dia wanita yang terlahir sebagai wanita baik dan berhati lembut
tetapi karena manusia yang durjana , membuatnya menjadi berhati iblis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Citra Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sebuah rahasia
sawira dan pak lurah berjalan bersama meninggalkan hutan , sampai di persimpangan jalan , sawira meminta pak lurah tak usah mengantarkan nya.
" kenapa Wira?" kamu takut dengan pak Hamid?" pak lurah bertanya sambil menyipitkan matanya.
sawira tersenyum manis, dan menggeleng pelan.
" ini semua aku lakukan untuk kebaikan kamu mas" aku gak mau orang orang menilai mu buruk" cukup aku saja yang terlibat buruk di mata mereka"! sawira menunduk ikhlas.
hati pak lurah bagaikan tertusuk jarum , sebegitu tulus kah hati sawira terhadap nya.
" baik lah Wira hati hati lah kamu " kapan kita bisa berbicara lagi ?" pak lurah menatap wanita cantik di depan nya , sawira menggeleng.
" aku tak mau terlalu sering bertemu dengan kamu mas" warga desa sini terlalu cepat menyebar kan gosip"! sawira mencium tangan pak lurah dan pergi meninggalkannya lelaki itu , yang masih berdiri memandangi nya.
pak lurah berbalik melangkah menuju rumah nya , tak berapa lama sampai lah pak lurah di rumah nya., di lihat istri nya sedang duduk di depan rumah di temani oleh adik lelakinya.
' assalamualaikum"! pak lurah memberikan salam , wajah istrinya pak lurah tampak pucat , di lehernya banyak terdapat tanda merah., pak lurah ingat dengan pak Tono, lelaki tua bejat itu yang melakukan ini terhadap isteri ku " batin pak lurah.
" mas" maafkan aku "! isterinya pak lurah menangis di kakinya pak lurah dengan pilu, dan adik lelakinya menatap sedih , melihat mba nya seperti itu., pak lurah menghajar tubuh istri nya untuk duduk .
" aku malu mas" aku tak pantas lagi jadi istri mu" aku sudah ternoda mas "! suara istrinya pak lurah parau terdengar.,pak lurah terdiam membisu, dia tak bisa menjawab apa apa.
" aku ikhlas kalau mas ingin menikah lagi" tapi jangan ceraikan aku mas"! tangis nya semakin pilu , adik nya langsung memeluk tubuh mba nya dengan erat.
" aku tak bisa berbicara apa apa saat ini Tarsih" tunggu hati ku tenang"! selesai berbicara pak lurah meninggalkan mereka berdua, hati pak lurah sakit , tapi dia Bingung karena dia merasa jijik dengan tubuh Tarsih istrinya.
" sudah lah mba " gak usah mba berpikir macam-macam kasihan bayi mu mba"! adik nya Tarsih memegang tangan mba nya.
" aku malu dek dengan mas mu" Tarsih menutup wajahnya dengan tangan nya.
" terus mau gimana lagi mba?" jangan bertindak bodoh mba"! Adek nya Tarsih mengingat kan.
hari itu pas hari pernikahan sari dan Nisam , semua orang sibuk di rumah tuan Hamid, termaksud tuan Hamid .
" hai kamu apa kamu melihat pak Tono ?" Tian Hamid bertanya ke salah seorang pembantu nya., orang itu menggeleng .
" kemana dia" sudah dua hari ini aku tak melihatnya"! padahal tenaga nya hari ini amat aku butuhkan"! gerutu tuan Hamid.
pesta berjalan dengan meriah , malam itu pak lurah hadir bersama istrinya, tapi mereka berdua tak seperti biasanya, di antara mereka tanpa kaku.
sawira pun hadir malam itu, dengan balutan kebaya berwarna merah tua , sawira terlihat sangat cantik, tuan Hamid tak berkedip menatap kearah sawira.
begitu pun dengan pak lurah , hal itu di sadari oleh Tarsih isterinya pak lurah., yang langsung merasa cemburu, sawira menghampiri tuan Hamid yang pas berada di dekat pak lurah.
" selamat ya pak " anak nya telah menikah" senyum manis terlihat dari wajah cantik sawira., sawira melirik kearah pak lurah , pak lurah pun tersenyum tipis.
" terimakasih ya Wira" kau cantik sekali malam ini "! tuan Hamid memuji kecantikan sawira, sawira tersenyum kesenangan.
" apa kabar nya mba Tarsih?" sawira menyalami tangan isterinya pak lurah , yang di balas dengan malas oleh Tarsih, hal itu dapat di rasakan oleh sawira., dengan pura pura memeluk sawira pun membisikkan kata.
" tak perlu cemburu dengan ku mba"! kalau aku mau kau bisa di ceraikan oleh Arya"! selesai berbicara sawira tersenyum penuh arti kearah Tarsih, membuat Tarsih takut .
" pak Hamid " mau kah bapak nanti antara kan saya pulang"! suara sawira manja, terlihat pak lurah cemburu tak suka, hal itu membuat sawira bahagia, pak Hamid tertawa renyah.
" waduh wira' sudah pasti aku mau "! di cubit nya hidung sawira yang Bangir.
" tapi kan masih banyak tamu pak "! mata Wira melirik kearah pak lurah , sedangkan Tarsih mulai salah tingkah., dengan sikap sawira yang seakan akan memancing pak lurah.
tiba tiba sari menghampiri tuan Hamid, dan membisikkan sesuatu ke telinga bapaknya., wajah pucat terlihat dari wajah tuan Hamid.
" maaf Wira " aku tak bisa mengantarkan mu " menantu ku muntah darah "! tuan Hamid segera berlari kearah rumah nya.
pandangan mata sawira terlihat licik dan penuh arti.
" Wira kamu bermalam saja di rumah kami "! pak lurah menawarkan jasanya, tanpa minta persetujuan dari Tarsih isterinya.
sawira tersenyum manis kearah pak.lurah , dan pak lurah membalas nya., Tarsih tak tahan dengan sikap mereka berdua , tapi tak bisa berbuat apa apa.
" tidak mas" aku tidak mau merepotkan mu"! senyum nya mengembang penuh makna.
" ada apa di antara kalian berdua?" tiba tiba Tarsih berbicara lantang, matanya menatap tajam kearah sawira dan pak lurah.
" maksudnya apa Tarsih?" pak lurah bertanya berlaga tak salah.
" cukup mas" aku paham semua nya" kenapa mesti pura pura" jika memang kamu inginkan sawira" menjadi istri kedua mu "! sawira menatap kearah pak lurah , lalu tersenyum simpul, pak lurah terdiam.
"baik lah kita pulang" dan kamu Wira " ikutilah dengan kami " aku tak mau bicara disini "! sawira pun ikut dengan pak lurah ke rumahnya., di sepanjang perjalanan arah kerumahnya pak lurah, mereka bertiga terdiam, cuma sesekali pak lurah melihat sawira dari kaca spion dalam mobilnya.
sampai lah mereka di rumah nya pak lurah, mereka bertiga duduk di ruang depan rumah nya pak lurah.
" mas " jujur lah sama aku " jika kamu inginkan sawira jadi istri kedua kamu"! suara Tarsih terdengar serak menahan tangisnya.
" apakah kamu ijinkan "! suara pak lurah bagaikan tusukan belati untuk Tarsih, tapi dia tak bisa berbuat apapun, karena mengingat dirinya saja sudah kotor.
" aku ikhlas mas " jika itu mau mu "! suara Tarsih pelan, wajah nya tertunduk lesu.
sawira tersenyum penuh kemenangan, dan menatap kearah pak lurah yang juga menatap kearah nya.
" tapi mas" aku masih jadi istri siri tuan Hamid"! suara sawira lembut.
" kamu bisa minta cerai dengan dia Wira"! terdengar pak lurah memaksa.
" aku mau masuk dulu mas" kepala aku sakit "! Tarsih meninggalkan sawira dan suaminya di luar berdua, dia tak sanggup lagi mendengar kan perkata dari mereka dua.
air mata membasahi Tarsih, hatinya amat sakit , seperti ini kah akhirnya.
bersambung ya kk
mksutnya apa sihh. koreksi lg ngapa kalimatnya
mngkin maksudnya mandul ya