NovelToon NovelToon
Aku Atau Dia Yang Pelakor

Aku Atau Dia Yang Pelakor

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:96.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mayraa Ibnurafa

“Aku atau dia yang pelakor!” Dia berteriak dengan kerasnya di pinggiran pantai berpasir putih.

Semuanya berawal dari ...

Isyana yang sudah bersuami tidak sengaja bertemu dengan Elvano yang saat itu juga memiliki seorang istri dan putra. Saat mengerjakan proyek bersama. Keduanya menjadi sangat dekat dan perlahan tumbuhlah perasaan cinta itu. Dengan penuh rasa bersalah kepada pasangan masing-masing, mereka menjalin hubungan terlarang itu. Tapi hubungan itu kandas, saat Isyana mulai sadar bahwa mereka tidak ditakdirkan bersatu.

Akan tetapi, disaat yang sama Isyana dan Elvano tidak sadar. Kalau Ikbal suami Isyana dan Nabila istri Elvano ternyata sudah menjalin hubungan lebih dulu dari mereka berdua. Bahkan Ikbal dan Nabila sampai melakukan hubungan intim di belakang mereka.

Kemudian beberapa bulan setelah Isyana dan Elvano berpisah. Isyana mengetahui bahwa Ikbal suaminya telah berselingkuh dengan wanita lain, yang ternyata adalah Nabila istri Elvano. Pria yang dia cintai...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 : Semakin tidak terkendali.

“Elvano, apa yang kamu lakukan disini?” Isyana kaget mendapati ELvano yang sedang berdiri di jendela kaca tempat ayahnya dirawat.

Elvano menoleh kearah Isyana seraya tersenyum. “Aku bawakan makanan kesukaan mu, sekaligus menjenguk Pak Germian.”

“Terima kasih banyak El,” ucap Isyana mengajak Elvano duduk di kursi tunggu yang ada disana.

Mereka pun makan bersama di depan ruangan tempat ayahnya di rawat. Kehadiran Elvano sekaligus menjadi vitamin yang membantu Isyana bertahan dari masa terpuruknya.

“Sya, kalau boleh aku tahu kenangan apa yang paling membahagiakan untukmu bersama dengan ayah?” tanya Elvano seraya menatap Isyana yang sudah menghabiskan makanannya.

Isyana sontak menoleh menatap pria yang disebelahnya dengan raut wajah ragu.

“Kalau kamu nggak mau cerita juga nggak apa-apa kok,” ucap Elvano yang sadar jika saat ini Isyana tengah ragu untuk membahas kenangan bersama orang tuanya.

“Enggak kok,” jawab isyana seraya menggelengkan kepala dan tersenyum.

“aku masih ingat jelas saat ayah mengajak ku pergi kepantai, walaupun hanya berdua saja tapi aku sangat bahagia,

bahunya yang lebar memikul beban kehidupan untuk membesarkan ku, tapi dia tidak pernah mengeluh sekalipun, bahkan setiap kali pergi kepantai ayah selalu menggendongku di punggungnya, berjalan di pinggiran pantai sambil tertawa bersama,

aku tidak akan pernah melupakan hari-hari yang indah itu,” ungkap Isyana dengan tatapan nya kearah ayahnya yang terbaring sakit, sambil sesekali mengusap air mata bahagianya.

“Kamu tahu El, aku sangat menyayangi ayah, dan aku tidak mau kehilangan nya,” tuturnya kembali .

Isyana meneteskan air matanya di hadapan Elvano. Pria itu tidak sadar tangan nya bergerak mengusap lembut air mata yang membanjiri wajah Isyana. Membuat Isyana termangu dan sangat dalam menatap mata Elvano.

“Isyana!” Ikbal tiba-tiba datang.

Elvano menyimpan tangan nya kedalam saku seraya berdiri di hadapan Ikbal.

“Elvano Mubarak, ada keperluan apa kamu datang kemari?” Ikbal mendelikkan matanya melempar tatapan tajam pada Elvano.

Elvano menyunggingkan senyuman nya, dan berbalik menatap Isyana lalu pamit pulang.

“Kalau begitu aku pergi dulu ya, Sya. Kabari aku jika terjadi sesuatu,” ucap Elvano seraya berlalu melewati Ikbal tanpa menghiraukan pria tersebut.

Isyana terus menatap sosok Elvano sampai menghilang dari pandangan nya. Ikbal meraih lengan Isyana dengan sedikit kasar.

“Sya, apa yang dilakukan Elvano disini? Berduaan denganmu!” tanya Ikbal yang jantungnya berdebar kencang menahan kesalnya terhadap Elvano.

“Lepaskan tanganku, sakit Mas!” Isyana menghempaskan tangan Ikbal yang membuat memar merah dilengan nya.

“Apa perdulimu! Sekarang urus saja urusan kita masing-masing!” jawab Isyana dengan ketus.

Isyana hendak pergi meninggalkan Ikbal. Akan tetapi pria itu menjegat jalan nya.

“Ayahku sedang sakit! Jangan mengajak ku bertengkar, aku sedang tidak ingin bicara padamu!” ancam Isyana dengan tatapan setajam elang.

Tanpa berkata Ikbal pun membiarkan Isyana pergi.

“Sial! Sepertinya Elvano tidak main-main dengan ucapan nya,” umpat Ikbal sangat kasar.

*

*

*

Dua hari sudah berlalu. Tidak ada tanda-tanda kondisi sang ayah membaik. Ikbal datang kerumah sakit dengan tergesa-gesa masuk kedalam ruangan tempat ayah mertuanya terbaring. Ditangan pria itu ada sebuah amplop. Tapi Ikbal tidak sadar Isyana datang dan membuatnya sangat terkejut setengah mati.

“Mas Ikbal?” ucap Isyana dengan tatapan menyelidik.

“Isyana!” Ikbal sangat terkejut sampai tangan nya gemetar. Dia langsung menyembunyikan amplop berisi berkas di belakang badanya.

“Apa yang kamu lakukan disni?” Isyana memperhatikan bahasa tubuh Ikbal yang menggetar ketakutan. Serta dia melirik sebuah amplop yang disembunyikan di belakang tubuh pria itu.

“A-aku ma-mau menjenguk ayah,” jawab Ikbal terbata-bata seraya mengalihkan pandangan nya dari tatapan mata Isyana.

Isyana mengedarkan pandangan nya dan tidak sengaja melihat tanda biru di jempol tangan sang ayah. Seketika matanya membulat dan tubuhnya meremang. Isyana menatap Ikbal dengan darah yang mendidih .

“Apa yang kamu lakukan sama ayah Mas?” Isyana mencengkram lengan Ikbal dengan kuat.

“Lepaskan aku! Aku tidak melakukan apa-apa.” Ikbal terkejut dan sontak mendorong Isyana sampai terjatuh kelantai.

Melihat Isyana terjatuh, Ikbal tidak tahu menahu dan langsung pergi meninggalkan tempat itu. Dengan tergesa-gesa bahunya sampai bertabrakan dengan Dira yang baru saja datang. Dira terkejut melihat Isyana yang terduduk di lantai.

“Bu Isyana, anda tidak apa-apa?” tanya Dira sangat cemas. Sembari membantu Isyana kembali berdiri.

“Aku baik-baik saja, tolong jaga ayah ku ... aku mau mencari udara segar,” ucap Isyana seraya berlalu pergi dengan dada yang terasa sesak.

Isyana duduk melamun di bangku taman yang ada di rumah sakit. Mengingat hal yang baru saja terjadi. Air matanya tanpa sadar menetes. Isyana menutup wajah dengan kedua telapak tangan nya. Dadanya terasa sangat sesak, sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk terus melihat kelakuan Ikbal.

Elvano yang baru saja turun dari mobil. Melihat Isyana dari kejauhan sedang duduk di bangku taman. Dia pun perlahan mendekatinya. Wanita itu malah menangis sembari menutup wajahnya dengan telapak tangan. Elvano pun duduk disebelah Isyana.

“Sya,” panggilnya dengan meraih kedua tangan Isyana yang menutupi wajah.

Isyana nampak terkejut, matanya membulat melihat Elvano. Cepat-cepat Isyana hendak mengusap air matanya. Tapi Elvano malah langsung mendekap nya dengan erat. Isyana tiba-tiba melanjutkan tangisan nya di pelukan Elvano.

Nabila berapi-api melihat Elvano memeluk Isyana di taman rumah sakit. Wanita itu dengan langkah secepat kilat langsung mencengkram bahu Isyana, melepaskan Isyana dari dekapan Elvano. Isyana terkejut dan sontak mendongak menatap Nabila yang berdiri dihadapan nya.

“Nabila?” ucap Elvano seraya berdiri dari tempat duduknya.

Isyana juga ikut berdiri tanpa kendor menatap Nabila yang melototinya. Nabila mengata-ngatai Isyana yang sudah berani memeluk suaminya. Darah di dalam tubuhnya sudah mendidih menahan kekesalan nya selama ini terhadap Isyana.

“Dasar kamu ya, perempuan kegatelan main peluk-peluk segala sama suami orang!” maki nabila dengan sangat kasar.

“Hentikan Nabila!” ucap Elvano meraih lengan Nabila untuk membuatnya diam. Tapi nabila tetap tidak mau kalah, dan malah menyerang Elvano juga.

“Lepaskan aku! Kamu juga El, nggak tahu malu di rumah sakit malah asik peluk-pelukan dengan wanita lain!” ucap Nabila sembari menghempaskan tangan Elvano.

“NABILA! HENTIKAN! Isyana sedang sedih jangan mena,mbah beban pikiran nya!”

“Kamu pikir dia sedih? Dari wajahnya saja dia sengaja memanfaatkan keadaan nya sekarang untuk menggoda mu.”

“Kamu keterlaluan Nabila! Ayo kita pulang!” Elvano pun menarik paksa Nabila pergi.

Nabila meronta-ronta dan terus memaki-maki Isyana. Saat Elvano menariknya masuk kedalam mobil.

Sesamapainya dirumah. Elvano meninggalkan Nabila yang masih duduk di dalam mobil. Berdiam diri di dalam ruang kerja nya untuk menenangkan pikiran nya. Elvano merasa bersalah karena perlakuan Nabila pada Isyana.

Elvano pun berniat untuk menelpon Isyana dan meminta maaf. Akan tetapi tiba-tiba saja pintu ruang kerja nya terbuka lebar, Nabila datang dan langsung merebut ponsel Elvano.

“Nabila, kembalikan ponselku!” ucap Elvano sembari menghela nafasnya dan berusaha sabar.

“Kamu mau ngapain? Mau hubungi perempuan nggak tahu diri itu lagi?” Nabila menatap layar ponsel Elvano. Matanya membulat melihat nama kontak Isyana yang tertera disitu.

“Heh, bahkan nama ku di kontak hpmu tidak seistimewa seperti namanya yang kamu simpan,” ucap Nabila terkekeh sembari memperlihatkan layar ponsel Elvano kepada yang punya.

Elvano memalingkan wajahnya karena memang tidak ingin mengelak dari perkataan Nabila. Memang benar jika perasaannya saat ini sangat dalam terhadap Isyana.

“Kamu berubah banyak El, dulu jangan kan bersentuhan dengan perempuan lain menatap nya saja kamu tidak mau ... tapi sekarang kamu malah berpelukan dengan perempuan lain! Aku nggak habis pikir El,” ungkap Nabila yang terus memojokkan Elvano.

Elvano mengusap wajahnya dengan kasar lalu merampas kembali ponselnya dari tangan Nabila.

“Sadar diri, Bil! Kamu sendiri yang buat aku berubah seperti ini!” ucap Elvano sebelum akhirnya dia melangkah pergi dengan hati yang terasa sakit. Mengingat perilaku Nabila selama ini menjadi istrinya.

Elvano masuk kedalam mobil. Kemudian menyalakan mesin dan mulai tancap gas keluar dari pekarangan rumahnya.

.

.

.

To be continued.

1
Elok Pratiwi
cerita tidak menarik
Elok Pratiwi
sangat tidak menarik tokoh utama wanita nya lemah hanya bisa menangis .. cerita yg sangat buruk
Cis Siu
uhuy
Ruth Khoiriyah
sama mbuletnya thor kenapa ceritanya mbulet
Ruth Khoiriyah
mbulet coba langsung ambil perusahaan nya aja biar tau rasa
Endang Supriati
oneng si isyana, lola lemot
Endang Supriati
ya iyalah ibunya berzinah, anak yg jadi korvan. adq hadisnya.
Wiwit
bingung dgn cerita isyana nya bodoh atw gmn ya
A Yes
❤️❤️❤️🌺🌺🌺🌺
A Yes
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
A Yes
ikuuuut💃💃💃💃😂😂😂😂😂✌️😅
YuWie
bunga untuk evan yg bisa teges...
YuWie
el gak peka..tio aja paham
YuWie
heran aku..gampang bgt diprovokasi. wong ya sdh tau sama2 janda dan duda dan ada anak. Isyana malah perasa bgt klo sama nino..
YuWie
duluuu disia2 elvanonya..sekarang kelimpungan sendiri nabila.
YuWie
ngonooo wae..nino ya gitu, dah pernah diabaikan ibunya jadinya skrg cari perhatian.
YuWie
hah
YuWie
ini baru laki2 hentelmen...gak dibalas cintanya mundur bukannya bikin hal yg licik2
YuWie
nahhh gitu...komunikasi tanpa emosi.
YuWie
buruk banget sih komunikasi el dan is.. padahal sdh sama2 pernah gagal tapi gak belajar dr kegagalan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!