NovelToon NovelToon
Aku Kembali

Aku Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam / Hantu
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: UmakAy

Fitnah keji dan pengkhianatan merebut segalanya dari Nina, seorang gadis desa yatim piatu yang dituduh berzina dan dibuang ke hutan bersama putri kecilnya, Gendis. Di bawah naungan sihir hitam dan racun dendam mertua serta kakak iparnya, Roni, suami yang dulu sangat mencintainya, tega membiarkan mereka ..
Kini, dari kegelapan hutan belakang desa, Nina kembali. Satu per satu, mereka yang terlibat dalam kematian tragisnya akan membayar hutang darah ini dengan nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UmakAy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Kriett...

Reksa terbangun begitu mendengar suara pintu kamarnya berderit perlahan di tengah kegelapan malam. Ia mengerjapkan mata berulang kali, mencoba menyesuaikan penglihatannya dengan ruangan yang hanya diterangi remang-remang pancaran kilat dari luar.

Reksa menoleh ke arah ambang pintu. Ternyata yang membuka pintu itu adalah Rena, istrinya. Namun, ada sesuatu yang terasa amat tidak wajar dari gesture tubuh istrinya.

Rena berdiri membisu di sana. Sebagian wajahnya tertutup oleh helai-helai rambut hitamnya yang terurai berantakan. Tubuhnya sedikit condong ke depan, seolah-olah sedang mengamati Reksa secara intens dalam diam. Matanya terlihat kosong tanpa sekali pun berkedip, bahkan dada Rena tak tampak naik-turun menandakan napas.

"Ren... Rena?" Reksa memanggil.

Namun, Rena hanya berdiri kaku di sana tanpa memberikan jawaban sedikit pun.

Kilat di luar jendela kembali menyambar dengan dentuman gemuruh, menerangi Wajah Rena sesaat. Reksa tersentak, ia mendapati tatapan mata istrinya benar-benar tak seperti biasanya. Tatapan itu kosong, bagaikan cangkang tanpa jiwa.

Reksa menelan ludah, tenggorokannya mendadak terasa sekering gurun. "Kamu dari mana, Ren?" tanyanya lagi, memberanikan diri memecah kesunyian yang kian menekan dada.

Rena masih membisu. Perlahan-lahan, ia merentangkan lengannya yang kaku, lalu menunjuk ke arah luar pintu kamar, mengarah pada lorong rumah yang gelap gulita dan lengang.

Perasaan ngeri yang amat sangat menyusup dan merambat cepat menembus tulang belakang Reksa. Ia mengikuti arah tunjuk jemari Rena yang pucat. Mencoba mengusir rasa takut yang kian membuncah, Reksa berupaya bersikap senormal mungkin.

"Oh, kamu dari kamar mandi?" tanyanya, memaksakan sebuah senyum tipis yang terasa sangat hambar di bibirnya.

Rena hanya mengangguk pelan.

"Ya sudah, sini tidur lagi," ajaknya seraya menepuk-nepuk permukaan kasur empuk di sebelahnya.

Namun, bukannya mendekat ke tempat tidur, Rena justru berbalik arah secara perlahan. Ia melangkah keluar kamar menuju lorong. Langkah kakinya terdengar berirama lambat namun berat, menggema di sepanjang lorong gelap yang kian menambah pekat suasana mencekam malam itu.

"Loh, mau ke mana lagi, Ren?" Reksa berteriak heran.

Melihat istrinya terus berjalan tanpa menghiraukan panggilannya, rasa penasaran bercampur cemas memaksa Reksa untuk menyusul. Ia menyibak selimut, turun dari ranjang, dan melangkah menelusuri lorong yang remang. Hujan deras di luar serasa bersekongkol dengan kegelapan, mengiringi setiap derap langkahnya yang menggema.

Rena terus berjalan hingga tiba di ruang makan, area yang tadinya sunyi dan diselimuti bayang-bayang pekat. Di sana, wanita itu mendadak berhenti. Ia berdiri kaku menghadap meja makan, tubuhnya membeku bagai patung.

Reksa mengamati dari jarak beberapa langkah, dadanya bergemuruh hebat. "Ren, kamu kenapa sih? Kok aneh banget?" tanyanya.

Namun Rena tetap diam. Punggungnya yang tegak membelakangi Reksa. Perlahan-lahan, Reksa memberanikan diri mendekati istrinya hingga berdiri tepat di samping tubuh wanita itu.

Reksa merasa seluruh otot tubuhnya menegang kaku saat kepala Rena perlahan-lahan menoleh ke arahnya. Dan ketika wajah itu sepenuhnya berbalik, darah Reksa serasa berhenti mengalir seketika!

Di depannya kini bukan lagi wajah cantik Rena, melainkan sosok mengerikan dengan kulit yang mengelupas, berwarna merah kehitaman, dan berkerut kasar. Mata sosok itu melesak cekung dan berwarna hitam pekat tanpa siluet putih, menatap Reksa tajam.

Seketika, mulut hancur milik sosok tersebut menyunggingkan senyum lebar yang sangat tidak wajar hingga merobek sudut pipinya, memamerkan deretan gigi yang runcing, dan berdarah. Bau busuk daging terbakar menyengat hebat, menusuk indra penciuman hingga membuat perut Reksa mual dan hendak muntah. Tangannya gemetar hebat, kakinya serasa terpaku mati di atas ubin yang dingin.

“Rek…sa…” suara parau, serak, dan bergema ganda keluar dari rongga tenggorokan sosok itu. Suara itu samar-samar mirip nada suara Rena.

Reksa ingin menjerit sekuat tenaga dan melangkah mundur, namun seluruh saraf tubuhnya serasa lumpuh total .

"Masih ingatkah kau padaku, Reksa?" suara serak itu kembali menggelegar, disusul oleh tawa kecil melengking yang membuat seluruh bulu kuduk di tubuh Reksa berdiri tegak.

Dengan sisa tenaga yang ada, Reksa berhasil mundur satu langkah. Sosok mengerikan ini mengenalnya, ia bicara seolah-olah ada ikatan masa lalu yang amat kelam di antara mereka. Reksa memeras otaknya, namun rasa takut yang membakar membuat pikirannya kacau balau.

"Siapa... siapa kau sebenarnya?!" teriak Reksa histeris, suaranya parau dan terbata-bata.

Sosok itu melayang mendekat semeter, membuat Reksa semakin terpojok. Wajahnya yang hancur terbakar tampak semakin jelas tiap kali kilat memancarkan cahaya putih dari jendela ruang makan.

"Aku adalah bagian dari masa lalumu yang berusaha kau kubur dan lupakan!" bisik sosok itu dengan nada ganda yang menggelegar di dalam kepala Reksa. Sepasang matanya menatap tajam.

Jantung Reksa berdegup kencang ,dosa apa yang pernah ia perbuat? Sosok itu terus menatapnya dengan seringai mengerikan, tampak begitu menikmati kepanikan yang meremukkan mental Reksa.

"Kau harus MATI! Kau telah membuat aku dan anakku menderita! Hihihihi!"

"Pergi kau! Pergi dari rumahku!" jerit Reksa histeris sambil mengayunkan tinjunya secara serabutan ke udara dengan mata terpejam rapat.

PLAK!

"Au... awww! Apa-apaan sih, Mas?!"

Sebuah rintihan kesakitan yang sangat familiar memecah keheningan. Reksa merasakan tinjunya baru saja mendarat di sesuatu yang lunak. Reksa perlahan membuka matanya. Suara itu... itu adalah suara asli Rena! Tidak ada nada ganda atau gema mengerikan seperti sebelumnya.

Reksa mendapati ruangan itu kini kembali normal. Sosok mengerikan dengan kulit terbakar tadi telah lenyap tanpa bekas.

"Kamu kenapa sih, Mas?!" Rena meringis kesakitan sambil mengelus pipinya yang terkena pukulan Reksa. "Aku panggil-panggil dan teriak dari tadi bukannya sadar, malah mukul!"

Reksa berdiri terpaku dengan napas memburu dan peluh dingin membasahi seluruh bajunya. Matanya bergerak liar menyapu tiap sudut ruang makan yang remang.

"E-emang... kamu dari mana tadi, Ren?" tanya Reksa dengan suara yang masih sangat bergetar dan napas terengah-engah.

"Aku dari kamar mandi!" sahut Rena agak kesal, memilih untuk menyembunyikan kejadian aneh yang baru saja dialaminya sendiri.

Bulu kuduk Reksa kembali menegang hebat mendengar penegasan istrinya. Jika Rena baru saja dari kamar mandi, maka sosok yang bersamanya tadi benar-benar bukan manusia! Pikirannya terus berputar liar, mencoba merangkai teka-teki mengenai siapa sebenarnya arwah penasaran yang mengincar nyawanya itu.

*

Semalam suntuk, Reksa tak mampu memejamkan mata sedikit pun. Setiap kali ia mencoba merebahkan kepala dan memejamkan pelupuk mata, gemuruh suara seram sosok itu kembali bergaung nyaring di gendang telinganya: “Aku bagian dari masa lalumu yang kau coba lupakan... Kau harus mati, kau membuatku dan anakku menderita!” Kata-kata itu menjelma menjadi teror psikologis yang merusak kewarasannya.

Ketika fajar menyingsing dan sinar matahari mulai menerobos masuk, Reksa berjalan gontai menuju ruang tamu. Pikirannya buntu. Kata-kata sosok itu terus bergema. Bagian dari masa lalumu...

Kalimat itu perlahan memicu ingatan kelam yang selama bertahun-tahun telah ia kubur dalam-dalam. Siapa yang pernah ia zolimi hingga semenderita itu? Bayangan-bayangan masa lalu merambat naik ke permukaan pikirannya. Wajah-wajah masa lalu berdatangan satu per satu, menagih pertanggungjawaban.

Kening Reksa berkerut dalam, memeras ingatan akan nama-nama yang pernah ia sakiti demi keuntungan pribadinya. Seketika itu juga, ingatan Reksa terkunci rapat pada satu nama dan satu wajah. Nina.

Bayangan Nina, wanita malang yang dulu pernah coba ia lecehkan dan fitnah demi memuluskan kerja sama jahatnya dengan Rukmini, muncul begitu jernih di pelupuk matanya. Reksa ingat betul bagaimana raut ketakutan, derai air mata, dan jeritan histeris Nina malam itu ketika dipojokkan dan diamuk oleh warga desa akibat skenario licik yang ia susun bersama Rukmini.

"Astaga... bagaimana kalau dia benar-benar datang untuk mencabut nyawaku...?" gumam Reksa bertengger dalam ketakutan yang murni.

"Siapa yang Mas maksud? Balas dendam apa?" tanya Rena yang tiba-tiba muncul dari arah dapur membawa mangkuk berisi bubur hangat untuk Reksa yang mendadak demam tinggi.

Reksa terperanjat kaget.

"A-ah... bukan! Bukan siapa-siapa, Ren!" sangkalnya cepat dengan nada gugup.

Rena menatap suaminya dengan raut heran dan curiga yang amat sangat.

Reksa merasa benar-benar tidak berdaya.

"Tidak... aku tidak bisa membiarkan ini terus menerus!" gumam Reksa panik.

Ia bangkit dari kursi, melangkah mondar-mandir di ruang tamu dengan raut wajah pucat pasi. Ia butuh perlindungan gaib untuk menyelamatkan diri dari murka arwah Nina.

"Mbah Jarwo... iya, Mbah Jarwo! Mungkin dukun itu bisa membantuku mengusir arwah Nina!" batin Reksa .

1
ChaManda
gila nih orang🗿
UmakAy: iya emang itu 🤭
total 3 replies
UmakAy
ayo baca ...ceritanya seru
Nur Baiti
up thorrrrrrr
UmakAy: siap kak...
total 1 replies
UmakAy
kasih rate dong kakak² yg baca biar aku makin semangat
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Oooh... Jadi begitu, ya... Cara licik keluarga Roni...

🤨🤨🤨🤨🤨
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Pengen rasanya masuk ke cerita di BAB ini, terus bantuin Roni buat nonjokin Herman!!! /Determined//Determined//Determined/
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ah, sumpah... Merinding pas baca adegan ini... /Panic//Panic//Panic/
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
MANTAP!!! SAYA SUKA GAYAMU RONI!!!
UDAH, PINDAH AJA KE DESA NINA, RON...

💪💪💪
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Kalo saya yang jadi Nina, pasti udah bales ngomong, "Masih mending kangkung yang saya masak, Bu! Tadinya malah pengen saya masakin OSENG PAKU SAMA BAUT!"

🤣🤣🤣🤣🤣
UmakAy: ngakak kak 🤣
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Duuuh... Sabar ya Nina... 😭😭😭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Seru juga ceritanya...

Terus, gimana Ruhi (kakaknya Roni) bisa punya calon suami? Lah wong sikapnya aja seperti itu sama adiknya sendiri...

Dan Nina, karakternya langsung bikin meleleh... 🤭🤭🤭
UmakAy: biasanya jodoh adalah cerminan diri 🤭
total 1 replies
the virtuso
saling support thor
UmakAy: siap 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!