" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Kamu Boleh
Begitu sampai di tanah air,bukan nya langsung pulang ke rumah.Sela malah di arah kan oleh asisten pribadi sang Ayah untuk segera ke rumah sakit.
" Apa yang terjadi sama Papa?" tanya Sela masih memakai kaca mata hitam.
Ia begitu syok mendengar kabar tentang sang Ayah yang di larikan ke rumah sakit,semua koper-koper nya bahkan masih berada di dalam mobil belum sempat di antar ke rumah.
Sela yang terbiasa memakai pakaian seksi di segala tempat, akhirnya harus menyerah pada keadaan lalu meminjam jas Danu sebagai penutup kulit yang mulai kering kedinginan.
" Pak Bambang syok karena baru saja di tipu oleh sekelompok orang,semua mobil - mobil yang ada di garasi sudah mereka bawa kabur menyisakan satu mobil saja ." jelas Danu lagi.
" Apa? " Sela syok.
Ayah nya di tipu? Itu artinya ia tidak bisa lagi mengganti mobil sesuka hati nya.
Padahal selama ini Sela selalu membanggakan koleksi mobil milik keluarga nya di hadapan para teman-teman nya.bahkan tidak jarang demi terlihat beneran royal dan kaya Sela rela meminjam mobil sport mewah kepada teman pria nya tentu saja tanpa sepengetahuan Bambang dan Rahmi.
" Nyonya Rahmi juga sedang di rawat di rumah sakit ini.beliau ada di ruangan sebelah." lanjut Danu lalu pamit untuk mengurus administrasi.
Beruntung tadi Danu sempat mengambil beberapa koleksi tas mahal milik Rahmi untuk di jual menutupi biaya rumah sakit.melihat beberapa tas nya di ambil,Rahmi hanya bisa pasrah sambil berderai air mata.
Dia hari tanpa asupan makanan, membuat tubuh Rahmi menjadi lemas tak berdaya.ia pikir tadi nya tidak akan ada siapapun yang datang menolongnya.rahmi sudah pasrah jika harus mati di atas kasur yang di penuhi oleh banyak kotoran.
" Pa! Bangun..Sela pulang." bisik Sela di telinga sang Ayah.
Ia lebih memilih menemui Ayah nya terlebih dahulu baru setelah ini pindah ke ruang sebelah menemui sang Ibu.
Sela tidak menyangka jika ini bisa terjadi kepada keluarga nya.padahal kemarin mereka masih bisa bersenang-senang sesuka hati.ibu nya sudah lumpuh sekarang Ayah nya terbaring lemah tak berdaya di rumah sakit.
Apa Sela menyesal? Tentu saja tidak.di kepala nya sudah tersusun rapi beberapa rencana.
Hanya tinggal menghitung jam saja Sela akan mulai beraksi.
Perlahan mata tajam Bambang pun terbuka.lelaki itu meringis sambil menekan dada yang masih terasa nyeri.
" Kita di rumah sakit?" tanya Bambang kepada Sela .
" iya,Papa pingsan di dapur.terus Pak Danu membawa Papa dan Mama ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan." ungkap Sela sesuai dengan yang Danu katakan tadi kepada nya.
" Mobil Papa bagaimana? Apa penipu nya sudah di tangkap?" tanya Bambang masih berharap mobil nya bisa kembali.
Sela menggeleng cepat.mana mungkin penipu itu membiarkan mereka tertangkap setelah berhasil meraih banyak untung.yang ada sekarang mereka pasti sudah pergi sejauh mungkin untuk menyelamatkan diri.
" Lalu dari mana biaya rumah sakit nya?" tanya Bambang cemas.
Sela mengedipkan bahu tidak tahu kalau tentang itu.di dompet dia sendiri hanya tersisa lima ratus ribu.tidak akan cukup mengcover biaya rumah sakit untuk dua orang.
Tok...Tok...
" Permisi Tuan." Danu masuk dengan membawa sebuah surat di tangan nya.
" Apa itu Danu?" tanya Bambang cepat.
" Surat tagihan dari bank asing Tuan,anda di minta untuk segera melunasi nya.jika tidak maka sore nanti rumah anda akan di sita oleh pihak bank."ucap Danu memberitahu.
" Sialan! Semua jadi kacau begini." umpat Bambang lirih menahan sakit di dada.
Sedang kan Sela,wajah nya sudah pucat pasi membayangkan betapa hancur nya harga diri mereka jika sampai di usir dari rumah itu.Sela tak ingin tinggal di rumah sempit dan kumuh.yang ada teman- teman nya nanti pasti akan menjauh seperti apa yang pernah dia lakukan dulu kepada temannya di ambang saat itu orang tua nya sedang kesusahan ekonomi.
" Ini total tunggakan yang harus segera di bayarkan." lanjut Danu tanpa jeda.
Kepala Bambang terasa panas memikirkan cara untuk mendapatkan uang.ia masih belum bisa menghubungi Arjuna pun demikian dengan Yura.
" Sela! Hanya Kamu harapan Papa saat ini,datangi Arjuna lakukan sesuatu yang bisa membuat kita selamat dari kehancuran ini,Kamu pasti paham dengan apa yang Papa maksud?" ucap Bambang sambil melirik sekilas perut Sela yang sudah kembali tipis.seperti nya memang sudah hilang dan ini sangat menguntungkan bagi nya.
" Baiklah Pa,Aku berangkat sekarang." Sela tidak jadi menjenguk sang ibu.sekarang ia punya tugas penting yang harus segera di jalankan.
Sedang kan di sebuah lantai paling atas gedung pencakar langit.saat ini Arjuna sedang fokus menyelesaikan pekerjaan nya.satu jam lagi ia harus menghadiri meeting di salah satu restoran ternama.mungkin berjalan hingga malam.bisa di pastikan malam ini ia akan pulang telat.sejak tadi Arjuna sudah mengabari Pak Usman atau Mang Ujang untuk tidak lupa menjemput istri kecil nya.
Drttt....
Drt...
Ponsel Arjuna bergetar, dengan cepat ia mengangkat panggilan masuk yang datang dari nomer sang Ayah.Arjuna menduga pasti ayah nya ingin bertanya tentang kelanjutan masa depan perusahaan Bambang.
Namun ternyata dugaan Arjuna salah besar.Raharja sama sekali tidak membahas tentang Bambang,sang ayah malah mengatakan hal lain kepada nya.
" Arjuna!Kamu lagi di mana?" tanya Raharja dengan suara berat.
" Lagi di kantor Pa,ada apa?" tanya Arjuna penasaran.tidak biasa nya sang Ayah menanyakan posisi nya seperti ini.
" Cepat datang ke rumah sakit sekarang juga.ajak juga istri mu."pinta Raharja terkesan tidak ingin di bantah.
" Ada apa Pa? Untuk apa ke rumah sakit?" tanya Arjuna ngotot.
" Datang saja,Papa tunggu kalian." Sambungan telpon terputus.
Arjuna langsung bangkit dari kursi empuk nya lalu keluar tanpa berpamitan kepada sang sekretaris.
" Anda mau kenapa Tuan?" tanya Arya mengejar langkah kaki Arjuna.
" Saya harus segera ke rumah sakit, seperti nya sudah terjadi sesuatu di sana.Kamu gantikan dulu saya meeting hari ini." setelah nya Arjuna langsung menjalankan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
Sepuluh menit kemudian,Arjuna sudah sampai di tempat parkiran kampus.ia mencoba menghubungi istri nya untuk meminta nya segera menyusul ke parkiran.
" Kemana dia? Kenapa lama sekali angkat telpon nya." gerutu Arjuna sambil melirik ke luar jendela mobil.
" Angkat Yura...." seru nya panik.
Hingga panggilan ke tujuh baru lah sambungan telpon tersambung.
" Ke parkiran sekarang,Saya tunggu Kamu di sana.bawa tas Kamu sekalian." ucap Arjuna tanpa basa-basi.
" Mau kemana? Tadi kan Kamu udah janji nggak akan marah-marah lagi di kampus? Aku..." belum sempat Yura menyelesaikan ucapannya.
Suara tegas milik Arjuna sudah lebih dulu memotong ucapan Yura dengan cepat.
" Ikuti saja perintah saya,soal izin dari kampus nanti biar saya yang urus.sekarang juga jalan ke parkiran." perintah Arjuna langsung mematikan sambungan telpon.
Yura beralih menatap kedua sahabat nya.mulut nya terkunci rapat hanya kedua mata yang menyipit meminta saran dari kedua nya.
" Udah ikut saja dulu Ra! Mungkin Mr A memang lagi buru-buru." ucap Intan.
" Tapi Aku takut Ntan! Gimana kalau ada yang melihat Aku masuk ke dalam mobil nya? Aku..."
Drttt...
Ponsel Yura kembali berdering dengan nama Arjuna sebagai penelpon nya.
" Ih ....Dia nggak sabaran banget jadi manusia." gerutu Yura kesal meninggalkan begitu saja makanan yang baru selesai ia pesan bahkan belum sempat di makan meskipun hanya seujung sendok.
" Tolong bayar kan dulu ya ,Aku buru-buru ini." teriak Yura berlari kencang menuju kelas untuk mengambil tas yang sengaja di tinggal di sana.
" Oke...besok ganti dua kali lipat." balas Marta tak mau rugi.
Tinn...Tin...
Arjuna menekan klakson mobil cukup keras untuk memudahkan Yura menemukan keberadaan nya.membuat Yura terpekik kaget.
" Nekat banget sih ini orang." ketus nya masuk ke dalam mobil dengan cepat.
Huft...Huft.. Setelah Yura masuk ke dalam mobil.Arjuna pun melajukan mobil nya dengan cepat.sementara Yura masih sibuk mengatur nafas akibat lelah berlari.
" Kalau ada yang melihat kita tadi bagaimana? Nekat banget sih Kamu ." protes Yura setelah nafas nya mulai berhembus dengan normal.
" Saya nggak perduli,kenapa Kamu sangat lelet sekali." ketus Arjuna hanya fokus dengan jalanan yang mereka lalui.
" Kamu pikir saja sendiri? Aku tadi lagi di kantin."
Krucuk....Krucuk...
Perut Yura berbunyi kencang.Yura tidak tahan lagi dengan rasa lapar ini.
" Gara-gara Kamu Aku jadi gagal makan bakso ku." gerutu Yura menyalahkan Arjuna.
" Nanti Kamu harus traktir Aku makan yang enak-enak.Aku nggak mau tahu! Kamu harus ganti rugi bakso ku yang sedang di nikmati Intan sama Marta." sambung Yura masih belum puas.
" Hm..."
Di saat Arjuna sedang memikirkan jalan mana yang harus mereka tempuh agar bisa segera sampai ke rumah sakit dalam waktu yang cepat,Yura malah sibuk membahas makanan.Arjuna sendiri juga merasa kasihan setelah mendengar perut Yura berbunyi.tapi sekarang kondisinya sangat urgent.
" Makan nasi Padang mau ya?" tanya Yura.
" Terserah,makan Kamu juga boleh.kebetulan saya juga butuh makanan yang manis-manis."
Degh....
Bersambung