NovelToon NovelToon
Tawanan Hasrat Sang Mafia

Tawanan Hasrat Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Nikah Kontrak
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Muhamad Julianto

Di balik kemewahan dunia gelap, sebuah pelelangan rahasia mempertemukan para elit dengan satu “barang” paling berharga—seorang gadis tak bersalah yang menjadi pusat perhatian.

Semua menginginkannya, namun hanya satu nama yang mampu menghentikan segalanya dalam sekejap.

Rayga Alessandro Virelli, mafia bengis yang dikenal tanpa hati, membelinya tanpa ragu. Baginya, itu hanyalah transaksi biasa—hingga kehadiran gadis yang bernama Aurellia Valensi mulai mengusik sesuatu dalam dirinya yang telah lama mati.

Di dunia Rayga, kelemahan adalah kehancuran.

Namun saat perasaan mulai tumbuh, ia harus memilih—tetap menjadi monster yang ditakuti semua orang, atau mempertaruhkan segalanya demi satu orang yang seharusnya tak berarti apa-apa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhamad Julianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjaga

"Mana Aurellia?" tanya Tuan Dekha tanpa salam saat masuk ke dalam kamar Rayga.

Pria tua itu berjalan begitu tak sabaran menghampiri Rayga.

"Dia tidur," jawab Rayga menahan kekesalannya.

"Kau harus lebih perhatian pada cucu mantuku. Jaga ketat makanannya," kata Tuan Dekha menatap sekilas pada Aurellia yang ada di tempat tidur.

Mendengar ada Tuan Dekha yang masuk ke dalam kamar dan terdengar suara pria tua itu lebih dekat dengannya, Aurellia memejamkan mata dan mengatur nafasnya seolah dia benar-benar tengah tertidur, padahal sedari tadi Aurellia tidak pernah tidur beneran walau hanya satu menit saja.

"Wanita hamil itu sensitif, kau harus menjaga mood dia agar selalu baik setiap waktu. Jangan kau buat cucu mantuku bersedih. Kalau kau menyakitinya, kau akan berurusan dengan kakekmu," kata Tuan Dekha yang tersemat ancaman di dalam kalimatnya.

Rayga hanya membalas dengan anggukan.

Percuma juga dia menyanggah ucapan kakeknya, karena sekarang Tuan Dekha lebih sayang kepada Aurellia dibanding pada dia yang notabene-nya adalah cucu kandung Tuan Dekha.

Tuan Dekha dan Rayga menoleh serentak ke arah pintu ketika mendengar suara ketukan dari luar.

"Siapa?" tanya Rayga, dia sangsi kalau yang mengetuk pintu adalah Xander.

"Aku, Bos" sahutnya dari luar.

Ternyata benar dugaan Rayga, yang mengetuk pintu adalah Xander.

Dengan kehadiran Tuan Dekha di kamarnya secara tiba-tiba tanpa dia undang, tentu Rayga begitu kesal dan marah kepada Xander.

"Pe-"

"Masuk!" Potong Tuan Dekha membuat ucapan Rayga menggantung diudara dengan mulut yang langsung dia katupkan.

Padahal tadinya Rayga mau menyuruh Xander pergi dan tidak dibolehkan masuk ke dalam kamarnya.

Xander masuk membawa parcel besar yangberisi buah-buahan.

Tentu itu bukan inisiatif Xander untuk membawa ke kamar Rayga.

Parcel itu adalah pesanan Tuan Dekha untuk Aurellia, sedangkan Xander hanya membantu menjemput pesanan parcel itu dan membawanya ke kamar Rayga.

Bukannya senang melihat apa yang dibawa Xander masuk ke dalam kamarnya, tangan Rayga mengepal erat saat melihat wajah Xander yang berseri penuh senyum masuk ke dalam kamarnya.

Rayga begitu marah pada Xander yang dia anggap sudah keterlaluan dan tidak bekerja sebagaimana seorang asisten yang harus tunduk pada bosnya.

"Letakkan di meja, nanti saat cucu mantuku terbangun, aku aku akan memberikan padanya," kata Tuan Dekha pada Xander.

Xander meletakkan parcel di atas meja, tepatnya di depan Rayga yang duduk di sofa dekat meja tersebut.

Dia sangat tahu perubahan raut wajah Rayga padanya dan juga sangat tahu alasan kenapa Rayga menatap marah padanya seperti itu.

"Kamu kenapa, Bro? Apa tidak penuh jatahmu dari Aurellia, makanya kamu terlihat tak puas begitu," bisik Xander ketika dia menghempaskan tubuhnya duduk ke dekat Rayga.

Xander sengaja bercanda mencemooh Rayga seperti itu, padahal dia tahu Rayga marah karena ulahnya yang mengabari Tuan Dekha tentang kehamilan Aurellia.

"Kau sudah bosan hidup, akan ku penggal kepalamu!" geram Rayga.

"Berdamai lah dengan hatimu, Bro. Kau sekarang bukan lagi seorang anak-anak labil yang bisa dikendalikan dendam, tetapi sekarang kau sudah jadi calon papa," kata Xander pelan, dia menahan intonasi suaranya agar tidak didengar oleh Tuan Dekha.

"Diam!" Rayga begitu sebal dan marah pada Xander, dia merasa Xander benar-benar sudah keterlaluan dan sudah berani mengatur-ngaturnya.

"Kau hanya asisten, tidak ada urusanmu ikut campur!" lanjut Rayga ketika beberapa detik ucapannya terjeda.

"Jika statusku sebagai asisten adalah penghalang aku untuk menasehati sahabatku yang telah aku anggap saudara, maka aku akan mundur dari jabatan itu. Aku tidak akan menjadi asisten mu lagi, Bro. Aku cukup jadi sahabat dan saudaramu saja." Xander mengatakan itu tanpa ragu, dia begitu tulus mengucapkan kalimat yang keluar dari mulutnya.

"Bukankah kamu tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang dicinta? Jangan sampai terulang untuk kedua kalinya akibat kebodohanmu. Masa lalu adalah jejak, sedangkan masa depan adalah jalan yang harus kau tempuh. Jangan sampai kau terjatuh hanya karena berjalan meniti masa depan dengan cara berjalan mundur, karena kau terus menatap ke belakang yang di sana ada bayangan masa lalu," imbuh Xander panjang

lebar menyematkan nasihat untuk sahabatnya.

Yang namanya orang sedang marah dan dendam pada masa lalu masih membara di hatinya, jelas akan sulit tersentuh walau dengan bahasa apa saja dikasih nasehatnya.

Rayga tetap kesal dan marah pada Xander yang dia rasa telah sangat berani mengaturnya.

"Kapan ya Aurellia bangun. Kakek mau mengucapkan selamat padanya," kata Tuan Dekha yang sejak tadi terus menatap Aurellia yang tidur membelakangi pada mereka yang berada di sofa.

Dia begitu tak sabar menunggu cucu mantunya terbangun.Karena terlalu fokus menunggu Aurellia bangun, Tuan Dekha tidak begitu menyimak obrolan Xander dan Rayga yang memang berbicara dengan suara pelan hampir berbisik.

"Baiknya kakek pulang saja dulu, bawa orang ini keluar. Aku juga mau istirahat," ujar Rayga membuat Tuan Dekha tersulut marah.

"Kau mengusir kakek? Dasar anak kurang ajar," bentak Tuan Dekha yang tidak terima diusir cucunya, padahal Tuan Dekha tidak ada niat untuk pulang.

Bahkan dia sudah membawa koper dengan isi keperluannya untuk menginap beberapa hari di rumah Rayga.

Rayga diam saja, karena Tuan Dekha akan lebih marah kalau Rayga menjawab memberi penyanggahan atau alasan.

Saat ini Tuan Dekha begitu bucin pada cucu mantunya, sehingga Rayga yang telah membaca situasi memilih tidak cari masalah dengan kakeknya.

Karena tidak enak hati juga sama Tuan Dekha yang menunggunya bangun, Aurellia pura-pura terbangun dari tidur.

Dia menggeliat dan menguap seperti orang benar-benar tertidur sebelumnya.

"Kakek," sapanya dengan suara serak yang dipaksakan.

"Cucuku sudah bangun. Bagaimana keadaanmu?" tanya Tuan Dekha langsung berseri-seri wajahnya.

"Baik, Kek. Apakah Kakek sudah lama datang?" tanya Aurellia basa-basi, padahal dia tahu telah berapa lama Tuan Dekha ada di kamar itu.

Bahkan saat Tuan Dekha mengetuk pintu sebelum masuk pun Aurellia ikut mendengarnya.

"Belum begitu lama," jawabnya dengan

senyum penuh.

"Cantiknya bini orang," ungkap Xander sengaja memuji Aurellia di dekat Rayga.

"Kamu pernah dengar peribahasa 'pagar makan tanaman' tidak, Bro? Jika kamu masih belum bisa berdamai dengan masa lalumu, ku pastikan peribahasa itu berlaku pada kita," lanjut Xander memanas-manasi Rayga, padahal di hatinya tidak pernah berniat sedetik pun untuk mengkhianati sahabatnya.

"Lakukan saja kalau kau sudah bosan hidup!" sahut Rayga, tanpa dia sadari dirinya terpancing oleh Xander yang sengaja memanas-manasi nya.

"Aku rela mati demi bisa bersama wanita secantik bidadari." Xander makin memanas-manasi Rayga, padahal di dalam hatinya dia sudah tertawa melihat Rayga mulai cemburu ketika istrinya dipuji Xander, tetapi keegoisan menyelimuti rasa cemburu

tersebut.

"Ini kakek bawakan buah, nanti kamu makan ya." Tuan Dekha menunjukkan parcel buah di depannya pada Aurellia.

"Terima kasih, Kek. Nanti Aurellia makan," jawab Aurellia membalas dengan senyuman sopan.

"Kakek akan memastikan kamu diperlakukan baik sama dia. Beberapa hari ini kakek akan menginap di sini," kata Tuan Dekha membuat pupil mata Rayga melebar.

1
Mita Paramita
so sweet 😘😘😘 lanjut Thor double up
Mita Paramita
lanjut Thor double up 🔥🔥🔥
Mita Paramita: ok 😁 ditunggu Thor 🔥🔥🔥
total 2 replies
Windi Widia Astuti
semagaat kaka...aku selalu menunggu up nya
Lian_06: Thanks ya yang udah mau komentar, soalnya ini yang saya inginkan. terimakasih udah mampir jangan lupa tinggalkan komentar lagi disetiap update nya y😁
total 1 replies
Nurulsafarliza Faizal
menarik juga ada komedi..jln ceritanya bgs juga..tapi harap bertambah seru lanjutan ya..semangat ya👌
Lian_06: Thanks ya udah mampir baca dan rating nya😁. pokoknya ikuti terus cerita nya dijamin bakal seru kok🤭
total 1 replies
Dalena Dalena
lanjut thor up nya jangan bertele tele donk, penasaran jadinya
Lian_06: Ini lagi up kak, saya kalo weekend sebisa mungkin up nya lebih sering. yng penting jangan lupa absen dengan like dan komen saja itu udah cukup kok 😁
total 1 replies
Dalena Dalena
lanjut donk🙏
Lian_06: kakak maaf ya ini saya lagi nulis kak😁. makasih banget ya udah mampir di cerita ini😉
total 1 replies
Dalena Dalena
kok ngak update lagi sih,,🙏 lanjut donk thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!