Aqila dan Arga adalah sepasang suami istri yang terpaksa menikah. Ini adalah keinginan dari Sherly sahabat dan juga calon istri dari Arga.
"Kumohon ini adalah permintaan terakhirku." Kata kata itu yang membuat mereka bersatu. Meskipun awalnya mereka terpaksa untuk menikah. namun lama kelamaan meraka merasa nyaman satu sama lain.
Apakah mereka akan selalu bahagia? Bagaimana jika Sherly kembali? Siapa yang akan di pilih Arga pada akhirnya?
Yuk simak cerita selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhila dila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 35
Sesampainya di kantor Arga, Aqila sedikit ragu untuk masuk ke dalam. Namun Dimas berhasil membujuk Aqila sehingga Aqila mau masuk ke dalam kantor menuju ruangan Arga suaminya. Di depan ruangan Arga, langkah Aqila terhenti sebab ia mendengar suara Sherly dari dalam ruang suaminya.
"Kak aku pergi aja ya kak. di dalam udah ada Sherly yang nemenin mas Arga."
"Tunggu dulu Qila. mending kita dengarkan apa yang mereka bahas. Jika memang mereka masih saling suka kamu bebas pergi kemana pun. tapi jika sebaliknya kamu harus masuk ke dalam dan kembali ke suamimu."
Akhirnya Aqila menuruti perkataan Dimas dan mereka berdiam diri di depan pintu ruangan Arga sambil mendengarkan percakapan di dalam sebab pintu ruangan Arga sedikit terbuka.
"Aku udah jelasin semua Sher. Aku udah bilang sama kamu kalau aku sekarang udah menikah dengan Aqila. Aku gak mau nyakitin hati dia."
"Tapi aku masih sayang sama kamu Ga. Aku gak bisa ngelepasin kamu gitu aja."
"Tapi aku gak mau balik ke kamu Sher. Aku udah punya Aqila sekarang."
"Kenapa sih kamu lebih memilih wanita itu. dia udah merebut kamu dari aku. dia gak beda jauh dari seorang jalang."
"Jaga mulut kamu Sher. Dia istri aku. Dia dunia aku saat ini. Aku sangat mencintainya. Jangan pernah kamu merendahkan Aqila."
"Istri kata kamu. trus kenapa dia ninggalin kamu gitu aja? Bisa aja kan dia pergi sama lelaki lain. kamu mau aja ya di tipu sama dia."
"Dia pergi juga karena ulah mamah mu Sher. Dia yang buat Aqila menjauh dari aku."
"Harusnya dia yakin dong sama suaminya. bukan malah pergi sama lelaki lain. Kamu tuh bodoh Arga. Dia udah ninggalin kamu. ngapain kamu masih mengharapkan dia. sedangkan aku disini yang jelas jelas setia sama kamu di biarkan begitu saja."
"Kalau kamu datang dengan niatan untuk merusak rumah tangga aku lebih baik kamu pergi. Jangan pernah muncul di hadapan aku lagi."
"Kamu ngusir aku Arga. Ga kumohon jangan seperti ini. Aku masih sangat mencintaimu Ga. Perasaan ini gak pernah berubah sama kamu."
"Aku sangat mencintai istriku. Lebih baik kamu pergi dari sini. sebelum aku kehilangan kendali. dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi."
Setelah mendengar itu Sherly pergi meninggalkan Arga. Aqila dan Dimas yang mendengar suara langkah kaki mendekat. mereka segera masuk ke ruangan Dimas yang tepat di sebelah ruangan Arga. Saat yakin jika Sherly sudah pergi. mereka keluar dari tempat persembunyiannya dan masuk ke dalam ruangan Arga yang pintunya terbuka.
Saat masuk Aqila melihat Arga sedang berdiri membelakangi pintu masuk sambil menghadap jendela besar ke luar sana.
"Kamu dimana sayang. kumohon kembalilah. Aku membutuhkan kamu." gumam Arga yang masih bisa di dengar oleh Aqila.
Aqila mengendap menghampiri Arga lalu memeluk suaminya itu dari belakang. Sedangkan Dimas memberi privasi untuk sepasang suami istri itu. ia memilih kembali ke ruangannya dengan sebelumnya menutup pintu ruangan bos nya itu.
"aku disini mas. Maaf aku udah pergi. Maaf aku udah ngeraguin kamu."
Arga yang mendengar suara Aqila langsung mengurai pelukan Aqila dan berbalik menghadap Aqila. Aqila dapat melihat jelas bahwa Arga sedang menangis.
"Jangan nangis mas. Aku janji gak akan ninggalin kamu lagi." Ucap Aqila sambil mengusap air mata di pipi Arga
Arga langsung memeluk Aqila dan tak henti mengucapkan syukur atas kenbalinya Aqila.
"Kamu dari mana saja sayang? Aku benar benar frustasi saat kamu ninggalin aku. Jangan pergi pergi lagi ya sayang. aku sayang banget sama kamu. aku sangat sangat mencintai kamu."
"Aku gak akan pergi lagi mas. aku mau sama kamu. Aku juga sayang mas sama kamu. aku cinta sama kamu."
Arga menuntun Aqila untuk duduk di sofa ruangannya. Ia membelai perut istrinya yang semakin membuncit.
"Sayang apa kabar kamu nak. maafin ayah ya. gak bisa belai kamu." Ucap Arga sambil mengelus perut Aqila. terasa tendangan kecil dari baby mereka. "Dia merespon sayang. aku sangat merindukan ini." Di kecupnya perut Aqila.
"Mas geli ih."
"Mas juga rindu sama ini." Ucapnya sambil mengecup bibir istrinya.
"Mas ini di kantor loh. gimana kalau ada yang masuk." Arga hanya terkekeh mendengar penuturan istrinya.
"Kamu selama ini tinggal di mana sayang?"
"Aku.. Aku tinggal di apartemennya Kak Rendi mas."
"Sialan. dia selalu bilang dia gak tau kamu dimana. ternyata dia yang udah nyembunyiin kamu. liat aja nanti."
"Jangan dendam sama Kak Rendi mas. aku yang nyuruh untuk merahasiakan ini. Malah setiap hari dia selalu menyuruhku untuk kembali padamu mas. tapi karena aku masih merasa ragu jadi aku gak mau pulang ke kamu."
"Jangan pernah ragu sama perasaanku sayang. aku benar benar mencintai dan menyayangimu. aku gak bohong. Kamu jangan percaya sama Mamah Lisa. Mas mohon percaya sama mas."
"Aku percaya sama kamu mas. Aku sudah mendengar sendiri percakapan antara kamu dan Sherly barusan. Aku sudah sangat yakin saat ini. Makasih mas udah milih aku jadi pendamping kamu." Aqila menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya dan memeluk Arga sangat erat.
Arga balas memeluk Aqila. Lalu tiba tiba terdengar suara perut Arga yang minta di isi. Aqila melepas pelukan terhadap suaminya.
"Kamu kaya kelaperan gitu mas. kamu belum makan?"
"Aku gak nafsu makan sayang. kalau gak salah terakhir aku makan tuh kemarin siang."
"Ya Allah mas. kalau kamu sakit gimana? Sekarang aku ke kantin sebentar. aku beli makan dulu. kalau beli makan ke luar itu terlalu lama."
"Jangan pergi sayang disini saja. biar aku telfon bagian kantin agar mengantarkan makan untuk kita berdua."
Mereka bercerita ini dan itu. Tak lama makanan yang mereka pesan datang. Mereka makan dengan sangat lahap.
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Arga masih asik berkutat dengan pekerjaannya. sedangkan Aqila memilih istirahat di tempat istirahat pribadi suaminya.
"Sayang bangun.. Ayo kita pulang."
"Mas udah selesai kerjaannya?"
"Sudah. Ayo kita pulang sayang. Sebelum itu kita ambil dulu semua perlengkapan kamu di apatemen Rendi."
"Baiklah. ayo."
Mereka berjalan beriringan keluar dari ruangan Arga. Arga sangat posesif menjaga Aqila.
"Hati hati sayang."
"iya mas."
"Jangan terlalu cepat sayang jalannya pelan pelan saja. nanti kamu jatuh kalau terlalu cepat."
"Baik masku."
"Aduh kok lobi ramai sekali sih. gak biasanya. atau aku suruh mereka kembali ke ruangan masing masing dulu ya."
"Gak usah mas. mereka juga kan sama sama mau pulang."
"Gimana kalau mereka nanti nabrak kamu. gimana nanti kalau kamu jatuh karena kesenggol mereka. aduh aku gak bisa biarin ini terjadi." Arga menjaga Aqila dari orang orang yang tak sengaja melintas di dekatnya.
"Mas kok jadi cerewet gini sih. Mending kaya gini aja kita jalannya." Aqila merangkul lengan Arga agar mereka jalan beriringan.
"Tapi sayang.."
"Mas gak malu jagain aku kayak pengawal. Malu tuh mas di lihatin karyawan kamu."
"Biarin. aku cuma mau jagain istri dan anak aku aja kok. emang salah ya."
"Terserah mas aja deh." Pasrah Aqila.
Mereka sampai ke mobil Arga dengan sigap membukakan pintu untuk Aqila dan ia mengitari mobilnya untuk duduk di kursi kemudi. Mereka pun membelah keramaian dengan mobil yang melaju sedang. tak lupa mereka membawa barang Aqila di apartemen Rendi sebelum mereka pulang ke rumah.
cuman kurang greget ceritany,tp tetap semangat ya thor,dan semoga banyak yg baca ceritamu 😊😊😊
pahit ditengah
ending yg maies