menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang harus menikah di usia muda karena perjodohan. seiring berjalannya waktu mereka mulai merasakan getaran-getaran cinta. hingga membuat mereka tidak ingin berpisah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syaiful Zein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cemburu ?
Zein dan Dira sedang berada di rumah. Mereka menikmati makan siang bersama. Dira yang sudah kangen dengan masakan ibu nya. Langsung segera melahap semua makan yang tersaji di meja makan..
" masa Allah Dira kamu pelan pelan aja makanya" ujar Sinta yang melihat anaknya.
" maaf mah , soalnya Dira baru makan kaya gini lagi, kalo di rumah sana Dira gak bebas makan mah " ujar Dira .
" emang tuh Bu , Dira omelin aja , apalagi di sekolah apa aja di makan " celetuk Zein.
" ya ampun nduk kamu harus ingat kalo kamu lagi hamil, jadi jangan makan sembarangan ya " .
" iya mah , orang Dira gak sembarangan, cuma makan siomay, batagor, gorengan doang " ujar Dira .
" itu namanya sama aja , gak bagus makanan kaya gitu " ujar beni .
" iya pak , Dira gak sembarangan lagi " dira cemberut.
Setelah itu mereka melanjutkan makan nya setelah selesai Dira mengajak Zein berkeliling desa karena Dira sudah sangat kangen dengan suasana nya .. Di sana Dira bertemu dengan teman lamanya saat masih bersekolah di sini .
ada yang membuat Zein cemburu saat Dira bertemu dengan Dimas yang pernah bertemu dengan Zein, bukan hanya Dimas tapi ada Raka yang juga menyukai Dira..
" kak jalan jalan yuk " ujar Dira .
" ayo , bentar aku ambil kunci mobil dulu" jawab Zein.
" gak usah pake mobil Kak , jalan kaki aja , orang Deket Deket sini aja kok gak jauh." ujar Dira.
" oh kirain hehehe, ya udah ayo Ra ." mereka menyusuri jalan setapak di sana Dira bertemu dengan teman nya , jenny dan Adara .
" jenny, Adara hey " teriak Dira melambaikan tangannya. dan menghampiri mereka.
" Dira , ya ampun kenapa gak bilang bilang sih mau Dateng" tanya jenny.
" tau kamu sombong banget, mentang mentang udah tinggal di kota lupa sama kami " sambung Adara .
" duh maaf, ini juga dadakan, sumpah aku kangen banget sama kalian. Ujar Dira memeluk mereka. "
" ust ust , siapa tuh ganteng banget " bisik jenny yang melihat Dira bersama Zein.
" iya kenalin lah " sambung Adara .
" oh iya ini Zein pacar aku " ujar Dira .
" kak ini temen aku , jenny dan Adara " ujar Dira memperkenalkan temannya.. Zein hanya tersenyum tipis..
" ya udah ya Ra aku sama Adara mau ke depan dulu . " ..
" oh iya deh , nanti ketemu lagi kalo sempet " ujar Dira .
" oke . " mereka pun langsung pergi.
Sepanjang perjalanan Zein hanya diam saja mungkin ada sesuatu yang membuat nya tidak nyaman. Dira terus memperhatikannya karena Zein tidak berbicara sama sekali.
" kak kenapa ko diem aja " tanya Dira .
" enggak kok biasa aja " ujar Zein.
" bohong pasti kamu bete ya . Maafin Dira ya kalo ada salah"
" gak . Siapa yang bete " Zein berjalan mendahuluinya..
" sayang tunggu. Kenapa sih kamu " Dira menahan Zein..
" kak Dira salah apa , " ucap Dira menatap suaminya.
" tadi kenapa gak jujur aja kalo aku suami kamu " ujar Zein..
" oh jadi itu masalah nya kak " Dira akhirnya tau apa yang menyebabkan Zein sedikit marah.
" iya ..
" sayang aku , cinta nya Dira . gak mungkin dong aku jujur bilang kalau kamu suami aku , nanti mereka ngiranya aku berbuat yang enggak enggak lagi " ujar Dira menjelaskan.
" ya kan bisa di jelasin apa sebabnya kita nikah Ra ..
" Dira tidak mau berdebat, " iya udah Dira minta maaf, udah dong jangan marah lagi "
*. Iya aku gak marah lagi. Lain kali jujur aja " ujar Zein.
" iya iya. Ya udah kita jalan lagi.
Mereka pun langsung melanjutkan jalan jalan sorenya.. Namun kembali Dira bertemu temannya tapi kali ini Dimas dan Raka . Dua orang yang suka pada nya..
" eh itu Dira kan " ujar Dimas , yang sedang nongkrong bersama temannya.
" iya itu Dira , tapi dia sama siapa . Pake gandengan tangan lagi" saut Raka .
" itu kaya laki laki yang waktu itu gue ketemu di rumah Dira . " ujar Dimas yang ingat kalo dia pernah bertemu sebelumnya.
" loh kenal dia dim ? Tanya Raka.
" gak kenal gue , tapi dia itu Deket sama Dira gue aja kesel liat nya ..
Mereka pun langsung menghampiri Dira dan Zein.
" Hay Dira , wah makin cantik aja kamu " Raka menggoda Dira membuat Zein marah namun masih bisa menahannya.
" eh kalian ngagetin aja. " jawab Dira
" Ra kamu kesini kok gak ngomong ngomong sih " tanya dimas.
" emang kalian penting, harus kasih tau " celetuk Zein.
" kita gak ada urusan sama loh , jadi loh diem aja " ketus Raka .
" udah deh mending kalian berdua pergi sana gak usah ganggu, ayo kak " ujar Dira yang tau pasti Zein tidak bisa menahan diri.
namun tiba tiba Raka memegang tangan Dira , membuat Zein semakin marah dah menghajar nya
" mau kemana tunggu dulu sini , kita kan baru bertemu lagi" ujar Raka menahan Dira .
" bangsat gak bisa gue diemin nih " Guam Zein yang kesal.
" lepas , gue peringatkan sama lu jangan sentuh Dira " ketus Zein.
" santai men , loh siapa sih orang kota sok banget " saut Raka .
" bugk Zein memukul Raka hingga tersungkur " jangan cari masalah sama gue ".. Ketus Zein.
" udah kak cukup , ayo pulang aja " ujar Dira . Zein menuruti nya. dan segera pulang.
" sialan berani dia mukul gue , belum tau gue di sini siapa" ujar Raka.
" lu juga sih , kalo gue perhatiin dia kayaknya buka orang sembarangan deh " saut Dimas .
" maksud loh?.
" ya kayaknya dia jago bela diri deh soalnya tenaganya kuat banget sampe Dira ketakutan gitu" ..
" gue Gak takut, nanti malem kita kerumah Dira kita usir dia , lagi pula dia bukan siapa siapa nya Dira , dan gak boleh tinggal satu atap " ketus Raka.
" terserah loh deh , dah ayo cabut " ujar Dimas .
Dira dan Zein kini kembali ke rumah. Zein masih sangat kesal dengan kejadian tadi .
" kak ...!! ' panggil Dira namun Zein tidak merespon.
"kak, ihk diem lagi" Dira kesal.
" kenapa kamu nahan aku tadi hah " ujar Zein menatap Dira.
" aku gak mau kamu ribut kak . Itu aja kok " ucap Dira.
" tapi kamu tau kan dia berani nyentuh kamu. Kan aku gak suka siapapun nyentuh kamu pasti aku gak tinggal diam " ujar Zein.
" iya Dira tau kak , tapi kan Dira gapapa " ..
" oh gitu, gapapa, jadi selama dia nyentuh kamu gapapa , oke " Zein ternyata cemburu.
" bukan itu maksudnya kak , "
" Ra aku bukan marah sama kamu , tapi aku gak suka sama orang yang berani nyentuh kamu apapun alasannya" .
" Dira mengangguk " iya maafin Dira , tapi Kaka juga jangan marah lagi sama Dira, Dira takut kalo kakak marah serem kaya harimau" ucap Dira dengan sifat manjanya.
" kamu ngeledek, masa kakak kaya harimau " celetuk Zein.
" hihihih, iya kakak garang macam harimau haw .. " tingkah Dira seperti anak kecil membuat Zein tersenyum kepadanya.
" kamu lucu banget sih bikin aku makin cinta aja sama kamu " ujar Zein memeluk Dira .
" gombal lagi " saut Dira .
" biarin di bilang gombal juga yang penting aku jujur sama Kamu" ..
" iya deh asal jangan gombal sama cewek lain aja, awas aja kalo sampe ketauan. Aku bejek bejek kamu " Dira mencubit hidung nya Zein.
Singkat cerita ketika malam hari, saat Zein,Dira dan orang tua nya berkumpul. Terdengar suara ketukan pintu, Bu Sinta langsung membukanya ternyata Raka dan Dimas mereka ingin menemui Dira .. Saat Zein melihat mereka datang raut wajahnya berubah seperti orang marah karena mereka terus mendekati Dira.
" assalamualaikum" ...
" Bu ada tamu bukakan pintu" ujar beni .
" iya pak ." saut Sinta . Dan membukanya.
" Raka , Dimas , ada apa kesini " tanya Hesti.
" kami sengaja kesini untuk bertemu Dira , apa Dira belum tidur Bu " tanya Raka .
" oh , Dira belum tidur, silakan masuk kebetulan lagi kumpul " Bu Hesti mempersilahkan mereka masuk.
" siapa Bu yang datang ' tanya beni.
" ini Raka sama Dimas kayanya mau ketemu Dira ." jawab Hesti.
" silahkan duduk " ujar Hesti.
Mereka pun langsung duduk bersama.
" bangsat ngapain mereka kesini" Guam Zein menatap tajam.
" tumben ada apa nih " tanya beni .
" gak kok pak kita cuma kangen aja sama Dira kan semenjak Dira di kota kami gak pernah ketemu lagi" jawab Dimas.
" Raka memperhatikan Dira yang merangkul tangan Zein, seperti ada hubungan khusus karena orang tuanya Dira biasa aja. " woy inget ini rumah orang, pegangan tangan aja " ucap Raka .
" lah lu kenapa sewot, loh tamu di sini " ketus Zein.
" kak " Dira memberikan kode agar Zein tidak terpancing emosi.
" loh juga tamu kali di sini " saut Dimas .
Pak beni yang tau tujuan mereka datang ke sini akhirnya memberi tau kalo Zein adalah suami nya Dira .
" dia bukan tamu disini " ujar beni.
" bukan tamu terus dia siapa .? Tanya Raka .
" dia suaminya Dira " ..
Sontak mereka kaget saat tau jika Zein adalah suami nya..
" hah Dira sudah punya suami, yang bener aja , kan masih sekolah" tanya Dimas .
" memegang masih sekolah. Bahkan sampai saat ini Dira masih sekolah " saut Hesti.
" kenapa Dira bisa nikah, apa dia berbuat macam macam pak " ujar Raka .
" sialan loh, gue gak seburuk pemikiran loh ya " ketus Zein.
" mereka saling mencintai jadi kita sepakat menikahkan nya " ujar beni.
" mampus lu baru tau rasa loh " Guam Zein.
" kalian kalo gak ada yang di tanyain lagi mending pulang deh " ujar Dira .
" dengan kecewa Dimas dan Raka akhirnya pulang.. " iya udah kalo gitu kita permisi" ujar Raka .
" iya " saut Hesti dan beni .
" ayo cepetan balik malu gue " bisik Dimas ingin segera pergi.
" iya bawel loh ah " ketus Raka.
Dengan wajah puas Zein tersenyum lega karena mereka tau jika Zein adalah suami nya Dira . beberapa saat kemudian Zein dan Dira beristirahat setelah seharian berada di rumah Dira besok siangnya mereka kembali ke Jakarta, karena mereka harus kembali ke sekolah..
...Bersambung....!!! ...
...----------------...
...----------------...
...----------------...