Clarissa tidak menyangka jika dirinya diberi kesempatan untuk kembali ke waktu.
Dis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Barbeque
Saat ini Clarissa sedang sibuk membuat bumbu untuk daging yang sedang dibakar oleh Aldo dan Carlo . Seperti yang sudah dijanjikan oleh Daniel, saat ini mereka membuat barbeque di depan villa.
Pemandangan waktu malam ternyata lebih bagus dari siang hari. Apalagi cuaca sedang cerah. Sehingga muncul bintang diatas langit. Ditambah kerlip lampu di bawah bukit menambah keindahan.
Daniel saat ini bermain catur bersama Kevin, yang ternyata memiliki hobi yang sama dengannya. Mereka duduk dikursi yang tidak jauh dari alat pemanggangan.
Calvin duduk di samping mamanya. Dia membantu Sandra mengupas buah buat pencuci mulut.
" Oh iya pa, kok Bella tadi tidak diajak?" tanya Calvin yang tiba-tiba mengingat Bella.
" Tadi Bella ke kantor. Dia bilang mau pergi ke tempat neneknya Aurora," jawab Daniel dengan jujur.
" Oh...di mana rumah neneknya?"
" Entah papa juga tidak tahu. Dia hanya bilang diluar kota. "
" Memangnya ada acara apa disana?"
" Dari pada kakak kepo, kenapa nggak nelpon dia langsung? " tanya Clarissa.
" Malas. "
"Siapa Bella?" tanya Aldo yang sedari tadi diam-diam menyimak. Meskipun matanya tidak lepas dari daging yang sedang ia panggang.
" Sepupu gua. Kebetulan dia tinggal di rumah," jawab carlo yang berdiri di sampingnya.
" Pasti cantik."
" Sok tahu!"
"Bukannya sok tahu. Tapi melihat betapa cantiknya Clarissa, pasti sepupu lo tak kalah cantik deh!"
" Bella memang cantik kak. Kak Aldo kalau sudah bertemu dengannya pasti langsung jatuh cinta," ucap Clarissa.
" Tenang saja Yang, meskipun dia lebih cantik namun aku tidak akan berpaling berpaling darimu. "
" Jangan percaya omongan dia dek. Play boy cap kapak seperti dia memang paling pintar merayu. "
" Enak saja gua dipanggil play boy cap kapak. Gini-gini gua cowok setia loh. "
" Setia dari hongkong. Jangan percaya sama tuh anak dek. Kalau Kevin mau gua setuju. Ni anak cowok setia yang gua tahu, " ucap Calvin yang menyahuti ucapan mereka.
" Dia ma bukan lagi setia, tapi cowok bodoh. Sudah tahu ceweknya sering berselingkuh masih saja dipertahankan, " ucap Aldo yang tak sengaja membongkar aib sahabat sekaligus atasannya.
Hening!
Aldo langsung sadar jika dia keceplosan. Dia mengintip Kevin dengan takut. Sedang yang ditatap hanya diam dengan raut wajahnya yang datar.
Plok Plok Plok
" Ha ha ha ha ha ha Vin... Hukuman apa yang cocok buat asisten pengkhianat," ucap Calvin sambil tertawa.
" Potong gaji seratus persen."
" Wah... Jangan dong bos. Maafin nih mulut yang asal jeblak aja," ucap Aldo sambil menghampiri Kevin dengan muka memelas.
Clarissa menggantikan Aldo membolak-balik daging yang tadi ia panggang. Aromanya sudah mulai keluar. Membuat perut mereka meronta- ronta.
Sebenarnya bukan hanya daging saja yang tersedia. Ada juga jagung manis
Kevin tak menghiraukan Aldo yang kini berdiri disampingnya. Dia masih fokus dengan bidak catur di depannya.
" Bos..."
" Jangan berisik!"
" Hai do, gimana kalau lo jadi asisten gua aja?"
" Kagak, terimakasih. Gua ini orang yang setia jadi _"
" Membocorkan rahasia bos besar ha ha ha ha ha," ledek Carlo dengan tawa membahana.
" Tadi itu cuman keceplosan."
" Keceplosan katanya Vin."
" Om.... Bantuin dong!" ucal Aldo yang merasa terpojok.
" Haaa.... Kalau om jadi kevin pasti langsung memecat mu, Al."
" Om kok gitu sih. "
" Sekarang Om tanya sama kamu. Seandainya kamu memiliki anak buah yang membocorkan masalah perusahan apa yang akan kamu lakukan? "
" Lapor pulisi," jawab Aldo spontan.
" Lah kan. Kamu aja langsung lapor polisi. Jadi salah paman dimana? "
Wajah Aldo langsung pias. Apa yang diucapkan Daniel membuat matanya terbuka lebar.
" Bos.... "
" Ya elah bang gitu aja nangis. Jadi cowok tuh nggak boleh cengeng," celetuk Clarissa sambil menghampiri mereka.
" Bener tuh dek, jadi cowok kok cengeng banget!" ucap Carlo.
" Enak saja. Gua nggak nangis!"
" Beneran nih?"
" Sudah.... Kok malah berantem. Papa juga... "
Sandra menghentikan perdebatan yang membuatnya pusing.
" Kok papa? "
" Ya iya lah. Dari pada berantem nih makan!"
" Yuk... Perut papa juga lapar!"
Daniel mengisi piringnya dengan potongan daging sapi, dan sosis. Kemudian memakannya dengan perlahan.
" Ehm.... Dagingnya lembut banget. Bumbunya juga meresap sempurna, " ucap Daniel begitu potongan daging itu masuk kedalam perutnya.
" Siapa dulu dong yang membakarnya. Sudah cocok kan jadi calon menantu," kata Aldo dengan bangga.
" Idih... Yang bakar bukan lo doang. Gua juga ikutan, " cibir carlo yang tidak suka Aldo cari muka pada sang papa.
" Jagungnya juga enak pa," ucap Sandra yang tidak memperdulikan perdebatan carlo dan Aldo.
" Ehm...bener banget. Rasanya pedas manis. Enak banget. "
" Bumbunya enak banget sayang. Sejak kapan kamu pandai masak seperti ini?" tanya Sandra begitu mengingat jika sang putri lah yang telah meracik bumbunya.
" Eh..."
Clarissa kaget begitu mendengar pertanyaan dari mamanya. Bingung mau jawab bagaimana.
" Kok nggak dijawab sayang? "
" Cla bingung mau jawab apa, " jawab Clarissa dengan kikuk.
" Kok gitu?"
" Clarissa cuman lihat dari youtube. Cla sering banget ngeliat konten masak."
" Oh... Tapi ini enak banget!"
" Setuju banget!"
Mereka makan dengan lahap. Sampai-sampai tidak ada yang tersisa.
" Kenyang banget... Sumpah!" celetuk Aldo begitu selesai makan.
" Sama. Perut gua rasanya mau meledak."
" Lain kali kalau buat acara gini, jangan lupa ajak-ajak lagi Om. "
" Beres lah!"
Mereka pun berbincang hangat. Clarissa dan Sandra membawa semua piring yang telah kotor ke belakang. Setelah selesai dia mencari tempat yang nyaman untuk melihat pemandangan di sekitar villa.
semoga apa yang di rencanakan bela berbalik ke dia biar tau rasa
up up uup
crazy uup dong thor 😷