NovelToon NovelToon
Sekretaris Palsu

Sekretaris Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Demi memastikan calon tunangan yang akan dijodohkan orang tuanya, Bella terpaksa menyamar bekerja di perusahaan milik Gilang, pria yang dipilih oleh sang papa untuk menjadi suaminya.

Satria Wijaya,, papa Bella adalah seorang pengusaha kaya raya dan Bella adalah anak semata wayang pasangan Satria dan Hani. Bella tentu tidak ingin calon suaminya, bersedia menikah dengannya hanya karena harta dan ia pun ingin memastikan jika pria yang akan menjadi pendamping hidupnya adalah pria setia.

Namun, kesalahpahaman terjadi. Gilang justru menganggap Bella adalah wanita simpanan Satria karena Satria lah yang meminta Gilang untuk mempekerjakan Bella sebagai sekretaris Gilang tanpa melalui proses pengrekrutan karyawan pada umumnya.

Lantas, bagaimana perjalanan kisah mereka selanjutnya? Ikuti saja kisah Bella dan Gilang dalam novel Sekretaris Palsu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalau Dia Naksir Kathy, Gimana?

Gilang menyerahkan pilihan pada Bella untuk perhiasan yang akan ia berikan pada Ibu Hani juga untuk calon istrinya, sebab Bella lah yang tahu selera orang yang ingin dia berikan hadiah, tak perduli meskipun dana yang harus harta kekayaannya untuk membeli barang itu.

Hampir mendekati dua miliar, uang yang ia belanjakan untuk membeli perhiasan itu. Bukan jumlah yang kecil untuknya, tapi mungkin bukan nilai yang besar untuk keluarga Bella, mengingat harta kekayaan Pak Satria sangat berlimpah.

Setelah melakukan transaksi di toko perhiasan, Gilang mengajak Bella makan lebih dulu sebelum kembali ke apartemen. Sementara barang yang ia pesan akan diantar esok hari oleh pihak toko ke kantornya untuk menjaga keamanan, karena ia tak ingin mengambil resiko.

Gilang memilih Japanese food restaurant sebagai tempat singgah mereka untuk mengisi perut. Ini pertama kalinya ia dan Bella pergi makan berdua di luar jam kantor. Sejak ia meyakini kalau calon yang akan dijodohkan dengannya adalah Bella, seperti tak ada beban dan lepas dari rasa bersalah di hatinya, ketika berduaan saja dengan wanita itu.

"Terima kasih kamu sudah menemani dan membantu saya memilih perhiasan, Bella." Menunggu makanan yang mereka pesan dihidangkan, Gilang menyampaikan terima kasih atas bantuan Bella, karena ia terlalu awam memilih perhiasan.

"Sama-sama, Pak. Saya senang bisa membantu Bapak," jawab Bella

"Menurutmu apa Kathy akan menyukai perhiasan tadi?" Gilang sengaja memilih topik pembicaraan seputar Kathy, ingin tahu reaksi Bella jika ia membicarakan tentang wanita yang ia anggap sebagai calon istrinya.

"Semoga saja dia suka," Bella menjawab, karena perhiasan yang dipilih olehnya tadi ditujukan untuk anak Pak Satria yang tak laik adalah dirinya. Ibarat kata diberi hadiah dan memilih sendiri hadiahnya.

"Oh ya, boleh saya tanya sesuatu ke kamu?" Tiba-tiba Gilang meminta izin bertanya pada Bella,

Bella mengeryitkan keningnya, selama ini, bukankah mereka sering berinteraksi tanya jawab, kenapa tiba-tiba Gilang bertanya seperti tadi? Bella merasa aneh.

"Tugas saya 'kan membantu pekerjaan Bapak, termasuk memberi informasi yang Bapak butuhkan," jawab Bella kemudian.

Di sela-sela percakapan mereka, pelayan toko datang menyajikan makanan pesanan mereka berdua dan segera meninggalkan mereka setelah seluruh hidangan selesai tersaji.

"Ini bukan terkait pekerjaan." Gilang mempertegas apa yang akan dipertanyakan olehnya.

Bola mata Bella begerak ke kanan dan kiri bergantian, menerka-nerka apa yang akan ditanyakan Gilang padanya.

"Bapak mau tanya apa?" tanyanya serius.

"Kamu selalu mendesak saya untuk menjawab pertanyaan kamu tentang perasaan saya ke kamu," Gilang menatap Bella dengan lekat, rasanya sulit berpaling pada wajah yang terbingkai indah di hadapannya saat ini.

"Apa sekarang Bapak mau mengakuinya?" tanya Bella dengan menyeringai seraya mengambil meneguk air mineral dan meneguknya.

"Kamu selalu ingin tahu soal perasaan saya, bagaimana dengan kamu sendiri? Apa kamu sendiri diam-diam menyukai saya?" Gilang sedikit mencondongkan tubuhnya mendekat ke Bella yang duduk di seberangnya, berusaha menggoda Bella.

"Uhuuk ... Uhuuk ..." Bella terbatuk kecil mendengar Gilang membalikkan pertanyaan itu kepadanya.

"Pelan-pelan minumnya." Gilang meminta Bella minum perlahan.

"Pertanyaan Bapak bikin saya tersedak," sahut Bella, jarinya dengan cekatan menarik tissue untuk menyeka bibirnya.

"Saya sadar diri, Pak. Saya nggak berani menyimpan perasaan pada bos sendiri. Pak Gilang seorang bos, saya hanya karyawan biasa, bisa kerja dapat posisi enak juga karena dibantu Pak Satria. Saya nggak mau bermimpi terlalu tinggi." Bella menjawab tanpa ragu, seolah dia sudah mempersiapkan jawaban itu sebelumnya.

"Kamu pandai berkelit, Bella. Lihat saja nanti, aku akan hitung setiap kebohonganmu dan kamu harus membayarnya," gumam Gilang dengan seringai licik.

"Lagi pula Bapak sudah punya calon tunangan, buat apa saya menyimpan perasaan pada Bapak?" sambung Bella, seakan meyakinkan Gilang kalau dirinya tidak memendam rasa suka pada pria itu. Dia lalu bersiap menyantap makanan pesanannya.

"Ya, kamu benar, walau sejujurnya, saya memang memiliki perasaan ke kamu, tapi saya tidak mau mengingkari janji saya pada Pak Satria untuk menikahi putrinya."

Gerakan tangan Bella yang hendak memasukkan sushi ke mulutnya tertahan, saat Gilang mengakui perasaannya. Meskipun ia bisa meraba dari sikap Gilang terhadapnya selama ini, tapi ia tidak menyangka, Gilang akan mengungkapkan perasaannya itu.

"Mungkin jika kita bertemu lebih awal ceritanya akan berbeda. Tapi saat ini saya akan bertunangan dengan anak dari Pak Satria. Saya sudah menerima rencana perjodohan ini dan saya harus komitmen dengan keputusan saya," sambung Gilang kemudian.

"Apa Bapak terpaksa menerima perjodohan itu?" Meskipun Bella sudah mendengar dari Jimmy, namun Ia juga ingin mendengarnya langsung dari mulut Gilang.

"Saya sudah tidak memikirkan tentang hal itu. Fokus saya hanya ingin membuat anak Pak Satria bahagia sebagai istri saya kelak, meskipun pernikahan kami nanti tidak diawali dengan cinta." Gilang bicara dengan sangat meyakinkan, tentu saja tujuannya membuat Bella tidak meragukannya apalagi menganggap dirinya hanya mengejar materi semata. "Saya harap kamu juga tidak lagi berulah menggoda saya seperti kemarin." Gilang mengingatkan Bella untuk berhenti bersikap nekat menggodanya.

Bella menelan saliva, saat Gilang berusaha meyakinkan niatnya yang tulus menikahi wanita yang akan dijodohkan dengan Gilang, hingga tanpa sadar bias merah mulai mewarnai pipinya yang terasa hangat, karena tujuan ia menyamar di kantor Gilang adalah mengetahui sejauh mana keseriusan Gilang terhadap rencana perjodohan yang dirancang oleh papanya.

"Saya ikut senang mendengarnya, Pak. Anak pak Satria beruntung sekali mendapatkan seorang calon suami yang setia seperti Pak Gilang." Bella menampakkan ekspresi bahagia, karena sudah mengetahui niat tulus Gilang.

"Justru saya yang beruntung, mendapatkan calon istri yang cantik dan juga baik seperti anak Pak Satria," sahut Gilang.

Bola mata Bella membulat, mendengar Gilang memuji Kathy cantik, meskipun Gilang bertemu langsung dengan Kathy.

"Apa Kathy akan ke Jakarta, Pak? Soalnya bapak juga beli hadiah untuk Katty juga?" tanya Bella penasaran.

Gilang menggelengkan kepala pelan lalu menjawab, "Tidak! Kemungkinan saya akan ke Amerika." Jawaban sontak membuat Bella membeliakkan matanya.

"Eh, gawat kalau dia yang menyusul Kathy ke Amerika." Bella menangkap sinyal bahaya seandainya Gilang menyusul Kathy, "Kalau dia naksir Kathy beneran gimana?' cemasnya.

Gestur Bella yang menampakkan rasa khawatir tertangkap mata Gilang. Dia hanya tersenyum dalam hati menikmati sandiwara Bella yang tak disadari wanita itu.

"Bapak akan menyusul ke sana? Kapan, Pak?" Bella antusias, ingin mengetahui jadwal kepergian Gilang ke Amerika untuk menemui Kathy, sebab ia harus bertindak cepat, sebelum didahului Gilang.

"Besok kamu cek jadwal saya yang kosong agak panjang, kemungkinan saya akan pergi ke sana kalau jadwal kerja saya tidak padat" jawab Gilang dengan tenang.

"Bapak akan pergi sama siapa?" Bella menyelidiki.

Gilang terkekeh sejenak lalu menjawab, "Ini bukan urusan kantor, tentu saja saya berangkat sendiri. Kamu nggak mau kan, saya tinggal di bandara kalau kamu ikut ke sana?" jawab Gilang sedikit berkelakar, mengingat kejadian ketika ia meminta Bella menunggu di mobil sementara dirinya menghadap kepada calon mertuanya beberapa hari lalu.

Bella mengerjapkan matanya. Selama mengenal Gilang, baru kali ini dia mendengar candaan Gilang. Namun, candaan Gilang justru membuatnya khawatir, karena rencana Gilang yang berniat menemui Kathy di Amerika.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
ρυтяσ kang'typo✨
uhuuuuyy... Bella g bisa lupain bentuk tubuh Gilang🤣🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
hayoooo mala u yang mikir mecuuuuuum Bel😄😄😄
Juwitae
cieee.. cieeee🤣🤣
Ernalita Sitompul
seru bangeet thor..trmksh
lanjuut😄
Dest Cookies
bella.. udah ngaku aja.. kamu suka banget kan dipeluk gilang.. diambil orang baru tau rasa..untung gilang udah bisa nebak kl bella calon istrinya..
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
pagi2 udah di kasih tontonan gratis Bel.pasti bakal teringat terus oleh Bella.
Juwitae
Ayo lho Bella rahasiamu udh ketahuan sama Gilang. Jimmy jadi malu kan sama Bella 😄
ρυтяσ kang'typo✨
itu udah paten Jim.... Bella milik Gilang 🤣🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
yaaaaa, Jimmy kau g ada kesempatan untuk. mendekati Bella kembali🤣🤣🤣🤣
Esther
Bella milik Gilang seorang, ingat itu Jimmy😂
Ernalita Sitompul
ah nanti terbongkarlah gara2 jimmy keceplosan😄😄😄
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
udah di hak paten Bella cuma untuk Gilang😄
maju terus Gilang😁
sri susanti
lanjut,, sore up lagi kak,,
Dest Cookies
akhirnya bella menyadari juga kl gilang itu baik dan tampan.. gilang makin posesiif aja sama bella....
ρυтяσ kang'typo✨
kaaaaan.....malah sekarang u yang ketakutan kalo Gilang beneran suka sama Kathy🤣🤣🤣
Esther
nah sekarang kamu yang takut Bella.....ayo lanjutkan sandiwaramu Gilang.😂
Ernalita Sitompul
bella pusing sendiri😄😄😄
Dest Cookies
aduh.. mam zha aku jd gemes nih... duble up dong.. bella pasti panik dengar gilang mau ke amrik ketemu katty..
Popo Hanipo
makanya jangan kelamaan bersandiwara bel
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
gantian sekarang Bella yang ketar-ketir. dan Gilang yang menikmati peran sandiwaranya sekarang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!