Bima hanyalah "sampah desa" yang ringkih. Digerogoti penyakit jantung bawaan dan paru-paru basah akut, hidupnya dihabiskan untuk merangkak di bawah kaki orang-orang kaya yang arogan.
Puncaknya, di sebuah malam yang diguyur hujan lebat, Bima dihajar hingga sekarat dan jatuh ke dasar sungai.
Namun, maut justru membawanya menemukan batu mustika hitam misterius. Tak hanya sembuh total, fisik Bima bermutasi menjadi sekokoh karang, lengkap dengan kemampuan mata tembus pandang dan medis gaib.
Menariknya, energi baru di tubuh Bima membuat setiap wanita yang ia sentuh bergetar tak berdaya.
Berawal dari pijatan penyembuhan, Bima mulai menaklukkan hati para wanita cantik—
mulai dari Rasti si kakak ipar janda muda, Laras sang kembang desa, hingga Siska, istri pejabat kota—yang suaminya terlibat kasus perselingkuhan. Bersiaplah menyaksikan aksi Danu, si tukang pijat penakluk wanita!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34-mengintip
Bab 34
Sret! …
Telingga Bima yang sekarang punya sensitivitas di luar nalar manusia menangkap suara kecipak air yang lembut di antara derus arus sungai di bawah. Suara itu begitu ritmis, disusul oleh helaan napas lega yang sangat berdu, halus—suara khas wanita matang mandi.
Naluri jantan Bima seketika bergejolak hebat setelah tubuhnya baru saja diisi penuh oleh "bensin super" dari Jahe Merah Mustika. Menggunakan Mata Terawangan Intuitif miliknya, Bima melongokkan kepalanya ke bawah tebing, memfokuskan pandangannya menembus kabut tipis dan rimbunnya dedaunan yang memayungi tepian hulu sungai yang sepi itu.
"Wow... luar biasa!" batin Bima nyaris memekik, jakunnya naik turun dengan cepat.
Di dalam cerukan sungai yang berair jernih bagai kristal, tampak sesosok wanita sedang berendam tanpa selembar benang pun.
Kulit dia sangat putih khas wanita kota, berkilau diterpa semburat cahaya matahari yang menembus celah pepohonan. Lekukan tubuhnya sangat matang dan berkelas : dada yang penuh dan kencang serta pinggang ramping yang meliuk indah saat wanita itu menyiramkan air ke pundak!
Begitu wanita itu membasuh wajahnya dan mendongak, Bima seketika melotot sempurna. "Lho, Nyonya Siska?!"
Wanita itu tidak lain adalah istri pejabat tinggi kota yang tempo hari datang ke rumah Bima untuk mengobati kutukan santet hitam di dalam tubuhnya. Sesi pijat kala itu tidak hanya membuat tubuh Nyonya Siska terbebas dari racun gaib, tetapi juga menghasilkan cuan fantastis sebesar Rp 100.000.000 bagi Bima!
Sesuai kesepakatan, wanita kota yang menawan ini seharusnya kembali untuk kontrol seminggu sekali. Tapi siapa sangka, entah apa alasannya, siang ini dia justru berada di hulu sungai sepi pedesaan Sukamaju, mandi telanjang bulat di alam terbuka.
Melihat aset berharga milik pejabat kota terpampang nyata di depan mata, darah muda Bima langsung berdesir tajam.
Gejolak Mustika Hijau di area bawah perutnya berdenyut-denyut gila, menuntut pelepasan energi yang meluap-luap.
Gila, bener-bener spek bidadari kota! batin Bima, matanya memancarkan tatapan predator nakal.
Kemarin dia cuma melihat sedikit saat sesi memijat. Tapi sekarang telanjang bulat! Wow! Rezeki nomplok!
Karena rasa penasaran yang teramat sangat dan dorongan nafsu mudanya, Bima memajukan tubuhnya lebih ke depan, mencoba mengintip lebih jelas dari balik cerukan tebing. Bima lupa bahwa fisiknya yang sekarang sudah jauh lebih padat dan berat akibat efek samping kultivasi instan tadi.
KRETEK! PRANK!
"Waduh, gawat—"
Bebatuan cadas tebing yang menjadi tumpuan kaki Bima mendadak remuk, tidak kuat menahan tekanan berat tubuh abnormalnya. Dalam hitungan detik, tubuh tegap Bima kehilangan keseimbangan dan langsung meluncur bebas, jatuh bebas dari ketinggian sepuluh meter menuju ke bawah!
.”oalah jancok!”
Kehilangan pijakan, tubuh tegap Bima langsung meluncur bebas dari ketinggian sepuluh meter. Angin sore berdesir kencang di telinganya. Dalam kondisi normal, jatuh dari ketinggian seperti ini ke sungai berbatu bisa patah tulang atau mati konyol. Namun, refleks abnormal Bima langsung bekerja kilat. Di udara, dia memutar tubuhnya agar mendarat dengan posisi kaki terlebih dahulu.
BYURRRRR!!!
Air hulu sungai yang jernih dan dingin seketika mencuat tinggi, menciptakan cipratan ombak besar ke segala arah. Beruntung bagi Bima, dasar sungai di titik itu cukup dalam, dan fisiknya yang sudah sekeras baja sama sekali tidak merasakan sakit saat menghantam permukaan air.
Namun, masalah utamanya bukan itu. Kebetulan yang teramat sangat gila sedang terjadi.
Tepat di titik Bima tercebur, Nyonya Siska—istri pejabat kota yang bertubuh sintal dan mulus itu—sedang berendam setengah badan tanpa selembar benang pun. Wanita matang itu seketika menjerit histeris karena terkejut oleh dentuman air yang luar biasa dahsyat di dekatnya.
"Kyaaaa!!! Tolooo—"
Sebelum teriakan Siska mengundang perhatian orang lain atau membuatnya tenggelam karena panik, tubuh tegap Bima yang basah kuyup langsung menyembul dari dalam air. Tangan kekarnya bergerak refleks, menyambar pinggang ramping Siska dari belakang dan mendekap tubuh polos wanita itu ke dada bidangnya yang kini sudah membentuk sixpack sempurna.
Set!
Jeritan Siska langsung tersumbat di tenggorokan. Tubuhnya yang licin, basah, dan hangat seketika menempel tanpa sekat pada tubuh perkasa Bima yang terasa sekeras batu karang. Keintiman mendadak di dalam air dingin itu membuat keduanya membeku seketika.
"Nyonya... Nyonya Siska, tenang! Ini saya, Bima!" bisik Bima cepat, deru napasnya yang hangat langsung menerpa ceruk leher Siska yang wangi sabun mewah.
Mendengar nama yang sangat tidak asing itu, Siska perlahan membuka matanya yang sempat terpejam erat karena ketakutan. Dia menoleh ke belakang, memandangi wajah tampan Bima yang rambutnya basah acak-acakan, memancarkan aura kejantanan yang berkali-kali lipat lebih pekat dibanding seminggu lalu.
"M-Mas Bima...?" cicit Siska, suaranya mendadak gemetar. Rasa takutnya lenyap dalam sekejap, digantikan oleh debaran jantung yang berpacu gila-gilaan.
Siska bisa merasakan dengan sangat jelas bentuk dada bidang Bima yang menekan punggung polosnya, serta sesuatu yang tegang dan keras dari area bawah perut Bima yang menusuk pinggul bagian belakangnya di dalam air. Darah mudanya yang baru saja diisi 'bensin super' dari jahe merah membuat aset kejantanan Bima tidak bisa diajak kompromi; benda itu menegang maksimal karena kontak fisik yang terlampau vulgar ini.
"Kam-kamu... kenapa bisa jatuh dari langit begini, Mas?" tanya Siska dengan wajah yang sudah merah padam sampai ke leher, matanya sayu menatap Bima dari jarak yang hanya seujung kuku.
Siska sama sekali tidak berusaha berontak atau menutupi tubuh polosnya. Efek sisa hawa murni dari pijatan penyembuhan kutukan seminggu lalu ternyata telah menanamkan benih keterikatan batin yang mendalam di jiwanya. Wanita kota ini sudah terkunci pesonanya pada Bima.
Walau dia aslinya istri penjabat! Namun si penjabat itu memiliki latar belakang hitam, menurut mata batin bima da melihat adanya kemungkinan si suami selingkuh. Sungguh goblok wanita semontok bohai gini kok di lantarkan, di culik bima baru tahu rasa.
"Anu, Nyonya... tadi saya lagi nyari tanaman obat di atas tebing, eh malah kepeleset," jawab Bima beralasan sambil menyeringai nakal.
Menggunakan Mata Terawangan miliknya, Bima bisa melihat sisa-sisa energi hitam kutukan di rahim Siska sudah bersih,atau itu yang dia harapkan. Detik itu juga bima melotot. Alih-alih membaik energi gelap itu sangat pekat, lebih pekat dari beberapa hari yang lalu.
“m-mbak sendiri ngapain disini!”
Plak!
“Kya! Sebelum itu berbalik dulu … berani banget lihat tubuh telanjangku! Aku ma nutupin pakai handuk!”
Bima tertawa canggung, buru-buru melepaskan pelukan eratnya dan membalikkan badan membelakangi Nyonya Siska. Sayang sekali tidak bisa melihat tubuh murni dari istri pejabat gak mengecewakan.
"SALAM SATU NYALI, WANI"
LOSS GAK REWEL BOSSKU, PREI WONG RUWET...🦾💪💪🏼💪🏾💪🏿