Bukankah menikah adalah sebuah ladang ibadah ? Lalu kenapa ibadah yang seharusnya mendapatkan pahala justru bak di neraka ? Semua berawal dari kesalah pahaman yang tidak berdasar hingga berubah menjadi sebuah tragedi yang hampir menenggelamkan rumah tangga yang bahkan pondasinya saja masih sangat rapuh.
Mampukah mereka bertahan ataukah malah karam di hantam ombak besar?
Kisah kembar Azzam dan Azima , di mana seharusnya cinta itu sudah berlabuh di dermaga tapi harus terlunta dan terapung di tengah lautan luas menunggu datangnya pertolongan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35 : Kedatangan pasien naratama
Mahra nampak canggung duduk dan makan berdua dengan Azima. Ya, itu pasti. Sudah lama dia tidak merasakan bersenda gurau dengan majikan seperti tidak ada jarak kasta di antara mereka. Dulu sekali, Mahra bahkan sering bepergian ke beberapa negara di dunia. Karena nonya besar keluarga Moez yang baik hati selalu membawanya turut serta.
Kecanggungan itu di baca Azima. Ia pun mengulas senyum . " Dengan ku, kamu santai saja. Aku bukan tuan Ayyazh yang temperamental dan banyak maunya. " Ujar Azima tersenyum tulus.
Mahra membalas senyuman Azima. " Nona sangat baik. Dan itu mengingatkan saya pada nyonya . Sudah sejak lama saya tinggal bersama keluarga Moez. Bahkan saat tuan Ayyazh masih kecil . "
" Mmmm... Benarkah? Boleh ceritakan padaku sedikit saja tentang orang tua Ayyazh ? "
" Nyonya Balqis, beliau wanita yang anggun dan sangat cantik. Tuan Jazir Moez sangat mencintai istrinya. Mereka seperti satu kesatuan yang sangat sulit di pisahkan, kemana pun tuan Jazir pergi, pasti ia akan turut membawa nyonya bersama. Dan kebersamaan itupun sampai pada perpisahan dunia. Tiba tiba saja maut datang menjemput. Tidak sendiri, Tuan Jazir tidak ingin pergi sendiri, ia tetap membawa nyonya hingga ke alam kubur. Mereka meninggal karena kecelakaan tragis . Dan saat itu tuan Ayyazh baru berusia sepuluh tahun." Cerita Mahra di liputi kesedihan .
" Innalilahi wainnailaihi rojiun." Selera makan Azima menguar seketika.
" Oiya, di lantai tiga, aku menemukan sebuah kamar , apakah itu kamar orang tua Ayyazh ? "
Mahra gelagapan. " Sebenarnya , itu _ "
Ponsel Azima berdering dan buru buru mengangkat nya. Ia terlihat sibuk berbicara hingga akhirnya. " Aku harus ke rumah sakit, ada sesuatu yang mendesak. Kamu pulang saja bersama supir, aku akan naik taksi. "
Azima berlari. Itu adalah panggilan darurat.
Tiba di rumah sakit.
Sesuai perintah tuan Salman, Azima menuju ke sebuah ruangan privat. Ruangan tersendiri yang tidak terhubung dengan ruangan lain.
Tuan Salman ada di dalam, dan beberapa perawat serta dokter spesialis lain juga sedang berjaga .
Azima menyapa mereka sesaat. Lalu tuan Salman memperkenalkan Azima pada beberapa dokter yang berada di dalam ruangan itu.
Ya, mereka akan bekerja tim. Seorang wanita sedang terbaring koma di atas tempat tidur. Dan Azima sudah bisa menebak jika pasien itu pasti pasien naratama . Ruangan khusus, perawat khusus, dan dokter khusus. Dan seperti itulah kondisi seorang pasien VIP di rumah sakit mana pun mereka berada.
Azima memeriksa rekam medis. Rekam medis berbahasa inggris yang sangat panjang. Azima benar benar harus teliti membacanya.
Pasien itu mengalami kecelakaan lalu lintas sekitar lima bulan lalu. Kepalanya terbentur hebat hingga menyebabkan gumpalan darah di otak, kedua kakinya patah akibat terhimpit dasboard. Pada saat kecelakaan itu terjadi trauma tumpul menyebabkan memar pada otot jantungnya hingga ia mengalami gangguan irama jantung.
Dokter spesialis ortopedi, spesialis saraf, spesialis jantung, spesialis penyakit dalam, ahli gizi hingga rehabilitasi medik. Semua bergabung dalam satu tim.
Menurut informasi yang Azima dapatkan. Wanita itu adalah CEO perusahaan besar. Memiliki aset yang tidak terhitung jumlahnya. Tapi, kondisi nya di rahasiakan. Artinya , wanita itu pasien tersembunyi. Tidak boleh di ketahui orang luar. Karena itu , tuan Salman benar benar memilih tenaga medis yang menurutnya, selain pintar di bidangnya, mereka juga bisa menutup mulut dan merahasiakan keberadaan pasien tersebut.
Butuh dua jam untuk Azima mempelajari rekam medis dari layar komputer di depannya. Tempat kejadian , dan tempat pasien itu di rawat sebelum di transfer ke Aster Hospital semua tertulis rapi kecuali satu, nama pasien. Ya, tidak ada nama di sana. Hanya ada garis panjang putus putus di atas sebagai penanda.
" Sebelumnya , bukan kah ia di rawat intensif di Los Angeles? LA Medical Center adalah rumah sakit terbesar dengan fasilitas lengkap. " Ujar Azima pada dokter Arlo, dokter ortopedi yang di tunjuk sebagai penanggung jawab tim .
Dokter Arlo menghela nafas. " Hhh..awalnya aku pun berpikiran demikian . Tapi, ada alasan di balik itu. Saudaranya meminta untuk di rawat di sini mengingat beberapa pertimbangan. Salah satunya, bolak balik Dubai - LA sangat menyita waktu nya, yang kedua, lima bulan di rawat dengan biaya super duper mahal, si pasien belum ada perkembangan yang signifikan. Dan satu hal yang membuat ku sedikit merasa aneh. Dia mengatakan jika , dokter dokter di sini jauh lebih berpengalaman dan profesional di bidang nya. Lagian, transfer nya ini adalah campur tangan dokter Salman. Ku rasa, mereka dekat. "
" Apa dokter Arlo tau siapa saudara wanita itu ? "
Dokter Arlo menggeleng. " Tidak. Anonim sekali. Terkesan sangat di rahasiakan. "
" Ya, bahkan nama pasiennya pun kita tidak tau. "
" Nona muda. Kita sudah sepakat memanggil nya seperti itu."
*
*
Indonesia.
Seminggu kemudian.
Rapat pengalihan status kepemimpinan Brawijaya di mulai. Hadir para tetua pendahulu perusahaan raksasa tersebut.
Pemimpin tertinggi Hatcher grup , turut hadir memberikan semangat untuk saudara kembar istrinya. Seperti biasa, aura dan kharisma nya sebagai seorang CEO sekaligus pejabat pemerintah tak tertampik .
Marwah nampak gugup, duduk di dampingi sang suami tercinta membuat nya mengulas senyum meski terkesan di paksa kan. Jujur, ia tidak bisa pungkiri jika banyak kekhawatiran yang berseliweran di otak nya.
Bisakah dia menaklukkan Brawijaya seperti para pelopor yang mampu membuat perusahaan keluarga itu berada di atas awan ? Nampaknya dia butuh banyak belajar.
" Dalam sejarah Brawijaya, inilah awal kepemimpinannya di bawah Srikandi pemberani dan handal . Jadikanlah Brawijaya rumah mu, jadikanlah Brawijaya saudara mu, dan jadikanlah Brawijaya sahabat mu, karena sebaik usahamu mencintai dan menyayangi nya , sebaik usahamu menjaganya dengan rasa tulus ikhlas. Niscaya dia akan tetap berdiri kokoh dan membayar segala usaha dan cintamu kepadanya. Selamat datang dan selamat bergabung bersama kami , ibu Arsila Marwah . " Ucap Abi Zayn di tengah pidato penyambutan nya.
Riuh tepuk tangan menggema di ruangan besar itu. Dukungan penuh dari seluruh pihak membuatnya optimis bisa mempertahankan Brawijaya di puncak kejayaan.
Marwah berjalan bersama dengan Azzam, menaiki podium dan memberikan ucapan terima kasih untuk sambutan nya yang sangat luar biasa. Serah terima pengalihan kepemimpinan berjalan sukses . CEO baru Brawijaya berganti. Ini awal bagi Marwah menancapkan kuku nya di perusahaan yang membesarkan nama keluarga nya.
Azzam menghembuskan nafas panjang, satu beban di pundaknya berpindah tangan. Ia lega.
Sekarang, ia akan fokus pada Sagara , menjadikan perusahaannya itu salah satu yang terbaik di dunia .
Tapi bukan hanya itu. Ada satu tugas tambahan dan sangat penting yang harus dan wajib dia laksanakan sesegera mungkin. Ya, menaklukkan hati sang istri.
Sudah seminggu ini, Annasya terus menolak keinginan A untuk membawanya ke Dubai. Pun umi Tata dan Abi Zayn sudah membujuk, tapi Annasya tetap pada pendiriannya.
" Ternyata jauh lebih sulit menaklukkan hati wanita ketimbang menaikkan saham Sagara. " keluhnya.
Dan, Azzam harus menggigit jarinya kuat kuat . Karena ia kembali ke Dubai tanpa Annasya.
...****************...
komunikasikan dengan baik
itu....bisaaaaaa 😘👍👍👍💪💪💪💪💪
🤣
nahhhhh gitu dooong
kak fara kenapa sih seneng banget bikin kesel aku ini, dah tau kalau baca A bikin kesel mulu, eh sekarang di bikin senyam senyum malah pendek bener itu bab. duh berasa pengin datangin kerumah kak fara biar up lagi🤭🤭🤭
habis lah kau asya🤣🤣🤣
pengin tuh tiap hari up dua bab aja, atau satu bab tapi panjangggggggggggggggg🤣🤣🤣🤣🤣🤣
hanya itu kekurangannya, kelebihan nya selalu bikin penasaran dan gemes dengan segala tingkah para lakon dalam cerita.
pokoknya bikin ke tagihan kalau udah baca.
semoga kak fara sehat dan sukses selalu dengan karyanya🥰🥰💪