NovelToon NovelToon
Gadis Dalam Lukisan

Gadis Dalam Lukisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Janda / Romansa
Popularitas:50.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Alethea adalah seorang kurator museum yang bekerja di museum national gallery art di Washington. Dia sudah dua tahun ditingga! suaminya yang meninggal akibat kecelakaan ski. Suatu hari, dia mendapatkan kiriman lukisan wajahnya. Pengirimnya tertanda dari kota kecil di Irlandia. Alethea diutus oleh bossnya untuk mencari pelukisnya. Tidak mudah untuk mencari hingga dia tiba di desa kecil bernama Cedliff. Di sebuah hotel desa dia bertemu dengan Satoru Shinoda yang terkejut melihatnya. Tanpa Alethea tahu, Satoru adalah pelukisnya. Satu pertanyaan. Mereka belum pernah bertemu sebelumnya tapi bagaimana Satoru bisa melukis wajah Alethea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bingung

Alethea dan Satoru kembali ke rumah keluarga Shinoda setelah menyaksikan pertunjukan teater. Satoru menawarkan tiket nonton Premier League Derby London tapi Alethea menolak.

"Satoru, aku bukan orang Inggris yang suka sepak bola. Sejujurnya aku juga tidak suka olah raga apapun meskipun aku orang Amerika. Maksud aku yang model Football, Baseball, Basketball ataupun sepakbola. Aku lebih suka pilates atau yoga," ucap Alethea.

"Serius nih kamu tidak mau nonton Arsenal lawan Chelsea? Mumpung kamu di London lho," tawar Satoru lagi.

"Memangnya kamu suka sepakbola?" tanya Alethea.

"Tidak juga. Cuma karena sepupuku pemain Manchester United, jadi mau nggak mau ya harus paham," cengir Satoru.

Alethea tertawa. "Kacau kamu."

Satoru tersenyum. "Thea, jika kita menikah ... kamu mau tetap tinggal di Washington atau ikut aku kemana-mana?"

Alethea tampak terdiam. "Aku belum tahu. Aku suka bekerja di museum dan kalau ikut kamu kemana-mana, aku merasa tidak bisa berkarya. Bukan uangnya, Toru, tapi rasa kebanggaan aku. Aku bisa bekerja, bisa mengamalkan ilmu aku."

"Sejujurnya Thea, aku tahu kamu sangat cinta pekerjaan kamu. Tapi aku merasa tidak nyaman jika tinggal di rumah kamu. Bukankah itu rumah yang dibeli kamu dan suamimu?" tanya Satoru.

"Benar. Aku juga bingung Toru. Aku bisa paham kamu merasa tidak nyaman di rumah aku ... apalagi masih ada beberapa barang milik Toshiro. Aku sudah bersama kamu tapi ... Bayang-bayang Toshiro belum bisa membuat aku meninggalkan semuanya," jawab Alethea. "Maafkan jawaban aku."

Satoru menggeleng. "Toshiro pasti pria baik bukan?"

"Iya. Kamu juga baik Toru, dan kalian berdua berbeda cara mencintai aku. Tapi aku bisa merasakan bagaimana tulusnya kalian. Well, meskipun kamu lebih suka membuat aku gemas dan kesal," kekeh Alethea.

Satoru meraih tangan Alethea dan mencium punggung tangannya. "Soal rumah, kita pikirkan nanti. Aset keluarga aku banyak jadi ... santai saja."

Alethea tersenyum. "Sultan bebas ya?"

"Inilah kenapa aku lahir di keluarga yang punya privilege tapi tetap harus tahu diri. Bukan apa-apa, semakin kamu kaya, semakin banyak orang tidak suka. Jadi tetap memegang adab, etika dan perilaku. Mau dibilang pencitraan tapi memang aturannya di keluarga aku begitu," ucap Satoru.

"Aku jadi tidak sabar bertemu dengan keluarga besar kamu. Mungkin karena aku anak tunggal jadi ingin punya keluarga yang banyak ... Sore de wa, aku jadi penasaran dengan keluarga kamu," ujar Alethea.

Satoru bergidik. "Aku tidak tanggung jawab kalau kamu kena julid dan pernistaan lho ya."

Alethea tertawa. "Kita lihat saja nanti."

Mobil Mini Cooper itu pun tiba di rumah keluarga Shinoda. Pelayan yang membukakan pintu dan tersenyum ke arah pasangan itu.

"Kok sudah sepi?" tanya Satoru.

"Master Satoru, Mr dan Mrs Shinoda sudah beristirahat di kamar. Ini sudah pukul dua belas malam dan katanya Mr Shinoda ada operasi besok pagi," jawab pelayan itu.

"Hah? Bukannya Otousan tidak ada jadwal operasi di London," gumam Satoru.

"Katanya Mrs Galena Darling kena flu berat jadi Mr Shinoda yang menggantikannya," jawab pelayan itu sambil berjalan bersama dengan Satoru dan Alethea.

"Eh? Tante Galena kena flu? Bisa sakit juga si Tante. Memang siapa pasiennya? Kok Otousan bisa jadi dokter penggantinya?" tanya Satoru.

"Prince Nicholas. Katanya usus buntu."

Satoru melongo. "Nico?"

"Toru, itu pangeran lho," bisik Alethea.

"Yang kebetulan sepupu jauh juga," kekeh Satoru.

"Hah?"

"Ya sudah. Terima kasih sudah menunggu kami. Kamu bisa beristirahat," senyum Satoru.

"Baik Master Satoru. Saya permisi dulu. Selamat malam," pamit pelayan itu.

"Selamat malam," balas Satoru dan Alethea bersamaan.

Setelahnya Satoru mengantarkan Alethea ke kamarnya. "Selamat beristirahat, Thea. Aku harap kamu senang hari ini."

Alethea tersenyum. "Senang sekali. Aku bertemu dengan Tante Elle dan Erhan, mendapatkan Burberry, jalan-jalan bersamamu, nonton teater ... sangat menyenangkan hari ini. Terima kasih."

Satoru mengangguk. "Aku lega kamu tidak kecewa hari ini. Maafkan aku kalau sering tidak jelas."

Alethea tertawa. Dia mengalungkan tangannya di leher Satoru. "Itu ciri khas kamu. Sering tidak jelas."

Satoru memeluk pinggang Alethea. "Apakah kamu senang dengan ketidakjelasan aku?"

"Bisa dibilang, aku semakin serius menyukai ketidakjelasan kamu," jawab Alethea.

Satoru mencium bibir Alethea. Awalnya hanya ciuman lembut tapi ciuman keduanya semakin panas. Alethea melepaskan bibirnya. Keduanya saling terengah..

"Sebaiknya ... Aku tidur," ucap Alethea dengan nada bergetar.

"Yup. Aku ... Takut bisa kebablasan dan besok bisa kena hajar Otousan," balas Satoru sembari berdehem.

"Goodnight Satoru."

"Goodnight Thea."

Alethea masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya pelan di depan Satoru. Pria itu mengusap rambutnya.

"Benar Thea janda tapi nggak gitu juga ceritanya tidur bersama sebelum menikah," guma. Satoru sambil berjalan ke kamarnya.

***

Malam itu, Satoru sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Dia sudah berulang kali mengubah posisi tidurnya, menarik selimut hingga ke dada, kemudian membuangnya lagi. Namun, pikirannya terus berputar pada satu persoalan yang belum juga menemukan jawaban.

Di mana mereka akan tinggal setelah menikah nanti?

Satoru menatap langit-langit kamar dengan ekspresi serius. Sebagai seorang pria yang terbiasa menyelesaikan berbagai persoalan dengan perhitungan matang, urusan tempat tinggal justru membuatnya kebingungan.

Jika mereka tinggal di Washington, berarti ia harus menetap di rumah Alethea. Rumah itu merupakan hadiah dari mendiang suami Alethea. Satoru tidak ingin perempuan itu merasa seolah-olah dirinya sedang mengambil alih tempat yang menyimpan begitu banyak kenangan bersama seseorang yang pernah dicintainya.

Namun, membawa Alethea pindah dari Washington juga bukan pilihan yang mudah. Wanita itu sangat menyukai pekerjaannya di museum. Dia bisa menghabiskan berjam-jam di sana tanpa merasa bosan. Belum lagi berbagai koleksi, rekan kerja, dan aktivitas yang sudah menjadi bagian dari kehidupannya.

Satoru mengembuskan napas panjang. "Kalau aku membawanya ke London, dia pasti akan mengomel karena harus meninggalkan museum. Kalau aku tinggal di Washington, aku harus menyesuaikan seluruh kehidupanku di sana. Duh! Aku harus bagaimana?"

***

Yuhuuu up malam yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Tri Yoga Pratiwi
bisa kena jurus capit kepiting nih 🤭
D_wiwied
jangan dikasih drama2 ujian menjelang pernikahan yo mbak 😆
Tri Yoga Pratiwi
ini maksudnya Alethea gak sih mbak?
Hana Reeves: oh iya. salah ketik. bentar revisi
total 1 replies
amilia amel
saudara yang datang sekecamatan ato sekabupaten ya🤭🤭🤭
Marsiyah Minardi
Aku harap di pernikahan Thea ,Satoru ,nanti ga ada drama " aib " seperti para pendahulu
D_wiwied
namanya jg cinta pertama seorang laki-laki itu ibunya, ya ga salah kalo Toru jg nyari yg mirip kaan pak Akito 😆😆
amilia amel
pindah tidurnya pak akito beda ya
kalo yang lain pindah tidurnya di penjara, kalo pak akito pas nonton teater 🤭🤭🤭
Marsiyah Minardi
Ehhh Pak Akito merajuk toh ,yang udah dirumah aja Pak ,ga usah ikut nonton 🤭
Marsiyah Minardi
Semangat kali ya Bu Alaska ,kan mau ngumpulin beberapa Klan dengan segala kelakuan randomnya yang hobi banget menistakan tapi saling sayang
D_wiwied
mom Alaska semangat banget melebihi calon pengantinnya🤭 inget janjimu Toru jangan sampe ditunda2 bisa2 yg ngereog mlh mamamu nanti😆😆
amilia amel
semangat sekali bu
nggak sabar pingin punya menantu ya😊😊
Teuing Saha🙃
Ska semangat sekali ya🤣🤣 dan buat kamu Toru, siap² dianak tirikan🤭
Gita Mitha Pertiwi
thea d klan pratomo yg romantis bisa d itung jari 🤣🤣🤣🤣
Meeta Baggio
kompak bangett sama calan mertua,sama2 bisa masak sambil ngegosipp
INDRA
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻😍
Hana Reeves: mamaciih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Marsiyah Minardi
Asyiknya bisa ajak calon bumer ngeghibah ,mana sama sama bisa masak pula
Apa kabar aku yang ga pintar masak dan kalah enak sama masakan suami 😄
amilia amel
camer dan calon menantu ternyata sari vibes 😅😅😅
Teuing Saha🙃
Keputusan yg bijak,Toru
Meeta Baggio
Ga sia2 selamalaman ga bisa tudur, akhirnyaa menu solusi yg enak buat mereka , alhamdulillah
amilia amel
Alhamdulillah sudah ketemu solusinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!