" Tolong keluarkan saya darisini...!! Saya mau keluar... Tolong bukain pintunya....!! " Triakan
keras Heru salah seorang eks pekerja pabrik garmen yang berlokasi di sentra industri terkemuka tak satupun ada yang merespon.
Entah tujuannya apa ia berkunjung ke area gudang yang sudah lama tutup akibat krisis yang berkepanjangan. Gudang kimia yang dulunya merupakan salah satu pabrik textile
terbesar yang pernah menyerap tenaga kerja
mencapai ribuan orang itu, kini tinggal nama saja karena sudah di alihfungsikan menjadi gudang penyimpanan zat kimia kain, sangat berbahaya bagi manusia . Gudang itu sendiri dulunya merupakan pabrik Garment terbesar yang pernah ada di negeri ini. Dan sekarang keberadaan gudang itu sendiri terbengkalai, tidak terawat sebagai mana mestinya. Kotor dan berdebu serta sebagian beberapa mesin operatornya banyak yang berkarat. Namun dibalik itu pun gudang kimia yang letaknya tak jauh dari deretan pabrik pabrik lainnya banyak menyimpan misteri kematian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martin deBs Komarudin1670, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Robin dipaksa mengakui perbuatannya
Berita soal penangkapan Robin langsung saja ramai dan menyebar kemana-mana serta menjadi viral bagi kalangan sosial media yang ingin mengomentari seputar kasus penemuan tulang manusia yang hilang beberapa tahun lamanya. Khusus bagi kubuh Robin sendiri beragam komentar yang macam macam, ada yang percaya Robin pelakunya ada pula Robin sebagai korban kembing hitam bagi kalangan elit yang terlibat dalam kasus ribuan buruh yang diberhentikan secara fiktif dan menuntut haknya hingga mencapai pengadilan. Beberapa sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa Robin patut di hukum mati karena penemuan mayat mayat yang kondisi- nya sudah menjadi tulang belulang itu jelas siapa lagi kalo bukan Robin pelakunya, sebab dia tertangkap tangan langsung oleh polisi saat pria menegang kunci mobil box yang mana isinya tulang manusia. Banyak orang yang tidak menyangka kalo Robin bisa sejahat itu dan akibat perbuatan itu pula banyak warga yang mencemoohkan dirinya. Namun tidak sedikit pula yang meragukan kalo perbuatan itu murni Robin sehingga terjadi pro kontra dari kalangan Robin sendiri, Sementara dari kubuh Toha sudah jelas bahwa perbuatan penghilangan nyawa itu, Robin pelakunya dan mereka segera menuntut Robin di hukum seberat beratnya, jika perlu hukuman mati. Disisi lain Niko sang kurir yang punya rencana menemani Robin menuju ke pabrik mendadak ban motornya kempes dan mau gak mau pria itu mencari tukang tambal ban yang jaraknya cukup jauh. Tapi usahanya berhasil juga walau dengan bersusah payah. Setelah berhasil memperbaiki ban motornya yang kempes abis, secepatnya ia melesat ke pabrik garmen bekas Heru sepupunya itu.
Namun sampai Niko di pabrik, dirinya ternyata tidak menemukan Robin. Ia berusaha untuk mengelilingi area pabrik itu, namun tidak mendapatkan apa apa. Namun mimiknya datar saja tidak menunjukkan kekecewaan karena Robin ternyata tidak berada di pabrik. Akhirnya Niko pulang setelah sebelumnya sempat mutar mutar mencari Robin orang yang baru saja dikenalnya itu. Mungkin anggapannya Robin itu berbohong sama dirinya. Namun belum sempat Niko meninggalkan area gudang atau pabrik, tiba tiba pria yang belum jelas cara pandangan dalam berpikir, mendapatkan motor trail nya Robin terparkir tidak jauh halaman gerbang pabrik. Ya Niko yakin betul itu pasti motor Robin yang pernah dilihatnya ketika Robin mampir ke warung. Tapi yang menjadi anehnya Niko tidak merasakan curiga apalagi khawatir terhadap teman sepupunya itu, semestinya Niko merasa heran atau mungkin cemas barangkali melihat motor teman sepupunya itu terparkir begitu saja. Harusnya pengalaman sewaktu dirinya kehilangan Heru menjadi pengalaman yang berarti , bahwa Heru pernah hilang disaat mendatangi pabrik. Kini terjadi pada Robin yang menurutnya ada kemiripan dengan sepupunya itu .Itulah sesungguhnya karakter Niko yang gak jelas. Satu sisi dirinya merasa sedih atas kehilangan Heru sepupunya namun di sisi lain kebalikannya, ia seperti cuek saja ketika giliran Robin yang lenyap di area pabrik tersebut. Sementara posisi koh Chandra kini berada diatas angin, proses sidang, sebab penggugat Robin saat ini sedang menjalani pemeriksaan polisi secara ketat dalam mega kasus ditemukannya puluhan tulang manusia yang dinyatakan hilang beberapa tahun waktu lamanya. ada juga yang masih baru beberapa bulan saja. Ini merupakan hasil otopsi yang dilakukan tim forensik kepolisian. Dan saat ini hasil pemeriksaan polisi masih menerapkan Robin adalah pelaku tunggal, belum ada tanda pelaku lainnya. Dan sementara ini polisi pun sudah menetapkan Robin menjadi tersangka.
Tentunya ini sangat menyulitkan Robin untuk memenangkan kasus tuntutan terhadap bos garmen yang memberhentikan ribuan pekerja tanpa menunaikan kewajibannya membayar satu bulan gaji yang dijanjikan, tabungan kesehatan yang harus diberikan , beberapa bonus kerja yang mangkrak, dan uang uang lainnya yang mencapai milyaran rupiah, hingga saat ini belum juga bisa terselesaikan. Jadwal sidang sudah di tetapkan,, deretan saksi pun sudah dipersiapkan termasuk juru bicaranya Robin yang saat ini tengah mendekam di jeruji besi. Jelas ini menjadi problem besar kepada sejumlah pengacara yang menangani perkara tuntutan para buruh tersebut. Kubuh Toha sendiri menuntut Robin agar dihukum mati karena sesuai dengan perbuatannya dan sejumlah pasal pasal yang memberatkan pria naas itu sudah menantikannya. Tidak ada yang bisa membantu Robin, sebab dikubuhnya saja sudah terjadi perpecahan yang signifikan.
Nasib Robin jelas di ujung tanduk, setiap apa yang diucapkannya sudah tidak ada yang percaya, justru lebih condong menyalahkannya dan bahkan ada pula yang mengumpatnya.
Namun Robin cuma bisa menahan dada saja dan berusaha tenang juga sabar. Kalau Robin ingin mengikuti emosinya pasti ia sudah triak triak marah karena sudah diperlakukan tidak adil yang tak lazim ia terima. Jelas ini ada unsur lain yang sengaja menjebak dirinya. Suatu bentuk fitnah yang sangat besar seumur hidupnya.
" Cobalah bisa bersikap jujur.... Bahwa kamu
yang melakukan perbuatan keji ini.....! Tidak
ada orang di pabrik selain kamu..... !! " Tanya polisi yang menangkap Robin, namun sudah berubah cara berpakaiannya, kini memakai kemeja putih , karena berada dikantor. Jadi terlihat lebih sopan saja kalo menginterogasi
sesorang tersangka atau pelaku tindak kejahatan. . Dalam hal ini kebetulan Robin yang
menjadi tersangkanya.
" Dengan ucapan apa lagi yang saya berikan
ke bapak , agar bapak bisa percaya pengakuan
dari saya.....Saya gak mungkin mau mengaku
kalo bukan saya melakukannya..... " Ujar Robin dalam proses interogasi dalam ruangan khusus di kepolisian.
" Abis siapa yang melakukannya kalo bukan
kamu.....! Emang ada orang lagi disitu....!!
Sudah jelas jelas kunci mobilnya kamu yang
pegang.... Berarti kamu yang mengendalikan
didalam mobil itu....! ! Harusnya kamu bisa
kooperatif dalam pemeriksaan ini.... Dan itu
akan bisa mengurangi kesalahan kamu....
Dan kalo sikap kamu tetap kukuh seperti itu
justru akan menyulitkan proses pemeriksaan,
kamu dianggapnya melawan petugas....! "
Tegas polisi menasehati sikap Robin yang tetap kukuh dalam pendiriannya.
" Dengar, Pak.... Saya datang ke pabrik itu untuk
menyelidiki soal hilangnya teman teman kerja
saya.... Sebab saya yang mengendalikan
ribuan para buruh yang diberhentikan secara
ilegal yang membuat para buruh kehilangan
hak yang harus mereka dapatkan.... Dan saya
yang memperjuangkan mereka saat ini....
Bukan berarti saya menculik mereka apalagi
sampai membunuhnya....." Tegas Robin dalam pengakuan tulusnya di hadapan polisi yang tetap pada keputusannya bahwa Robin yang melakukan perbuatan penghilangan nyawa orang lain.
" Kamu bisa bicara seperti itu, tapi kenyataan
di tempat kejadian justru kamu sendiri yang
berada di mobil box itu.....! Saya mau bilang
siapa lagi kalo bukan kamu sendiri pelakunya
dan perlu diingat.... Saya udah lebih seminggu
mengejar kamu.... Tapi kamu selalu berusaha
menghindari kejaran polisi.... Dan itu artinya,
apa..... Berarti kamu takutkan , perbuatan ini
akan terbongkar.... Saya ini lebih pintar dari
kamu, kemana pun kamu berlari polisi pasti
bisa menangkap kamu....! " Tegas polisi untuk yang beberapa kali menekan Robin agar mau
mengakui perbuatannya.