NovelToon NovelToon
SANGKAR PERNIKAHAN

SANGKAR PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Ketika cinta berubah menjadi sebuah penjara.

Menikah adalah impian setiap wanita, pernikahan yang bahagia penuh keharmonisan adalah harapan. Namun, bagaimana jika cinta hanya membawanya dalam sebuah Sangkar Pernikahan?

Seruni menikahi Tuan Muda pertama dari keluarga Danuel. Tentu pernikahan dalam sebuah keuntungan bagi orang tuanya. Namun, sial ketika Seruni jatuh cinta pada sosok ramah dan hangat itu. Yang dalam sekejap mata berubah, nyatanya Tuan Muda pertama keluarga Danuel ini adalah sosok pria arogan yang dingin.

Seruni menjalani pernikahan yang bagaikan sebuah penjara. Dia harus melepas karir sebagai model yang saat itu sedang begitu naik. Lalu, semua hal yang dia lakukan harus atas persetujuan suaminya. Hingga, Seruni mulai jengah dan memberanikan diri mengajukan Perceraian. Tapi, apakah suaminya akan menyetujui Perceraian itu?

"Ceraikan aku, Mas. Pernikahan ini tidak akan bisa di lanjutkan lagi. Wanita dari masa lalumu sudah kembali sekarang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apakah Bisa Bebas?

Untuk pertama kalinya lagi setelah beberapa bulan terakhir, mereka bisa sarapan bersama. Meski semalam gagal untuk makan malam bersama, sekarang Raifan bisa sarapan bersama dengan istrinya ini.

"Em, hari ini aku mau ke rumah Selvia. Boleh?"

Gerakan tangan yang sedang memegang sendok dan garpu itu terhenti. Mendongak dan menatap Seruni dengan dingin. "Kenapa baru bilang sekarang? Bukankah sudah pernah aku katakan, jika mau pergi kemana pun harus izin aku sebelumnya!"

Seruni menghela napas pelan, padahal semalam dia yang pulang terlambat, dan Seruni tidak ada waktu untuk membicarakan ini. Namun, tetap harus Seruni yang mengalah dan menuruti aturannya.

"Semalam kamu terlambat pulang, jadi aku tidak sempat bicara"

Raifan menjatuhkan sendok ke atas piring hingga menimbulkan suara dentingan yang sangat nyaring. "Tidak ada pergi kemana pun hari ini!"

Suaranya rendah, namun cukup memecah keheningan. Membuat Seruni tidak mampu menjawab apapun, selain hanya menuruti saja perintahnya.

"Kalau besok boleh?" tanya Seruni, tidak mau mengalah begitu saja. Memberikan opsi lain yang terpenting dia bisa pergi menemui temannya. "Aku benar-benar harus bertemu Selvia, ada yang harus aku bicarakan"

Tatapan Raifan tetap dingin, bahkan semakin tajam. "Apa yang ingin kalian bicarakan? Apa kau sedang merencanakan untuk lari dariku?!"

Tangan Seruni mengepal erat di atas meja, mencoba menahan diri untuk tidak terpancing ucapan Raifan. "Memangnya aku bisa lari darimu? Bukankah kamu sudah membentuk sangkar pernikahan yang membuat aku tidak akan pernah bisa lari kemana pun. Bahkan, kamu memasang GPS di ponselku, jadi bagaimana aku bisa lari?"

Raifan terdiam, dia berdiri dan mengambil jasnya yang tersampir di kursi. "Pergilah, pulang sebelum sore. Jika kau ketahuan bertemu pria lain dan bukan temanmu itu, maka aku akan hancurkan hidupmu!"

Seruni tersenyum sinis, menatap suaminya dengan hampir tidak percaya. "Bukankah hidupku sudah hancur? Kebebasanku bahkan sudah tidak ada"

Raifan melirik tajam istrinya, dia mendekat pada Seruni. Meraih dagunya dan menatapnya lekat. "Kau sendiri yang datang kepadaku, menyetujui pernikahan ini. Dan sekarang aku tidak akan melepaskanmu!"

Seruni tersenyum miris, suaminya tidak akan pernah melepaskannya, meski dia tidak mencintai Seruni. Jadi, pernikahan macam apa ini? Hanya perjalanan cinta sepihak Seruni yang berubah menjadi sebuah penjara untuknya.

"Pergilah Mas, sudah terlalu siang. Bukannya akan ke Kantor" Seruni meraih tangan suaminya yang berada di dagunya, mencium punggung tangannya dengan lembut. "Hati-hati di jalan, kabari jika sudah sampai"

Raifan terdiam, senyuman Seruni yang selalu sama. Memberikan ketulusan padanya. Membuat hatinya berdebar tak karuan.

"Kau yang harus mengabari aku saat nanti pergi dengan temanmu"

Seruni hanya mengangguk saja, lalu Raifan mengelus lembut kepalanya dan mengecup kening Seruni.

*

Seruni pergi dengan di antarkan sopir, pergi ke rumah Selvia. Dan setiap dia pergi bersama temannya, maka sopir ini tidak akan pernah pulang dan menjemput lagi saat Seruni pulang. Dia akan terus menunggu, seperti sengaja di perintah oleh suaminya untuk terus mengawasi Seruni.

"Em, Pak bisa pulang saja. Aku hanya akan disini saja, tidak pergi kemana pun lagi. Nanti aku telepon kalau sudah mau pulang"

"Tapi Nona..."

"Gak papa, Pak. Nanti aku yang bicara sama Tuan Muda"

"Baiklah, saya juga mau izin mau pulang ke rumah dulu. Mau bertemu anak saya, hari ini dia ulang tahun"

Seruni tersenyum dan mengangguk, meski Pak Sopir terlihat sangat ragu untuk pergi meninggalkan Seruni di sini, tapi dia juga sepertinya ingin menemani anaknya tiup lilin ulang tahun hari ini.

"Yaudah Bapak pulang saja dulu ke rumah, nanti aku telepon kalau sudah mau pulang. Oh ya, sebentar" Seruni mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang untuk di berikan pada Pak Sopir. "Aku tidak tahu kalau hari ini anak Bapak ulang tahun, jadi tidak punya apa-apa sebagai hadiah, jadi aku beri uangnya saja, terserah anak Bapak mau dibelikan apa nanti"

"Eh Nona, tidak usah" Pak Sopir sudah ingin menolak karena merasa tidak enak. Tapi Seruni memaksa untuknya mengambil uang itu. "Ambil saja Pak, maaf karena tidak bisa membelikan hadiah. Semoga anak Bapak selalu bahagia dan di kelilingi oran-orang baik"

Pak Sopir mengangguk, terlihat dari matanya yang berkaca-kaca. "Terima kasih banyak, Nona. Saya juga mendoakan semoga Nona bisa menemukan kebahagiaan bersama Tuan Muda"

Seruni hanya tersenyum, namun tidak memungkiri jika di dalam hatinya dia mengaminkan doa itu. Karena dia juga berharap akan ada akhir bahagia dari sebuah pernikahan yang berawal perjodohan ini.

Seruni masuk ke dalam rumah Selvia, temannya itu sudah menunggu di depan rumah sejak mobil Seruni sampai. Dia terlihat kegirangan karena sudah lama tidak bertemu dengan Seruni.

"Ayo duduk, bentar ya minumnya lagi dibuat sama Mbak"

"Iya Sel, tenang saja"

Mereka duduk berdampingan di sofa, bercerita hal-hal ringan sebelum Selvia mulai mengubah topik pembicaraan pada hal yang lebih serius.

"Run, kembali jadi model mau ya? Ada agency baru yang mau merekrut kamu lagi. Aku yakin karier kamu akan semakin cemerlang"

Seruni tersenyum, bukan dia tidak lagi menyukai pekerjaan itu. Tapi, semuanya sudah berubah sejak dia menikah dengan Raifan. Berpose di depan cahaya kamera sudah terhenti sejak lama.

"Tidak mungkin bisa, Sel. Mas Rai tidak akan mengizinkan"

Selvia menghela napas pelan, dia menatap sahabatnya dengan prihatin. Selvia berdiri, dia menarik tangan Seruni untuk ikut berdiri dan membawanya keluar rumah,

"Sel, kita mau kemana?"

"Pergi menemui seseorang"

Seruni ingin menolak, tapi Selvia sudah mendorongnya masuk ke dalam mobilnya. Entah kemana Selvia akan membawanya pergi dan bertemu siapa pun, dia tidak tahu.

"Kita akan bertemu dengan seseorang yang memungkinkan bisa bantu kamu keluar dari rumah itu dan terbebas dari pernikahan ini"

"Hah?!" Tentu Seruni terkejut mendengarnya, seseorang seperti apa yang Selvia maksud sampai bisa membantunya melawan seorang Raifan. "Sel, siapa yang akan kita temui? Jangan macam-macam, Mas Rai bisa melakukan apapun jika ada yang berani mengusiknya"

"Kita temui saja dulu, nanti kamu coba bicara sama dia. Lagian, mau sampai kapan kamu berada dalam pernikahan seperti ini?"

Seruni diam, dia juga tidak menjawab. Karena dia sendiri sudah bingung dengan perasaan dan hatinya. Perasaan yang hanya membawa luka, dan pernikahan yang berubah menjadi sebuah penjara baginya. Tapi untuk bisa bebas, apa dia bisa?

"Nah itu orangnya" tunjuk Selvia saat mereka sudah masuk ke sebuah Restoran dan menemui seseorang yang duduk di meja ujung. "Ayo Run"

Seruni hanya diam, mengikuti langkah Selvia yang terus menarik tangannya. Melihat pria yang tersenyum ke arah mereka, perasaan Seruni mulai tak karuan. Takut jika suaminya mengetahui soal pertemuan ini.

Bersambung

Jangan nabung bab ya, jangan bikin author tantrum😌

1
Fera Susanti
ah raifan mh misterius ga jelas..pantes seruni prasangka buruk terus
nayla tsaqif
Kabur aja lahhh,, kaburrrrr,, 😌
Mia Camelia
ywdh sih raifan jujur aja klo cinta sama seruni🤭
dyah EkaPratiwi
pergi runi
dyah EkaPratiwi
raifan bener2 ya
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣 menyesal kan sekarang
Oma Gavin
tolong segera dibongkar rahasia seruni menurut raifan itu hrs di jaga bener" penasaran
edelweis🌻
bikin seruni pergi biar gk berbelit2
Rarik Srihastuty
lanjut thor, makin penasaran nih.
dyah EkaPratiwi
tapi sekali kali gpp run bikin suamimu tantrum
dyah EkaPratiwi
jahat banget kamu raifan😭
dyah EkaPratiwi
bener2 gak waras ini raifan
dyah EkaPratiwi
gila raifa
dyah EkaPratiwi
semangat runi💪
Mia Camelia
seruni bertahan lah💪💪🤭
Hani
bagus
Rarik Srihastuty
ceritanya seru
Yani Suryani
aku yakin Raifan itu sebenarnya sudah suka sama seruni tapi masih belum sadar
Yani Suryani
jangan lupa like nya 👍
MamDeyh
Aku malah selalu menunggu update an mu lohhh kak Nitaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!