NovelToon NovelToon
Cinta Tak Ada Logika

Cinta Tak Ada Logika

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:63.7k
Nilai: 5
Nama Author: Delisa Sitari

Kehidupan Kinta seorang single parent yang memiliki dua orang anak. Setelah sekian lama ditinggal oleh suaminya dan menghidupi anak-anaknya seorang diri. Bertemu dengan Atta laki-laki petualang yang dicintainya dengan tulus namun ternyata dirinya hanya dipermainkan.
Bahkan tanpa berdosa lelaki itu mendekati sahabat dekat Kinta sendiri. Namun sakit hati terbalaskan karena ternyata Rani sudah memiliki seorang kekasih.
Dan Kinta pun dipertemukan dengan kawan lamanya yang menjodohkannya dengan Kakak laki-lakinya. Yang mencintainya dengan tulus.
Namun apalah daya Kinta begitu lama masih belum dapat melupakan Atta sepenuhnya.
Bahkan meskipun Kinta sudah menikah dengan Yusdi pun. Masih ada sisa-sisa perasaannya terhadap laki-laki petualang itu.
Dan akhirnya Atta muncul kembali di kehidupan Kinta dan ingin mendapatkan cintanya lagi.Bagaimana Kinta mempertahankan rumah tangganya bersama laki-laki yang selama ini telah mengobati lukanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delisa Sitari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 35 : Pindah Ke Rumah Baru

Esok pagi Yusdi sudah bersiap memboyong Kinta dan anak-anak mereka ke rumah pribadinya. Kinta sudah memasukkan perlengkapannya termasuk pakaiannya ke dalam koper besar. Ia hanya menyisakan beberapa helai baju di lemarinya untuknya jika ingin menginap di rumah Ibunya suatu hari nanti.

Sedangkan Bu Kasih membantu cucu-cucunya memasukkan perlengkapan mereka ke dalam koper yang lain.

Paman Joko beserta istri dan anaknya juga bersiap untuk pulang ke kota mereka. Kakek dan Nenek Kinta sudah lama berpulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa.

Setelah berpamitan pada Kinta dan keluarga yang lain Paman Joko bersama istri dan anaknya berangkat terlebih dahulu. Mereka mengendarai mobil pribadi. Kehidupan mereka memang lebih mapan dari Kinta dan Ibunya.

Berikut giliran Yusdi dan Kinta beserta Dian dan Riyanti pergi meninggalkan rumah yang penuh kenangan itu. Namun Kinta berjanji pada Ibunya untuk sering-sering menengoknya. Toh rumah mereka tidak terlalu jauh dari rumah Bu Kasih.

Sebenarnya Kinta begitu berat meninggalkan Ibunya sendirian di rumah itu. Tapi apa boleh buat, dia harus ikut bersama suaminya.

Perpisahan sementara itu begitu mengharukan. Kinta memeluk erat Ibunya dengan berlinang air mata. Selama ini dia tak pernah jauh dari orang yang melahirkannya itu. Bu Kasih juga memeluk para cucunya tersayang.

Yusdi membawa istri dan anak-anaknya dengan mengendarai mobil yang waktu itu juga dipakainya menjemput Kinta.

Mereka akan menjemput Nanda terlebih dahulu di rumah Neneknya. Karena selesai acara pernikahan mereka kemarin Nanda diajak untuk menginap di sana.

Dalam perjalanan Kinta mencoba bertanya pada Yusdi tentang penasarannya selama ini.

" Sebenarnya ini mobil siapa Mas ? " tanya Kinta yang duduk di sebelah Yusdi yang sedang menyetir.

Sementara Dian dan Riyanti duduk di jok belakang.

Yusdi melirik ke arah istrinya itu. " Ini mobilku sayang. Dan sekarang juga menjadi milikmu... " jawabnya dengan tersenyum.

Kinta tertegun. Ternyata kondisi finansial Yusdi di atas perkiraannya.

Kinta menoleh pada Yusdi. Lalu mengarahkan pandangannya lagi ke depan.

" Oohhh..." sahut Kinta.

Yusdi masih melajukan mobilnya dengan kecepatan normal.

" Nanti kita langsung ke rumah kita atau menginap dulu di rumah Ibu ? " tanya Yusdi.

" Kita langsung ke rumah saja Mas... Besok saja kalau kita berkunjung ke rumah Ibu kita bisa menginap. Aku ingin beres-beres dan membersihkan rumah kita dulu. Pasti banyak debu karena tidak pernah ditempati... " ujar Kinta. Dia masih sungkan memanggil suaminya dengan sebutan "sayang" di depan anak-anaknya.

" Tenang sayang... sudah ada yang membereskannya..." sahut Yusdi.

" Oohh... Begitu...Baiklah... " ujar Kinta.

" Tapi nanti kita langsung pulang saja. " kata Yusdi.

"He em..." gumam Kinta.

Setelah sampai di rumah Bu Tatik, Yusdi pun segera berpamitan untuk membawa Nanda ke rumahnya. Perpisahan itu juga penuh haru. Meskipun itu hanya sementara bahkan mereka masih bisa sering bertemu. Karena sejak Yusdi berpisah dengan mantan istrinya, Nanda diasuh oleh Neneknya.

Bu Tatik percaya Kinta akan bisa menjadi Ibu yang baik bagi Nanda.

Beberapa menit kemudian sampailah mereka di rumah Yusdi. Kinta begitu takjub melihat rumah yang lumayan besar itu. Bahkan lebih besar dari rumah mertuanya.

Pagarnya lebih tinggi dengan cat putih dan tembok rumah yang juga berwarna putih bervariasi dengan coklat muda. Membuat rumah itu tampak kalem seperti Nyonya rumah yang baru.

Halamannya cukup luas dan terdapat taman kecil di dalamnya. Pohon mangga dan belimbing membuat teduh di ujung kanan dan kiri halaman. Di samping pohon mangga ada tanah kosong untuk memarkirkan mobil.

Pak Ahmad yang bekerja di rumah itu untuk menjaga dan merawatnya segera membukakan pagar untuk tuannya.

Yusdi memasukkan mobil dan memarkirkannya. Dia pun mengajak istri dan anak-anaknya untuk masuk ke dalam rumah. Pak Ahmad membantunya membawa koper-koper mereka.

" Rumahnya besar sekali..." seru Riyanti yang kagum melihat rumah barunya. Dia sempat melihat ada ayunan di taman.

" Nanti saja ya mainnya... Kita masuk ke dalam dulu... " ujar Yusdi yang mengerti akan sikap Riyanti.

" He em... " jawab Riyanti menurut.

Mereka pun masuk ke dalam rumah. Benar saja rumah itu sudah tampak bersih dan rapi. Kinta baru tahu orang yang membawakan kopernya yang telah merapikannya.

Yusdi dan Pak Ahmad menaruh koper- koper itu di tengah ruang tamu. Mereka berhenti sejenak.

" Oh ya sayang... Ini Pak Ahmad... orang yang akan membantu kita di rumah ini." Yusdi memperkenalkan Pak Ahmad pada istri dan anak-anaknya.

Sementara Nanda sudah mengenalnya karena dari dulu waktu Ayahnya belum berpisah dengan Ibu kandungnya, beliau sudah bekerja di rumahnya.

Kinta pun menyalami Pak Ahmad, begitu juga Dian dan Riyanti.

Di rumah itu terdapat empat kamar tidur. Satu kamar Yusdi yang akan dia tempati bersama Kinta. Kamarnya yang dulu ia tempati bersama mantan istrinya akan dijadikan kamar Dian dan Riyanti. Yang satu kamar Nanda. Dan satu lagi kamar tamu.

Kamar mereka semua berada di lantai dua. Sedangkan kamar tamu berada di lantai satu. Tiga kamar di atas masing-masing terdapat kamar mandi di dalamnya. Kecuali kamar tamu. Di lantai bawah ada satu kamar mandi di sebelah dapur. Kamar Pak Ahmad paling kecil di antara semuanya. Tempatnya terletak di dekat dapur dan kamar mandi.

Yusdi pun menunjukkan kamar mereka masing-masing. Semua menurut dan mengerti. Tapi ada satu orang yang protes.

" Kenapa aku tidak sekamar dengan Kak Dian dan Kak Riyanti ? Masa aku tidur sendirian... " keluh Nanda. Dia mengayun-ayun tangan Ayahnya.

Yusdi dan Kinta tersenyum.

" Biasanya kamu kan tidur sendiri sayang... " jawab Yusdi sambil mengelus kepala Nanda.

" Tapi Kan Dian dan Kak Riyanti tidur satu kamar... Aku juga ingin sekamar dengan mereka Yah... Boleh ya... " rengek Nanda.

Dian dan Riyanti hanya diam mendengarkan rengekan adik tirinya itu. Mereka tidak keberatan kalau harus sekamar. Hanya saja apa Nanda mau tidur bertiga bersama mereka. Bukankan dia terbiasa tidur sindirian di kasur. Apa dia tidak merasa terganggu nantinya...

" Memangnya adek mau tidur bertiga sama Kakak-Kakak kamu ? " tanya Yusdi.

" Mau Yah... Bu... Boleh kan aku sekamar dengan Kakak ?" tanya Nanda pada Kinta.

Kinta tersenyum. " Tentu boleh Nak... Tapi apa kamu tidak akan terganggu kalau harus tidur bertiga dengan Kakak ? " tanyanya.

" Tidak kok Bu...Ya... Boleh Ya..." rengek Nanda lagi. Sekarang tangan Kinta yang diayun-ayunnya.

" Ya sudah... Adek sekamar dengan Kak Dian dan Kak Riyanti..." jawab Yusdi.

" Asyiikkk... " seru Nanda senang sambil mengangkat kedua tangannya ke atas. " Ayo masuk Kak... " ajak Nanda menarik tangan Kakak-Kakaknya untuk masuk ke dalam kamar.

Dian dan Riyanti pun menurut. Mereka melihat sekeliling kamar menelusuri keadaan kamar itu. Akhirnya mereka bertiga duduk di ranjang besar. Tempat tidur di kamar itu memang cukup besar karena dulu adalah kamar Yusdi dan mantan istrinya.

Kinta dan Yusdi ikut masuk ke dalam membawakan koper mereka.

Tiba-tiba Dian beranjak dari kasur dan berkata... " Aku saja yang tinggal di kamar sebelah... Aku kan laki-laki. Jadi tak masalah kalau aku tidur sendiri..."

Ayah, Ibu, dan kedua adiknya melemparkan pandangan mereka pada Dian.

" Kalau kamu bersedia tidak apa-apa Nak... " sahut Yusdi sambil menepuk pundak Dian.

Dian pun mengangguk. Mereka semua setuju dengan keputusan Dian. Lalu Dian pun mengambil koper yang berisi pakaian dan perlengkapannya dari tangan Ibunya. Dan bergegas pergi menuju kamar lain yang berada tepat di sebelah kamar yang menjadi tempat Nanda dan Riyanti tidur.

" Ya sudah... Ayah sama Ibu ke kamar dulu ya... Kalian bisa kan membereskan perlengkapan kalian sendiri..." ujar Yusdi pada kedua putrinya.

Nanda dan Riyanti mengangguk bersamaan.

" Biar saya bantu mereka Pak...Bu... " sahut Pak Ahmad yang sedari tadi berdiri di luar kamar bermaksud menunggu barangkali dia dibutuhkan.

" Oh ya...silahkan Pak. Tapi biarkan mereka juga membantu Pak...Agar bisa belajar mandiri..." ujar Yusdi.

Pak Ahmad mengangguk. Lalu beliau masuk ke dalam kamar Nanda dan Riyanti membantu mereka membereskan perlengkapannya.

Yusdi pun menggandeng Kinta berjalan menuju kamar mereka sendiri, dengan koper milik Kinta di tangan kirinya.

Dengan cepat Yusdi menutup pintu kamar setelah berada di dalam. Ia meletakkan koper begitu saja. Dipeluknya pinggang istrinya itu dari depan. Diciuminya wajah Kinta hingga kusut. Yusdi seperti musyafir yang kehausan.

1
Agus Irawan
Halo Readers Mampir yuuk ke cerita ku klik langsung frofil ku yah
Agus Irawan
feedback untuk mu kak
coni
like mendarat Thor

mampir juga ya ke CSku
coni
Semangat upnya Thor🥰
Like ku udah melayang tuh

Ditunggu feedback nya ya 😁
salam "ANGKASA: Salam penghuni bumi"
kitty
mau gimana lg anak2 butuh ayah kandungnya, apalagi anak perempuan..nanti ayahnya yg jd wali
kitty
mantan suami kinta yg pertama gak ada kabar?
Firstraha cleanida
semangat semangat yokkk
Delisa Sitari: trm kasih...
total 1 replies
AM
Lanjut semngat terus, aku bacanya nyicil ya😁

baca juga cerita ku Choice Of Love ❤
kitty
klo menikah dg duda cerai hidup apalagi jk perceraiannya tdk baik2 sj, dan ada anak pula rata2 kisah balikan sm mantan itu srg tjd..
sebenarnya sy berharap kinta menemukan jodoh lain selain yusdi yg menurutku tdk tegas dan sering salah langkah..tp bukan berarti kembali dg atta
Delisa Sitari: Tp dlm cerita ini Kinta hanya akan menikah 2x 🙏🙏🙏
total 1 replies
Darah Biru (Bangsawan)
mantap ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
like like ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
sambungan jejak boomlike ❤️
Bill
Mbak bisa follback saya gk?ada yg saya tanyain nih😊 lanjut mbak ak suka alur cerita mu😍
Delisa Sitari: oke... sudah
total 1 replies
Author Ika.
HAI AUTHOR SAYA UDA LIKE DAN RATE 5 BINTANG , MAMPIR DONG KE NOVEL SAYA “Aku Bukan Lesbian," DITUNGGU KEHADIRANNYA DAN TINGGALKAN JEJAK.

-AKU BUKAN LESBIAN.
delesia
dasar si Ahmad.... udh tau tambah mencurigakan malah ga lapor
delesia
emang enak kinta... kamu rasakan karma mu sendiri
delesia
sakitnya dikhianati.... akupun sudah pernah merasakan beberapa kali
delesia
terlambat utk menyesal kinta... gw malah ingin yusdi menceraikan kamu
delesia
banyak sih wanita type sprt kinta.... mendua
delesia
dasar kinta munafik ... kalo wanita bener hrsnya diblokir nomor atta dan kemanapun janjian dg atta, ajak suami biar ga ada yg disembunyikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!