Sinopsis : Berkisah tentang seorang siswa SMA tahun ketiga bernama Rio Hartono. Suatu hari ketika Rio sedang mengikuti pelajaran disekolahnya seperti biasa, muncul sebuah lingkaran sihir dan membuat semua orang yang ada di kelas itu masuk ke dalam sebuah portal. ketika mereka membuka mata, mereka mendapati diri mereka berada di sebuah ruang altar berwarna putih. Dan datang lah seorang pria tua yang memakai pakaian serba putih dan bersulam emas. dia mengatakan bahwa alasan dipanggilnya mereka ke dunia ini untuk sebagai pahlawan yang akan mengalahkan Raja Iblis.
Bagaimana kelanjutan kisah petualangan Rio di dunia lain? apakah dia mampu menyelamatkan seluruh dunia dari bangkitnya raja iblis?
Genre : Action, Fantasy, Harem, Adventure
Theme : Isekai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dimas Hartono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Desa Suku Duyung
Keesokkan harinya Rio, Mai dan Yui pergi ke dermaga setelah membuat janji dengan Rover dan Lumine.
“Selamat pagi tuan Rover, Nona Lumine. Maaf membuat kalian datang pagi-pagi buta seperti ini, namun alasan aku memanggil kalian karena aku telah mendapat solusi untuk menyelesaikan masalah kalian.” ucap Rio menjelaskan.
“Sungguh?? Ini baru satu hari setelah kita bertemu, dan kau sudah mendapatkan solusinya??” ucap Rover yang terkejut.
“Ya, aku juga sudah membawa solusinya.” ucap Rio sembari mengelus kepala Mai dan Yui.
Melihat itu Rover bingung, apakah solusi masalah mereka adalah kedua bocah imut ini? Pikirnya.
“Apa maksudnya tuan Rio? Mereka adalah solusi masalah kami?” ucap Rover bertanya.
“Ya, aku tahu kau melihat mereka seperti dua bocah imut biasa. Tapi mereka bukan lah sembarangan bocah, mereka memiliki kekuatan yang bisa dikatakan "di luar nalar" kurasa.” ucap Rio menjelaskan.
“Begitu, baiklah kalau begitu. Mari kita pergi ke wilayah suku duyung, aku akan memberikan detailnya di sana nanti.” ucap Rover.
“Baiklah, tapi kami tidak bisa bernafas di dalam air.” ucap Rio.
“Tidak masalah, kami bisa mengatasi masalah sepele itu.” ucap Rover yang menjentikkan jarinya, kemudian muncul tiga buah masker di hadapan Rio, Mai dan Yui.
“Eh? Masker?”
“Ya, pakailah itu agar kalian bisa bernafas di dalam air.” ucap Rover menjelaskan.
“Baiklah, mari kita pergi ke desa suku duyung.”
Rover dan Lumine melompat ke dalam air, seketika kaki mereka berubah menjadi ekor ikan. Melihat itu Rio, Mai dan Yui juga ikut melompat ke dalam air sembari mengenakan masker pernafasan.
Ketika Rio membuka matanya, pemandangan dasar laut yang indah menyambutnya.
“Wah, sangat cantik...” ucap Rio dalam hatinya.
Kemudian, mereka bertiga mengikuti arahan Rover dan Lumine menuju desa mereka, desa suku duyung.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah tempat bebatuan di dekat jurang laut.
Di sana terdapat sebuah gua kecil dan mereka memasuki gua kecil itu, dan terdapat sebuah barier.
Mereka memasuki barier itu dan tiba-tiba tubuh mereka menjadi kering seperti tidak pernah basah terkena air.
“Loh ada udara di sini? Dan aku langsung kering? Bahkan ada sinar matahari, di dalam laut??” ucap Rio yang terkejut.
“Yah, ini berkat kekuatan sihir dari mutiara ajaib yang kubicarakan sebelumnya. Kekuatannya menciptakan sebuah penghalang yang melindungi desa kami, serta membuat cahaya seperti matahari yang menumbuhkan tanaman-tanaman karang yang kami budidaya.” ucap Rover menjelaskan.
“Begitu rupanya.” ucap Rio mengerti.
Tak lama akhirnya mereka sampai di desa suku duyung.
“Yang Mulia Rover, Tuan Putri Lumine. Syukurlah kalian berdua telah kembali!” ucap salah satu orang suku duyung tergesa-gesa.
“Ada apa? Kenapa kau nampak tergesa-gesa??” ucap Rover bertanya.
“Ada... Ada seseorang dari kaum kita yang nekat mengambil mutiara ajaib di jurang laut! Dia diserang oleh Sea Serphent itu, dan mini dia terluka parah!” ucap salah satu orang suku duyung itu.
“Apa katamu?! Dimana dia sekarang?!”
“Dia ada di ruang perawatan, kondisinya kritis.”
“Baiklah, Lumine, kau ambil lah obat mujarab keluarga kita di rumah. Tuan Rio dan kalian berdua, bisakah kalian ikut denganku?” ucap Rover.
Mendengar perkataan Rover, seketika orang-orang suku duyung langsung menyadari kehadiran mereka bertiga.
“Ma-Manusia?! Berani sekali kalian datang ke desa kami!” ucap salah satu Pria suku duyung.
“Kalian tenang lah, dia adalah Walikota baru di kota Prismathis kita ini. Dia adalah utusan langsung dari Yang Mulia kaisar, sekaligus dia adalah tunangan dan calon suami keponakan kesayangan ku. Namanya Viscount Rio Hartono.” ucap Rover menjelaskan.
Mendengar itu mereka semua terkejut, ternyata Manusia laki-laki yang datang ke desa mereka adalah tunangan dari keponakan pemimpin mereka alias anak dari Yang Mulia putri suku duyung Lumia, Tuan Putri kekaisaran Amentys Rina van Amentys.
“Ja-Jadi dia adalah calon menantu Yang Mulia Lumia???” ucap pria Suku duyung itu.
“Ya, jadi jaga ucapan dan sikap kalian kepadanya.” tegas Rover.
“Ba-Baik! Mohon maafkan kami, Tuan Rio!” ucap mereka semua membungkuk meminta maaf kepada Rio.
“Eh? Ti-tidak apa-apa, aku bisa memakluminya sih. Tapi kesampingkan hal itu sekarang, bukankah ada masalah gawat yang terjadi??” ucap Rio.
“Benar juga, baiklah ayo kita pergi.” ucap Rover bergegas pergi, disusul oleh Rio, Lumine, Mai dan Yui.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di ruang perawatan. Terlihat seorang gadis terbaring lemah di tempat tidur yang sedang diperiksa oleh orang yang sepertinya seorang Tabib wanita.
“Lunia!!?? Kenapa kau bisa terluka seperti ini??” ucap Lumine yang langsung menghampiri gadis yang bernama Lunia itu.
“Ah, Yang Mulia! Anda telah kembali.” ucap Tabib itu.
“Ya, aku baru saja kembali tadi. Tapi kudengar ada seseorang dari kaum kita yang nekat ke sarang Sea Serphent, dan diserang olehnya. Bagaimana keadaannya sekarang tabib Refana, apakah dia bisa diselamatkan??” ucap Rover bertanya.
“Kondisinya sangat kritis, kita membutuhkan sihir penyembuhan tingkat tinggi [Extra Heal] untuk menyelamatkannya. Tapi kita juga membutuhkan mutiara ajaib untuk bisa menggunakan sihir kelas super itu.” jelas Refana kepada Rover.
Mendengar itu Rover hanya bisa terdiam, karena stok mutiara ajaib yang tersisa hanya cukup untuk mengaktifkan penghalang yang melindungi desa mereka.
“Sial!” ucap Rover yang memukul tembok.
Melihat keputusasaan mereka, Rio mengajukan diri untuk mencoba menyembuhkan gadis itu.
“Um... Permisi, apa aku boleh mencoba menyembuhkannya?” ucap Rio.
Mendengar itu Lumine langsung menghampiri Rio dan memegang kedua bahunya.
“Apa kau bisa menyelamatkannya, tuan Rio??” ucap Lumine bertanya sembari menangis.
“Ya, jika hanya membutuhkan [Extra Heal] saja, aku bisa melakukannya.” ucap Rio menenangkan Lumine.
Mendengar perkataan Rio, Refana sontak marah.
“Hah?! Bicara apa kau anak Manusia?? Kau pikir sihir kelas Super seperti itu bisa digunakan oleh manusia lemah sepertimu??” ucap Refana kesal.
“Refana! Jangan bersikap tidak sopan padanya! Dia adalah calon suami Putri sulung Lumia, dia diutus langsung oleh Sang kaisar untuk menjadi penguasa kota Prismathis ini!” ucap Rover menjelaskan.
“Hah? Anak muda sepertinya menjadi penguasa kota, ditambah menjadi calon suami Rina-Chan? Apasih yang dipikirkan oleh Allen bodoh itu?? Dia masih saja payah seperti biasanya!” ucap Refana ketus.
“Jika anda tidak percaya, maka biarkan saya mencobanya. Jika saya gagal menyelamatkan dia, maka saya akan mengundurkan diri sebagai penguasa kota Prismathis. Namun jika saya berhasil, biarkan saya membantu masalah kalian.” ucap Rio dengan tatapan serius.
Melihat kegigihan dan keseriusan di mata Rio, akhirnya Refana hanya bisa setuju persyaratan yang diberikan Rio.
“Baiklah, aku pegang kata-katamu.” ucap Refana.
Rio mengangguk, kemudian menghampiri gadis bernama Lunia itu. Dia menaruh kedua tangan Lunia di dada dengan kedua tangannya, lalu mulai mengumpulkan energi sihirnya.
Melihat tubuh Rio yang diselimuti energi sihir yang kuat dan terang, membuat mereka bertiga terkejut. Bahkan orang-orang yang berada di luar ruang perawatan juga ikut terkejut.
“[Perfect Heal] !!” Rio merapal mantra penyembuhan kelas kaisar.
Seketika sinar terang yang menyilaukan mata bersinar dan menutupi tubuh Lunia. Lalu setelah cahaya itu menghilang, seluruh luka, racun, dan memar di tubuhnya telah hilang. Rio berhasil menyelamatkan nyawa Lunia.
“Ti-Tidak mungkin! Itu... Itu sihir penyembuhan kelas Kaisar! [Perfect Heal] ?!” ucap Refana terkejut sampai menganga.
Beberapa saat kemudian, Lunia terbagun dan terkejut melihat seorang pria berambut hitam dan bermata merah terang berada di sampingnya.
“Umm...?”
“Kau baik-baik saja nona Lunia?”
“Eh? Heh...?! Ma-Manusia?! Me-menyingkirlah dariku!!” ucap Lunia terkejut sembari menggampar wajah Rio.
*Plak...!! Rio terpental beberapa centimeter.
“Aduh..?! K-Kenapa kau menggamparku?!” ucap Rio yang menahan sakit karena gamparan Lunia.
“Lunia!!” Lumine langsung memeluk Lunia.
“Eh Kak Lumine?? Kenapa kakak ada di sini? Dimana aku?” ucap Lunia kebingungan.
“Kau ada di ruang perawatan, kau terluka ketika pergi menuju sarang Sea Serphent itu. Dan mengapa kau nekat melakukannya?? Bukan kah kakak sudah melarangmu untuk pergi ke sana?!” ucap Lumine yang kesal.
“Ma-Maafkan aku, aku pikir bisa mengambil mutiara ajaib itu untuk desa kita. Karena aku punya skill [Stealth], namun itu percuma. Dia dapat mendeteksi keberadaan ku dengan mudah, kemudian langsung menyerangku.” ucap Lunia menyesal.
“Astaga, sudah lah. Yang penting kau sudah baik-baik saja sekarang. Ini semua berkat tuan Rio, dia lah yang menyembuhkan dan menyelamatkan nyawa mu, Lunia.” ucap Lumine menjelaskan.
Mendengar penjelasan dari Lumine, sontak Lunia terdiam dan tidak percaya bahwa Rio yang seorang manusia telah menyelamatkan nyawanya.
“Manusia itu?? Menyelamatkan nyawa ku?? Sungguh??” ucap Lunia terkejut.
“Ya, aku yang menyelamatkan nyawamu. Tapi kau malah menggampar muka ku. Sakit tahu!” ucap Rio yang masih duduk di lantai dan memegangi pipinya.
“Tuan, apakah kau tidak apa-apa?” ucap Yui khawatir.
“Ah, tidak apa-apa. Nanti juga hilang sakitnya, meski bekas gamparannya masih nyeplak di mukaku.” ucap Rio sembari tertawa kecil.
Kemudian Yui mendekati pipi Rio, dan... Chuu~
Yui mencium pipi Rio dan berkata.
“Apakah masih sakit? Apa mau kucium lagi?” ucap Yui bertanya.
“A-Ah tidak apa-apa! Sudah baikkan kok!” ucap Rio yang salting.
“Buset dah, tiba-tiba gua dicium ama Loli. Untung aja di dunia ini ga ada FBI, kalo ada bisa kena masalah gua.” ucap Rio dalam hatinya.
“Hei nak-- tidak, maksudku Tuan Rio. Bagaimana kau bisa menggunakan sihir penyembuhan kelas kaisar itu?! Hanya seorang Paus dan Saint dari kekaisaran suci Elshina saja yang dapat menggunakannya!” ucap Refana bertanya kepada Rio.
“Eh? Yah, itu mungkin faktor dari genetik ibuku? Kau tahu, ibuku adalah seorang Roh peringkat tinggi di Spirit Realm.” ucap Rio yang polos menjelaskan.
Mendengar kata "Roh" dan "Spirit Realm" mereka semua terkejut kecuali Mai dan Yui. Mereka tak menyangka bahwa pemuda biasa yang ada di hadapan mereka adalah putra seorang Roh peringkat tinggi.
“Kau-Kau putra seorang Roh peringkat tinggi?!!” ucap Refana terkejut, begitupula dengan Rover, Lumine dan Lunia yang juga ikut terkejut.
Lalu Rio pun menyadari sesuatu, dan menepok jidatnya. Seharusnya dia tidak membocorkan identitasnya sebagai putra seorang Roh peringkat tinggi.
“Alamak, kenapa gua keceplosan dah?!” ucap Rio dalam hatinya.
Bersambung
maaf jadi ga berminat baca nya.kalau dalam cerita selalu di ungkapin semua rahasia nya🙏🙏
kenapa ga membungkuk saja.itu kan sudah wajar ga terlalu...
padahal.dapat warisan sebagai dewa.tapi masih berlutut di depan orang biasa yang derajat nya lebih tinggi.bodoh banget othor nya