Ketika cinta yang selama ini ia percaya miliknya namun ternyata milik orang lain. Akankah ia percaya lagi akan Cinta? Cinta yang selama ini di perjuangkan olehnya ternyata beralih ke hati yang lain. Begitukah Cinta? Akankah cinta hadir pada dia yang sudah tak percaya lagi dengan kata cinta tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuryanthi Sudarma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode tiga puluh lima
Atayad melirik Ara menggunakan ekor matanya. "Kenapa sepertinya dia tidak marah sama sekali aku membaca pesan dari kekasihnya itu"
Lagi lagi Atayad melirik Ara masih menggunakan ekor matanya. Namun sial karena saat ia melirik, ternyata Ara sedang menatapnya dengan tatapan datar.
Deg......
Segera Atayad menarik fokus matanya ke jalanan kembali. Jakunnya terlihat naik turun, mungkin ia merasa malu tertangkap basah oleh Ara. Detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. "Aduh ada apa dengan jantungku, sepertinya besok aku harus cek kesehatan. Sudah lama aku tak melakukan itu" ucap Atayad dalam hati
Begitu pun Ara, hatinya terasa bergetar saat tadi ia sedang menatap Atayad lalu Atayad meliriknya. Setelah kejadian itu Ara lebih banyak memalingkan wajahnya ke jendela disampingnya. Malu karena tertangkap basah sedang menatapnya? tentu saja. Tiba tiba hatinya ingin melirik lagi namun takut ketahuan lagi. Dan ujung ujungnya Ara hanya menggigit jari telunjuknya saja. "Kenapa lama sekali?" Tanya Ara dalam hati karena sudah merasa tidak enak dengan posisi duduknya alias salting "Salah tingkah"
Dan akhirnya mereka lebih memilih ego mereka yang tak menghasilkan apa pun. Atayad fokus dengan pemikiran serta kemudinya dan Ara pun dengan rasa yang tak menentu yang sedang menghinggapinya. Baik Ara atau pun Atayad masih enggan menyimpulkan rasa yang masih samar samar dalam diri mereka.
Tak dapat dipungkiri jika sebuah rasa yang dinamakan cinta memang sudah tumbuh diantara mereka. Rasa yang masih belum kelihatan jelas bentuknya itu mulai menghinggapi hati satu sama lainnya. Kapan mereka akan berani jujur pada diri sendiri dan tak mengedepankan ego masing masing? Ada yang bisa jawab? Akan kah mereka mengakui perasaan mereka satu sama lainnya?
Kepala Atayad mengangguk angguk seiring alunan musik dari audio yang diputarnya. Beberapa kali ia juga terlihat menggaruk garuk beberapa bagian yang mungkin tidak terasa gatal sama sekali.
Setelah melewati perjalanan selama dua jam akhirnya mobil yang ditumpangi Atayad dan Ara berhenti mengikuti mobil Zayn dan Shelly.
Pantai yang menjadi tujuannya sudah berada di depan mata.
Beberapa gundukan awan kecil menghiasi birunya langit. Hamparan pasir ditepi laut serta gemuruh ombak yang diimbangi semilir angin menambah keindahan ciptaan Tuhan.
MasyaAllah itulah kata yang Ara ucapkan saat langkah kakinya mulai berjalan diatas pasir pantai. Atayad mengikutinya dari belakang seperti seorang pelayan yang mengikuti tuannya itu yang ada dipikiran Atayad. Namun berbeda dengan apa yang Atayad pikirkan jika orang lain yang melihatnya. Justru apa yang dilakukan Atayad terlihat romantis seperti seorang kekasih yang sedang memanjakan pujaan hatinya.
Tiupan angin pesisir pantai membuat rambu hitam panjang milik Ara bergerak mengikuti kemana angin berhembus. Dan itu menambah poin kecantikannya. Apalagi saat ia berbalik badan ke arah Atayad sambil tersenyum kegirangan. Atayad membalas senyum Ara dari jarak yang tak terlalu dekat.
"Cantik" tiba tiba kata itu keluar lagi dari mulut Atayad meski tanpa suara. Atayad menghampiri Ara yang mulai membasahi kakinya dengan air laut. Spontan Atayad menyimpratka air ke wajah Ara. Ara yang kaget tanpa pikir panjang langsung membalasnya Alhasil mereka saling membalas satu sama lainnya.
Saling mengejar, saling lempar pasir bahkan tanpa mereka sadari terjadi beberapa gerakan yang sangat spontan. Aaahhhhh baper.
Merasa puas telah membalas satu sama lainnya. Ara yang capek memilih duduk berselonjor diatas pasir yang kakinya terkena air. Atayad pun duduk di sebelahnya.
Mata mereka sama sama menatap hamparan birunya air laut yang luas tak berujung. "Indah ya?" ucap Ara sambil menatap Atayad.
Atayad membalas tatapan Ara. Hatinya mendadak bergejolak, bergetar tak karuan didukung oleh pikiran yang mengatakan cium Tay!. Atayad mendekatkan wajahnya ke wajah Ara. Hampir saja bibirnya menyentuh bibir Ara. Belum sampai itu terjadi, teriakan anak kecil yang memanggil Atayad menghentikan niat Atayad.
"Ooom Atay" teriak seorang anak laki laki yang berlari ke arah mereka.
Ara yang malu langsung memalingkan wajahnya ke sembarang arah. Sementara Atayad melihat kearah anak laki laki itu yang sedang berjalan ke arahnya.
"Agri? kenapa sendirian mama dan papa mu kemana?" Tanya Atayad saat anak laki-laki yang bernama Agri itu sudah berada di dekatnya. Agri adalah anak sulung Zayn dan Shelly.
"Mama sama papa sedang membawa Algi ke klinik terdekat di daerah sini om. Tadi Algi mendadak muntah muntah" jelas Agri. "Om aku boleh ikut main sama om dan tante kan?"
Atayad melirik Ara untuk bertanya meski sebenarnya itu tidak perlu sama sekali. "Boleh?" ucapnya.
Ara mengangguk tanpa menatap Atayad. Ia masih malu dengan adegan beberapa menit yang lalu. Malu karena ia bukan menghindarinya tapi malah memejamkan mata seolah ia juga menginginkannya.
"Asyiiikkk, om kita buat istana pasir seperti mereka yuk" ajak Agri, lagi Atayad melirik Ara.
"Kenapa tidak kau ajak tante Ara saja? Dia lebih pandai membuat istana pasir." ucap Atayad.
Mendengar namanya di sebut seketika Ara menyutinya. "Aku?" ucap Ara sambil menunjuk dirinya.
"Iya, kau kan perempuan pasti kau lebih pandai dibandingkan aku" balas Atayad.
"Mana bisa" ucap Ara.
Atayad menarik tangan Ara agar jagung dari duduknya. "Bisa ayo cepat. Sebelum kau benar bentar menjadi ibu tidak ada salahnya kan belajar menyenangkan hati anak kecil" ucap Atayad "Ayo cepat"
"Dasar pemaksa" ucap Ara sambil cemberut. Bukannya tidak bisa namun ia enggan untuk bertatap muka dengan Atayad dan masih ingin menikmati posisinya saat ini.
Huuuhhhh malu malu tapi mau.
.
.
.
.
.
.
Ini bonus up hari ini ya..... jangan lupa dukungan kalian apa pun itu aku tunggu. mau vote poin/koin tidak masalah. like atau komen pun author sangat berterimakasih sekali.
Yang mau chat pribadi dengan author bisa follow ig nya dulu!!!!!
Ig: nurya.ag
ulah janten hantu wae .... 🤭😅😅
ceunah mau menjelaskan ... tapi tetep gak jelas ...
kenapa sih nggantung gituh ?
kan malah timbul salah persepsi lagi ..
cappeee deeeeiii 🤦♀️
spt air mengalir ajaaah ...
udah una inu ...
udah bobo sambil peyuk peyuk ...
trus besok ?
mainkan ronde berikutnya ... berikutnya ... berikutnya ... berikutnya ...
heeeuuuuhh ... males ke kantor deh ..
🤣🤣🤣🤣
karena kalo sudah dengar, pasti Atay gak akan semarah itu.
kan yg salah Rey, ngejar2 terus ... Ara sendiri selalu menolak, dan sudah mengjngatkan bhw skrng dia sudah punya suami.
dasar Rey nya aja yg ndabl3gh..
Atay emang udah nethink gara2 gak ada penjelasan soal chat yg malem2 dari Rey itu.
di situ mulai salah nya.
Ara menganggap itu gak penting mangkanya gak cerita. Tapi Atay menganggap nya krn dirinya yg dianggap gak penting.
gak ketemu kaaaan ?
mending Atay yg nanya duluan donk ... kan dia yg nyuri2 baca. itu perlu buat ketenangan diri kamu sendiri, Tay ..
nurut deh sama Neng Gemoy ... 😅😅
kamu sendiri ngomong nya gak ngenakin gitu secara kalian belom akrab2 banget ....
dan terus aja menduga-duga ... biarin sakit sendiri deh lo !!
🤣🤣🤣
Neng Gemoy bersuka cita kamu tersiksa spt itu... hak hak hak .. 🤣🤣🤣
buktikan ke mantan kalo elo bisa bahagia, Tay ... bukannya menyiksa diri sendiri ... 🤪
🤣🤣🤣
itulah kalo belom apa2 udah nethink duluan ...
Ra ... kasih pelajaran ke Atay ...
bikin dia nyesel udah jahat sama kamu ..
🤣🤣🤣🤣
anak gila itu kan anak mama lhoh ...
🤣🤣🤣