NovelToon NovelToon
Whisper Of Love Season 2

Whisper Of Love Season 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:362.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ani.hendra

Bagian dari The fate of marriage

Memiliki paras yang nyaris sempurna, ternyata tidak menjamin Ivannia menerima sembarang lelaki untuk mengisi hatinya. Ivannia mengalami trauma terhadap lelaki hingga membuatnya bersikap dingin terhadap semua pria. Dia menolak dan menjauh jika hal itu terjadi.

Sementara Gavin dibesarkan keluarga sederhana yang penuh kewaspadaan dan tidak mudah percaya pada orang lain kecuali Joevanka. Namun semenjak cintanya bertepuk sebelah tangan ia menjadi pria yang susah jatuh cinta. Namun semenjak dia mengenal Ivannia yang memiliki sifat jutek dan dingin membuat Gavin penasaran dan semakin jatuh ke dalam jurang cinta.

Di sisi lain seorang pria juga mengagumi Ivannia. Dia adalah seorang asisten yang bekerja di perusahaan Donisius. Lelaki itu adalah Halbret, dia humoris dan suka tersenyum kepada siapa saja. Ia berusaha untuk mendapatkan cinta dari Ivannia.

Bagaimanakah pertarungan cinta segitiga ini. Siapakah yang berhasil menahlukkan cinta Ivannia.

Ikuti kisah cinta mereka.
Whisper Of Love Season 2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani.hendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta yang luar biasa

💌 Whisper of love season 2 💌

 

🍀 HAPPY READING 🍀

.

.

"Apa kabar Ivannia, Joe?" tanya Gavin dengan hati-hati.

"Oh, Ivannia? Sudah tujuh hari ia dirawat dirumah sakit Gavin."

DEG

DEG

DEG

Jantung Gavin terpukul kencang mendengar perkataan Joevanka.

"Dirawat? Ivannia sakit apa Joe?" wajah Gavin nampak panik.

"Ia terkena penyakit tipes dan bakteri yang ada di tubuh Ivannia sudah menyerang organ hatinya." Joevanka menghembuskan napas singkat. " Ia harus istirahat total untuk mendapatkan kesembuhan yang maksimal. Walau sebelumnya Ivannia memaksa harus dirawat di rumah. Kau tau, Ivannia dikenal sebagai wanita yang setia pada pekerjaannya Gavin. Dia sakit saja masih bisa-bisanya memikirkan pekerjaannya. Luar biasa gak?" Joevanka berdecak sambil menggeleng.

"Apa dia masih dirawat?" tanya Gavin lagi.

"Hari ini dokter mengizinkannya pulang. Dia sudah baikan kok. Walau dokter menyarankan ia masih harus istirahat di rumah."

"Syukurlah..." Gavin menghembuskan napas lega.

"Ehem...ehemmm." Joevanka berdehem, ia menyadari ada hal aneh disetiap pertanyaan Gavin. "Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui Gavin?" tanya Joevanka dengan menaikkan alisnya.

"Ah, tidak ada Joe,"

"Jangan bohong Gavin. Aku sudah mengenalmu lebih dari apapun. Bahkan semasa kau dalam kandungan ibu, jadi kau tidak bisa merahasiakannya." sahut Joevanka.

Mendengar itu, Gavin Tertawa dengan perut yang bergetar, wajah berkerut dan gesture sedikit membungkuk ke depan. Ia tertawa sambil malu-malu, untuk mencoba menjaga image. Ia tidak ingin Joe menyadari bahwa ia semakin menyukai Ivannia.

"Gavin, apakah kau menertawakan ku sekarang? Aku bisa mencium aroma itu."

"Sejak kapan kau pandai menggurui Joe?"

"Sejak aku mengenal Gavin Axton." ucap Joevanka dengan wajah mengerucut. "Sekarang kau jangan mengalihkan pembicaraan, apakah kau menyukai Ivannia?" Tanya Joevanka.

Gavin tersenyum, Lagi-lagi hatinya dipenuhi bunga kala mengingat wajah Ivannia .

Ketika Gavin mencintai seseorang, ia akan merekam apapun tentangnya. Ivannia jauh saja, Gavin seakan bisa merasakan aroma parfumnya dan dengan begitu saja ia merasa lebih hangat dan bahagia. Gavin seakan lupa benturan yang pernah ia rasa atau luka bahkan patahan sudah sering ia rasakan. Gavin jadi lebih kuat untuk menghadapi benturan yang membuat memar, gesekan yang membuat perih dan luka yang berdarah atau pun patahan di bagian tertentu. Ini terlalu luar biasa, cinta dalam hatinya sekarang bertambah besar. Ivannia nampak berbeda.

Berbeda saat Gavin mencintai Joevanka. Ia hanya bisa memilih mencintai dalam diam dan tidak ingin memaksa Joevanka untuk menerimanya. Karena sesungguhnya Joevanka mencintai lelaki lain. Tapi tidak dengan Ivannia. Gavin seakan ingin lebih berusaha mendapatkan wanita yang dicintainya kali ini. Gavin akan tetap menjadi lelaki biasa. Yang mendapatkan cinta dengan caranya sendiri. Lelaki Biasa Yang Mencintainya Dengan Luar Biasa.

"Gavin, hallo Gavin? apa yang kau lakukan?" panggil Joevanka menatap handphonenya berulangkali. Panggilan masih tersambung. Tapi Gavin sama sekali tidak mau bicara.

"Gavin?" Panggilnya lagi.

"Astaga, maafkan aku Joe..." Seketika pikiran Gavin kembali.

"Pasti mikirin Ivannia, iya?" Ledek Joevanka. "Benarkan, iyakan? ayo dijawab?" Desak Joevanka.

"Iya," Jawab Gavin pelan. "HAH? TIDAK MAKSUD SAYA BUKAN SEPERTI ITU." teriaknya sepersekian detik.

"Astaga apa yang telah aku katakan." umpat Gavin dalam hati sambil menepuk dahi. Aku pasti sudah gila dengan semua ini.

Joevanka menjauhkan handphonenya karena mendengar teriakan dari Gavin yang cukup keras memekakkan telinga. Joevanka mengusap pelan telinganya. Hingga beberapa detik kemudian ia kembali menempelkan layar pipih itu untuk melanjutkan pembicaraan.

"Tidak usah berteriak seperti itu Gavin, aku bisa mendengarnya. Sekarang katakan yang sebenarnya, kau menyukai Ivannia, kan?"

Karena tidak ada jawaban Joevanka sedikit kesal. "Ehmmm, sepertinya kau tidak membutuhkan aku lagi. Aku kesal..." Kata Joevanka dengan wajah mengerucut dalam.

"Hmm, aku menyukainya Joe." Akhirnya kata-kata itu lolos dari bibirnya.

Joevanka tersenyum. "Sejak kapan?" Tanya Joevanka antusias.

"Aku tidak tahu..."

"Cukup, sekarang tugasmu, kau harus bisa mendapatkan Ivannia. Aku tidak suka dia berhubungan dengan kekasihnya sekarang."

"Bukannya dia sudah putus Joe?"

Joevanka sedikit terkejut. "Maksudmu putus dengan Mario si wajah sok kaku itu?"

Mendengar nama Mario, ia teringat ketika Ivannia berteriak di jembatan Le Bridge. Ia pernah menyebut nama itu.

"Aku melihatnya sendiri ketika Ivannia berlibur di Australia."

"Ck, "Joevanka berdecak sambil manggut-manggut, "Baguslah, aku ikut bahagia. Mario bukan lelaki baik. Itu menambah poin untukmu Gavin. Sekarang berusahalah. Walau itu sedikit sulit. Kau tahu, Ivannia bukan tipe wanita yang mudah terperdaya dengan rayuan gombal. Ia justru lebih membenci pria bermulut manis. Itu salah satu kunci untuk menahlukkan hatinya."

"Benarkah?"

"Tentu saja, walau seperti itu jangan menyerah. Gavin yang aku kenal bukan tipe lelaki yang mudah putus asa. Lihat kariermu cepat naik karena kau pekerja keras. Dan aku harap dalam percintaan pun kau harus seperti itu. Kau mengerti?"

Mendengar penuturan Joevanka yang panjang lebar. Gavin tersenyum. "Siap Joe, aku akan berusaha."

"Jangan berusaha, pastikan kau bisa mendapatkannya. Ivannia anaknya baik."

"Bagiku Ivannia seorang malaikat kehidupan yang dikirim Tuhan untuk membantuku Joe. Jadi aku pasti bersyukur jika ia bisa menerima perasaanku." batin Gavin.

"Ehm, Gavin?" panggil Joevanka dengan suara berat dan pelan. "Aku berdoa untuk kebahagiaanmu, sudah waktunya kau memiliki keluarga Gavin. Aku yakin ibu, Leona dan Levin juga menginginkan seperti itu."

Gavin tersenyum dibalik telepon. Benar kata Joevanka. Pernikahan itu untuk membangun cinta berbeda dengan jatuh cinta. Membangun cinta dilakukan setiap saat dengan kesadaran penuh menjaga, memupuk, memelihara rasa cinta yang ada dengan saling memahami kelemahan masing-masing, saling melengkapi kekurangan masing-masing. Berusaha membuat senang, menghindari hal-hal dan perbuatan yang bisa membuat pasangan bersedih. Membuat nyaman satu sama lain.

"Gavin, kau mendengarku?"

"Iya, Joe..."

"Kalau begitu lakukan secepatnya. Aku menunggu. Jangan sampai aku menjuluki kau pria tua yang tidak mau menikah."

"Aku mengerti Joe," ucap Gavin kembali tersenyum.

"Baguslah, kalau kau mengerti. Oya, apa kabar ibu?" Tanya Joevanka.

"Ibu sehat, operasinya berjalan lancar."

"Ibu operasi, kapan Gavin?"

"Seminggu yang lalu,"

"Ehmmm, lagi-lagi kau mengecewakan aku Gavin." protes Joevanka menghembuskan napas singkat.

"Maaf Joe, aku takut mengganggu..."Kata Gavin tertunduk menyadari kesalahannya.

"Lain kali jangan ulangi, sekarang yang penting ibu sudah sehat. Itu sudah lebih rasa syukurku." kata Joevanka tersenyum.

Gavin kembali melihat jam ditangannya, lumayan lama mereka bicara. "Maaf Joe, sepertinya aku harus mengakhiri panggilan ini. Hari ini ada rapat di kantor."

"Oke, sampaikan salam buat semua keluarga, iya?"

"Baik, jaga kesehatanmu Joe."

"Ehmm..."

Dan tiba-tiba...

TIT!

Panggilan terputus, Joevanka tersenyum menatap Handphonenya.

"Siapa yang membuat istriku tersenyum seperti ini?" Ivander mendekat dan memeluk Joevanka dari belakang.

"Gavin..."Ucap Joevanka tersenyum kembali.

"Gavin? Kenapa dengan dia, sampai membuat Istriku sebahagia ini?" ucap Ivander lembut sambil mengeratkan pelukan mesranya.

Joevanka tersenyum begitu lembut dan menyandarkan pelipisnya pada pipi Ivander.

"Gavin menyukai Ivannia, sayang."

Ivander sedikit terkejut. "Sungguh?" Ia mengusap bahu Joevanka, turun ke lengan lalu menggenggam lagi tangan Joevanka, memeluk istrinya beserta tangannya yang kini berposisi menyilang di depan dada.

"Ehmmmm, dan aku bahagia ternyata Ivannia sudah putus dengan kekasihnya yang berwajah kaku itu. Aku sudah menduga Mario bukan lelaki yang baik buat Ivannia."

"Jangan pikirkan mereka sayang, bagaimana kalau kita memikirkan perjalanan bulan madu kita selanjutnya. Apa kau tetap memilih di London?"

Ivannia menepuk tangan Ivander yang masih berposisi menyilang. "Persiapan tetap ke London sayang, sesuai kesepakatan kita. Aku ingin kita ikut bergerak membantu mereka."

"Mereka sudah sama-sama dewasa, biarkan mereka yang menentukan sendiri. Aku ingin sesuatu darimu." Ivander menyelusupkan tangannya masuk ke dalam baju Joevanka. Menyentuh langsung kulit Joevanka yang lembut. Mengusapnya dengan sentuhan yang sensual. "Sudah satu minggu kita tidak melakukannya sayang, kau benar-benar menyiksaku." Ivander sengaja mengigit daun telinga Joevanka hingga membuatnya bergidik dan menggeliat.

"Lihat kau menyukainya?"

Ivannia memejamkan matanya merasakan eratan pelukan Ivander yang ada di perutnya.

"Apa sebaiknya kita mandi dulu, habis itu kita bisa...." Goda Joevanka sambil mengigit bibir bawahnya. Tatapannya berubah sayu. Sentuhan yang ia terima seperti sengatan listrik yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

"Ide bagus sayang, setelah itu terserah padamu, kau ingin aku mau melakukan apa untukmu, ehm?" Bisik Ivander di telinga Joevanka.

Joevanka membalikkan badannya ke arah Ivander dan mengalungkan tangannya di leher Ivander. "Aku ingin kau melakukan apapun yang membuatmu bahagia sayang," Joevanka berjinjit dan berbisik begitu sensual di telinga Ivander. "Apapun yang membuatmu bahagia dengan tubuhku." Alis Joevanka naik setengah ia tersenyum penuh arti.

Ivander menyeringai tipis, dan Joevanka memberikan jarak lagi di antara wajah mereka.

"Sayang?"

"hmmm..."

"Sekarang kita mandi,"

"Hahahaha."

Mereka pun melakukan aktivitas mandi bersama. Namun dengan cara yang lebih rileks dengan saling menggosok punggung dan tertawa bahagia. Tawa mereka memenuhi kamar mandi.

Ivannia masuk ke dalam kamarnya, setelah ia tiba di kediaman Donisius. Matanya mengabsen seluruh ruangan kamar tidurnya yang sangat Ia rindukan. Kenyamanan dirumah jauh lebih menyenangkan. Selama Ivannia di rawat, keluarga bahkan tidak memberikan handphonenya. Ivannia tersenyum kecut mengingat hal itu. Bahkan yang menghubungi pihak kantornya saja adalah Ivander sendiri. Ivannia memang harus istirahat total. Karena hasil lab menunjukkan kalau Ivannia positif sakit tipus, trombosit turun, dan tensi darah drop. Rasanya saat itu memang udah gak karuan. Napsu makannya tidak ada, Ivannia malah sering muntah-muntah. Astaga jika mengingat itu, Ivannia sangat trauma.

Awalnya Ivannia sepele. Ivannia kembali menjalani tes urine. Hasil laboratorium inilah yang mematahkan keinginan Ivannia untuk pulang. Dokter bilang bahwa dari hasil cek darah sebelumnya, bakteri yang ada di tubuh Ivannia sudah menyerang organ hati. Awalnya yang semangat pengen pulang jadi frustasi. Ia harus menjalani perawatan lebih lanjut untuk mengobati liver membuat Ivannia lebih lama dirawat dirumah sakit, yaitu 7 hari. Dan membuat ia harus berulang kali berhadapan sama yang namanya jarum suntik. Baik untuk ambil darah, atau pun beberapa kali ganti infus. Ivannia membuang napas panjang, ternyata kesehatan itu mahal.

Ivannia berdoa mengucap syukur atas kesehatannya dan menuntaskan pertemuan dengan Tuhan. Ivannia mengambil handphonenya di atas nakas.

Mulai membuka lock handphone-nya. Sepersekian detik, Ivannia terbelalak. Ia menatap handphonenya kembali. Begitu banyak panggilan tidak terjawab terlihat di layar handphone-nya. Pikirannya kembali beralih ke nomor yang menghubunginya bahkan sampai puluhan kali. Nomor itu tanpa nama. Ia membaca nomor itu berulang kali. Siapa tahu ia ingat nomor itu milik siapa. Ivannia menyerah. Ia akan menekan tanda hapus untuk menghapus panggilan itu. Tapi niatannya berubah ketika nomor itu kembali menghubunginya. Ivannia kaget dengan wajah mengernyit serius.

Apakah Ivannia harus mengangkatnya atau tidak?

.

.

BERSAMBUNG

❣️ Lagi-lagi Author kembali meminta maaf atas keterlambatan ini. Setelah ini akan up setiap hari. Author sudah kembali fit lagi 😊

❣️ Terima kasih masih setia menunggu update dari kisah Gavin dan Ivannia. 😘 Salam sehat tetap jaga kesehatan ya.

.

.

💌BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU💌

💌 BERIKAN VOTEMU 💌

💌 BERIKAN BINTANGMU💌

1
Anonim
keren
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Sri Widjiastuti
🤔🤔nyimak dulu
Femmilia Fitri
😭😭😭😭😭
pinna
Baper banget 💖💖💖
pinna
mau la satu seperti gavin
💜bucinnya taehyung💜
apa sih kisah orang tua valeno...jgn2 mksd nya pwmbunuh itu kasus nya ky arron kecelakaan yg menyebabkan orangtua valeno meninggal
💜bucinnya taehyung💜
valeno selalu menyebut gavin anak pembunuh..trs apa beda nya diabyg udah mbunuh adik nya sendiri dengan tidak memberi bantuan pd saat adik nya membutuhkan ...sungguh terlalu...
💜bucinnya taehyung💜
hadeeeh aku tkt masalah dokumen kantor yg bocor ..tkt nya gavin terfitnahkan ini
💜bucinnya taehyung💜
naaah kaaaaan..gavin sih segala nama joe kaga digsnti
💜bucinnya taehyung💜
yang penting saling menyatakan jika ada masalah kedepannya semoga kalian bs ttp kommpak
💜bucinnya taehyung💜
leona insting nya keren bgt
💜bucinnya taehyung💜
hokeh gavin selanjutny jgn sampe ivania salah paham...jgn sampe kamu terlihat jln atau makan atau terlihat mesra ama wanita lain yaaaa biasa orang abis patah hati bawaanya nethink mulu
💜bucinnya taehyung💜
plis gavin jgn lernah berfikir biaya itu dr manusia lucknut valeno ..bukan gavin bukaaaaan ..plis jgn mikir kesana
💜bucinnya taehyung💜
semoga nanti anak nya si valeno sakit paraaaah dan donor nya cm dr keluarga gavin yg cocok..merangkak lah kau valeno....
💜bucinnya taehyung💜
ayooo kita bikin donasi buat gaviiiin..
💜bucinnya taehyung💜
satu yg aku sesalkan knp Ivannia g belajar taekwondo jg kek ivander jd dia bs hajar si mario abis2an g tega bgt pas part dia di tampar di dorong ama mario...
💜bucinnya taehyung💜
jgn terlalu dipersulit y Thor kisah gavin ivania...
💜bucinnya taehyung💜
kamuuuu mau menghancurkan donisius...ga bisa tsaaaay... aku terbahaaak loh.. mario klo menghalu suka kelewatan
💜bucinnya taehyung💜
kamuuuu mau menyingkirikan donisius...ga bisa tsaaaay... aku terbahaaak loh.. mario klo menghalu suka kelewatan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!