"Kau tahu, kau tak pantas untuk menjadi bodyguard ku tapi kau lebih pantas menjadi kekasih kecilku." Ucap Riana Saraswati Candra.
"Nona muda, tolong jangan katakan itu lagi." Ucap Jeremi.
Bagaimana rasanya jika seorang pria tampan menjadi bodyguard seorang wanita yang genit dan centilnya minta ampun, akankah dia tahan dengan godaan dari majikannya itu atau malah sebaliknya.
Penasaran, langsung di baca yah
👇👇👇👇👇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ati Nurhayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan Bella
Sambil melihat kearah Jeremi. "Ini pacar aku." Ucap Riana sambil tersenyum.
"Oh pacar kamu. Udah berapa lama kalian pacaran." Ucap Ayu sambil melihat kearah Riana.
Riana nampak kebingungan dengan pertanyaan Ayu. Begitu pun juga Jeremi, mereka saling menatap. "Emm, baru 2 bulan." Ucap Riana sambil tersenyum.
"Oh ternyata masih seumur jagung. Yah mudah-mudahan kalian bisa secepatnya menyusul aku sama Bella." Ucap Ayu.
"Amin." Ucap Riana dengan senyuman lebar.
"Sayang." Ucap seorang lelaki yang menghampiri mereka.
"Iya, sayang ada apa." Ucap Ayu sambil tersenyum kearah pria itu.
"Ayo sini! Kenalin ini sahabat aku." Ucap Ayu kepada lelaki itu.
Nampak netranya membulat. "Hay bro, apa kabar?" Ucap lelaki itu sambil memeluk Jeremi.
Sambil membalas pelukannya. "Aku baik, sudah lama kita tidak bertemu." Ucap Jeremi sambil melepaskan pelukannya.
Riana tertegun melihat kedekatan mereka, begitupun juga Ayu. "Kamu kenal sama dia?" Ucap Ayu kepadanya.
"Iya sayang, aku kenal banget sama dia. Dia sahabat aku sekaligus guruku." Ucap lelaki itu sambil merangkul Jeremi.
"Ah Bagas, kamu jangan terlalu memuji." Ucap Jeremi sambil tersenyum.
"Hey, jangan terlalu merendahkan diri sense. Dia ini bergelar sabuk hitam dan tidak ada yang bisa mengalahkannya dalam ilmu bela diri." Ucap Bagas.
"Ah, kebetulan sekali. Aku sahabat sama Riana dan kamu sahabat sama pacarnya." Ucap Ayu dengan nada bahagia.
Sambil melihat kearah Riana. "Ini pacar kamu jer? Ternyata ada juga yang bisa menaklukkan hati kamu." Ucap Bagas sambil tersenyum lebar.
"Iya, ini pacar aku. Kenalin dia namanya Riana." Ucap Jeremi sambil menunjuk ke arah Riana.
Sambil menyodorkan tangannya. "Saya Bagas suaminya Ayu." Ucap Bagas.
"Saya Riana." Ucapnya.
"Oh namanya Riana! Kamu memang paling jago mencari pasangan." Ucap Bagas sambil melihat kearah Jeremi.
"Ah itu mungkin cuma kebetulan." Ucap Jeremi.
Akhirnya mereka bercengkrama bersama dengan bahagia begitupun juga Riana. Dia merasakan rasanya punya pasangan yang sebenarnya.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Riana dan Jeremi memutuskan untuk pergi dan berpamitan. Karena dia menemui pengantin di pelaminan.
Mereka berjalan dan nampak Riana melihat sekelilingnya. Terlihat semua teman-temannya ada di sini dan Riana menyapa mereka satu persatu. Setelah merasanya cukup, Riana langsung pergi menuju pelaminan.
Menghentikan langkahnya. "Aduh apa yang harus aku lakukan." Ucap Riana sambil mengambil nafas panjang.
"Kenapa Nona?" Ucap Jeremi sambil melihat kearah Riana.
"Aku malu ketemu sama Bobby." Ucap Riana.
"Tenanglah Nona, anda jangan terlalu gugup. Mereka tidak akan membicarakan hal itu." Ucap Jeremi sambil mencoba meyakinkan Riana.
Akhirnya Riana melihat kearah Jeremi dan begitupun juga Jeremi. "Ayo." Ajak Jeremi.
Sambil mengangguk kepalanya. "Iya." Ucap Riana.
Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan menuju pelaminan. Dan nampak Bella melambaikan tangannya kearah Riana.
Riana nampak tersenyum melihat sahabatnya bahagia. Tapi hatinya merasa iri karena dia belum punya pasangan seperti Bella.
"Nona anda kenapa?" Ucap Jeremi sambil melihat kearah Riana.
"Mungkinkah aku akan menemukan cinta sejati seperti Bella." Ucap Riana sambil menundukkan kepalanya.
"Anda pasti akan menemukannya." Ucap Jeremi.
Sambil melihat kearah Jeremi. "Mungkinkah itu kamu." Ucap Riana sambil melihat wajah Jeremi.
Jeremi memalingkan pandangannya dan dia mencoba mengalihkan pembicaraan. "Ayo Nona, teman anda sudah menunggu." Ajak Jeremi sambil berjalan kembali.
Riana mengikuti langkah kaki Jeremi tanpa melepaskan tangan Jeremi. Dia terus menatap wajah Jeremi. "Kenapa kamu gak menjawab pertanyaanku? Mungkinkah aku tidak pantas untukmu!" Gumam Riana dalam hatinya sambil meneteskan air mata.
jgn marah ya thor !
cm ksh masukan doang. 😁