Kelanjutan dari Cinta Pengganti Season 1 (Season 2)
Rafandra Jhonathan Sanjaya, sosok pria yang di gandrungi para wanita karna sosoknya yang begitu sempurna. Siapa yang tidak mengenal putra tunggal dari Nathan dan Anel.Pewaris satu - satunya keluarga Sanjaya.
Tapi sayangnya Fandra harus menelan pil pahit saat baru kembali dari menempuh pendidikan, dirinya harus menikah dengan Rania seorang pembantu rumah tangga orang tuanya, karna kesalahan yang tidak ia sengaja.
Akankah pernikahan Fandra sama dengan kisah orang tuanya, ataukan Fandra akan menerima statusny dengan lapang dada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku ingin hakku
Satu minggu setelah kepulangannya dari Rumah Sakit,kini Rania sudah bisa beraktifitas seperti biasa.Dan pagi ini ia tengah bersiap untuk pergi ke kampus.
"Kau mau kemana sayang?"tanya Fandra saat melihat istrinya sangat rapi
"Apa mas lupa?hari ini aku akan pergi ke kampus,karna aku sudah cuti cukup lama."ucap Rania sambil merapikan rambutnya dengan sisir
Fandra berjalan mendekati sang istri yang tengah berdiri di depan cermin."Apa kau serius sayang?kenapa kau tidak memberi tau ku sebelumnya?"melingkarkan tangan kekarnya di perut Rania dan meletakan dagunya di bahu sang istri.
"Maaf mas,aku lupa."ucap Rania dengan tampang tanpa dosa
"Kalau begitu,kau tidak boleh pergi ke kampus."ucap Fandra dengan seringai liciknya
"Mas."ucap Rania sambil menghentikan aktifitas menyisir rambutnya.menatap wajah suaminya dengan wajah kesal
"Kenapa kau menatapku seperti itu sayang?"menyibak rambut sang istri,menyelipkannya di belakang telingan.Fandra menghirup aroma tengkut sang istri yang begitu wangi."Jangan membantah.kau yang membuat mas melakukan ini."uca Fandra cepat
"Memang apa salahku?"Rania mencoba mencerna ucapan sang suami
"Kau masih bertanya apa salahmu?,tentu saja kau salah sayang,kau ingin pergi ke kampus tanpa memberitauku dan tanpa meminta izinku."ucap Fandra lagi
Rania menghela nafasnya dengan berat,ia mencoba membalikan tubuhnya agar bisa menatap wajah suaminya dengan jelas."Mas,aku mohon yah,aku minta maaf karna sudah lupa memberitaumu.Tapi sungguh,aku bukannya sengaja."ucap Rania dengan wajah memelas
Fandra menatap wajah memelas istrinya,sebenarnya Fandra hanya ingin mengerjai sang istri.Tapi saat melihat wajah istrinya yang menggemaskan itu,ia menajadi tidak tega.
"Baiklah,mas akan mengijinkan kau pergi ke kampus.Tapi ada syaratnya."ucap Fandra tersenyum tipis
Rania menyeritkan dahinya,perasaannya mulai tidak enak."Apa itu?"tanya Rania pelan
Fandra mendekatkan wajahnya ke telinga sang istri.hembusan nafas Fandra membuat bulu halus yang ada di tengkuk sang istri seketika berdiri."Aku ingin hakku sebagai seorang suami."
Deg.....!jantung Rania berdegup dengan cepat,wajahnya seketika bersemu merah.Rania sungguh malu dengan ucapan suaminya.
Fandra tertawa saat melihat wajah sang istri yang bersemu merah."Hahahaaha,cepatlah turun jika tidak ingin terlambat.Dan jangan lupa bersiap untuk malam pertama kita nanti."ucap Fandra sembari berjalan kaluar dari kamarnya
Rania masih mematung mendengar ucapan suaminya yang bar-bar itu.Dan tak lama kemudian Rania mulai sadar dan segera bersiap karna tidak ingin terlambat ke kampusnya.
Rania berjalan tergesa menuruni tangga,ia tidak ingin suaminya menunggu terlalu lama.Rania masuk ke dalam mobil lalu dengan cepat menutup pintu mobil itu
"Kakak ini lama sekali."kesal Dika yang sudah tidak sabar
"Berisik,kakak juga perlu bersiap."ucap Rania tanpa melihat adiknya yang duduk di belakang
Fandra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Tujuan mobil Fandra kali ini adalah kampus sang istri,karna kampus itu yang paling dekat dengan rumah meraka.Mobil Fandra sudah berhenti di depan gerbang kampus Rania.
"Trimakasih mas,aku berangkat yah."ucap Rania pada suaminya itu.
"Dan kamu Dika,belajarlah yang rajin,jangan membuat masalah di Sekolah barumu."ucap Rania kepada Dika sembelun ia keluar dari dalam mobil suaminya
"Siap kak,Dika tidak akan mengecewakan kakak."ucap Dika cepat
"Pulang kampus nanti akan mas jemput,dan jangan berbuat yang tidak tidak di kampus."ucap Fandra penuh dengan peringatan
"Hemmmm."Rania hanya berdeham lalu bergegas keluar dari dalam mobil itu.
Fandra terus menatap kepergian sang istri hingga tubuh mungil Rania menghilang di balik pagar kampus.
"Kak,ayo kita berangkat,kak Rania tidak akan berbalik."ucapan Dika membuat Fandra mengendahkan pandangannya
Fandra baru sadar jika adik iparnya itu sudah pindah duduk di sebelahnya.Tanpa bicara lagi Fandra segera menancap gas mobilnya.
Sekolah Dika
Mobil Fandra Kini sudah berhenti di depan pintu gerbang sekolah Dika."Belajarlah yang rajin,jangan mengecewakan kakakmu."ucap Fandra tegas
"Baik kak,trimakasih kakak sudah mau mengantar Dika."ucap Dika penuh haru
"Kakak sudah bilang,jangan pernah menampakan wajah sendu itu lagi."mengacak rambut Dika,hingga membuat adik iparnya itu kesal karna rambut yang susah payah ia rapikan kini menjadi berantakan
"Dika masuk ya kak,hati hati di jalan."ucap Dika lalalu turun dari mobil kakak iparnya itu.
******
Pukul 08.00
Fandra sudah tiba di perusahaan,karna hari ini ia ada Meeting dengan salah satu perusahaan yang akan ia ajak kerjasama.
"Slamat pagi Tuan."sapa seorang wanita yang tengah berdiri di depan ruangan Fandra
"Kau siapa?"tanya Fandra dengan wajah dinginnya
"Saya Larisa,asisten baru anda Tuan."jawab Larisa cepat
"Jadi kau yang di pilih oleh paman Aldo,benar?"tanya Fandra tanpa mengubah expresi wajahnya
"Benar Tuan."jawab Larisa penuh hormat
"Baiklah.Sekarang siapkan keperluan untuk meeting."ucap Fandra lalu masuk ke dalam ruangannya
Asisten baru yang bernama Larisa itu langsung bergegas mempersiapkan berkas yang akan di bawa atasannya itu meeting.Tak berapa lama Fandra kembali keluar dari dalam ruangannya,ia berjalan mendahului asistennya itu tanpa perduli apa pun.Larisa pun dengan sigap mengikuti langkah atasannya itu menuju ke lif khusus.Karna meeting kali ini di lakukan tdi luar kantor.
Dalam lif
Fandra menatap lurus pintu lif yang tertutup,sedangkan Larisa yang berada di belakang Fandra terus saja memerhatikan punggung besar atasannya yang sangat Tampan itu.
Apa Tuan Fandra sudah punya istri?,tapi sepertinya belum,di jari manisnya saja tidak ada cincin sama sekali.Batin Larisa
Tak lama pintu lif terbuka,Fandra dan Larisa keluar dari dalam lif berjalan menuju ke arah ujung loby kantor.Disana sebuah mobil berwarna hitam sudah siap menunggu Fandra dan Larisa.
Penjaga yang ada di sana dengan sigap membukakan pintu mobil itu tak kala Fandra sudan hampir sampai di mobil.Fandra langsung masuk ke dalam mobil,begitupun dengan Larisa.Dan setelah keduanya sudah berada di dalam mobil,sopir yang mengantar Fandra langsung menancap gas mobil menuju ke tempat dimana Atasannya itu melakukan pertemuan.
Di dalam perjalanan Fandra terus saja menatap benda pipih yang ada di tangannya sekarang.Ia menunggu kabar dari sang istri sejak ia sampai di perusahaan tadi,tapi Fandra harus menelan kekecewaan karna benda pipih itu tidak menunjukan tanda tanda jika istrinya itu akan menelpon atau mengirim pesan untuknya.
\Bersambung
Jangan Lupa Vote dan likenya ya manteman.Author tetap menyempatkan Up walau dalam keadaan berduka.Jadi terus angkat jempol kalian untuk mendukung Cinta Pengganti 2 😊 Trimakasih
dasarrrr ga tahu diri. sdh kasih hati masih minta jantung. begitu kalau wanita sdh tahu kalau laki2 sdh mencintainya. maunya semena menanya menurutnya dia paling benar
ditunggu....
pasti akan langsung masuk list favorit...
semoga si kembar sehat selalu