NovelToon NovelToon
Sahabatku Suamiku

Sahabatku Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:331.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: lysta

Lika-liku perjalanan rumit antara Frisilia Calista dan Jeni Anggoro yang memiliki ikatan persahabatan sedari kecil yang melahirkan kisah cinta diantara mereka. Banyak konflik dan tragedi yang harus mereka hadapi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lysta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teka teki

Aku berlari sambil tertawa gembira dengan bertelanjang kaki diatas ombak kecil ditepi pantai.Rambutku yang panjang tergerai tak beraturan diterpa angin laut yang kencang.

"Kemarilah...!" akupun mengulurkan kedua tanganku pada seseorang yang berdiri tak jauh dariku.Iapun tidak beralaskan kaki dengan celana panjang yang melipat dengan tujuan agar tidak basah oleh air laut

Lelaki itu melangkah mendekatiku sambil tersenyum.Wajah tampannya seakan familiar dimataku.Manik-manik bola matanya yang tajam.Hidungnya yang mancung .Bibirnya yang seksi.Seolah dia tercipta sebagai makluk Tuhan yang terindah untuk dilihat. Yah lelaki itu lelaki yang sama saat mengisi alam mimpiku.

Dia meraih tanganku dengan erat.Akupun menariknya untuk ikut berlari bersama menyusuri tepian pantai.Kami tertawa bahagia.Deru ombak yang tenang,kicauan burung dan sinar mentari yang ingin bersembunyi karena terlelah menyinari perlahan pergi.Sore yang indah sangat indah.

Aku melepas genggamannya dan mengambil air laut dengan kedua tanganku dan kecipratkan kepadanya.Diapun mencoba menghindar namun sia-sia.Akhirnya baju dan celana yang ia kenakan sedikit basah.

Diapun melakukan hal yang sama dan akhirnya kami saling membalas cipratan air dengan tawa yang bahagia.

Akupun memutuskan untuk berlari menghindar darinya diapun mengejarku.Dan memelukku dari belakang.Akupun membiarkan pelukannya dan membungkuk sambil tertawa.Diapun dengan erat mencoba mengangkat tubuhku dan perlawanan akhirnya aku lakukan hingga diriku lepas.

Aku membuat wajah berupa ejekan layaknya anak yang memenangkan diri dalam permainan.Kemudian berlari kembali.Sesaat aku meliriknya diapun dengan tertawa mengejarku dan akupun semakin mempercepat lariku.

Namun saat ku menoleh ke belakang akupun tidak melihatnya.Dia menghilang bagai ditelan bumi.Aku berdiri sendirian ditepi pantai tak berpenghuni,baru kusadari saat dirinya menghilang.Alam tiba-tiba menakutiku.Bunyi gemuruh ombak seakan menakutkan,awan gelap terbang memenuhi seisi langit.Akupun jongkok sambil menutupi kedua telingaku.Ketakutan datang menimpaku.Lagi dan lagi diakhir mimpiku akan tiba datang hal yang menakutkan ku.

"Tidakk...!!" Terikku dan membuka paksa mata lebar-lebar.Tujuanku hanya satu cepat-cepat terhindar dari mimpi burukku.

Ternyata aku bermimpi lagi.Mimpi dengan orang yang sama.Namun aku selalu kehilangannya.Siapakah dia ? Aku ingin berjumpa dengannya .Dan bertanya kenapa dia selalu hadir dalam mimpiku.Apakah diantar kami ada suatu ikatan yang berarti ?

Hingga dialam tidak sadarku dia selalu hadir.

Kuperhatikan semua yang berada disekelilingku.Tanpak sepi,ibu sepertinya sedang keluar.

Sudah 2 Minggu berlalu. Kini keadaanku makin membaik. Luka dikepalaku sudah tidak terlalu sakit.Lenganku mulai disangga dengan kain agar aku dapat menggerakkan tubuhku tanpa harus repot-repot memangkunya dengan tangan sebelahku.Luka kakiku kiripun mulai bisa digerakkan walaupun masih sedikit sakit.Karena lengan dan kaki mengalami retak penyembuhan sampai sembuh totalpun memerlukan waktu yang cukup lama .

Sekarang aku sudah bisa duduk sendiri.Walaupun belum cukup kuat untuk berdiri dan berjalan.

Selama dirumah sakit Pak Ardi sang bos dikantor lama,Bily yang mengaku sebagai calon tunanganku dan Farhan sekertaris bos baruku selalu datang bergiliran menemuiku.

Farhan datang pada saat ayah bekerja.Namun bila ayah datang selalu saja mendapatkan perlakuan sinis tapi dia sangat sabar dan tidak terlihat sakit hati.Dan selalu datang menemuiku.Dan sikap sinis dari ayahku itu menimbulkan banyak pertanyaan.Apa yang sebenarnya terjadi ?

Namun sayangnya dari ke tiga lelaki itu tidak satupun menceritakan semua kebenaran yang selama ini aku ingin ketahui. Bahkan seolah sengaja hanya mereka saja yang bertemu denganku.Apakah aku tidak memiliki teman karib seorang wanita?

Terdengar ketukan pintu dan membangunkan lamunanku. Pintupun terbuka.kulihat Farhan masuk sambil menenteng sebuah tas.

"Bagaimana kabarmu hari ini " Sapanya akrab sambil tersenyum manis.

"Makin membaik." Jawabku datar.

"syukurlah saya senang mendengarnya. Hari ini dokter mengijinkan kau pulang."

" Benarkah? Aku sangat senang mendengarnya disini sangat membosankan." Kicauku dengan memasang mata yang berbinar ekspresi senangku.

" Padahal kami sudah mengubah interior ruangan ini,tapi kau terlihat tidak nyaman."

"Siapapun tidak akan nyaman dan senang kalo sakit Farhan." Belaku sambil cemberut.

farhanpun tersenyum.

"Kau membawa tas siapa ?" Sambil melihat tas yang ia pegang.Tas hitam berukuran sedang dan jelas itu bukan tasnya melihat modelnya diperuntukan buat wanita.

"Ah.. ini tasmu yang tertinggal dimobil saat kecelakaan." Sambil memberikan padaku.

Akupun menerimanya.

"Benarkah ini punyaku ?''

"Iya..Untungnya ada seorang ibu yang baik hati dengan cepat mengambilnya dan menyerahkannya pada polisi yang menangani kasus kecelakaanmu.Kalau tidak saya yakin akan hilang begitu saja" Terangnya kembali.

"Terimakasih kau telah mengantarkannya."

" Tidak usah sungkan !"

"Farhan ada yang ingin saya tanyakan ?" Inilah saatnya aku mengorek sebilah informasi darinya.

Farhanpun mengangguk mengisyaratkan bahwa aku boleh bertanya padanya.

"Kau selalu datang menjengukku.Tapi kenapa Pak Anggoro yang katanya teman baikku tidak pernah sekalipun menemuiku?"

Farhanpun terdiam sesaat dan aku menatapnya dengan penuh penekanan.

"Pak Anggoro memiliki jadwal yang sangat padat akhir-akhir ini." Terangnya datar.

"Dia bukan teman baikku." ocehku kesal

"maksudmu ?"

"Teman baik tidak akan melupakan temannya saat mendapatkan musibah."

"Kau dirawat di rumah sakit miliknya dan mendapatkan fasilitas yang sangat special.Saya yakin orang lainpun tidak akan mendapatkannya.Kau harus tahu semua ini adalah keinginannya.Beliau juga selalu memantau kesehatan anda walaupun tidak memiliki waktu untuk kemari.Hanya satu yang belum dia lakukan yaitu menemuimu." Terangnya sangat perlahan mencoba untuk meyakinkanku.

"Tetap saja dia bukan teman baikku." Masih tetap kesal dengan bibir manyun.

Farhanpun tersenyum melihat tingkahku mungkin karena terlalu kekanak-kanakan.

"Kalau begitu saya permisi dulu masih banyak yang harus saya kerjakan.Hari ini kau bisa pulang.Mungkin aku akan memiliki kesulitan untuk menemuimu."

"Aku akan menghubungimu.Terimakasih atas waktu yang tlah kau luangkan untukku selama ini." Ucapku sambil tersenyum kembali.

Diapun pergi meninggalkanku.Napasku terasa sesak sekali bila memikirkan keadaanku saat ini.semuanya masih rancu.Benang itu masih terputus.Dan aku belum mendapatkan sedikitpun ingatanku.

Ini sungguh mengerikan

Akupun memutuskan untuk meminta suster mengajakku ke taman untuk menghirup udara segar.mungkin dengan begitu bisa mengusir rasa penatku.Menunggu ibu pasti akan lama karena kebiasaan ibu yang selalu terlena berbicara dengan teman lamanya.

Diatas kursi roda yang melaju didorong oleh seorang suster. Akupun duduk manis menyaksikan beberapa kesibukan dan beberapa pasien berlalu lalang sesuai kesibukan mereka masing-masing.

Saat ini aku berada di lorong lantai satu tepat didepanku menuju ruangan luas seperti lobi rumah sakit namun begitu luas karena terdapat ruang UGD yang berada diujung kanan. Disanapun terdapat pintu masuk utama yang sangat jauh dari tempatku berada sekarang dan pintu menuju taman yang berada disamping kiri rumah sakit.

Saat laju rodaku keluar dari lorong ku lihat dari kejauhan Farhan berjalan dengan diiringi beberapa dokter dibelakangnya dan didepannya berjalan seorang lelaki dengan memakai jas abu-abu.Mereka memunggungi ku dan berjalan menuju ke sebuah mobil yang sudah terparkir tepat didepan pintu masuk.

Susterpun mencoba membelokan rodaku menuju pintu yang menuju taman.Pandanganku tak lepas dari lelaki yang berjas abu itu.Tiba-tiba lelaki itu berbalik dan berbicara dengan salah satu dokter yang berdiri didepannya.

"Berhenti sebentar suster..!" Cegahku dengan terburu.Dan susterpun seketika menghentikan dorongannya.

Ku tatap tajam wajahnya.Yah benar wajah itu wajah lelaki yang selalu hadir dialam mimpiku.Diapun berbicara dengan Farhan. Kemudian Farhan membuka pintu mobil belakang.Setelah para dokter menundukkan kepalanya diapun memasuki mobil.

"Suster tolong cepat bawa aku ke sana !".Pintaku sambil menunjuk ke arah Farhan dan lelaki yang sudah duduk di mobil itu.

Susterpun mengikuti perintahku.

"Tolong lebih cepat suster..!'' Perintahku karena kulihat Farhan menundukkan kepalanya pada deretan dokter yang berjajar dan membuka pintu depan mobil itu.

"Lebih cepat lagi suster ." Pintaku karena aku baru berada ditengah-tengah jarak menuju pintu ke luarpun masih jauh.

Aku terlambat mobilpun melaju begitu saja.

"Tunggu Farhan.!!" Jeritku.

Para dokter itupun masuk dan Dokter Fauzi yang mengoperasi dan menjadi dokter pribadiku melirik padaku sepertinya dia mendengar jeritan ku.Diapun menghampiri dengan sikap yang ramah.

"Anda mau kemana nona Frisilia ?"

"Siapa yang barusan bersama anda dokter ?" Tanyaku.

"Yang mana Nona ?"

"Yang bersama sekertaris Farhan.Yang memakai jas abu-abu." Terangku.

"Beliau Pak Anggoro pemilik rumah sakit ini.Dan anda belum mengingatnya ?"

"Tidak aku sama sekali tidak mengingatnya." Jawabku dengan nada pelan dan tatapan kosong.

"Bersabarlah perlahan anda akan sembuh."

"Tapi dokter untuk apa dia kemari ?" Akupun mencoba memberanikan diri bertanya.

"Bukannya beliau kemari menemui anda ?" Tanya balik dia heran.

"apa maksud anda ?'' Dengan nada terkejut.

"Bukankah beliau tiap hari kemari untuk berkunjung menemui anda?" Terangnya sambil menatapku.

"Dia tidak pernah menemuiku."

Dokter Fauzi terdiam sesaat dia merasa aneh karena setahunya Pak Anggoro datang ke rumah sakit untuk membesuk sekertarisnya yaitu gadis yang sekarang berada didepannya.

"Tolong antar aku ke kamarku suster " Perintahku dengan tatapan lurus tanpa memandang sedikitpun sang dokter .

"Bukankah nona ingin ke taman ?" Tanyanya heran.

"Kepalaku terasa pusing aku butuh istirahat."

"Baiklah.." Jawabnya.

"Saya permisi dulu dokter." Ucap sang suster pamit sambil melihatku yang memiliki mood tidak baik.

Dokterpun mengangguk pada sang suster dengan memberi isyarat.Bahwa dia memaklumi sikapku.

Yang kini ku inginkan hanyalah menangis sampai air mataku mengering.Sambil mencabi-cabik apapun sebagai media untuk meluapkan kekesalanku yang teramat besar.

Bagaimana aku tidak merasa kesal.Hidupku seakan dipenuhi teka teki sulit yang harus ku pecahkan.Semua orang disekitarku mempermainkanku.Semua orang disekitarku menyembunyikan sesuatu kebenaran tentangku.

Aku ingin melempar semua barang yang berada didepanku.sambil meraung-raung dalam jeritan yang keras.

Tidakkah ada yang berbaik hati merelakan diri untuk menolongku untuk memberi penerang.Terus terang sekarang ku dirundung ketakutan,sungguh mengerikan berhalan menyusuri hidup dengan memory yang kosong.Lebih menakutkan disaat ku berjalan dikegelapan malam.

Rodapun berputar dan melaju meninggalkan sang dokter yang masih berdiri melihatku.

"Tunggu Frisilia tunggu !"

Tiba-tiba terdengar suara wanita memanggilku dan menghentikan dorongan laju rodaku.

Wanita berparas cantik itu berdiri didepanku dengan mata memerah.Dia langsung memelukku yang hanya diam terpaku.

"Bagaimana keadaanmu Frisilia ?"Tanyanya.

"Aku baik ."Jawabku datar.

"Kau melupakan sahabatmu ini Frisilia ?" Sambil mengerutkan dahi tak percaya karena aku tidak mengenalnya.Dia belum tahu aku amnesia.

"Maaf aku tidak mengingatmu ?"

"Apa yang terjadi denganmu ?"

"Maaf nona.Nona Frisilia mengalami amnesia." Terang sang suster dan wanita itu menutup mulutnya tak percaya.

"Kenalkan aku Resa sahabatmu.." Kemudian diapun mengenalkan dirinya.

Aku memiliki sahabat.Ya sahabat lain.Apakah aku akan memiliki informasi yang jelas tentangku darinya.

"Lebih baik kita berbicara di taman.Pantas saja aku tidak diperbolehkan menemuimu.Ternyata kau mengalami amnesia." Terangnya.

"Siapa yang melarangmu untuk bertemu denganku ?"

"Ayahmu..!''

J****angan lupa like and votenya😊☺️

1
Lysta
Selamat malam semuanya🤗 maaf mungkin untuk sementara Novel ini Hiatus dulu. Author memang menulis di sini selain mengisi waktu juga mengharapkan adanya kebijakan yang terbaik bagi author juga pihak MT. Author mengharapkan kakak semuanya mengerti dan memaklumi🙏Saya harap tidak ada yang berkomentar dengan sesuka hati🙏🤗Terimakasih untuk semua yang telah menyempatkan waktunya menyimak dan mengikuti alur cerita Novel ini🙏
Yani Richi
mana lanjutan nya thor
Eni Hartika
kok jeni udah ada tunangan 💔
ibah
setelah 10 thn lamanya Menunggu
Akhirnya bertemu kembali Semangat frisilia..
ibah
nyesek bangaaatt😭 😭😭
ibah
nyimak mudah2an ceritanya bagus..
frika
btw ini Novel bagus banget tapi kenapa yg like n baca kok masih dikit ya
Isah Tatto
mudah*an jeni selalu bersama frisilia
lanjuttttttt thor
Isah Tatto
nahlo kesel kan jeni akhirnya
Isah Tatto
Farhan super Hero
lanjutt thor
Isah Tatto
sedih banget nyawa
lanjut thor
Isah Tatto
nyesek sekali dadaku
ikutan nangis
Isah Tatto
jeni kenapa gak jujur azaa sech
Isah Tatto
waduh jeni ada saingan donk
Isah Tatto
keren Thor
lanjuttttt
Isah Tatto
haduuh Thor sedih banget
tapi ceritanya bagus banget
Isah Tatto
kok sedih nya
Lia
kirain jeni itu perempuan soal na nama jeni nama perempuan.😁
dealova
nunggu up
dealova
keren polll
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!