Dunia yang dihuni setiap manusia memiliki makna yang berbeda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @120, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tidak perlu menarik untuk bisa tertarik.
Genap dua bulan luci bekerja bersama leon, setelah kejadian malam itu luci tidak pernah mengatakan apapun pada leon,dan sebaliknya leon justru sibuk dengan pekerjaannya,leon telah membuat keputusan untuk mengambil alih perusahaan yang diambang kebangkrutan dan ingin membuat perubahan.
Setelah kesepakatan dengan JJ express tercapai,leon membuat keringanan pada jay untuk mengganti kerusakan mobilnya tersebut, dan berkat omong kosong yang leon beberkan membuat hubungan jay dan luci menjadi renggang dan akhirnya putus karena kesibukan jay yang semakin ketat berkat peraturan baru yang leon usulkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan safety untuk para karyawannya.
Setelah rentetan kejadian itu membuat luci menjadi sangat murung dan semakin membenci leon,
"jika tidak karena hutang itu,aku sudah memilih pergi dari sini !! Aku kesal sekali..!!!
"brak...!!!
Luci membanting keranjang pakaian leon yang akan dia setrika disore hari itu,
"dia benar-benar membuatku menjadi pelayan, setelah kakinya sembuh seharusnya kesepakatan itu selesai kan ? Dia membuatku terikat disini karena hutangku..,,
"jika saja aku tidak terjebak disini, sepertinya aku masih bisa berjalan bersama jay..,,namun kenapa dia memberi alasan yang tidak pasti kepadaku ? Pasti dia tau bagaimana keluargaku akan memanfaatkannya untuk itu dia merahasiakan tentang keluarganya, bukankah itu terlalu menghinaku juga.."
Luci terlalu banyak memikirkan kisahnya bersama jay,dimana luci mengetahui jay hanyalah karyawan biasa dan sesekali menjadi tukang antar barang,melihat kegigihan jay bekerja keras membuat luci jatuh cinta dengannya saat pertemuannya disebuah rumah sakit,
Butuh waktu setahun untuk saling mengenal dan memutuskan untuk berpacaran,meskipun semua berjalan lancar dan jay selalu bersikap baik dan sopan,namun hubungan yang mereka bangun dengan sebuah kebohongan tidak akan bertahan lama,
Terlebih lagi luci merasa dirinya sangat tidak pantas bersama jay,dan dengan pikiran seperti itu luci memutuskan hubungannya karena sikap jay yang memandang keluarga luci seperti sebuah benalu.
"memang keluargaku sangat kacau, tapi berpikir mereka terlalu mengganggu bukanlah sangat kasar ?? Untuk siapa kita berjuang jika bukan untuk diri sendiri dan keluarga ? Meskipun mereka tidak menyayangiku tapi ayah..."
Luci menjadi kalut dan terhanyut dalam kesedihan,luci melupakan pekerjaannya dan membuat kemeja leon terbakar.
"bau apa ini..!!
"waah...tidak...!!!
Luci segera mencabut setrika baju dan mengangkat kemeja leon yang sudah berlubang.
Seketika tangisan luci menjadi-jadi antara kesialan dalam hidupnya,patah hati dan akan kena marah oleh leon.
"ibu....sebaiknya aku saja yang pergi...bukan kau...."teriak luci.
Luci hidup bersama ayahnya setelah ibunya meninggal saat melahirkannya,ayahnya menikah kembali setelah usia luci 5 tahun,wanita yang dinikahinya memiliki putra seusia dengan luci,dan setelah pernikahan itu, mereka dikaruniai satu anak perempuan saat usia luci 10 tahun,dan kini adik perempuannya sedang berkuliah,mau tidak mau luci ikut membiayai adiknya karena penghasilan ayahnya yang hanya terbilang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup saja.
"hikss...hikss....hikss....
"kenapa hidupku sial sekali...,,bagaimana kalau mereka tau aku sudah membuat masalah sebesar ini, ? Apa aku bisa kembali bekerja di rumah sakit ataupun klinik ? Apa ayah akan memafkanku ? Ayah pasti memaafkanku tapi tidak dengan ibu...,"
Hari yang sangat sial bagi luci setelah begitu banyak pikiran yang menumpuk di otaknya dan luci memilih memojokan dirinya sambil meringkuk dengan kesedihannya.
"apa yang sedang kau lakukan !!!"
"tu...tuan....kau sudah pulang..."
"kenapa dia mau bicara padaku ? Dan terlihat gelisah." ucap leon dalam hati.
Luci langsung berdiri dengan cepat sambil mengusap pipinya.
Leon berjalan kearah luci dan perhatiannya teralihkan setelah melihat pekerjaan yang masih utuh dan sebuah kemeja yang terlihat berantakan.
"apa ini...!!!"
Leon mengambil kemejanya dan melihatnya sudah berlubang.
Luci menundukan kepalanya merasa bersalah, terlebih lagi suara leon yang lantang membuatnya ketakutan.
Leon membuang baju tersebut dan berdiri didepan luci.
"gunakan otakmu untuk bekerja bukan untuk memikirkan hal lain!!!
"yang kau lakukan itu terus saja membuatku marah !! Aku selama ini diam hanya karena memikirkan diriku sendiri, tapi semakin lama kau semakin berani ya ??"
"tunjukan wajahmu !!!"
Luci enggan mengangkat kepalanya karena terlalu takut mendengar suara leon yang terus saja memarahinya.
Leon mengangkat dagu luci dengan sedikit kasar dan melihat wajah luci yang begitu lugu,wajah itu mengingatkannya pada chloe,leon sedikit mengendur dan melepaskan tangannya kemudian berpaling dari luci.
Luci meraih tangan leon yang akan pergi darinya.
leon berbalik arah melihat keraguan luci namun masih memegang jari leon,sekan ketakutannya belum mereda.
"ma...maafkan aku tuan..."
Leon kembali menarik luci dengan kasar dan membuatnya begitu dekat dengan leon.
"tu..tuan...."
"kau akan membayar untuk perbuatanmu..."
Bisikan leon yang begitu hangat ditelinga terasa sangat menyentuh luci dan merasakan gairah saat berada di dekapannya.
"haahh.....hentikan tuan...."
"apa kau takut membuat kesalahan yang lebih besar lagi ?"
Leon masih saja mengendus leher luci dan sesekali mengecupnya dari belakang, luci mulai merasa merinding dan bergairah oleh sentuhan itu,
Suaranya terasa berat dan nafasnya tidak beraturan.
"kendalikan dirimu luci...,,,"
Luci melepaskan leon dengan kasar dan mendorongnya menjauh.
"aku akan membayarnya tuan,potong saja gaji ku..!!!"teriak luci.
leon sedikit kesal dengan penolakan luci dan membiarkannya begitu saja dengan tatapan tajamnya itu.
"baiklah..."
Leon pergi kedalam kamarnya,luci merasa lega setelah mengatasi masalahnya itu.
"bajingan itu...!!! Apa dia selalu merayu wanita seperti itu ? Tidak seperti yang pernah aku dengar,,mereka bilang leon selalu memaksa wanita dengan sifatnya yang sombong,tapi dia tidak melakukan apapun padaku meskipun aku menolak dia tidak berusaha memaksaku...,,apa dia pikir aku tidak begitu menarik ??
"cih....tetap saja bajingan itu !! Aku sangat mebencinya !! Keterlibatannya membuat hubunganku hancur..!!!"
Luci menyalahkan semua kesialannya pada leon,dan membencinya begitu dalam,namun dalam hatinya begitu memikirkan respon tubuhnya yang seakan familiar dengan sentuhan leon, tubuhnya selalu mengikuti irama yang mendebarkan,sesekali luci mengusap pundaknya karena merasa merinding untuk memikirkan hal tersebut.
Keesokan harinya luci berencana akan menemui orang tuanya,untuk meminta izin tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk luci bisa mengatakannya dengan lembut.
"seharusnya aku pergi saja dan meninggalkan surat untuknya....,,tidak tidak...dia akan berpikir kalau aku kabur nanti,jika dia melapor polisi akan sangat merepotkan, tapi aku sangat muak jika harus bicara kepadanya !!!"
Luci berdiri di dapur dan terus melihat kearah leon yang sedang sarapan.
Luci mengurungkan niatnya untuk meminta izin dan membiarkan leon pergi begitu saja.
"aku benar-benar payah...!!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"pak bisa anda lihat sebentar ??"
Leon menghentikan langkahnya saat karyawan sebuah gudang furnitur menunjukan sesuatu kepadanya,dengan cepat leon merespon karyawannya dan melihat sebuah proposal yang akan ditunjukan kepada pengrajin.
"hem...bagus..,,apa kau yakin ini akan berhasil..??"
Leon begitu mengharapkan hasil yang baik dengan sorot mata yang penuh harap kepada karyawannya itu.
"akan saya usahakan pak, saya mengenal baik orang tersebut,semoga saja dia mau bergabung bersama anda.."ucap karyawan dengan optimis.
"baiklah...kerja bagus..."
Leon.menepuk pundak karyawannya dan kembali melangkah ke dalam gudang.
"wah....dia tidak seperti yang digosipkan,,bos sangat perhatian,aku harus berusaha lebih keras untuk pekerjaan ini" gumam karyawan.
Leon akan menyortir semua stok barang yang lama untuk diobral di sebuah platform dan mengganti semua produk dengan produk lokal maupun import yang telah leon telusuri.
" wah....sungguh leon..!!! Prok prok prok...!!
"kau tidak main-main dengan ucapanmu ya !!!"
David datang ke gudang dengan membawakan kopi untuknya,
"aku sudah katakan kan ??
"kenapa kau kesini ? Bukankah kau bersama ayahku ??"
Leon menerima kopi dari david dan sedikit penasaran dengan keberadaan david di gudangnya.
"ah...dia menyuruhku kesini, sepertinya aku dipecat dari perusahaan ayahmu !!"
"apa !! Kenapa.?"ucap leon sedikit terkejut.
ekspresi david begitu sedih dan meyakinkan sehingga leon merasa sedikit simpati kepadanya.
"dia menyuruhku untuk membantumu, hahaha...!!!"
"sialan kau menipuku !! Memangnya apa yang bisa kau lakukan ??"sindir leon.
leon menarik kursi dan duduk bersama david untuk sekedar mengobrol dan merencanakan sesuatu.
"hahaha...banyak..,,kau terlalu meremehkanku leon !!!
"apapun yang kau perintahkan,akan aku lakukan untukmu ,,hehe..."
" apa kau seekor anjing ??" ejek leon.
"hah...yang benar saja...!!!"
Gurauan yang leon lontarkan sedikit mencairkan suasana hatinya yang kacau,leon berusaha memendam perasaannya dan memfokuskan diri dengan pekerjaan,
Leon tidak ingin masalah hatinya membuatnya lemah,namun tidak ingin juga masuk kedalam sumur yang gelap, saat semua itu terjadi chloe membantunya keluar dalam lubang itu,namun leon memikirkan hal yang sama namun tanpa chloe disisinya,
Kerinduan itu jelas membekas didalam hatinya,dan pikirannya terus terbayang oleh sosok itu,
Ada waktu dimana leon memilih untuk diam tanpa mengatakan apapun pada luci karena dia yakin,luci bukanlah chloe, hanya saja leon tidak bisa menahan diri jika suatu saat luci menjadi luluh kepadanya.
"aku tau leon sudah pulang, tapi aku takut akan bicara kepadanya..,,apa dia akn memarahiku ??
"di tempat yang tidak terlalu luas ini aku bisa dengar semua pergerakannya,hanya saja,,hah...!!!"
Pada akhirnya luci memberanikan diri menemui leon didalam kamarnya,
"tuan..."
Luci melongok dari pintu kamar dan melihat leon yang terlihat kelelahan,leon hanya menengok sesaat pada luci dan kembali pada fokusnya.
"tuan...aku ingin membicarakan sesuatu...!" ucap luci dengan tegas.
"lepaskan sepatuku !!!"ucap leon lirih.
"hah...!!!"
Luci merasa sedikit kesal dengan perintahnya,namun dia menyadari posisinya dan segera bersimpuh dilantai untuk melepaskan sepatu leon.
"apa yang sedang dia pikirkan ??"
Untuk sesaat luci memperhatikan raut wajah leon dan melihat tubuhnya yang sedikit terbuka,pikirannya menjadi kacau.
"gawat apa yang aku pikirkan..!!!"
Luci membuka sepatu leon secara perlahan sambil mengatakan keinginannya.
"tuan....aku ingin pulang..."
"kenapa ??"jawab leon lirih.
"aku hanya ingin mengunjungi orang tuaku,apakah aku boleh cuti beberapa hari ??"
"em...."
"sungguh..!!!"
Luci begitu antusias dengan jawaban leon dan kegirangan,leon memastikan kembali jawabannya dan melihat kearah luci yang begitu senang dengan jawabannya.
"pergilah..!!!
"tapi ada satu syarat..,,,"
"apa tuan..??"
"kau harus tidur bersamaku malam ini...!!"
"apa..!!!" teriak luci.
"dasar mesum..,,dasar bajingan dia hanya memanfaatkan orang-orang lemah saja,apa yang dia pikirkan itu !! Menindas semua orang tidak berdaya seperti kami ? Sialan." ucap luci dalam hati.
"aku tau apa yang sedang kau bicarakan, jangan terlalu percaya diri..,,aku tidak sembarangan meniduri seorang wanita !! Terlebih lagi wanita sepertimu, bukan tipeku sama sekali." jelas leon dengan tegas.
"oh...baguslah...,,aku akan memasak makan untukmu tuan leon..!!!"
Luci membawa sepatu leon keluar kamar dan menaruhnya di rak,luci menyiapkan makan malam sambil terus menggerutu tentang sikap leon yang sedikit menghinanya.
"tentu saja..,,aku memang tidak menarik dari sebagian pria, apa lagi orang-orang berada sepertinya...!!! Itu keuntungan buatku kan?? Aku jadi merasa aman sekarang kalau dia tidak tertarik,,
Luci meletakan sebuah piring dan menjadi sedikit murung,
"tentu saja...,,bahkan jay juga begitu kan ? dia selalu bersikap baik kepadaku dia tidak pernah berpikir mesum kepadaku,,apa aku setidak menarik itu ???"
"hiks...hiks....
"sialan...,,aku jadi merasa sedih...!!!"
"apa yang kau ributkan "
Leon datang dengan memakai jubah mandinya dan segera duduk di meja makan saat luci sedang menangisi nasibnya itu.
"oh..kau datang tuan...,,aku sedang menyiapkan piring untukmu...,,tentu saja aku sedang meributkan bagaimana kau akan memakan makanan sebanyak ini...,,kan ??"ucap luci dengan riang.
Luci mondar mandir menyajikan makanan yang sudah dia siapkan untuk leon,
"ada kau kan ?? Kau bisa memakannya juga, kenapa harus ribut-ribut ?"
Luci sejenak berhenti melangkah dan menatap kearah leon yang begitu hangat dalam mengucapkan kalimatnya pada luci.
"ah dia hanya sedikit menghiburku, dia pasti tau telah menyakiti hatiku sebelumnya..,,tentu saja...,,dia juga punya otak pasti dia berpikir kan ??"ucap luci dalam hati.
"begitukan tuan ?? Terimakasih banyak atas kebaikanmu tuan leon.." ejek luci.
Pada akhirnya leon makan malam bersama luci di meja yang sama,tidak seperti sebelumnya luci tidak pernah mau melihatnya apa lagi dekat dengannya, untuk perkataan leon yang begitu menghina harga diri luci, dia sedikit kesal dan berusaha melawan leon dengan kata-kata pedasnya.