Pertemuannya di Club malam dengan Ammer pada hari ulang tahunnya membuat Mita terpaksa menerima ajakan Ammer menjadi kekasihnya.
Mita harus terperangkap dengan Ammer yang ternyata Bossnya sendiri di kantor, karena Zaky, lelaki bule yang tidak membayar tagihan pada malam itu.
Kisah cinta Mita, wanita dengan sejuta pesona dan tingkahnya sebagai wanita yang tidak biasa dimulai sejak hari itu.
Kisah cinta yang tidak seharusnya terjadi di antara Mita dan Ammer. Mita bahkan berjuang keras untuk selalu menahan hatinya agar tidak mencintai Ammer.
Bagaimana pernikahan itu terjadi, akankah Mita bertahan pada kisah cinta yang tidak diharapkannya ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Madamme Yellow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jebakan Ammer
Michael sudah menghapus semua videonya karena dia memang tidak akan melakukan hal semacam itu, Mita pasti tidak akan menyukainya. Michael serius mengejar cinta Mita.
Siang ini Michael bahkan kembali mendatangi kantor Mita. Padahal sudah jelas Ammer memperingatinya.
"Selamat siang," ucap Michael dengan lembut membuka pintu ruangan kantor Mita. Tidak susah bagi Michael membuka pintu ruangan Mita. Kunci ruangan Mita sebenarnya menggunakan fingger tetapi Michael menyuruh office boy membukanya.
Michael termasuk dikenal di perusahaan mereka. Karena siapa yang tidak tahu Michael Exlo. Dia punya stasiun televisi terbesar di Indonesia. Sering masuk televisi dan memang teman CEO mereka.
Sontak Mita terkejut dan kembali jantungnya berdegup kencang. Kali ini apa lagi yang akan dilakukan Michael.
"Siang Michael," jawab Mita dengan lembut. Mita melirik temannya kiri dan kanan yang menjadi bingung. Mita sudah memberitahu untuk mengatakan dia tidak ada tetapi kenyataannya dia tertangkap basah oleh Michael.
"Mita, sudah makan siang?" tanya Michael mendekat.
Degh … Degh … Degh …
Mau mati Mita saat Michael mendekatinya dan berbicara dekat sekali di depan matanya.
"Su … sudah," jawab Mita gagap. Dia bukan tidak bisa ketus tapi melihat kelakuan Michael yang menculiknya kemarin, Mita takut kalau dia berperilaku buruk. Michael akan mengulanginya lagi.
"Sudah?" tanya Michael seolah kecewa dengan jawaban Mita.
Siapapun tolong aku.
Tiba-tiba bunyi ponsel Mita berbunyi.
My Handsome Husband.
Seketika bahagia sekali Mita mengangkatnya. Ammer kali ini tidak mau kecolongan. Dia selalu memantau Mita dari CCTV ruangan tempat dia bekerja.
"Sayang, kamu dimana, katanya mau jemput aku. Aku sudah lama nunggu," ucap Mita sembarangan. Dia sudah keringat dingin berhadapan dengan Michael. Sedang Michael tersenyum sinis ketika tahu yang menghubungi Mita itu Ammer.
"Sebentar lagi aku kesana yah Sweety," jawab Ammer dengan menyunggingkan senyumnya.
Benar-benar Michael membuatnya muak.
Mita menutup telponnya takut-takut dan tersenyum kecut menatap Michael.
"Maaf Michael tapi aku sudah janji dengan Ammer lebih dulu, dia akan membawa aku ke suatu tempat," ucap Mita gagap.
Mita tidak bisa berbohong jadi kalau dia berbohong pasti terlihat sekali. Michael juga bukan tidak tahu kalau Mita menghindarinya. Pasti semalam hanya alasan Mita agar lolos dari jeratannya. Tetapi Michael tidak pernah menyerah jika dia menyukai wanita.
"Aku dengar besok kamu ke Bali," ucap Michael dengan lembut.
Glek.
Bahkan ke Bali juga Michael tahu. Sedang temannya yang lain, mulai curiga melihat gelagat Mita yang gugup. Sepertinya Mita tidak biasa. Wajahnya pucat dan pelipisnya berkeringat padahal ruangan mereka dingin.
"Oh … itu, iya, kamu tahu?" tanya Mita kebingungan. Michael mengambil tempat duduk dan duduk di sebelah Mita. Mita tidak mau keluar dan terpaksa Michael berbicara di depan teman-temannya.
"Leher kamu masih merah?" tanya Michael sedikit membuka kerah Mita yang sampai leher.
"Ahh …." Mita menutupnya cepat.
Entah kenapa mulut Mita terdiam dan sangat kaku di depan Michael. Biasanya dia pintar sekali berbicara dan kali ini seperti wanita pemalu yang berhadapan dengan lelaki sesungguhnya. Bahkan dengan Ammer saja, Mita masih bisa menggodanya.
"Aku kira, tepat jam dua belas kalian pasti belum makan siang, bagaimana kalau aku mengajak temanmu makan siang," ucap Michael melirik Soraya. Mita langsung cepat merespon dan menarik Michael menjauh. Dia tidak akan menjerumuskan Soraya.
"Michael, temanku sudah punya kekasih semua, tolong jangan mengganggu mereka," jawab Mita setelah ada di luar ruangan. Sedangkan temannya mengintip dari kaca.
"Kapan punya waktu makan siang denganku?" Michael memang tidak suka basa-basi.
Mita berpikir keras. Sungguh ini membuatnya dilema, tetapi Mita tidak akan lagi mengulang ikut mobil Michael. Bisa-bisa dia kembali di bius.
Makan siang di kantin bawah, banyak orang. Pasti jadi bahan gosip.
Mita menggigit bibirnya. Ya Tuhan … otak Mita buntu. Dia bingung harus menjawab apa dengan lelaki seperti Michael. Sedang Ammer sudah bergerak cepat menjemput Mita. Untung dia sudah membatalkan jadwal meeting siang ini.
"Besok aku ke Bali, mungkin …."
"Aku juga ke Bali, nanti di Bali, aku harap kamu ada waktu untukku," ucap Michael mengelus pipi Mita tetapi Mita sontak menjauh.
"Kenapa?" tanya Michael tidak suka melihat Mita menjauh. Mita sudah berjanji memberikan kesempatan untuk dia mencintai Mita. Gerakan seperti ini bukannya bentuk penolakan.
"Michael, maaf bukan maksudku seperti itu tetapi kamu tahu kan, aku sudah punya kekasih dan aku tidak ingin Ammer marah," jawab Mita jujur. Kali ini itu alasan yang tepat untuk Mita. Ammer memang akan marah kalau melihat kelakuan Michael.
"Ehem …," deheman keras Ammer membuat Michael melirik dengan tajam. Untung saja jarak Perusahaan utama tidak jauh dan berada di gedung depan. Gedung yang paling tinggi yang ada di Jakarta.
"Wah, kebetulan sekali ada Ammer. Aku dan Mita rencanya akan makan siang bersama, kalau kamu mau ikut," ucap Michael tidak tahu malu.
Ammer menyunggingkan senyumnya dan cepat merangkul pundak Mita. Mita bahagia sekali Ammer datang, Mita bahkan memeluk pinggang Ammer erat.
"Mau makan siang Sweety?" tanya Ammer melirik Mita.
"Su .. sudah Handsome, aku sudah kenyang," jawab Mita gagap. Ammer tahu saat ini Mita benar-benar ketakutan melihat Michael.
"Kita makan siang lagi," ucap Ammer tegas. Ammer akan tunjukkan pada Michael untuk berhenti mengharapkan kekasihnya.
"Ayo Sayang!" seru Ammer membawa Mita untuk turun dan Michael hanya mengikuti Ammer dari belakang. Saat sampai di Lobby, semua heran kenapa CEO mereka mengenal Staff biasa seperti Mita dan sepertinya dekat sekali. Belum lagi di belakang mereka ada Michael.
Tidak ada paparazi di kantor Ammer tentunya. Dia tidak akan menerima semua bentuk gosip yang masuk apalagi mengenai dirinya.
"Handsome, aku takut," ucap kita jujur dan memeluk Ammer dengan erat.
Ini adalah pelukan penambah semangat yang Ammer inginkan dari tadi. Ammer tidak melarang Mita mendekapnya erat.
"Michael itu pyscopath yah?" tanya Mita mendongak menatap Ammer. Ammer tidak bisa pungkiri karena Michael memang lelaki pyscopath.
"Handsome, gimana dong, aku takut di culik lagi," ucap Mita meringis.
"Sweety, Michael itu paling tidak suka dengan wanita yang sudah menikah, kita menikah aja," ucap Ammer mencari kesempatan dalam kesusahan Mita.
"Itu memang mau kamu Handsome, aku tahu itu memang mau kamu," ucap Mita kesal.
Ammer terkekeh.
Susah punya kekasih yang tidak mau diajak menikah.
"Aku serius, Sweety! Dia tidak suka wanita yang sudah menikah," ucap Ammer kembali mengulang apa yang dikatakannya.
"Jadi aku harus nikah dulu, baru dia tidak akan mengganggu aku lagi?" tanya Mita dengan wajah sedihnya.
"Iya Sayang," jawab Ammer membelai rambut Mita.
"Kenapa kamu tidak menolaknya dan berteriak, menyuruh dia pergi jauh-jauh dari kamu," ucap Ammer kesal.
Enak sekali Ammer ngomong, sedang dia yang akan menerima akibatnya.
"Aku takut Handsome, dia itu lelaki kesepian, tipe lelaki seperti itu suka nekat. Aku tidak mau menyakiti hatinya tetapi aku juga tidak mau diganggu. Aduh, bingung, aku rasanya mau pulang ke Bandung aja biar gak diganggu sama dia."
Baru kali ini Mita merasakan ketakutan berdekatan dengan laki-laki, mungkin karena Michael sudah pernah mencoba ingin menodainya.
Sesampainya di tempat restoran mewah. Mita tidak sudah lagi menempel dan memeluk Ammer. Michael malas sekali melihatnya. Mereka datang dengan mobil yang berbeda.
Selama makan bahkan Ammer sengaja sekali membuat keromantisan dengan Mita. Tidak tahu kalau Mita sudah keringat dingin karena Ammer.
"Kalian romantis sekali," ucap Michael sinis setelah melihat Ammer yang dengan lembut memperhatikan makanan Mita. Membantu Mita memotong steaknya. Bahkan jika ada noda makanan di mulut Mita, dengan lembut Ammer mengelapnya.
"Ya tentu, karena aku sangat mencintainya," jawab Ammer kembali memeluk Mita dan mengecupi keningnya.
Sumpah! Ammer kesempatan sekali saat ini. Percuma memperingati Michael. Dia tetap tidak akan menyerah, lebih baik membuatnya sadar kalau Mita itu cuma miliknya, cuma mencintainya dan mereka tidak akan terpisah meski apapun yang Michael akan lakukan.
"Mita, kebetulan aku sedang mencari bintang iklan shampo, aku lihat rambutmu panjang dan lurus. Apa kamu mau?" tanya Michael yang tidak peduli ke romantisan yang dibuat Ammer. Ammer sedikit menggeleng.
Namun, Mita tidak mengerti.
"Mita akan menjadi Ambassador di Perusahaanku, jadi dia tidak akan mungkin sempat syuting iklan," jawab Ammer tegas.
"Benarkah Mita?" tanya Michael pada Mita.
Mita tidak mengerti tetapi dia hanya mengangguk. Lebih baik dia bekerja sama dengan Ammer karena sudah terbukti Ammer lebih baik daripada Michael. Setidaknya Ammer tidak akan melakukan perbuatan kotor terhadapnya dan tidak akan mungkin menodainya disaat kesempatan sudah banyak di depan matanya.
"Be … benar!" ucap Mita menggigit bibirnya.
Sebenarnya ini apa sih? Kesal sekali berhadapan dengan dua lelaki gila ini.
To Be Continued ….
mana udah sadar lagi siapa yg digandeng😅😅
sukses
semngat
mksh
sekarang