Persahabatan yang sudah terjalin selama 20 tahun antara Moetia dan Manda diambang kehancuran karena kehadiran seorang pria bernama Bagas.
Manda yang sudah mencintai Bagas sejak kuliah tidak mengetahui jika Bagas adalah atasan Moetia di kantor nya.
Dan saat Moetia mulai jatuh hati pada Bagas, dia baru tahu bahwa sahabatnya juga mencintainya
Lalu siapakah yang dicintai Bagas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Siang
Moetia berniat pulang ke rumahnya.
Tapi di jalan dia terus berfikir bahwa seperti nya ada yang terlupa olehnya.
Dia lalu memeriksa ponselnya.
Moetia menepuk jidatnya sendiri
" Astaga! Gio masih di restoran " gumam nya
Moetia mempercepat laju mobilnya dan menuju ke restoran tempat dia janjian dengan Gio dua jam yang lalu.
Moetia memarkirkan mobilnya dengan cepat lalu bergegas masuk ke dalam restoran
Moetia menghela nafas nya lega, seperti dugaan nya Gio masih ada disana menunggunya.
Moetia segera menghampiri Gio.
Gio tersenyum saat melihat Mutia datang
" Aku mengira kamu melupakan janji mu dan tidak datang " ucap Gio sambil berdiri dan menarik kursi untuk Moetia.
Moetia jadi tidak enak hati
" Maafkan aku sebenarnya ada urusan mendadak dan membuatku tak bisa menghubungi mu " terang Moetia
" Pasti urusan Bagas ya? " tanya Gio
Moetia menganggukkan kepalanya dengan cepat.
" Bagaimana kamu bisa tahu? " tanya Moetia
" Memang urusan apalagi yang bisa menahanmu selama 2 jam? " ucap Gio sedih.
Moetia makin tidak nyaman dan tidak enak hati
" Em aku minta maaf sekali lagi, bagaimana jika besok aku mentraktir mu makan siang lagi disini? dan aku berjanji aku tidak akan terlambat lagi " bujuk Moetia sambil tersenyum manis pada Gio
" Baiklah " jawab Gio singkat
Melihat reaksi Gio seperti nya dia belum sepenuhnya memaafkan Moetia.
Moetia menarik tangan kanan Gio dan menggenggamnya
" Ayolah, jangan marah! aku tahu aku salah membiarkan mu menunggu disini selama dua jam..."
" Dan kelaparan ! " seru Gio menyela ucapan Moetia
Moetia membulat kan matanya kaget
" Iya aku salah membuat mu kelaparan, sebagai permintaan maaf ku, kamu boleh kok pesan makanan apapun yang kamu mau " bujuk Moetia lagi
" Baiklah, jangan menyesal ya! " ucap Gio bersemangat
Moetia mengangguk senang
Gio memanggil seorang pelayan untuk memesan.
Gio sengaja memilih makanan dengan porsi sedikit yang harganya mahal hingga dia memesan lebih dari lima menu.
Moetia hanya tersenyum melihat apa yang Guo lakukan.
" Hari ini kamu akan kehilangan banyak uang Moetia " seru Gio sambil me naik turun kan alisnya.
" Baiklah, tapi lain kali aku yang akan menghabiskan uang mu " balas Moetia
Makanan pun sudah datang, Moetia dan Gio mulai makan.
" Kenapa kamu masih datang? " tanya Gio sambil mengunyah makanan nya
" Karena aku yakin kamu masih menunggu ku! " jawab Moetia santai
" Bagaimana kalau aku sudah pulang? " tanya Gio lagi
" Aku mengenalmu lebih dari dua tahun Gio, dan teman wanita mu hanya aku, Gina dan kak Diana saja. Aku tahu kamu tidak akan pulang sebelum menepati janjimu " ucap Moetia lembut
Gio tersenyum
" Kalau Gina sih mana mau traktir aku, dia itu Ratunya pelit " ucap Gio sambil terkekeh kecil
" Dia itu sepupu mu, kamu tidak boleh bilang dia pelit, dia itu hanya irit " sahut Moetia
Gio makin tergelak
" Beda tipis Moetia " sahut Gio
" Oh ya, ku dengar perusahaan Bagas akan mengadakan launching produk baru ya? " tanya Gio
" Bagaimana kamu bisa tahu? " tanya Moetia
" Kak Diana yang bilang, ada tawaran untuk perform disana? menurutmu bagaimana? " tanya Gio
" Jika jadwal mu kosong, ambil saja. Bayaran nya pasti lumayan " saran Moetia pada Gio
" Kamu juga akan disana? " tanya Gio
Moetia mengangkat bahunya sekilas
" Mungkin " jawabnya singkat
" Jawaban macam apa itu, Moetia? " keluh Gio
Moetia malah tertawa
" Ha ha ha, sudahlah jika kamu akan tampil disana, aku pasti datang melihat penampilan mu " terang Moetia
Gio tersenyum senang mendengar jawaban Moetia.
Mereka berdua sudah selesai, dan benar saja isi dompet Moetia hari ini di kuras habis oleh Gio.
Gio mengantarkan Moetia hingga ke mobilnya
" Jangan lupa besok siang jam satu, aku akan menunggu mu lagi disini " seru Gio
" Siap bos " sahut Moetia
Moetia lalu masuk ke mobilnya, melambaikan tangan pada Gio dan pergi.
Sementara itu di rumah sakit.
Chairul sudah kembali ke kantor nya, dan meminta Bagas dan Roni menjaga Belinda.
Dari tadi Belinda terus saja memojokkan Bagas agar mau mengobrol dan mengajak Manda makan siang.
" Bu! Bagas udah makan tadi. Bagas masih kenyang " bantah Bagas
" Tapi Manda belum " sahut Belinda
" Suruh aja Roni yang nemenin, dia juga kan belum makan. Iya kan Ron? " tanya Bagas pada Roni
Dan Roni pun mengangguk kan kepalanya berkali-kali
" Iya Bu, Roni belum makan nih " keluh Roni
Malika terus memeluk lengan Manda yang sudah merasa sangat tidak senang.
" Ya sudah, sebaiknya kalian bertiga makan siang dulu saja, biar Tante yang jagain ibu kalian " ucap Malika lembut
" Bener itu, sana Bagas ajak adik mu dan Manda makan dulu " perintah Belinda
Dengan malas Bagas merangkul kan tangannya ke leher Roni.
" Let's go boy, kakak mu ini akan mentraktir mu makan enak " seru Bagas
" Asik " jawab Roni senang
Bagas dan Roni berjalan di depan dan Manda hanya mengikutinya dari belakang.
" Makan dimana kak? " tanya Roni
" Karena kakak gak bawa mobil, jadi kita makan di kantin rumah sakit ini saja " jawab Bagas santai
" Yah, katanya makan enak. Kok makan di kantin rumah sakit " keluh Roni
" Disini juga makanannya lumayan enak kok Ron ! " sahut Manda menengahi perdebatan Bagas dan Roni
Bagas dan Roni menoleh sekilas
" Ya udah deh " sahut Roni
Mereka bertiga lalu masuk ke dalam kantin dan memesan makanan.
Manda dan Roni mulai makan, Bagas memilih menjauh dari mereka untuk menghubungi Moetia.
" Halo " sapa Moetia
" Halo sayang, kamu dimana? " tanya Bagas
" Masih di jalan, mau pulang " jawab Moetia
" Kamu darimana? kenapa baru mau pulang? " tanya Bagas yang sepertinya sudah mulai posesif
" Tadi aku makan siang dulu sama Gio " jawab Moetia jujur
" Aku disini kelaparan kamu malah pergi makan siang dengan pria lain " keluh Bagas
" Kamu belum makan? " tanya Moetia
" Menurut mu? " balas Bagas
" Baiklah, setengah jam lagi tunggu aku di parkiran ya, aku bawakan kamu makanan " ucap Moetia
" Baiklah, setengah jam lagi. Jika terlambat aku akan meminta Austin memotong gaji mu " seru Bagas
Moetia memutuskan panggilan teleponnya.
Bagas menggerutu kesal lalu kembali menghampiri Roni dan Manda.
" Bagas, kamu beneran gak mau makan apapun? bagaimana kalau minum kopi? " tawar Manda dengan lembut
Bagas tidak merespon, Roni yang menjawab
" Kak Bagas tidak minum kopi kak! " sahut Roni
" Benarkah? bagaimana kalau teh? " tawar Manda lagi
Roni tersenyum
" Kak Bagas juga tidak suka teh " sahut Roni lagi
Manda sedikit kesal karena merasa dipermainkan oleh kedua kakak beradik ini.
" Lalu? " tanya Manda kesal
" Kak Bagas minum nya bensin " celetuk Roni sambil tertawa puas
Bagas menjitak kepala Roni pelan
" Pinter " seru nya
Smga jg bagus sprti ke 3 novel yg sdh ak baca 😊
♥️
⭐⭐⭐⭐⭐