Masa depan yang bahagia telah tiada, Yuki dengan alat sihir yang diberikan oleh ayahnya kembali ke masa lalu untuk memperbaiki masa depan yang rusak.
Yuki terlempar ke tahun 2099 dimana dia dijual sebagai seorang budak dan dibeli oleh wanita dari keluarga bangsawan bernama Theresa Clorish dan diangkat menjadi penjaga keluarga Clorish.
Selain menjadi penjaga keluarga Clorish, Yuki juga harus menghentikan sesuatu yang akan menghancurkan masa depan dengan kekuatan mutan miliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aidiel Batagor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Bencana
Yuki berlari ke arah panggung dan hal itu menarik perhatian para tentara bayaran yang ada disekitarnya. Rhine yang melihat itu langsung menembak Yuki dengan busur silang miliknya dengan anak panah yang sudah dilapisi oleh racun.
Yuki berhasil menghindari serangan itu dengan cepat dan melihat ke arah Rhine, namun dibelakangnya dia ditusuk oleh cakar milik Xin yang menembus ke dada nya.
Yuki menjauh dari Xin dan menatapnya dengan kesal, sementara Xin tersenyum puas karena dia berpikir sebentar lagi Yuki akan mati karena kehabisan darah.
"Sebuah cakar, apakah kau seorang X-Men?." Ejek Yuki.
"Tidak, tapi aku tahu Wolverine." Balas Xin lalu menyerang Yuki.
Yuki tidak berhasil menghindari serangan Xin dan membuatnya kembali tertusuk, Xin kemudian menghempaskan tubuh Yuki yang tertancap di cakar miliknya ke sekitar panggung.
Disaat Xin berjalan ke arah panggung yang telah hancur, tiba-tiba sebuah sinar cahaya muncul kemudian menghempaskannya.
Rhine yang melihat itu mengisi ulang busur silang miliknya dengan anah panah beracun dan bersiap untuk menyerang tepat setelah cahaya itu menghilang.
Setelah cahaya itu menghilang, Xeno muncul dengan sebuah senjata canggih di tangannya bersamaan dengan Yuki yang mengikutinya dari belakang.
"Yaampun aku tidak menyangka bahwa pesta kejutannya sangat nyata seperti ini." Ucap Xeno dengan nada kesal.
"Tuan Xeno, ini bukan pesta kejutan." Balas Yuki.
"Siapa kau?." Tanya Xeno kebingungan melihat Yuki yang berdarah.
Yuki sedikit kesal mendengar hal itu namun Yuki tetap memperkenalkan dirinya dan menjelaskan situasi yang sedang terjadi, Xeno dengan cepat memahami yang terjadi disini dan melihat ke arah monster serigala yang sedang mengamuk itu.
"Kalau begitu kita harus segera mengalahkan makhluk itu." Ucap Xeno mempersiapkan senjatanya.
"Tidak semudah itu Xeno." Balas Rhine yang muncul dihadapannya.
Rhine melepaskan topeng dokter wabah miliknya dan menunjukkan wajahnya. Yuki terkejut melihat Rhine yang muncul dihadapannya, namun tidak dengan Xeno, dia nampak tidak terkejut sama sekali.
"Lama tidak bertemu, kau tampak tidak berubah." Ucap Rhine.
"Kalian saling kenal?." Yuki bertanya pada Xeno.
"Kami dulu adalah sahabat, namun itu 10 tahun yang lalu." Jawab Xeno lalu mengarahkan senjatanya pada Rhine.
Rhine berhasil menghindari serangan dari Xeno dan memberi perintah pada Xin untuk menyerang. Xin pun menerjang ke arah Yuki dan membuat mereka berdua terhempas ke tembok.
Xin terus-menerus menusuk Yuki hingga mengeluarkan banyak darah, namun Yuki terus melawan dengan tangan kosong dan melayangkan sebuah pukulan keras ke wajah Xin hingga membuatnya berdarah. Xin menjadi sangat marah dan kesal karena Yuki tak kunjung mati.
"Kenapa kau tidak mati!." Teriak Xin pada Yuki.
"Kalau kau ingin membuatku mati maka kau harus menunggu selamanya!." Yuki langsung menendang Wajah Xin dan membuatnya terhempas.
Disaat Yuki berusaha untuk berdiri, Butcher tiba-tiba muncul dari arah atas dan mengeluarkan parang miliknya lalu memotong kedua tangan Yuki dengan sangat cepat.
Yuki berteriak keras karena kehilangan dua tangannya, Yuki sama sekali tidak bisa melihat serangan Butcher yang sangat cepat seperti angin. Sesaat Yuki berkedip, Butcher sudah memotong kedua kaki Yuki dan hal itu langsung membuat Yuki terjatuh hingga tidak bisa bergerak sama sekali.
"Sampai jumpa, bocah mutan." Butcher menendang Yuki ke arah panggung dan terjatuh ke sebuah lubang hingga Yuki kehilangan kesadarannya.
Sementara Xeno sibuk bertarung melawan Rhine, setiap peluru dan anak panah yang mereka tembakkan meleset satu sama lain. Monster serigala yang merasa terganggu dengan pertarungan yang terjadi pun kembali mengamuk.
Monster serigala itu menyerang Xeno dan Rhine yang sedang bertarung. Rhine terhempas oleh sapuan ekor monster itu, sedangkan Xeno berhasil menghindar dengan melayang menggunakan sepatunya yang sudah dimodifikasi.
"Kau menciptakan makhluk jelek ini?." Tanya Xeno pada Rhine.
Monster serigala itu tidak terima dikatakan jelek oleh Xeno dan langsung melompat untuk menyerangnya, namun dengan cepat Xeno menghindari serangan monster serigala itu dan menembaknya.
Rhine yang melihat celah pada Xeno pun mengarahkan busur silang miliknya kemudian menembaknya ke arah sepatu Xeno dan membuat sepatu itu mengalami malfungsi dan membuat Xeno terjatuh.
Melihat Xeno yang terjatuh, monster itu langsung berlari dan siap untuk menerkamnya. Tepat sebelum monster itu memakan Xeno, seseorang dengan zirah besi yang ternyata adalah Aieon muncul menahan rahang monster itu.
Xeno dengan cepat pergi dari monster itu dan Aieon menggunakan pendorong yang ada di bagian kakinya untuk membawa monster serigala itu menjauh dan melemparnya keluar hingga menghancurkan dinding ruang pesta itu.
"Transform Device, tidak buruk." Puji Xeno.
"Terima kasih tuan Xeno." Balas Aieon.
Namun masalah masih belum selesai juga, Rhine bersama Xin dan Butcher mengepung mereka berdua dari segala arah, belum lagi dengan monster serigala itu yang kembali masuk ke ruang pesta.
"Kita akan mati sekarang." Ucap Xeno dengan pesimis.
"Tenang saja, rekan ku diluar sana akan menyelamatkan kita." Balas Aieon menenangkan Xeno.
Benar saja, tak lama kemudian ruang pesta itu bergetar seperti terjadi gempa. Benda-benda yang terbuat dari kaca perlahan pecah hingga tak lama kemudian ruangan pesta itupun runtuh dan hal itu membuat semua orang yang masih ada di dalam berhamburan untuk keluar.
"Apa rencana rekanmu ini ingin membuat kita terkubur di dalam sini?." Tanya Xeno.
"Ini diluar perkiraan, keluar!!." Teriak Aieon itu.
Semua orang yang masih berada di dalam ruangan pesta berlari untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing, namun tidak untuk monster serigala itu, dia melolong seolah ingin meminta bantuan dan diam ditempatnya hingga akhirnya seluruh ruangan itu runtuh.
Semua orang yang berhasil selamat berlari menuju tempat aman ke tempat semua orang yang sedang berkumpul. Theresa melihat ke arah Noelle yang mulai kehilangan kesadarannya karena menggunakan kekuatan miliknya yang terlalu besar langsung menghampirinya.
Ternyata orang yang menyebabkan runtuhnya ruang pesta tersebut adalah Noelle yang diminta oleh Theresa untuk melakukannya, Noelle pun terjatuh lemas di pelukan Theresa.
"Maaf sudah memaksamu untuk melakukan ini Noelle." Ucap Noelle memeluk erat Theresa.
Noelle tersenyum dan melihat ke arah Aieon yang datang menghampiri mereka. Aieon melaporkan bahwa semua orang yang ada di dalam keluar dengan selamat termasuk orang yang membuat kekacauan ini, namun Noelle merasa ada yang hilang.
"Dimana Yuki?." Tanya Noelle dengan nada panik.
Mendengar itu, Aieon mengatakan bahwa dia sama sekali tidak melihat Yuki di dalam sana. Noelle menjadi semakin ketakutan mendengar hal itu dan Theresa berusaha menenangkan dirinya.
"Ini salahku! Yuki mungkin tidak selamat karena ulahku." Ucap Noelle menangis.
"Tidak apa-apa, Yuki pasti sudah lebih dahulu keluar." Ucap Theresa mengelus kepala Noelle untuk menenangkannya.
Sementara itu Yuki yang tertimpa reruntuhan tempat itu di bawah tanah berusaha untuk lepas dari sebuah tiang yang menimpanya, namun itu sangat sulit karena tangan dan kaki Yuki yang terpotong oleh Butcher belum teregenerasi secara utuh.
"Sialan, orang bodoh mana yang melakukan hal gila ini disaat ada banyak orang di dalam sana?." Keluh Yuki.
Setelah hampir 15 menit, tangan dan kaki Yuki sudah kembali dan Yuki pun mengangkat tiang yang menimpanya dengan sekuat tenaga.
Setelah lepas dari tiang itu, Yuki berjalan menyusuri lorong di bawah panggung ini yang ternyata adalah ruang kendali untuk panggung diatas.
Di dalam kegelapan Yuki melihat seseorang yang tidak mengenakan busana dan hanya menggunakan celana sedang dalam tak sadarkan diri. Yuki pun berlari ke arah orang tersebut yang ternyata adalah Richard, kakak dari Nero yang diubah menjadi monster serigala dan mengacaukan pesta.
"Hei tuan kau tidak apa-apa?." Tanya Yuki.
Lalu terdengar suara langkah kaki dari belakang Yuki, orang tersebut adalah Visage, orang yang melakukan ledakan di panggung dan berniat untuk membunuh Yuki.
Yuki yang menyadari hal itupun langsung berbalik dan bertatapan dengan Visage. Wajah yang penuh darah Yuki bertatapan dengan wajah penuh luka dan jahitan milik visage.
Mereka sudah bersiap memasang kuda-kuda mereka untuk pertarungan yang akan terjadi ditengah kekacau yang mungkin akan terjadi lagi.