NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

Menjadi editor sebatang kara itu membosankan, tapi dirampok sampai pingsan dan pindah ke dunia novel? Itu diluar nalar!

Lin Xia Yi bertransmigrasi menjadi Lin Xia Mei, wanita yang akan tewas karena cinta buta suaminya, Wei Zhu Chen. Untuk bertahan hidup, ia harus menurunkan tingkat rasa suka Wei Zhu Chen dari 99% ke 20%.

Bersama sistem berwujud kucing imut bersayap bernama Bao, Lin Xia Yi akan memulai misi demi kembali ke dunianya serta membawa pulang hadiah yang menggiurkan.

Hadiah menggiurkan menanti, tapi nyawa taruhannya. Siapkan camilan favoritmu dan temanilah Lin Xia Yi sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

034~

Beberapa suap berhasil ia telan, ia menyalakan layar ponsel dan membuka aplikasi rekeningnya, terpampang jelas deretan banyak angka pada saldonya.

Lin Xia Mei menyadari sesuatu, ia melihat sekitarnya terutama pemandangan sepi di hadapannya, hanya ada kursi kosong. Ia memejamkan mata, saat ini uangnya banyak bahkan bisa membeli 1 unit rumah besar, namun ia hanya seorang diri, tidak ada Wei Zhu Chen, Wei Ji Xiang maupun orang-orang yang bekerja di rumahnya.

Benar-benar sunyi hingga denting sendok pun akan terdengar nyaring memenuhi ruangan. Ini adalah pelajaran baginya, untuk memiliki sesuatu yang kita inginkan, terkadang kita harus kehilangan sesuatu yang kita miliki.

"Ayah, Ibu... Aku berjanji, sekalipun aku berhasil pulang tanpa sepeserpun uang, aku akan tetap pulang ke rumah di Desa."

Lin Xia Mei menyeka air matanya, ia meletakkan kembali ponselnya dan melanjutkan kegiatan makan malamnya. Setiap suapan terasa menyakitkan untuk di telan, namun ia harus tetap hidup agar bisa menyelesaikan misi.

Tanpa ia sadari, Bao sedari tadi mengintip dibalik sekat ruangan dengan tenang, bibirnya sedikit melengkung membentuk senyum kecil sambil menatap Lin Xia Mei.

Bao mematikan fitur suara hati Lin Xia Mei untuk sementara agar komunikasi mereka tidak tersambung untuk sementara waktu.

"Inang, selamat. Akhirnya kau bisa mengerti arti pentingnya seseorang dalam hidupmu." ucap Bao dalam hatinya tanpa bisa didengar Lin Xia Mei.

...****************...

Lin Xia Mei masuk kembali ke kamarnya setelah selesai makan, sebelum ia duduk di ranjangnya, ekor matanya menangkap benda di samping lemari. Ia berjalan mendekat dan mengelus lembut plastik hitam besar yang sudah divakum, ini adalah buket bunga dari orang yang harus ia turunkan rasa sukanya.

"Kenapa hatiku mendadak gelisah?"

Tangannya berhenti mengelus, ia menatap lurus ke arah balkon kamar.

"Tidak, ini bukan tiba-tiba. Tapi aku yang selalu menganggap semua palsu."

"Jadi... Apakah benar kata Bao? Aku jatuh cinta pada Wei Zhu Chen?"

Lin Xia Mei memangku wajah, suasana hatinya berkecamuk hebat, logikanya mulai terganggu.

"Tidak bisa! Aku harus kembali ke duniaku! Lin Xia Yi, kau bisa!"

...****************...

Keesokan paginya, Lin Xia Mei membuka mata saat ponselnya terus berdering tiada henti. Dengan nyawa yang masih setengah, ia melihat layar ponsel, tertulis nama guru wali kelas Wei Ji Xiang.

"Halo."

"Selamat pagi, Nyonya Lin."

"Ada apa?" tanya Lin Xia Mei ketus.

"Nyonya Lin, apakah Wei Ji Xiang tidak masuk hari ini?"

"Selamanya. Dia tidak akan kembali ke sekolah busukmu itu."

"Tapi Nyonya Lin, para wali murid sedang emosi dan meminta saya menegur Nyonya Lin agar mendidik Wei Ji Xiang."

Lin Xia Mei menggaruk lehernya yang agak gatal.

"Jika aku harus mendidiknya, lalu apa gunanya kalian para guru? Kalian mau mendidik binatang? Tidak berotak ya."

"Nyonya Lin, apakah anda sadar apa yang anda ucapkan ini?!"

"Ya. Sudah lah, jangan ganggu tidur pagiku."

Lin Xia Mei langsung memutus panggilan, jam menunjukkan pukul 8 pagi.

"Hmmm, sudah pagi saja."

Lin Xia Mei meregangkan otot-ototnya lalu bangun dari tempat tidurnya.

"Baiklah, makan apa ya hari ini?"

Ia langsung mengambil ponsel untuk memesan makanan. Ia terkekeh saat ingat belum mengirim makanan untuk Wei Ji Xiang.

Tidak hanya memesan untuk dirinya sendiri, Lin Xia Mei juga memesan makanan untuk Wei Ji Xiang.

"Wei Zhu Chen bersiaplah, pagi ini mungkin kau akan marah-marah."

Di rumah sakit...

"Ayah, apakah Ibu lupa pada kita?" tanya Wei Ji Xiang dengan wajah sedihnya.

"Mungkin Ibumu belum bangun, tunggulah sebentar lagi."

"Ji Xiang mau telepon Ibu." rengeknya.

"Tunggu sebentar lagi, jangan mengganggu tidurnya ya, nanti Ayah akan telpon Ibu."

"Ibu juga tidak memberi Ji Xiang uang. Sebenarnya Ji Xiang agak lapar."

Wei Zhu Chen memukul jidatnya pelan, pikirannya terlalu tertuju pada Istrinya hingga lupa hal ini.

"Maafkan Ayah, Ji Xiang. Ini, pakailah kartu Ayah, belilah sesukamu."

Wei Ji Xiang tersenyum senang dan menerima kartu debit milik Ayahnya.

"Ayah ingin apa? Buah atau apa?"

"Ayah... Tunggu yang dibawakan Ibu saja."

"Baiklah."

Wei Ji Xiang segera keluar dari ruangan.

Di lobi ia menghampiri seorang perawat cantik.

"Permisi kak, saya mau bertanya. Di dekat sini apakah ada toko makanan?"

Perawat tersebut sedikit terkejut kemudian merasa gemas saat melihat siapa yang bertanya.

"Manisnya... Ah toko makanan ya? Kakak antar ya."

"Apa tidak akan mengganggu pekerjaan Kakak?" tanya Wei Zhu Chen.

"Tidak, Kok. Ayo, kamu jangan keluyuran sendirian. Bahaya. Kakak antar saja."

Wei Ji Xiang mengangguk, ia berjalan disamping perawat tersebut hingga sampai di toko serba ada yang letaknya tepat disebelah gedung Rumah Sakit.

"Siapa yang sakit, Dik?"

"Ayah saya, Kak."

"Ohh.. Kenapa kamu sendirian?"

"Ibu belum datang,"

Wei Ji Xiang membeli beberapa roti abon sapi, tidak lupa juga ia membelikan Lin Xia Mei. Selain itu ia juga membeli minuman serta nasi kepal yang berisi daging. Ia dan perawat yang mengantarnya segera mengantri di kasir.

"Apakah roti abon yang satu ini bisa dapat saus super pedas?" tanya Wei Ji Xiang.

"Eh, untuk siapa Adik kecil?" tanya petugas kasir.

"Untuk Ibu saya."

"Ohh, ada. Sausnya gratis ya."

"Terima kasih." ucapnya sembari menyodorkan kartu debit milik Ayahnya, petugas kasir sempat terkejut sebab anak sekecil itu sudah bisa memegang kartu ATM yang limitnya ratusan juta yuan.

"Apakah saya juga bisa ambil uang dari kartu ini?" tanya Wei Ji Xiang.

"Tentu bisa. Mau berapa?"

"50 yuan saja."

Setelah menunggu beberapa saat uang cash pun berada di tangannya.

"Terima kasih." ucap Wei Ji Xiang sambil mengambil kembali kartu debitnya.

Di luar toko, Wei Ji Xiang memberikan uang senilai 50 Yuan itu pada perawat yang mengantarnya.

"Eh, apa ini? Tidak perlu, kakak hanya menjalankan pekerjaan kakak saja."

"Mohon diterima Kakak, saya belum bisa memberi lebih, hanya bisa memberi sedikit."

"Tidak usah, untuk jajan kamu saja, Dik."

"Kakak tenang saja, uang saku saya terjamin. Ini untuk kakak."

Akhirnya dengan malu-malu perawat itu pun menerima uang dari Wei Ji Xiang.

"Terima kasih yaa."

Wei Ji Xiang sedikit membungkuk sebagai tanda ucapan terima kasih.

Baru saja mereka memasuki halaman rumah sakit, seorang kurir makanan menghentikan langkah mereka.

"Permisi, apakah saya boleh masuk ke dalam?" tanya si kurir sambil membawa paper bag.

"Bisa dibicarakan di petugas kontrol CCTV ya, nanti tinggal telpon saja yang memesan makananannya."

"Apa ini dari Ibu?" batinnya.

"Maaf, siapa nama penerimanya?" tanya Wei Ji Xiang.

"Eeee ini kiriman untuk tuan Wei Zhu Chen, pasien di rumah sakit ini."

1
SENJA
aaaah bawang 😌
SENJA
aaah pelit lu , itu udah sampe jadi public enemy poin ga nyampe 1000😌😤
SENJA
waaah panen poin lagi 🤣
SENJA
wakaka ga bisa mantau🤣
SENJA
wakaka sadis jawabannya🤣
SENJA
bapak lu ke rumah sakit
SENJA
susah juga ya, agak psikopat nih cowo😳😤
SENJA
bucin banget dia 😤
SENJA
heh! lu jangan bikin gw bete lu pelit 🤮🤮
SENJA
baik banget 🤭
SENJA
addduh 😑
SENJA
addduh jangan luluh 🤣 jahatin anak itu sarana nurunin rasa suka 🤣
SENJA
yaaaah lumayan lah
SENJA
yayaya. .sabar sama bodoh itu betissss banget🥺
SENJA
jadi tontonan kaya gitu cuma 20 poin ciiih
SENJA
provokator tapi pelit lu 😤
SENJA
lama2 kok kesel ama bao kok pelit banget poin ihhh gila kali
SENJA
yaelaaah cuma 1 persen 😤
SENJA
lu pasti bakal diomelin terus deh 😅
SENJA
pasti ngeselin deh 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!