NovelToon NovelToon
Benang Takdir

Benang Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Istana/Kuno / Time Travel
Popularitas:594
Nilai: 5
Nama Author: Borraaa

Takdir membuat wanita bernama Anna terlempar ke zaman sebelum abad pertengahan. Menuntut agar ia bisa mengubah sejarah dan takdir kelam seorang raja tirani.

Namun, alih-alih kekejaman seperti yang di katakan semua orang, yang ia temukan hanyalah sesosok jiwa rapuh yang selalu memperlakukan dirinya dengan penuh kepedulian. Dan perlahan, sebuah rasa mulai tumbuh bersama raga yang ia tempati, tapi, apakah itu pantas? Apakah takdir sudah mengizinkan?

Anna terus menahan perasaanya, sampai ketika ia melihat raja datang dengan darah yang menetes di tangannya, sebuah permintaan akhirnya tidak bisa lagi ia tahan. Jauh di dalam hatinya terucap sebuah permohonan.

"Tolong biarkan aku tetap di sisinya, biarkan aku tetap di tempat ini untuknya, biarkan aku mencintanya sampai
akhir."

Tepat setelah permohonan itu terucap, ia langsung berlari, melangkahkan kakinya menuju orang yang telah menjadi sebagian dari jiwanya.

Namun, mampukah ia bertaruh takdir tidak akan membuatnya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Borraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Padi musim dingin

...  Dengan di temani hangatnya cahaya matahari sore, beberapa percakapan terjadi antara mereka berdua di dalam ruangan besar ini. Yang hanya ada mereka berdua di dalamnya, tidak ada orang lain....

...Kini keduanya sudah sama-sama duduk berdampingan karena Anne yang terus memaksa turun dari pangkuan Leopold, takut pria itu merasa kelelahan....

...Perlahan Leopold mengambil buku yang tadi di cari oleh Anne. Dan sebuah kata terucap begitu saja saat ia mulai membuka sampul buku itu. " Sebenarnya buku apa yang kau cari sampai harus meminta bantuan dari Bernhard. " Ucapan itu terdengar sinis seolah menyinggung kejadian saat tadi Anne yang memegang pergelangan tangan Bernhard ketika bertemu dengannya....

...Anne tersenyum dan melirikkan pandangannya sejenak pada Leopold yang masih sibuk membuka buku halaman demi halaman. Ternyata wajah masamnya tadi itu karena Bernhard. Dasar tukang cemburu....

...Dengan sedikit memiringkan kepalanya untuk bersandar pada Leopold, Anne menjawab. " Salahmu tidak datang lebih awal "...

... " Bukan, ini salah Bernhard yang datang lebih dulu. " balasnya tidak mau kalah....

..." Dasar! " Anne memukul pelan bahu Leopold di iringi tawa kecilnya....

...Lalu sesaat kemudian Anne mulai mengalihkan fokusnya pada buku yang berisi tentang catatan bahan pangan negeri ini. Melihat isi setiap halaman yang di buka oleh Leopold....

..." Kenapa kau mencari buku ini? " tanya Leopold yang sedikit heran kenapa Anne mencari buku tentang hal ini....

..." karena aku ingin membantumu mengurus wilayah. "...

...Leopold memicing sejenak seolah tidak yakin dengan yang di katakan oleh istrinya....

..." Tidak perlu, aku bisa mengurusnya sendiri. " Tangannya tergerak untuk merangkul pundak Anne yang masih bersandar padanya saat membalas ucapan itu....

..." Tunggu, sudah berapa lama kita menikah? "...

..." Tiga bulan " Leopold menjawab cepat seolah hal itu memang selalu di ingat dengan jelas olehnya....

..." Nah, bukankah selama ini aku sudah meninggalkan tugasku sebagai istri dan juga Ratu? Bukankah keberadaan Ratu memang untuk meringankan beban Raja? " Kata-kata itu terucap lancar dari mulut Anne, padahal di balik pertanyaannya barusan hanyalah sebuah jebakan agar ia bisa tahu tentang usia pernikahannya dengan Leopold tanpa harus bertanya terus terang yang akan terdengar aneh....

...Tapi semua yang ia katakan juga tidak salah karena ia memang ingin membantu mengubah nasib kehancuran negeri ini, dan lebih tepatnya yang ingin ia ubah sebenarnya adalah nasib pria yang Anneliese titipkan padanya....

...Leopold hanya tersenyum saat mendengar Anne berkata ingin membantunya. " Tidak perlu, aku bisa melakukan semuanya sendiri, aku lebih tidak ingin melihatmu kelelahan. "...

...Oh tidak, Anneliese yang asli benar-benar bodoh sampai menyia-nyiakan orang sebaik ini. Begitulah isi pikiran yang tidak bisa lagi Anne simpan....

...Anne menarik buku dari tangan Leopold. " Tidak! Itu memang tugasku, kau tidak bisa melarangku. " protesnya tidak terima, yang langsung membuat Leopold tidak punya pilihan lain selain menyetujui permintaannya....

...Ya bagaimana ia bisa menolak permintaan orang yang paling ia cintai? Sepertinya asal itu bukan permintaan untuk pergi, Leopold memang tidak akan bisa menolaknya....

..." Baiklah, asal jangan sampai kelelahan, jika kamu sudah bosan langsung tinggalkan saja, jangan buat dirimu lelah" Akhirnya Leopold patuh pada permintaan itu....

..." Tapi ingat, jika ada sesuatu yang tidak di mengerti langsung tanyakan padaku, jangan tanya pada orang lain, hanya boleh padaku. "...

...Anne kembali tertawa. " 𝘛𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘶𝘨𝘢. "...

..." Iya, iya, aku hanya akan bertanya pada suamiku. " Anne menjawab seraya melingkarkan tangannya pada pinggang Leopold....

...Yang pada akhirnya, sore itu mereka habiskan dengan melihat daftar berbagai macam tumbuhan yang bisa di tanam di wilayah ini. Leopold hanya diam dan terus memandang istrinya yang sibuk mengamati buku dari tadi. Senyumnya sesekali terangkat saat Anne bertanya tentang beberapa tumbuhan yang tidak di mengerti....

...Sedangkan Anne sendiri tengah memutar otak, mencari solusi dengan mengandalkan ingatannya mengenai sejarah yang ia baca tentang kerajaan ini. Dari ingatannya, sejarah dan legenda mengatakan salah satu faktor yang mendorong kehancuran kerajaan dan membuat Anne bersedia mempercayai ramalan adalah karena krisis pangan dan juga semakin meluasnya wilayah kumuh....

...Sebenarnya Anne juga tidak terlalu mengerti tentang semua ini jika saja tidak ada sisa ingatan Anneliese yang memang di kenal cerdas dalam sejarah. Jika saja saat itu Anneliese tahu akan ada krisis pada musim dingin tahun depan yang mengakibatkan banyak korban mati kelaparan, mungkin ia juga akan melakukan pencegahan seperti ini dari awal....

...Akhirnya setelah lama mencari, Anne berhasil menemukan tumbuhan yang bisa di gunakan untuk mencegah terjadinya krisis....

...Ia menunjuk gambar yang ada di buku sambil melihat ke arah Leopold dengan senyuman bahagia....

..." Lihatlah " Anne menunjukkan gambar yang ia temukan....

...Leopold sedikit mengerutkan keningnya tidak mengerti....

..." Apa itu? Padi musim dingin? " tanyanya masih di penuhi kebingungan....

..." Iya " Anne menjawab dengan semangat....

..." Kenapa kau mencari itu? "...

...Anne menghela napas sejenak, mencari kata yang pas untuk menyampaikan pendapatnya pada Leopold. Lalu mengubah posisinya untuk menghadap ke arah Leopold agar pendapatnya nanti bisa terdengar lebih jelas....

..." Jadi, menurutku, kita harus menanam lebih banyak padi musim dingin saat ini. " Ia mulai mengeluarkan pendapatnya....

..." Kenapa? Bukankah kita sudah menanam cukup banyak padi selama ini? "...

..." Tidak bisa, itu masih belum cukup, "...

...Leopold masih menunggu Anne melanjutkan ucapannya....

..." Karena musim dingin tahun depan akan terjadi sangat lama, dan itu bisa menyebabkan krisis berbulan-bulan. "...

..." Kenapa kau bisa tahu? " tanya Leopold, yang tiba-tiba membuat Anne sadar jika tidak seharusnya ia mengatakan hal itu....

..." 𝘉𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘪𝘯𝘪? 𝘋𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩! 𝘚𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘢𝘱𝘢?...... 𝘈𝘺𝘰 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘈𝘯𝘯𝘦. " Ia masih sibuk bertengkar dengan pikirannya sendiri....

...Sampai akhirnya. " Ah itu, aku bisa sedikit membaca cuaca dan memperhitungkan musim, jadi, itu menurut perhitunganku. " Anne menarik senyuman di akhir kalimatnya agar tidak terlihat gugup dengan kebohongannya itu....

...Leopold sendiri langsung mengangguk walaupun menurutnya ucapan Anne terdengar sedikit aneh baginya. Tapi asal itu ucapan dari Anne, bagaimana bisa ia tidak mempercayainya....

..." Jadi? "...

..." Jadi, kita harus menerapkan kebijakan agar semua wilayah segera menanam padi ini supaya cukup dan bisa bisa cepat di panen sebelum musim dingin tiba. " jelas Anne....

...Leopold terdiam sejenak dengan jari yang terus memegang dagunya seolah sedang memikirkan sesuatu....

..." Tapi, kita tidak memiliki bibit yang cukup untuk melakukan penanaman di seluruh wilayah. " Akhirnya Leopold bersuara....

...Anne ikut terdiam mendengar hal itu....

..." 𝘛𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶, 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘴𝘦𝘫𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘬𝘳𝘪𝘴𝘪𝘴 𝘪𝘯𝘪, 𝘴𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘒𝘦𝘬𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳𝘢𝘯, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪𝘨𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘳𝘪𝘬 𝘮𝘢𝘴𝘺𝘢𝘳𝘢𝘬𝘢𝘵 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘰𝘯𝘵𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘱𝘦𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘓𝘦𝘰𝘱𝘰𝘭𝘥, 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘥𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘳𝘪𝘴𝘪𝘴 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪. 𝘑𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢, 𝘒𝘦𝘬𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘤𝘶𝘬𝘶𝘱 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘯𝘪𝘩 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪. "...

...Setelah pertimbangan sesaat, akhirnya Anne menemukan jawaban yang mungkin berguna. " Bukankah wilayah Kekaisaran cukup subur? Seharusnya mereka sekarang memiliki banyak biji padi musim dingin. Bagaimana jika kita meminta pada wilayah Kekaisaran. "...

..." Tidak bisa "jawab Leopold singkat....

..." Kenapa tidak bisa? "...

..." Karena Kaisar tidak akan peduli pada wilayah ini kecuali aku menyerahkannya pada Kaisar. "...

..." Haaaaahhhhh "...

...Anne hanya bisa terdiam sekarang. Bagaimana mungkin Kaisar melepas tanggung jawab begitu saja, padahal ini juga wilayah dalam kekuasaan yang juga menjadi tanggung jawabnya....

..." 𝘛𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘮𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘬𝘴𝘢 𝘓𝘦𝘰𝘱𝘰𝘭𝘥 𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯 𝘵𝘢𝘬𝘩𝘵𝘢, 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘵𝘦𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘦𝘱𝘢𝘴 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘸𝘪𝘭𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪. "...

...Seketika Anne merasa kasihan saat menatap wajah Leopold yang ternyata menanggung beban berat demi wilayah ini....

...Yang tanpa Anne sadari, sebenarnya beban itu rela terus Leopold tanggung hanya untuk dirinya. Saat sebuah kata terbesit dalam hati Leopold. " 𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢𝘮𝘶, 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘬𝘩𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘪. 𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢𝘮𝘶 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘦𝘴𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘯. "...

...Tangan Leopold tergerak untuk mengusap lembut kepala Anne. " Tenang saja, aku tidak akan melepas kekuasaan ini, kau akan tetap menjadi Ratu selamanya, dan memimpin wilayah ini bersamaku. "...

...Anne tahu, dari ucapan itu Leopold seolah memintanya agar tidak khawatir, karena pria itu pasti akan mencari cara untuk tetap mempertahankan wilayah ini untuknya....

...𝓚𝓪𝓾 𝓱𝓪𝓻𝓾𝓼 𝓶𝓮𝓷𝓮𝓹𝓪𝓽𝓲 𝓳𝓪𝓷𝓳𝓲𝓶𝓾 𝓛𝓮𝓸𝓹𝓸𝓵𝓭, 𝓽𝓮𝓽𝓪𝓹𝓵𝓪𝓱 𝓳𝓪𝓭𝓲 𝓡𝓪𝓳𝓪𝓴𝓾 𝓭𝓪𝓷 𝓶𝓮𝓶𝓲𝓶𝓹𝓲𝓷 𝔀𝓲𝓵𝓪𝔂𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓪𝓴𝓾.......

1
kiu kiu
benhard yg paling tau bagaimna perjuangan leopold.anne memang harus tau kehidupan leopold sebelum mendapatkan tahta rajanya.
kiu kiu
wah...leopold mulai modus tuh..mendekati sang ratu.tp baguslah dia menjadi lembut ketika bersama anne.😄😄
kiu kiu
kenapa leopold tidak menyuruh pergi putra mahkota...dan kenpa pula anne terlalu takut dg putra mahkota.padahal itu wilayahnya leo suaminya.knpa tidakan anak raja bodoh itu di biarkan begitu saja...thor ak jd gereget banget .leopold seperti pecundang membiarkan istrinya berdua dg putra mahkota.
kiu kiu
perdana mentri itu adalah musuh nyata di kekaisaran...kaisar menjadi bodoh karna memiliki perdana mentri tua.orang tua selir nya.klu terjadi perang semoga leopold menghabisi perdana mentri tua alias mertuanya itu.dan selirnya raja serta putra mahkota.yg dianggap adiknya itu.cuih...adik apaan maunya merebut tidak mendapatkan dg cara ksatria.author ak harap cerita ini tk berubah membosankan.gegara peran utamanya kalah mulu..kasian leopold dong...
kiu kiu
bau baunya ini si leo bucin akut...semoga annelise membalas cintanya.walaupun bukan annelise yg asli.
kiu kiu
lanjutkan thor
kiu kiu
suka banget cerita fantasi
kiu kiu
semangat thor....cerita fantasi in paling faforitku...💪💪💪
borraaa: Terima kasih kak😊 dukung terus karyaku ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!