Warning......
Segala hujatan dan cibiran yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja bebas untuk di lontarkan. Itu akan kami terima sebagai saran untuk karya saya ini.
Jika kalian pernah mendengar kata IBLIS, itu pasti ada kaitannya dengan pembunuhan dan memakan manusia dengan banyak cara. Namun bagaimana jika ada seseorang yang menolong iblis? Dan bersahabat dengannya? Apa itu mungkin? Ini adalah karya saya yang berjudul "Tetangga Iblis" By : Novianingsih Juliani
Veby adalah seorang gadis SMA yang harus berpisah dengan keluarga nya. Karena ia harus bersekolah di sekolah baru dikarenakan adanya sebuah pertukaran pelajar antar kota.
Ia juga harus tinggal di sebuah apartemen dekat sekolah nya yang baru dan hanya bisa pulang saat libur sekolah atau hari raya karena jarak antara kedua kota tersebut sangat jauh
Hal aneh mulai terjadi saat ia baru saja pindah ke apartemen tersebut, yaitu di sebelah apartemen miliknya, yang ditinggali oleh seorang pria tampan yang kira-kira Satu tahun lebih tua darinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novianingsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 35 (Kakek Veby)
"Kita kemana skarang?" Tanya Jung-dae.
"Gue mau pulang aja." Jawab Veby.
"Ehhh, abang lu kan nyuruh lu buat jenguk kakek lu. Kok main pulang aja?"
"Duhh diem!! Gue gak mau ketemu sama tu Ompong."
"Jinjaaa.... Cucu apaan lu? Gak berbakti kepada orang tua. Nih yaa kalo gue jadi lo, punya kakek yang lagi sakit pastinya gue bakal sayang banget sama dia. Karena nih ya, sebenci-bencinya kita sebagai cucu kita harus tetep Bla...Bla...Bla..Bla..."
"Ngoceh mulu, kenapa gue harus punya ide ngajak ni anak piyak?." Gumam Veby.
"Ehhhh Veby......" Kata seorang pria.
Mata Mark bertanya-tanya siapa lagi pria tersebut. Veby juga melengkungkan alisnya tanda di ingin melampiaskan emosinya pada pria itu.
"Kamu mau kemana? Kak Mark nyuruh kamu untuk masuk ke ruangan kakek kan? Sini... Ruangannya di sini." Sambil memegang tangan Veby.
"Setelah yang lo lakuin ke gue. Lo masih brani nyentuh gue? Hah?" Kata Veby dengan penekanan dan menepis tangan pria itu dengan kasar.
"Veby...Aku minta maaf soal yang dulu. Aku juga merasa di jebak oleh kakek, kamu itu adalah sepupuku, aku menyayangimu seperti seorang adik." Ujar pria itu.
"Kamu di jebak?"
"I...Iya...💧"
"Gue gak buta dan gue gak tuli. Gue dengar dan gue liat semua apa yang kalian rencanakan.!!!! Gue harap lo tau malu, lo mau ngerebut keperawanan gue saat orang tua gue gak ada di sisi gue. Gue juga tau lo bakal ngelakuin hal bejad itu dengan teman-teman lu. Gue tau, gue selalu tau apa yang lo ingin lakuin ke gue. Gaada alasan lagi untuk gue tetep nganggap lo sebagai sepupu gue." Kata Veby lalu meninggalkan tempat itu.
Mark dan Jung-dae menyipitkan matanya dari pertama Veby berbicara. Jung-dae kini tau, kenapa Veby benar-benar benci terhadap kakeknya.
"Veb....Gue laper, kita mampir di kantin sini ayokkk." Kata Jung-dae yang seperti anak kecil.
"Hmm." Jawab Veby.
Mereka sampai di kantin rumah sakit tersebut. Agak ramai sihh, namun bangku-bangku makan masih banyak terlihat kosong. Jung-dae memilih sebuah bangku yang terletak paling samping agar dapat melihat indahnya jalan raya dari atas gedung rumah sakit itu.
"Bisa cerita gak, tentang masalah lo sama sepupu lo tadi!?'' Tanya Jung-dae sambil menunggu pesanan.
Namun Veby hanya tertunduk dan tidak menatap mata Jung-dae seperti sebelumnya. Mungkin ia sedang memikirkan banyak hal. Bagaimana tidak, Sahabatnya meninggalkannya, orang sekuat apapun pasti akan merasa sangat kecewa dan sedih jika di hianati. Di tambah ia teringat kembali pada kakek dan sepupunya yang pernah membuatnya kecewa juga.
"Jadi waktu itu." Kata Veby tiba-tiba hingga membuat Jung-dae dan Mark menatap Veby dengan fokus.
"Waktu itu aku berkunjung ke rumah Tae-Yeon, yaa dia sepupuku. Aku kesana bersama dengan kakakku, dari dulu memang dia sudah agak berbeda dengan sepupu-sepupuku yang lain. Dan benar saja, saat aku ingin mengambil tas ku di kamar ibunya. Dia dan kakek membicarakan tentang strategi untuk memasukkan ku kedalam kamarnya saat di sana sudah ada dia dan kedua teman lainnya.
Aku pergi, tentu aku berlari untuk menjauhi rumah tersebut. Tapi Tae-Yeon menarik tanganku dan menyeret ku, aku berulang kali memanggil kakakku, tapi tentu mereka telah membawa kakakku jauh dari tempat itu. Aku hampir memasuki kamarnya, dia juga menyentuh beberapa tubuhku. Didepan ku sudah ada tiga orang pria yang sangat aku kenal, mereka juga adalah temanku. Untung aku menemukan vas bunga dan memecahkan kaca jendela yang ada di sebelahku dan aku menjatuhkan diriku. Aku tertusuk kaca pada bagian punggung ku. Dan bodohnya aku, aku merahasiakan semua itu, dan hanya merawat luka ku sendiri." Tuturnya.
"Gue gak tau sisi lo yang ini. Maaf ya, gue belum tau banyak tentang lo." Kata Jung-dae.
Namun tanpa mereka sadari, Mark melihat kalau sebenarnya kakak Veby yaitu Kak Mark menguping pembicaraan Veby dari tadi. Matanya terlihat merah padam saat melihat air mata Veby yang mengalir.
"Veb.. Kakak kamu." Kata Mark. Sontak Veby menghusap air matanya dan menatap ke segala sisi untuk menemukan kakaknya.
Benar saja, ketika ia menoleh kesamping, kakaknya terlihat menggepalkan tangannya, dan berjalan menuju lantai atas.
"Kakak gue tau Ju...." Kata Veby.
"Hah? Abang lo?"
sejauh ini aku masih suka alurnya