat mereka melintasi permukaan di mana terlihat jelas jika kota-kota yang dulunya begitu ramai oleh manusia serta segala macam hiruk-pikuknya, tiba-tiba seperti kota mati yang terbengkalai.

"Ke mana orang-orang? Masih adakah yang hidup?" tanya Irina terlihat tegang.

"Menurut informasi dari Marco-Polo, orang-orang kita berhasil selamat dan tinggal di Seward, Alaska. Namun, ke sananya nanti saja setelah menuntaskan pekerjaan kita," sahut Otong yang tetap fokus mengemudi.

Irina dan King D bernapas lega. Mereka senang karena banyak dari manusia yang berhasil bertahan dari wabah monster.

Saat dua helikopter melintasi daratan, tiba-tiba saja sensor di bawah helikopter memindai sesuatu hingga moncong senjata itu bergerak seperti membidik sesuatu secara otomatis.

"Ada apa?" tanya Irina karena melihat layar utama pada helikopter bergerak.

Otong tak menjawab karena ikut bingung. King D dengan sigap melihat ke samping dari balik jendela. Seketika matanya melebar.

"Misil!" teriaknya lantang.

Benar saja, SWOOSH!!

"AAAA!" teriak Irina histeris saat Otong melakukan manuver tajam hingga posisi kendaraan terbang itu seperti jatuh ke samping di udara.

Ternyata, tim Marco-Polo menyadari jika terjadi serangan dari permukaan ke arah helikopter mereka.

"Polo! Apa yang terjadi?!" pekik Lucas panik saat mereka ikut terkena luncuran misil dari reruntuhan bangunan.

Polo dengan sigap berjongkok di samping pintu helikopter di mana kendaraan terbang mereka memang membiarkan pintu terbuka. Polo melebarkan mata dan mendapati beberapa manusia membidik mereka.

"Sepertinya mereka dari pihak militer! Mereka menggunakan seragam tentara!" seru Polo yang teriakannya terdengar sampai ke sambungan komunikasi di helikopter King D.

"Militer? Mereka masih bertahan. Hem, baguslah. Mari datangi mereka," tegas King D menyeringai.

"Alah hiyung. Musuh kita yang nyata itu para monster, Bos D, bukan manusia. Kita harus melestarikan manusia meski itu dari pihak militer sekalipun!" sahut Otong yang berhasil menghindari serangan misil.

"Jangan banyak bicara! Hancurkan persenjataan mereka lalu mendarat. Cepat!" titah King D garang.

"Kalian denger yang bos D katakan?! Hancurkan persenjataan mereka, tapi biarkan manusianya idup!" seru Obama Otong mulai mengaktifkan seluruh sistem persenjataan otomatis pada helikopter.

"Yes, Sir!" jawab Hugo bersiap dengan senapan mesin gatling.

Seketika, suara lontaran peluru memekakkan telinga santer terdengar. Beruntung, sistem persenjataan dari helikopter kargo ciptaan Jonathan Benedict mampu menggelontorkan senjata otomatis untuk menghalau segala jenis serangan. Otong terlihat fokus menukik dan menghindari serangan.

Hingga tiba-tiba, BLUARRR!!

"Yeah! Aku berhasil menghancurkannya!" seru Marco girang usai berhasil menembakkan beberapa granat menggunakan senapan pelontar granat dari atas helikopter hingga timbul ledakan besar di permukaan.

"Kerja bagus. Aku rasa keadaan sudah aman. Tetap waspada dan siagakan senjata," titah King D terlihat tenang.

"Yes, Sir!" jawab semua pria usai tak ada lagi balasan tembakan dari sarang penyerang.

Dua helikopter mendarat di dekat kepulan asap dan kobaran api yang masih menyeruak. Pilot dan co-pilot tetap berada di posisi mereka jika sewaktu-waktu helikopter harus lepas landas, tapi tidak dengan Obama Otong. Pria gundul itu malah ikut turun untuk melindungi tuannya.

"Dia ini bodoh atau bagaimana? Dia meninggalkan helikopter begitu saja?" celetuk Fabio terheran-heran dengan senapan laras panjang dalam genggaman.

"Sudahlah. Percuma kau menegurnya. Pasti dia memiliki alasan untuk membuatmu malu nanti. Biarkan saja," sahut Bruno malas meladeni pria Jawa itu.

Tiba-tiba, King D menghentikan langkah dan mengangkat tangan kanan dengan kepalan ke atas.

Tim Marco dan Polo langsung menyiagakan senjata. Membidik apa pun yang dirasa mencurigakan dari balik asap pekat itu.

King D mengedipkan matanya berulang kali hingga manik matanya berubah menjadi silver. King D bisa melihat pergerakan dari balik kepulan asap di mana para manusia yang selamat ternyata sedang bersiap untuk menyerang mereka lagi.

"Menghindar!" seru King D lantang yang mengejutkan semua anggota timnya.

***

ILUSTRASI

SOURCE : GOOGLE

Uhuy ada tips lagi😍 Lele padamu💋Hujan bikin ngantuk. Bobo dulu ah😴

1
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
sekali tembak keluar ya tiga😅😆
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
haissss mp ya🤧😆
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
hadeuh si jojo ini🤭😆
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
ȷgᥒ ᥴᥲ⍴ᥱk² ᥡᥲ kᥲkᥱk Martin😃
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
ᥱһ ᥱһ ᥱһ sᥙᥒ ᥲ𝗊 mᥲᥙ ძᥙsᥙᥒ dong🤣
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
anjai gw Sampek merinding baca ya....
kangen mas kai dan mba vesper😭😭
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
wahh si jojo mnta diketuk mke palu sma ayah han
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
busyett tmbah galak aj si junet
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
songong bnget si otong tar dikutuk jdi gundu loh sama para om om itu😃
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
yg gw suruh baca my bjo karna dia adalah ras jawa barat😃
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
kakek one kakek han😃
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
ahh aku rindu masa² dor dor😀
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
wadaowh ini mah parah
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
kek bpk ya eric doyan bnget mke celana dalem doang🤧🤣
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
bkin greget si hope hope bentol ini🤨
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
ceburin aj kelaut si iotong nackal🤣
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
jdi tuyul si otong gk keliatan pas kek orang ye botak😃
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
otong bener²duplikat ya si eko😃
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
ehh ketemu babang Daniel tar😄
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
aku jga laper🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!