NovelToon NovelToon
3 NASIB YANG SAMA

3 NASIB YANG SAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:BXB / Balas Dendam
Popularitas:745
Nilai: 5
Nama Author: Kal Ipah

tiga pemuda yang sama-sama bernasib buruk sama-sama di khianati kekasih mereka dan sama-sama di anggap buruk oleh keluarga sendiri




#bl
#bxb

yang gak suka gak usah baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kal Ipah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

Malam itu, ruang utama mansion terasa begitu mencekam. Helen berdiri dengan napas memburu dan mata menyala merah penuh amarah. Di depannya, sebuah foto Brian saat masih kecil dengan memeluk Raja adiknya yang tersenyum manis setelah rencana busuknya terbongkar.dan rasa malu yang terhina oleh Brian di mall itu menambah kemarahan di hati helen

Helen mengamuk dan menghancurkan semua barang di dalam mansion itu.

"Kau benar-benar bajingan, Brian!" teriak Helen, suaranya melengking memecah keheningan. "Bisa-bisanya kau memperlakukan saya di depan umum? akan saya habisi kamu brian?!"

"saya akan mencari orang yang bisa membunuhmu Brian, walau kamu di lindungi Caesar sekalipun kamu tidak akan bisa lepas dari maut yang saya pegang untukmu Brian"

Helen terus memaki dan meluapkan seluruh kemarahannya dengan menghancurkan seluruh barang-barang yang baru beberapa hari di ganti itu

Tanpa helen sadari,Raja mendengar semua perkataan helen, Raja mengepalkan tangannya kuat.

Raja melangkah masuk melalui pintu samping. Kedatangan Raja malam itu hanya untuk satu urusan sederhana.mengambil barang-barang miliknya yang tertinggal di mansion.

Namun, langkah kaki Raja terhenti seketika. Dari balik pilar besar, ia mendengar setiap untaian kata yang keluar dari mulut Helen. Seluruh skandal, konspirasi, dan kejahatan keji yang selama ini disembunyikan Helen kini terbongkar gamblang di telinga Raja.

Rasa terkejut Raja langsung berubah menjadi murka yang tak terbendung. Matanya menggelap penuh dendam. Dengan langkah lebar dan berat, Raja menghampiri Helen yang masih sibuk beteriak dan menghancurkan barang-barang

"Jadi selama ini kau dalang di balik semua ini, Helen?!" geram Raja.

Helen sangat terkejut melihat Raja yang datang secara tiba-tiba,Sebelum Helen sempat berkilah, Raja langsung mencengkeram leher Helen dengan kuat dan mencekiknya.

Helen terbelalak, wajahnya mulai memerah kehabisan oksigen sementara kakinya berjuang mencari pijakan. Raja benar-benar telah kehilangan kendali atas akal sehatnya akibat rasa kecewa yang teramat dalam.

"Raja! Hentikan! Kau bisa membunuhnya!"

Suara teriakan itu bergema dari arah pintu masuk.kakek dan nenek Raja tiba-tiba datang dan langsung belari memegangi lengan Raja, mencoba sekuat tenaga melepaskan cengkeraman maut cucu mereka dari leher Helen. Helen terbatuk-batuk dan jatuh tersungkur ke lantai begitu cengkeraman itu terlepas.

Bukannya mereda, kemarahan Raja justru berbalik arah. Ia menepis tangan kedua orang tua itu dengan kasar. Tatapan Raja kini tertuju pada kakek dan neneknya dengan rasa jijik yang mendalam.

"Jangan sentuh aku!" bentak Raja, suaranya menggelegar. "Kalian berdua sama saja menjijikkannya! Selama ini kalian berpura-pura suci di depanku, padahal kalian adalah tua-tua bangka sialan yang ikut membantu dan menutupi semua kejahatan wanita iblis ini! Kalian berdua benar-benar busuk dan tidak tahu diri!"

"kalian Kenapa diam saja saat wanita gila ini mau membunuh kakaku ha!" bentak Raja ke kakek dan neneknya

Kakek dan neneknya tertegun, wajah mereka pucat pasi mendengar makian kasar dari cucu yang selama ini menghormati mereka. Malam itu, semua topeng di mansion tersebut telah hancur berkeping-keping.

Setelah makian kasar malam itu, hubungan Raja dengan kakek neneknya berubah menjadi sangat dingin dan berjarak jauh, Tidak ada lagi kehangatan keluarga di antara mereka.cucu satu-satunya yang berada di samping mereka juga akan segera pergi

 yang tersisa hanyalah kecurigaan dan keheningan yang menusuk setiap kali mereka berada di ruangan yang sama. Raja benar-benar menutup diri dan memperlakukan mereka layaknya orang asing yang terikat dosa masa lalu.

Kemarahan Raja kembali menyala saat ia menatap Helen yang masih terengah-engah di lantai. Dengan suara yang bergetar menahan amarah, Raja membentak helen habis-habisan

"Kau benar-benar monster, Helen! Bagaimana bisa kau menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi darah dagingmu sendiri?! Dia kakakku, anak kandungmu!" bentak Raja, suaranya menggelegar memenuhi ruangan. "Ibu macam apa yang tega merencanakan pembunuhan terhadap anaknya sendiri demi menutupi rasa malumu?!"

Mendengar bentakan itu, Helen dengan sisa tenaganya merangkak mendekat. Helen memegang erat tangan Raja,berusaha mencari belas kasihan. Air mata palsu atau mungkin air mata keputusasaan mulai mengalir di pipinya. Ia mencoba meluruskan keadaan dan membuat kejelasan.

"Dengar dulu, Raja! Aku terpaksa melakukan ini!" seru Helen dengan suara serak, berusaha meyakinkan putranya. "Aku membayar pembunuh bayaran itu bukan tanpa alasan! Kakakmu itu sudah di luar kendali. Dia memegang rahasia kita dan mengancam akan menghancurkan seluruh keluarga ini, termasuk posisimu! Aku melakukan ini semua demi melindungimu, Raja! Aku ingin melenyapkan Brian agar tidak ada yang bisa menjatuhkan kita dan mengganti posisi kamu menjadi pewaris!"

Raja menatap tangan Helen yang mencengkeramnya dengan tatapan jijik, lalu menghempaskannya dengan kasar.

"Cukup, Helen! Jangan berdalih seolah-olah kau melakukannya demi aku," desis Raja dengan nada dingin yang mematikan.

Raja tahu betul tabiat ibunya.sejak dulu,helen memang tidak pernah menyukai anak kandungnya sendiri. Kakak Raja selalu dianggap sebagai beban, produk kegagalan, dan duri dalam daging yang mengancam reputasi serta ambisi Helen. Alasan "melindungi keluarga" hanyalah omong kosong yang dipakai Helen untuk membenarkan kekejamannya.

Melihat kedoknya tidak mempan lagi pada Raja, wajah Helen perlahan berubah pucat karena sadar bahwa ia telah kehilangan segalanya termasuk kendali atas anak yang selalu ia manfaatkan.

Raja tidak sudi menghabiskan satu detik pun lebih lama di dalam mansion yang penuh dengan kepalsuan itu.

"saya membencimu! SAYA MEMBENCIMU,HELEN !"Raja menatap kakek dan neneknya dengan tajam. "Saya tidak menyangka kakek dan nenek, orang yang saya hormati dan saya percaya, malah menusuk dari belakang. Kalian diam saja saat wanita ini merencanakan pembunuhan terhadap kakakku cucu kalian sendiri!"

"Raja, kakek dan nenek minta maaf. Kami tidak bermaksud merahasiakan ini semua. Kami hanya tidak ingin kamu membenci mamamu sendiri, makanya kami menyembunyikan kebenaran ini," ucap sang kakek bergetar.

"Apa pun alasannya, kalian tetap berbohong! Saya tidak akan pernah menginjakkan kaki di mansion ini lagi. Dan kamu, Helen, jangan harap saya akan memaafkanmu setelah apa yang kamu lakukan kepada Kak Brian!"

Raja langsung berbalik dan pergi meninggalkan mansion, mengabaikan tatapan memohon dari Helen serta keheningan kaku dari kakek dan neneknya. Dengan emosi yang masih bergemuruh, ia memacu kendaraannya membelah malam.

"Raja, jangan pergi! Mama minta maaf, Raja! Raja!" teriak Helen histeris, memanggil nama Raja yang terus berjalan menjauh tanpa menoleh ke arah mansion itu lagi.

"ini semua gara-gara kamu Helen, mereka semua pergi cucuku pergi. APA KAMU PUAS SEKARANG HA !!" kakek langsung pergi ke kamarnya dengan perasaan bersalah terhadap cucu-cucunya terlebih lagi ke Brian cucu yang tidak pernah dia anggap

1
fakhri
Lanjutkan, semangat berkarya 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!