Chang Sheng adalah anak kecil berumur 10 tahun yang dianggap sampah oleh semua orang di desanya. Dia selalu ditertawakan dan ditindas oleh anak-anak seumurnya. Sampai suatu hari kecelakaan yang membawa keberuntungan, mengubah nasib Chang Sheng. Ikut pertualangan Chang Sheng menuju puncak ilmu bela diri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HankQ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Kota Ikan Mas 3
Chang Sheng bermeditasi sambil memakan sebutir obat Pil Pemulih Tenaga Dalam untuk memulihkan tenaga dalam yang terkuras selama setengah hari berlari. Pil Pemulih Tenaga Dalam adalah hasil buatan Chang Sheng yang diajarkan oleh Master Zhang ketika berada di gua Jurang Tebing Bambu.
Setelah mengkonsumsi dan menyerap habis inti sari Pil Pemulih Tenaga Dalam, kekuatan tenaga dalam Chang Sheng menjadi pulih sepenuhnya.
Ketika Chang Sheng menyelesaikan proses meditasinya, samar-samar terdengar suara pedang saling beradu dari kejauhan. Chang Sheng segera berdiri dan membuka pintu jendela untuk melihat kondisi yang sedang terjadi.
Dari kejauhan, sekitar tiga ratus meter dari tempat Chang Sheng berada, terlihat kedua penjaga pintu gerbang sedang bertarung dengan beberapa orang yang memakai pakaian serba hitam. Awalnya kedua penjaga pintu gerbang bisa mengimbangi sekelompok orang yang berjumlah sepuluh orang tersebut. Karena perbedaan jumlah dan bertarung dalam waktu yang cukup lama, kedua penjaga terlihat mulai kewalahan menghadapi kelompok tersebut.
" Sheng er, sebaiknya kau segera menolong kedua penjaga itu. Mereka tidak mungkin bertahan lebih lama lagi karena perbedaan jumlah lawan. " Perintah Master Zhang setelah melihat situasi di kejauhan.
" Baik, Master Zhang. " Chang Sheng segera melompat dari jendela dan berlari dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh ke lokasi pertarungan.
" Apa yang sedang terjadi, Tuan Pendekar? " Chang Sheng pura-pura bertanya kepada penjaga pintu gerbang.
" Hei... anak kecil! Cepat pergi dari sini! Apakah kau mau dibunuh oleh perampok Beruang Hitam? " Teriak salah seorang penjaga terkejut melihat Chang Sheng berada di lokasi pertarungan. Karena konsentrasinya terbagi, lengan kiri penjaga tersebut berhasil dilukai oleh salah seorang perampok.
" Ini akibatnya karena kau berani mengalihkan perhatian ketika sedang bertarung. " Kata perampok yang berhasil melukai salah seorang penjaga pintu gerbang sambil tersenyum sinis kepada penjaga yang berhasil dilukainya.
" Kau beruntung karena menang jumlah. Kalau tidak, aku jamin kepalamu akan lepas dari tubuhmu. " Sahut penjaga yang terluka dengan geram.
" Ha... Ha... Ha... Simpan ucapanmu itu. Setelah ini, kau akan menemui raja neraka. " Perampok tersebut tidak menghiraukan ejekan dari penjaga yang terluka.
Bagi kelompok aliran hitam, menghalalkan segala cara adalah sah-sah saja. Yang terpenting adalah tujuan mereka tercapai. Mereka tidak menghiraukan pandangan orang lain terhadap reputasi mereka.
Di sisi lain, seorang perampok lainnya terlihat berjalan mendekati Chang Sheng.
" Anak kecil, sini Paman ajak bermain. " Kata perampok tersebut mengangkat goloknya sambil tersenyum sinis mendekati Chang Sheng.
Melihat perampok tersebut mendekatinya, Chang Sheng segera menghantam tapak kanannya ke arah perut perampok tersebut dengan menyalurkan kekuatan tenaga dalam sebesar seribu tenaga dalam. Karena tidak menyadari bahwa Chang Sheng memiliki ilmu bela diri, perampok tersebut tidak sempat menghindar ketika tapak Chang Sheng menghantamnya dengan telak. Perampok tersebut melayang mundur sekitar lima belas meter dengan muntah darah akibat hantaman tapak Chang Sheng. Perampok tersebut pingsan seketika.
Melihat temannya pingsan akibat hantaman Chang Sheng, kawanan perampok terkejut sambil menghentikan pertarungan. Kedua penjaga pintu gerbang juga tidak kalah terkejut. Mereka menyaksikan kejadian itu dengan mulut ternganga, karena tidak menyangka anak kecil yang mereka anggap remeh, ternyata memiliki ilmu bela diri.
" Hei... bocah tengik, beraninya kau melukai teman kami. " Teriak salah seorang perampok setelah melihat kejadian itu. Perampok itu memegang sebuah kapak besar.
" Bocah kecil, kau pasti sudah bosan hidup. " Kata perampok lain yang memegang sebuah golok besar.
Kedua perampok mendekati Chang Sheng dengan muka penuh kemarahan. Mereka segera menyerang Chang Sheng. Chang Sheng segera menghindari serangan kapak dan golok dari kedua perampok. Gerakan Chang Sheng cukup gesit, sehingga kedua perampok tidak bisa melukai Chang Sheng. Sesekali Chang Sheng membalas mereka dengan pukulan dan tendangan tanpa tenaga dalam, ketika melihat ada celah untuk menyerang. Kedua perampok terlihat semakin murka karena menyadari Chang Sheng sedang mempermainkan mereka.
" Jangan bermain-main lagi, Sheng er. Cepat habisi mereka! " Kata Master Zhang yang berada tidak jauh dari Chang Sheng.
Chang Sheng segera mematuhi perintah gurunya. Dengan sekejap, Chang Sheng berhasil membuat kedua lawannya muntah darah dan pingsan dengan menghantam kedua tapaknya menggunakan kekuatan tenaga dalam sebesar seribu tenaga dalam.
Sementara itu, kedua penjaga pintu gerbang terlibat pertarungan dengan tujuh perampok yang lain. Walaupun jumlah lawan sudah berkurang, tetapi kedua penjaga masih kewalahan menghadapi kawanan perampok yang tersisa. Karena bertarung cukup lama, membuat tenaga dalam mereka terkuras banyak. Tidak lama kemudian, salah satu penjaga pintu gerbang kembali terluka oleh kawanan perampok.
" Ini saatnya kau menemui raja neraka." Teriak salah seorang perampok yang menggunakan pedang sambil menebaskan pedangnya ke arah penjaga yang terluka.
Tiba-tiba dari arah samping, sebuah energi api berbentuk bulan sabit meluncur ke arah perampok tersebut. Setelah melumpuhkan kedua perampok, Chang Sheng segera membantu kedua penjaga pintu gerbang. Melihat salah satu penjaga terancam bahaya, Chang Sheng segera mengeluarkan Pedang Matahari dan menebas ke arah perampok yang ingin membunuh penjaga pintu gerbang, dengan jurus Sabit Pembelah Gunung.
Karena tidak menyadari kehadiran Chang Sheng, perampok tersebut jatuh tersungkur kehilangan lengan kanannya akibat tebasan jurus Chang Sheng.
" Tuan Pendekar, sebaiknya kalian beristirahat dulu untuk memulihkan tenaga dalam. Makanlah pil obat ini! Biar aku yang akan menangani perampok yang lain. " Kata Chang Sheng sambil memberikan Pil Pemulih Tenaga Dalam kepada kedua penjaga.
" Terima kasih, Pendekar Cilik. " Kata salah satu penjaga sambil menerima Pil Pemulihan Tenaga Dalam dari Chang Sheng. Kedua penjaga tersebut kemudian mundur sekitar lima puluh meter dari lokasi pertarungan dan segera memakan Pil Pemulih Tenaga Dalam yang diberikan oleh Chang Sheng. Pandangan kedua penjaga pintu gerbang terhadap Chang Sheng berubah setelah mengetahui Chang Sheng memiliki ilmu bela diri yang cukup hebat.
" Sebaiknya kalian bertobat sebelum aku melumpuhkan kalian. " Kata Chang Sheng sambil memandang tajam ke arah kawanan perampok.
" Hei... bocah tengik, sepertinya kau sudah bosan hidup. Ayo semuanya, mari kita bunuh bocah tengik ini! " Teriak salah seorang perampok mengajak teman-temannya menyerang Chang Sheng.
Mendengar perkataan temannya, kawanan perampok segera menyerang Chang Sheng secara bersamaan. Dengan langkah yang gesit, Chang Sheng menghindari setiap serangan kawanan perampok. Chang Sheng segera membalas mereka dengan jurus Sabit Pembelah Gunung. Tidak butuh waktu yang lama, akhirnya Chang Sheng bisa melumpuhkan ketujuh kawanan perampok yang tersisa di lokasi pertarungan.